MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 09 Maret 2018 15:40
Wow..!! Pentol Paman Toro di Tapin Punya Omzet Rp250 Juta Sebulan
KREATIF: Toro selalu menyempatkan berswafoto dengan pembeli pentolnya. Dia mengunggah hasilnya di instagramnya yang diikuti cukup banyak penggemar.

PROKAL.CO, Berniat ingin merantau tanpa ada tujuan, Suntoro akhirnya berhasil menjadi pengusaha pentol  sukses di Kabupaten Tapin. Seperti apakah kisahnya?

RASIDI FADLI, Rantau

Datang bersama istri dan anaknya di Kabupaten Tapin pada tahun 2010 silam, Paman Toro sapaannya tidak terpikir  bisa sukses berjualan pentol.

Awal memulai pekerjaan di Tapin, dia bekerja serabutan. Siang menjadi  pengumpul besi keliling  dan malam hari menjadi tukang urut.


"Hanya bertahan tiga bulan menjadi pengumpul besi keliling," ucapnya. Gara-garanya,   ada isu bahwa pengumpul besi rawan dituduh sebagai maling. "adi lebih baik saya berhenti," ucapnya ringan.

Dia kemudian lebih fokus menjadi tukang urut. Profesi yang juga dilakukan orang tuanya dulu.
 
"Dalam memijat pelanggan, saya tidak pernah menganggarkan upah, tetapi seikhlasnya saja, " ucapnya.

Rupanya, menjadi tukang urut malam hari tak membuatnya puas. Ada waktu siang  yang longgar. Pria kelahiran 1985 ini akhirnya bekerja lagi sebagai kuli bangunan. Baru pada tahun 2013, dia mulai berpikiran lagi untuk  berdagang. Awalnya dia ingin berjualan siomay.

"Karena bahan baku sulit saya  menggantinya dengan berjualan pentol," jelasnya.

Modal awal berjualan pentol, Paman Toro meminjam kepada keluarganya. Hal ini tak berjalan mulus, karena dia tidak dipercaya akan sukses di bidang itu.
Hal itulah yang kemudian melecutnya. "Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa sukses," ceritanya.

Rupanya pengalamannya sebagai tukang urutlah yang banyak membantu dalam menjaring pelanggan, terutama dari pihak kepolisian polres Tapin.

"Dari kenal satu orang personel kepolisian, sampai bisa kenal seluruh anggota personel Polres Tapin," ceritanya yang kini memiliki lima orang pegawai dalam usaha pentol ini.

  Toro bukan tanpa kesulitan. Di tahun 2014,  pertambangan dan perkebunan sawit di Tapin dan Kalsel keseluruhan mengalami krisis. "Imbasnya, dagangan saya yang sepi peminat," ucapnya.

Di tahun itu,  karena kesulitan modal,  Toro berhenti menjadi penjual pentol . Dia kembali  menjadi tukang urut

"Bahkan, waktu itu pikiran saya sudah tidak karuan dan berniat untuk pulang kampung ke Bojonegoro," ucap Ayah dari bayu, 9, tahun, ini.

Nah, saat sudah hendak pulang kampung,  ada anggota kepolisian Polres Tapin yang menawarkan bantuan kepadanya. "Kalau kamu mau membuka usaha, apa yang kamu inginkan," ucap  Toro, mengutip ucapan perwira Polisi itu.

Akhirnya diputuskannya untuk berjualan pentol lagi. Perwira itu kemudian memberi ide kepada Toro  untuk mencoba hal baru  dalam berdagang pentol.

"Saya mulai berinovasi, dengan membuat beberapa rasa  untuk pentol saya, dan mengubah nama gerobak saya yang dulunya Pentol Mas Toro, berubah menjadi Pentol Paman Toro," jelasnya.

Tercetuslah pentol paman Toro dengan varian rasa mulai dari pentol daging, isi telur, isi coklat, isi mercon. "Diantara itu, yang paling banyak dibeli yaitu isi keju dan mercon," paparnya.

Dua bulan kemudian,  berkat bantuan promosi dari semua anggota Polres Tapin di media sosial, akhirnya pentolnya menjadi ramai didatangi pengunjung.

"Pernah waktu itu, orang-orang antre panjang di Polres Tapin, untuk membeli pentol saya," kenangnya.

Dia harus mengakui, kesuksesan yang ia dapat sekarang,  sedikit banyak bantuan dari personel kepolisian Polres Tapin.

"Ditambah, saya menjunjung tinggi kepuasan pelanggan," tuturnya, yang tinggal di Jalan Impat Desa Binderang Kecamatan Lokpaikat.

Hasilnya dahsyat. Bayangkan saja, sebulan Toro bisa meraup omzet  sebesar Rp 250 juta.

"Dalam sehari saya bisa memproduksi 60 kg pentol daging, dengan dibantu sepuluh karyawan saya di rumah," tuturnya.

Pelanggan paman Toro sudah tersebar di semua Kabupaten atau Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

"M aparat kepolisian, pentol saya sudah terkenal di Mabes Polri," tuturnya.

Bagaimana bisa? Ternyata  pentol paman Toro selalu dibawa oleh perwira di Polres Tapin jika berkunjung ke Mabes Polri.

"  Kapolres Tapin waktu itu, apabila ingin ke pusat, selalu pesan pentol saya beberapa kotak untuk dibawa," bebernya.

Banyaknya pelanggan Paman Toro, juga tidak terlepas dari aksinya yang selalu melakukan swafoto dengan pelanggan, yang kemudian diunggahnya   di media sosial Instagram.

"Itu juga bertujuan untuk mempromosikan pentol saya," pungkasnya.(ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .