MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 07 Maret 2018 13:41
Urang Banjar jadi Manajer Tempat Tanding Gulat Asian Games 2018

Bertekad Tempat Tanding Gulat Mendunia

KALEM: Agus Febrianto, Urang Banua yang bertanggung jawab memastikan venue gulat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang sesuai standar internasional.

PROKAL.CO, Kapabilitas dan kualitas Urang Banua semakin diperhitungkan. Buktinya, pada ajang Asian Games ke-18 2018, ada Urang Banua yang dilibatkan memegang posisi penting. Tak tanggung-tanggung, jabatannya adalah manajer venue cabang olahraga (cabor) gulat pesta olahraga terakbar se-Asia tersebut.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Agus Febrianto memang bukan orang baru di cabor gulat. Kiprahnya sudah bertahun-tahun dalam mengembangkan dan membina cabor asal Yunani-Romawi ini. Di Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengprov PGSI) Kalsel, Agus menjabat sebagai Sekretaris Umum. Sedangkan, di Pengurus Pusat (PP) PGSI, Agus menjabat sebagai Wakil Ketua II yang membidangi Pembinaan Prestasi (Binpres).

Dengan pengalaman yang panjang di cabor gulat, membuat PP PGSI tak ragu menempatkan Agus di posisi elit untuk cabor gulat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. “Tugas utama saya adalah memastikan venue gulat Asian Games 2018 di Jakarta sesuai dengan persyaratan United World Wrestling (UWW). Sehingga, bisa digunakan dengan layak dan berstandar internasional,” ujar Agus kepada Radar Banjarmasin, kemarin (6/2).

Agus menambahkan tugasnya sangat berat. Yakni, harus menjalin koordinasi intensif dengan para petinggi di UWW demi memastikan venue gulat tersebut sesuai yang dipersyaratkan. Selain itu, Agus juga harus berkoordinasi dengan manajer bidang lain yang juga bertanggung jawab sebagai penyelenggara pertandingan cabor gulat Asian Games. “Tentunya persyaratan yang diminta UWW sangat ribet. Namun, inilah tantangannya. Saya justru menikmati pekerjaan ini, karena berkesempatan jadi salah satu bagian utama dalam menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games, terutama untuk cabor gulat,” urai dosen Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) ini.

Agus mencontohkan salah satu persyaratan ribet yang diminta oleh UWW. Yakni, di atas venue harus ada layar LED besar untuk menampilkan pertandingan gulat yang sedang berlangsung. “Tak tanggung-tanggung, layar yang diminta harus meng-cover semua sisi. Setidaknya, perlu empat layar raksasa, sehingga penonton dan juri bisa memantau pertandingan gulat dari kejauhan. Gambarnya juga harus beresolusi High Definition (HD) yang mampu memutar tayang ulang (replay) super lambat, sehingga tak bisa pakai kamera biasa,” papar pria berpembawaan kalem ini.

Itu hanya sekelumit persyaratan. Belum termasuk persyaratan lain yang juga cukup merepotkan. Pengurus bidang Sport Science Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel itu tak menampik, demi memenuhi persyaratan UWW membuatnya pusing kepala. Beruntung, Inasgoc (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Comitee) menggelontorkan dana cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pemolesan venue tersebut. “Setiap cabor dianggarkan dana Rp5 miliar. Dana tersebut harus cukup demi menyulap venue standar biasa menjadi standar internasional. Untuk cabor gulat, dana itu sebenarnya agak mentok, tapi harus dicukup-cukupkan,” ujar ayah dari artis cantik Yoriko Angeline itu.

Di sisi lain, Agus bertekad untuk menjalankan amanat ini dengan baik. “Saya bertekad untuk menjadikan venue gulat Asian Games 2018 ini mendunia. Sehingga, menimbulkan kesan yang mendalam bagi para pegulat yang bertanding, maupun para penonton yang bertandang langsung ke Jakarta. Yang paling utama, saya ingin membuktikan bahwa Urang Banua juga punya kompetensi dan kemampuan di ajang-ajang besar seperti Asian Games ini,” ujar pria kelahiran Banjar, 11 Februari 1974 itu.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PGSI Kalsel, Zakly Asswan mengaku bangga dengan peran penting Agus sebagai manajer venue gulat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. “Pengalaman Agus memoles venue gulat Asian Games nanti bisa digunakan untuk memoles venue gulat di Kalsel. Sehingga, apabila kelak Kalsel dipastikan jadi tuan rumah PON XXI 2024, maka standarnya akan serupa dengan yang ada di Asian Games,” tandasnya.(oza)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .