MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 10 Maret 2018 06:12
Kerajinan Mebel Bambu, Padukan Gerobak dan Medsos untuk Jualan
Samsul tengah mengerjakan kursi teras pesanan konsumen di halaman rumahnya.

PROKAL.CO, Samsul lahir di kampung perajin mebel bambu di Medan. Merantau ke Kalimantan, ia beralih ke pekerjaan lain. Kerinduannya pada aroma dan tekstur bambu mengajaknya kembali pada pekerjaan lama.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

KETIKA penulis mengunjungi rumahnya di Kompleks Mutiara VII Sungai Andai pada Kamis (8/3) malam, Samsul masih terlihat sibuk memotongi batang bambu dengan ukuran tertentu.

Samsul memanfaatkan halaman depan rumahnya sebagai bengkel kerja. Kecil tapi cukup layak. Beralaskan kain tebal, dia duduk di atas bangku kecil. Tangannya dengan lincah memainkan pisau. Meraut potongan-potongan bambu yang sudah dibelah tipis. Yang nantinya dipakai untuk menjadi lantaian kursi.

"Bilahan kecil-kecil ini untuk lantai kursi. Kalau bambu yang masih utuh buat rangkanya," jelasnya. Sambil meladeni wawancara, ia tetap bisa fokus pada pekerjaannya.

Samsul lahir di Kampung Alang, Medan, pada 29 Januari 1981. Kerajinan bambu sudah ia kecil sejak remaja. Maklum, di Kampung Alang memang banyak tinggal perajin mebel bambu. Tahun 2015, ia coba merantau ke Balikpapan, Kaltim.

Selama tinggal di kota minyak itu, Samsul bekerja di sebuah perusahaan konstruksi. Setahun bekerja, Samsul mulai jenuh. Ia sering termenung, kangen dengan pekerjaan lamanya. Niatnya untuk kembali membuat mebel bambu ternyata didukung sang istri tercinta, Kartika.

Setelah membulatkan tekad, mereka pindah ke Banjarmasin. "Kebetulan istri asli orang Banjarmasin. Katanya di sini masih jarang orang menjual mebel bambu," kisah ayah dari lima anak ini.

Selama 10 bulan menetap di Banjarmasin Utara, disebutkannya, sudah 200 unit mebel yang dibuat. Jenisnya macam-macam. Dari kursi teras, kursi tamu, kursi makan, meja, buffet sampai gazebo.

Pilihan Samsul memang tak keliru. Dia menikmati pekerjaan ini dan terbilang lihai. Cukup sekali melihat sebuah produk mebel, ia sudah bisa menirunya. Atau meladeni permintaan klien yang memesan mebel dengan variasi model ini-itu.

Biasanya, untuk pesanan mebel yang tergolong mudah, tak sampai dua hari sudah beres ia kerjakan. Pesanan yang agak rumit atau cerewet, setidaknya butuh waktu tiga hari pengerjaan.

Perihal teknik penjualan, cukup unik. Karena memadukan gaya tradisional dan modern. Pertama, menjajakan mebel dengan mendorong gerobak berkeliling kota. Kedua, mengandalkan promosi via media sosial.

Per bulan, rata-rata bisa terjual 20 unit mebel. Per unit dihargai Rp350 ribu sampai Rp540 ribu. Harga ditarif sesuai tingkat kesulitan pembuatan. "Untungnya sekitar Rp100 ribu per unit. Yah sama saja dengan honor buruh bangunan," ujarnya merendah.

Cara penjualan yang dilakukan Samsul dengan dua cara. Pertama menjajakan dengan menggunakan gerobak berkeliling kota Banjarmasin dan melalui media sosial. Rata-rata setiap bulan 20 unit berhasil dijual. Harga per unit antara Rp350 ribu – Rp450 ribu, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya. “Untungnya paling Rp100 ribu per unit, sama dengan gaji buruh per hari lah,” ucapnya sambil tersenyum.

Selain mampu bekerja sesuai pesanan klien, produk Samsul juga unggul karena terbilang tahan lama. Dia memiliki trik khusus agar bambunya tak mudah rusak dimakan rayap. "Saya jamin bambunya tidak menjadi bubuk. Karena sudah dikasih obat khusus," ujarnya yakin.

Sejauh ini tidak ada kendala serius yang dihadapi Samsul dalam merintis usahanya. Bahan baku seperti bambu dan rotan yang digunakan sebagai pengikat mudah ditemukan di Banjarmasin. "Paling-paling banjir. Kalau air sungai sedang pasang, halaman rumah sering terendam," ujarnya tergelak.

Bahkan dari hari ke hari tampaknya pelanggannya sudah mulai bertambah. Karena itu, dia berniat untuk mengembangkan usaha mebel bambu ini.“Saat ini masih bisa dikerjakan seorang diri. Tapi kalau nanti pesanan sudah terlalu banyak, saya berniat memanggil saudara di kampung untuk datang membantu," pungkasnya. (at/fud)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:50

Sisi Lain Pelatih Tinju kalsel, Arbain

Menjadi pelatih tinju rupanya bukan satu-satunya pekerjaan yang digeluti oleh…

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .