MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 08 Maret 2018 14:27
JEF Band Garap Album Kedua Berbahasa Banjar

Meneliti Rumah Telok Selong Demi Penulisan Lirik

LAGU BARU: JEF Band saat memainkan lagu baru Lestarikan Bekantan di panggung BSF II Siring Pierre Tendean, kemarin. JEF kini sedang fokus menggarap album kedua

PROKAL.CO, JEF Band sedang menggarap album kedua berbahasa Banjar. Menyusul album pertama, Waja Sampai Kaputing yang sukses besar. JEF menjanjikan karya ini bakal lebih kaya. Hebatnya lagi, tiap lagu punya video klip.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

JEF BAND manggung pada pembukaan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) II di Siring Pierre Tendean, kemarin (7/3). Kesempatan ini mereka gunakan untuk mengenalkan lagu baru. Judulnya Lestarikan Bekantan.

"Kami bekerjasama dengan kawan-kawan dari SBI (Sahabat Bekantan Indonesia) untuk pembuatan lagu ini," ungkap Jefry Albari Tribowo, keyboardis JEF Band.

JEF beranggotakan tiga personel. Selain Jefry, ada Eben alias Irwansyah pada gitar. Dan Winda Aldina Kesuma pada vokal. Sementara Anwari Firdaus mengambil posisi manajer band.

Album pertama Waja Sampai Kaputing yang rilis tahun 2016 menuai sukses besar. Hits-nya, Ayo ke Banjarmasin sudah bak mars wajib pada acara-acara Pemko Banjarmasin. Judul lagu yang sama dengan nama album, kemudian dijadikan soundtrack film Perang Banjar besutan sutradara Erwan Siregar. Album ini berisi 10 lagu.

Namun, JEF tak cepat puas. "Album kedua harus menutupi kekurangan album pertama. Materinya harus lebih kaya dan dewasa," imbuh pemuda 25 tahun tersebut.

Untuk pengayaan materi itulah, JEF membuka diri. Tak hanya rajin berdiskusi dengan seniman senior, tapi juga menggandeng komunitas non musisi. Seperti pada lagu Lestarikan Bekantan.

Contoh lain, pada lagu Bubungan Tinggi, mereka bepergian ke Martapura. Mengunjungi rumah cagar budaya di Teluk Selong. Melihat langsung rumah Bubungan Tinggi yang sebenarnya. "Disitulah tantangannya. Anda meneliti dan membaca. Materi-materi yang berat itu kemudian coba dituangkan dalam lirik lagu," sambung Eben.

Kapan kira-kira album ini bisa dirilis? Anwari masih merahasiakan. "Sekarang sudah enam lagu yang rampung," ujarnya. Bukan hanya tema lagu yang lebih beragam, pemuda 21 tahun ini juga menjanjikan konsep yang lebih ambisius.

Bayangkan, per lagu nanti punya video klipnya sendiri. Bahkan band yang sudah mencapai level rock star sekalipun lazimnya cuma punya tiga atau empat video klip untuk hits-nya. "Versi penuh diunggah ke YouTube, cuplikannya di Instagram. Kami memang mengandalkan media sosial untuk promosi band," ujarnya.

Sebenarnya, jika pengayaan materi dan pengerjaan video klip dikesampingkan, tetaplah tak mudah menggarap album berbahasa Banjar. "Kalau menyanyikan mudah saja. Karena saya sendiri orang asli Banjar," kata Winda yang tinggal di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala.

Tantangannya bukan pada menyanyikannya, melainkan pada penulisan liriknya. Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang punya kamus besar, Bahasa Banjar belum punya. Bisa ditemukan di pasaran, tapi terbilang tipis. Kata per kata harus dipelototi sedemikian rupa. Tak jarang harus bertanya kesana-kemari pada orang-orang yang sudah berusia sepuh. "Kadang kan bingung, kata ini atau itu bahasa Banjarnya apa?" tukas Jefry.

Menengok ke belakang, JEF Band berdiri pada tahun 2012. Awalnya menyandang nama Jefry Band and Friends. Personelnya cuma dua orang, Jefry dan Eben. Mereka juga lebih fokus pada kontes-kontes penciptaan lagu jingle.

Kalau pun menyanyikan lagu karya sendiri, masih berbahasa Indonesia. Pertemuan dengan Anwari lah yang mengubah band ini. "Anwari yang mengarahkan kami pada lagu berbahasa Banjar," jelasnya. Sang manajer ternyata punya latar belakang sebagai Nanang Banjar.

Motivasinya, lewat aliran pop etnik, JEF coba menyuguhkan lagu Banjar yang lebih modern. Yang lebih segar dan mengena di telinga anak muda. Bahwa pilihan musik lokal tak lagi melulu pada musik Panting. Eben mengaku tak pernah menyesali keputusan untuk mengubah haluan band. "Prospek lagu Banjar itu cerah. Kami yakin itu," tegasnya.

Yang mengherankan, mengapa JEF tak kunjung merekrut personel tambahan? Sebutlah menambah seorang pemain bass dan drum. Alasannya, format tiga orang inilah yang paling realistis. "Ngeband masih side job, masing-masing punya pekerjaan di luar. Mengumpulkan tiga orang untuk latihan saja susah, apalagi lima atau enam," ujarnya tertawa.

Kesibukan yang ia maksud, Jefry seorang dokter umum. Sementara Winda, masih kuliah di FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Lambung Mangkurat. Winda juga masih ketimpuk pesanan menyanyi di sejumlah resepsi perkawinan. Gadis manis ini masuk belakangan, menggantikan vokalis pada album pertama, Niluh Putu Ratna yang beristirahat karena sedang hamil.

Sedangkan dari segi proses kreatif, Jefry dan Eben sudah terbiasa bekerja seperti ini: semakin minimalis semakin bagus. "Pernah dulu main dalam format band lengkap, tapi malah ribet sendiri," pungkas Jefry. (at/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .