MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 07 Maret 2018 13:41
Urang Banjar jadi Manajer Tempat Tanding Gulat Asian Games 2018

Bertekad Tempat Tanding Gulat Mendunia

KALEM: Agus Febrianto, Urang Banua yang bertanggung jawab memastikan venue gulat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang sesuai standar internasional.

PROKAL.CO, Kapabilitas dan kualitas Urang Banua semakin diperhitungkan. Buktinya, pada ajang Asian Games ke-18 2018, ada Urang Banua yang dilibatkan memegang posisi penting. Tak tanggung-tanggung, jabatannya adalah manajer venue cabang olahraga (cabor) gulat pesta olahraga terakbar se-Asia tersebut.

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

Agus Febrianto memang bukan orang baru di cabor gulat. Kiprahnya sudah bertahun-tahun dalam mengembangkan dan membina cabor asal Yunani-Romawi ini. Di Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengprov PGSI) Kalsel, Agus menjabat sebagai Sekretaris Umum. Sedangkan, di Pengurus Pusat (PP) PGSI, Agus menjabat sebagai Wakil Ketua II yang membidangi Pembinaan Prestasi (Binpres).

Dengan pengalaman yang panjang di cabor gulat, membuat PP PGSI tak ragu menempatkan Agus di posisi elit untuk cabor gulat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. “Tugas utama saya adalah memastikan venue gulat Asian Games 2018 di Jakarta sesuai dengan persyaratan United World Wrestling (UWW). Sehingga, bisa digunakan dengan layak dan berstandar internasional,” ujar Agus kepada Radar Banjarmasin, kemarin (6/2).

Agus menambahkan tugasnya sangat berat. Yakni, harus menjalin koordinasi intensif dengan para petinggi di UWW demi memastikan venue gulat tersebut sesuai yang dipersyaratkan. Selain itu, Agus juga harus berkoordinasi dengan manajer bidang lain yang juga bertanggung jawab sebagai penyelenggara pertandingan cabor gulat Asian Games. “Tentunya persyaratan yang diminta UWW sangat ribet. Namun, inilah tantangannya. Saya justru menikmati pekerjaan ini, karena berkesempatan jadi salah satu bagian utama dalam menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games, terutama untuk cabor gulat,” urai dosen Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) ini.

Agus mencontohkan salah satu persyaratan ribet yang diminta oleh UWW. Yakni, di atas venue harus ada layar LED besar untuk menampilkan pertandingan gulat yang sedang berlangsung. “Tak tanggung-tanggung, layar yang diminta harus meng-cover semua sisi. Setidaknya, perlu empat layar raksasa, sehingga penonton dan juri bisa memantau pertandingan gulat dari kejauhan. Gambarnya juga harus beresolusi High Definition (HD) yang mampu memutar tayang ulang (replay) super lambat, sehingga tak bisa pakai kamera biasa,” papar pria berpembawaan kalem ini.

Itu hanya sekelumit persyaratan. Belum termasuk persyaratan lain yang juga cukup merepotkan. Pengurus bidang Sport Science Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel itu tak menampik, demi memenuhi persyaratan UWW membuatnya pusing kepala. Beruntung, Inasgoc (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Comitee) menggelontorkan dana cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pemolesan venue tersebut. “Setiap cabor dianggarkan dana Rp5 miliar. Dana tersebut harus cukup demi menyulap venue standar biasa menjadi standar internasional. Untuk cabor gulat, dana itu sebenarnya agak mentok, tapi harus dicukup-cukupkan,” ujar ayah dari artis cantik Yoriko Angeline itu.

Di sisi lain, Agus bertekad untuk menjalankan amanat ini dengan baik. “Saya bertekad untuk menjadikan venue gulat Asian Games 2018 ini mendunia. Sehingga, menimbulkan kesan yang mendalam bagi para pegulat yang bertanding, maupun para penonton yang bertandang langsung ke Jakarta. Yang paling utama, saya ingin membuktikan bahwa Urang Banua juga punya kompetensi dan kemampuan di ajang-ajang besar seperti Asian Games ini,” ujar pria kelahiran Banjar, 11 Februari 1974 itu.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PGSI Kalsel, Zakly Asswan mengaku bangga dengan peran penting Agus sebagai manajer venue gulat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. “Pengalaman Agus memoles venue gulat Asian Games nanti bisa digunakan untuk memoles venue gulat di Kalsel. Sehingga, apabila kelak Kalsel dipastikan jadi tuan rumah PON XXI 2024, maka standarnya akan serupa dengan yang ada di Asian Games,” tandasnya.(oza)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .