MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 02 Maret 2018 10:52
Perajin Tanggui Kreasi Khas Kuin, Terinspirasi setelah Mengajar Calistung
KREATIF: Dina sedang memasang payet pada tanggui mini. Motifnya beragam dengan berbagai warna yang menawan.

PROKAL.CO, Tanggui. Siapa yang tak tahu. Topi khas petani perempuan ini tak lagi sekadar perlengkapan untuk bertani. Lebih modern, kini dijadikan sebagai hiasan.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

Kreasi itu dilakukan oleh Dina Fathiana. Dia warga Jalan Belitung Darat, Gang Pelangi, RT 12, Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat. Bersama Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dirinya memodifikasi tanggui menjadi sebuah hiasan yang mempunyai nilai jual.

Rabu (28/2) sore, saat ditemui di rumahnya, Dina sedang sibuk memasang payet di atas tanggui-tanggui berukuran mini. “Tanggui kreasi khas Kuin,” sebut perempuan 41 tahun itu.

Dina lantas memulai cerita. Usaha kreasi itu muncul tanpa sengaja. Kisahnya berawal empat tahun silam, tepatnya 2014. Ketika dia ditugaskan mengajari warga di sekitar tempat tinggalnya untuk membaca, menulis dan menghitung (calistung). Namanya Keaksaraan Fungsional (KF) Anggrek. Khusus bagi mereka yang tak bisa baca tulis.

Agar mudah dalam mengajar, Dina mengolaborasi teknis belajar sambil bekerja. Kebetulan warga yang diajarinya adalah perajin tanggui. “Saya gabung cara belajarnya dengan kerajinan tanggui,” kata istri dari Alpian Noor tersebut.

Cara belajar yang dia terapkan mudah. Misalnya mengeja sambil menulis bahan-bahan untuk membuat tanggui. Sebut saja seperti daun nipah, benang dan sebagainya.

Begitu juga cara berhitung. Warga yang diajari diminta untuk menghitung jumlah lembar daun nipah dalam membuat tanggui.

“Lama-kelamaan, itu menjadi kebiasaan hingga mereka jadi hapal huruf dan angka. Sekarang mereka sudah bisa membaca, menulis maupun menghitung,” tutur Dina yang juga guru honorer di SDN Kuin Cerucuk 4.

Ide membuat tanggui kreasi akhirnya muncul. Lantaran Dina merasa kerajinan tersebut kian berkurang, dia pun bertekad untuk mengenalkannya lagi pada masyarakat luas.

“Saya hanya ingin memperkenalkan kerajinan tangan khas Kuin ini ke tingkat nasional bahkan sampai ke mancanegara,” ucapnya.

Kembali pada pembuatan tanggui kreasi. Dihias dengan beragam motif payet. Mirip kain sasirangan. Seperti kurat kurikit, pucuk rabung, kambang bahambur dan naga balimbur. Layak untuk dijadikan hiasan dinding, penutup lampu meja, properti kesenian atau buah tangan.

Dalam proses pembuatannya, Dina membaginya secara berkelompok. Dibagi menjadi dua kelompok. Enam orang bertugas membuat tanggui, empat orang memasang hiasan. “Kalau membuat tanggui empat hari, memasang air guci sekitar seminggu, kalau rajin kurang dari itu,” tutur ibu dua anak tersebut.

Penjualannya memang belum begitu luas. Namun cukup kreatif. Semula cuma dari mulut ke mulut, sekarang sudah mengandalkan medsos.

“Tiap unit tanggui ukuran mini harganya Rp25 ribu. Untuk ukuran sedang Rp30 ribu dan besar Rp40 ribu. Lumayan bisa menambah penghasilan saya sebagai guru honor,” pungkasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .