MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 05 Maret 2018 12:13
Muhammad Husni, Mantan Pengamen yang kini jadi Seniman Musik Banjar

Buat Panting Kepala Naga dalam Tiga Hari

SENIMAN: Selain perajin, Husni juga mahir memainkan alat musik panting.

PROKAL.CO, Dulu Husni  hanya dikenal  sebagai pengamen Jalanan yang menyanyikan lagu-lagi Banjar. Seiring waktu, dia kini dikenal sebagai pembuat Panting, alat musik khas Banjar.

MAULANA, Banjarmasin
 
Suara pahatan terdengar begitu saya tiba di depan rumahnya. Di tangan pria berusia 38 tahun itu ada   pahat dan pali. Muhammad  Husni sedang menyulap sepotong kayu  dari pohon nangka  menjadi sebuah alat musik.
 
Kami duduk santai di pelatar rumahnya.  Tempat berjejer beberapa buah Panting yang sudah separuh jalan dikerjakan.  

Menikmati kopi hitam, Husni yang selalu mengenakan tanjak dari kain hitam ini  punya cerita tentang ikat kepala itu. "Kalau tak memakai (ikat kepala) saat membuat Panting, saya sering mengalami sakit kepala," ucapnya.

Dia biasa membuat panting dari kayu nangka.   Kalau kayu lain, hasilnya kurang bagus. Batang-batang dari pohon nangka yang tepat biasa dikumpulkannya dari wilayah Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.

“Ya kesulitan membuat Panting ini adalah bahan bakunya," ucapnya yang mengatakan sekarang pohon nangka sulit ditemukan di Banjarmasin. "Saya perlu waktu membeli ke daerah. Sebulan bisa dapat penghasilan Rp7 hingga Rp8 juta, tapi uang itu saya putar lagi untuk modal beli bahan baku,” ujarnya.

Batang-batang pohon itu memenuhi halaman rumahnya tempat biasa dia bekerja.  Di tengah rumah banyak dipenuhi alat-alat musik yang sudah selesai, seperti babun, tiang gong dan panting.

Sebelum menjadi perajin alat musik, Husni bekerja serabutan. Dari menjadi buruh bangunan, penarik becak, supir angkutan barang hingga penjual buah dan pengamen Jalanan. Ia, juga memiliki grup Panting Kambang Pandahan, yang menerima order acara perkawinan dan hajatan.

Tepat tahun 2010, dia berpindah rumah dari kampung Pengambangan, menuju Sungai Lulut Jalan Martapura Lama di Kompleks Citra Graha Blok G no 4 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Di sana dia benar-benar fokus belajar membuat panting, bermodalkan beberapa potongan batang pohon nangka yang didapatkan ditempat tinggal sebelumnya.

“Ibu saya sempat meragukan saya. Dia meminta saya untuk mencari kerjaan layak untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan meminta untuk berdagang saja. Alhamdulillah, berkat saya minta doakan dengan Ibu, hidup saya cukup saja. Dari hasil pembuat Panting bisa menyekolahkan anak-anak dan mempunyai rumah. Ya jauhlah dengan 8 tahun lalu kondisinya,” ungkapnya.

Keteguhan Husni  hanya satu. Ia ingin melestarikan musik Banjar, yang hampir pupus ditelan zaman dan kecanggihan teknologi. Ketekunannya itu membuahkan beberapa apresiasi. Beberapa penghargaan dan sertifikat didapatkannya dari Pemerintah Provinsi dan Kota serta Kesultanan Banjar. Dia, bukan hanya ahli membuat panting dan memainkan, tetapi lihai juga memainkan alat musik Banjar lainnya.

“Sebenarnya tak ada bakat sama sekali dengan kesenian apalagi membikin Panting ini. Seni itu muncul begitu saja ketika saya mulai menggemari memainkan musik Panting,” ujarnya.

Dari semua karyanya, dia paling menyenangi  panting berkepala Naga. Saat saya tiba, dia sedang membuat
 itu. hebatnya, dia bisa mengerjakan satu panting itu hanya dalam tiga hari.

“Yang pesan Toko musik di Banjarmasin, dan pesanan Dinas Pariwisata dan daerah," jelasnya.

Husni mengaku dia sangat terinspirasi dari  seorang perajin Panting asli kampung Pengambangan yang sudah tutup usia. Namanya  Angah Ali.
“ Saya ingat katanya,aku sudah tuha, dari pekerjaan seperti ini aku hidup saja dan bisa membeli beberapa bidang tanah. Ikam lanjutkan,” tutup Husni yang mengatakan Angah Ali  juga  memberikan sebuah Panting peninggalan kepadanya.(by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .