MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 10 Maret 2018 06:43
UMB Melarang Penggunaan Cadar di Kampus, Bagaimana dengan ULM?
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Mata Winda berbinar. Dirinya sempat kecewa ketika kampus melarangnya untuk bercadar. Dia adalah mahasiswi Universitas Muhamadiyah Banjarmasin, semester III, jurusan Farmasi.

Baru-baru ini Winda mengaku dipanggil rektor di kampusnya. Lantaran dirinya memakai cadar.   Winda mengaku menggunakan cadar sejak 2016 lalu. Selama ini tak pernah ada yang melarang, apalagi keberatan.

Apa yang disebutkan Winda ternyata bertolak belakang dengan aturan kampus. Wakil Rektor II UMB, M Adriani Yulizar dengan tegas menyebut, larangan sudah dituangkan dalam peraturan kampus.

Ada yang mendasari alasan larangan tersebut. Pertama, sebagai kampus kesehatan, pihaknya menjaga agar tak ada implikasi ketika berhubungan dengan masyarakat saat memberikan pelayanan. “Institusi kami banyak berhubungan dengan masyarakat. Kami tak ingin terganggu ketika berinteraksi pada saat pelayanan kesehatan,” kata Adriani.

Dijelaskannya, aturan ini sudah sejak awal dituangkan dan ditekankan kepada mahasiswa. Bahkan ketika mereka baru masuk. “Kami memiliki aturan sendiri di kampus. Ketika tak diantisipasi seperti ini, akan banyak yang pakai cadar seperti mahasiswi di kampus lain,” ujarnya.

Alasan lain, kampusnya menganut Islam moderat yang tidak ekstrem. “Silahkan saja kalau di luar. Kami tak melarang. Yang jelas, aturan melarang mahasiswi kami bercadar di kampus,” tegasnya.

Adriani mengakui, masih ada mahasiswinya yang memakai cadar. “Kami terus memberikan penjelasan dengan pendekatan yang rasional agar para mahasiswi memahami ini. Terlebih sosialisasi dilakukan ketika masa orientasi,” katanya.

Jika di UMB tegas melarang mahasiswinya memakai cadar, lain lagi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kampus ini justru mengabaikannya.

Wakil Rektor III ULM bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Abrani Sulaiman menjelaskan mereka mengacu dengan aturan Kemenristekdikti. “Tak ada aturan spesifik terkait pemakaian cadar. Kami tak bisa melarang,” terang Abrani.

Di sisi lain, pemakaian cadar para mahasiswi ULM selama ini dinilai tak bermasalah. Terlebih hingga tak ada yang merasa terganggu.

Meski demikian sebutnya, ada aturan yang harus ditaati mahasiswi. Salah satunya adalah ketika memasang pas foto di kartu mahasiswa dan di kartu ujian. “Kalau ini jelas, harus terlihat seluruh wajah. Selain itu, tak ada batasan soal pemakaian cadar. Kami toleran soal ini,” sebutnya.

Menurut Abrani, jumlah mahasiswi bercadar di ULM tak banyak. Bisa dihitung dengan jari. “Seluas-luasnya kampus berikan kepada mahasiswa untuk berekspresi selama dalam tataran dan aturan yang berlaku di kampus,” tandasnya.

Seperti diketahui, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka), Yogyakarta, melarang mahasiswinya untuk mengenakan cadar di dalam kampus. Mereka juga meminta mahasiswinya untuk pindah kampus bagi yang tidak mau ikut aturan.

Wakil Rektor UIN Suka, Sahiron Syamsuddin, mengungkapkan, pelarangan cadar tersebut tak terlepas dari alasan pedagogis. Menurut dia, jika mahasiswinya tetap menggunakan cadar di dalam kelas, para dosen tentu tidak bisa membimbingnya dengan baik. Selain itu, pendidik juga tak dapat mengenali wajah mahasiswinya. “Kalau di kelas mereka pakai cadar, kan dosen tidak bisa menilai apakah yang datang di kelas itu memang mahasiswa atau bukan,” kata Sahiron.

Menanggapi hal ini, salah seorang mahasiswi Islam di Banjarmasin, bernama Kartika tak mendukung kebijakan tersebut. “Cadar juga tidak bisa dikatakan budaya arab. Malah ironis jika kampus Islam, malah melarang mahasiswinya bercadar,” pungkasnya. (mof/ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 15:14
Pemkab Balangan

Jemaah Haji Balangan Tiba di Banua

PARINGIN – Penyambutan jemaah haji Balangan Rabu (19/9) kemarin  berlangsung haru. Ratusan…

Kamis, 20 September 2018 15:07
Pemkab Balangan

Bupati Balangan Reshuffle Sejumlah Pejabat

PARINGIN – Bupati Balangan H Ansharuddin telah resmi melakukan reshuffle kabinetnya. Pelantikan…

Kamis, 20 September 2018 10:24
Berita Tabalong

PKK Tabalong Dapat 13 Piala di Jambore PKK Kalsel

TANJUNG - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabalong sukses besar…

Kamis, 20 September 2018 09:42

Jaringan Narkotika Internasional Masuk dengan KTP Palsu

BANJARBARU - Jaringan narkotika Pekanbaru-Banjarmasin ternyata telah mempersiapkan diri dengan baik.…

Kamis, 20 September 2018 09:31

Total 328 Formasi CPNS di Kalsel, Guru Matematika Paling Banyak Dicari

BANJARBARU – Pemprov Kalsel secara resmi merilis kualifikasi formasi penerimaan calon pegawai…

Kamis, 20 September 2018 09:26

Fikry Lanjutkan Program, Arifin ingin Bikin Jalan, Sukamta Beri Pinjaman

BANJARMASIN – Suara tabuhan drum band mengiringi langkah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tapin,…

Kamis, 20 September 2018 09:07

HARUS TEGAS..! Aturan Kawasan Tanpa Rokok Masih Longgar

BANJARMASIN - Penerapan perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) banyak pengecualian. Diketuk sejak tahun…

Kamis, 20 September 2018 09:00

Ibnu Terperangah, di Pusat Kota Masih Ada Pemukiman Seperti ini

WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina terperangah ketika mengunjungi rumah milik Slamet di Gang Kembang Jalan…

Kamis, 20 September 2018 08:55

Festival Pasar Rakyat Angkat Derajat Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pasar tradisional merupakan jantung perekonomian masyarakat. Sayang sekali, keberadaannya…

Kamis, 20 September 2018 08:50

Tak Cuma Jadi Bandar, Asbullah Juga Sediakan Tempat Hisab Sabu

BANJARMASIN - Bisnis terlarang Asbullah (45) terendus polisi. Pria ini selain menjadi pengedar, juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .