MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 10 Maret 2018 06:43
UMB Melarang Penggunaan Cadar di Kampus, Bagaimana dengan ULM?
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Mata Winda berbinar. Dirinya sempat kecewa ketika kampus melarangnya untuk bercadar. Dia adalah mahasiswi Universitas Muhamadiyah Banjarmasin, semester III, jurusan Farmasi.

Baru-baru ini Winda mengaku dipanggil rektor di kampusnya. Lantaran dirinya memakai cadar.   Winda mengaku menggunakan cadar sejak 2016 lalu. Selama ini tak pernah ada yang melarang, apalagi keberatan.

Apa yang disebutkan Winda ternyata bertolak belakang dengan aturan kampus. Wakil Rektor II UMB, M Adriani Yulizar dengan tegas menyebut, larangan sudah dituangkan dalam peraturan kampus.

Ada yang mendasari alasan larangan tersebut. Pertama, sebagai kampus kesehatan, pihaknya menjaga agar tak ada implikasi ketika berhubungan dengan masyarakat saat memberikan pelayanan. “Institusi kami banyak berhubungan dengan masyarakat. Kami tak ingin terganggu ketika berinteraksi pada saat pelayanan kesehatan,” kata Adriani.

Dijelaskannya, aturan ini sudah sejak awal dituangkan dan ditekankan kepada mahasiswa. Bahkan ketika mereka baru masuk. “Kami memiliki aturan sendiri di kampus. Ketika tak diantisipasi seperti ini, akan banyak yang pakai cadar seperti mahasiswi di kampus lain,” ujarnya.

Alasan lain, kampusnya menganut Islam moderat yang tidak ekstrem. “Silahkan saja kalau di luar. Kami tak melarang. Yang jelas, aturan melarang mahasiswi kami bercadar di kampus,” tegasnya.

Adriani mengakui, masih ada mahasiswinya yang memakai cadar. “Kami terus memberikan penjelasan dengan pendekatan yang rasional agar para mahasiswi memahami ini. Terlebih sosialisasi dilakukan ketika masa orientasi,” katanya.

Jika di UMB tegas melarang mahasiswinya memakai cadar, lain lagi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kampus ini justru mengabaikannya.

Wakil Rektor III ULM bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Abrani Sulaiman menjelaskan mereka mengacu dengan aturan Kemenristekdikti. “Tak ada aturan spesifik terkait pemakaian cadar. Kami tak bisa melarang,” terang Abrani.

Di sisi lain, pemakaian cadar para mahasiswi ULM selama ini dinilai tak bermasalah. Terlebih hingga tak ada yang merasa terganggu.

Meski demikian sebutnya, ada aturan yang harus ditaati mahasiswi. Salah satunya adalah ketika memasang pas foto di kartu mahasiswa dan di kartu ujian. “Kalau ini jelas, harus terlihat seluruh wajah. Selain itu, tak ada batasan soal pemakaian cadar. Kami toleran soal ini,” sebutnya.

Menurut Abrani, jumlah mahasiswi bercadar di ULM tak banyak. Bisa dihitung dengan jari. “Seluas-luasnya kampus berikan kepada mahasiswa untuk berekspresi selama dalam tataran dan aturan yang berlaku di kampus,” tandasnya.

Seperti diketahui, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka), Yogyakarta, melarang mahasiswinya untuk mengenakan cadar di dalam kampus. Mereka juga meminta mahasiswinya untuk pindah kampus bagi yang tidak mau ikut aturan.

Wakil Rektor UIN Suka, Sahiron Syamsuddin, mengungkapkan, pelarangan cadar tersebut tak terlepas dari alasan pedagogis. Menurut dia, jika mahasiswinya tetap menggunakan cadar di dalam kelas, para dosen tentu tidak bisa membimbingnya dengan baik. Selain itu, pendidik juga tak dapat mengenali wajah mahasiswinya. “Kalau di kelas mereka pakai cadar, kan dosen tidak bisa menilai apakah yang datang di kelas itu memang mahasiswa atau bukan,” kata Sahiron.

Menanggapi hal ini, salah seorang mahasiswi Islam di Banjarmasin, bernama Kartika tak mendukung kebijakan tersebut. “Cadar juga tidak bisa dikatakan budaya arab. Malah ironis jika kampus Islam, malah melarang mahasiswinya bercadar,” pungkasnya. (mof/ma/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Diduga Money Politik, Paslon Nomor Satu di Tanah Laut Dilaporkan ke Bawaslu

PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima aduan dari Badrul…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:26

Ibnu: Lelang Ketiga Proyek RS Sultan Suriansyah Bakal Berhasil

BANJARMASIN - Setelah dua kali proyek lanjutan Rumah Sakit Sultan Suriansyah gagal lelang, Wali Kota…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:09

Kinerja Anggaran Pemko Banjarmasin Tak Memuaskan DPRD, ini Pembelaan Ibnu

DPRD tak puas dengan kinerja pemko. Dibanding tahun 2016, kinerja APBD 2017 jauh menurun. Gara-gara…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…

Jumat, 22 Juni 2018 15:33
Pemkab Batola

Lensa Foto Pemkab Balangan

SILATURAHMI : Bupati Balangan Ansharuddin (berdiri) saat menggelar open house pada hari raya Idulfitri…

Jumat, 22 Juni 2018 14:42

Jaring Bacaleg, DPD PDI-P Kalsel Gelar Psikotes Online

BANJARMASIN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Selatan,…

Jumat, 22 Juni 2018 13:56

Arus Balik di Bandara Syamsudin Noor Tembus 14 Ribu Penumpang

BANJARBARU - Jumlah penumpang pada arus balik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor mulai mengalami peningkatan…

Jumat, 22 Juni 2018 13:49

Johar Arif, PNS Rajin Membolos Tapi Dapat Gaji Tak Pernah Telat

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah geram bukan main. Saat mengetahui ada PNS di Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .