MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 02 Maret 2018 10:52
Perajin Tanggui Kreasi Khas Kuin, Terinspirasi setelah Mengajar Calistung
KREATIF: Dina sedang memasang payet pada tanggui mini. Motifnya beragam dengan berbagai warna yang menawan.

PROKAL.CO, Tanggui. Siapa yang tak tahu. Topi khas petani perempuan ini tak lagi sekadar perlengkapan untuk bertani. Lebih modern, kini dijadikan sebagai hiasan.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

Kreasi itu dilakukan oleh Dina Fathiana. Dia warga Jalan Belitung Darat, Gang Pelangi, RT 12, Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat. Bersama Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dirinya memodifikasi tanggui menjadi sebuah hiasan yang mempunyai nilai jual.

Rabu (28/2) sore, saat ditemui di rumahnya, Dina sedang sibuk memasang payet di atas tanggui-tanggui berukuran mini. “Tanggui kreasi khas Kuin,” sebut perempuan 41 tahun itu.

Dina lantas memulai cerita. Usaha kreasi itu muncul tanpa sengaja. Kisahnya berawal empat tahun silam, tepatnya 2014. Ketika dia ditugaskan mengajari warga di sekitar tempat tinggalnya untuk membaca, menulis dan menghitung (calistung). Namanya Keaksaraan Fungsional (KF) Anggrek. Khusus bagi mereka yang tak bisa baca tulis.

Agar mudah dalam mengajar, Dina mengolaborasi teknis belajar sambil bekerja. Kebetulan warga yang diajarinya adalah perajin tanggui. “Saya gabung cara belajarnya dengan kerajinan tanggui,” kata istri dari Alpian Noor tersebut.

Cara belajar yang dia terapkan mudah. Misalnya mengeja sambil menulis bahan-bahan untuk membuat tanggui. Sebut saja seperti daun nipah, benang dan sebagainya.

Begitu juga cara berhitung. Warga yang diajari diminta untuk menghitung jumlah lembar daun nipah dalam membuat tanggui.

“Lama-kelamaan, itu menjadi kebiasaan hingga mereka jadi hapal huruf dan angka. Sekarang mereka sudah bisa membaca, menulis maupun menghitung,” tutur Dina yang juga guru honorer di SDN Kuin Cerucuk 4.

Ide membuat tanggui kreasi akhirnya muncul. Lantaran Dina merasa kerajinan tersebut kian berkurang, dia pun bertekad untuk mengenalkannya lagi pada masyarakat luas.

“Saya hanya ingin memperkenalkan kerajinan tangan khas Kuin ini ke tingkat nasional bahkan sampai ke mancanegara,” ucapnya.

Kembali pada pembuatan tanggui kreasi. Dihias dengan beragam motif payet. Mirip kain sasirangan. Seperti kurat kurikit, pucuk rabung, kambang bahambur dan naga balimbur. Layak untuk dijadikan hiasan dinding, penutup lampu meja, properti kesenian atau buah tangan.

Dalam proses pembuatannya, Dina membaginya secara berkelompok. Dibagi menjadi dua kelompok. Enam orang bertugas membuat tanggui, empat orang memasang hiasan. “Kalau membuat tanggui empat hari, memasang air guci sekitar seminggu, kalau rajin kurang dari itu,” tutur ibu dua anak tersebut.

Penjualannya memang belum begitu luas. Namun cukup kreatif. Semula cuma dari mulut ke mulut, sekarang sudah mengandalkan medsos.

“Tiap unit tanggui ukuran mini harganya Rp25 ribu. Untuk ukuran sedang Rp30 ribu dan besar Rp40 ribu. Lumayan bisa menambah penghasilan saya sebagai guru honor,” pungkasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .