MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 12 Maret 2018 15:43
Nur Hidayatullah, Ustaz yang Jadi Penulis Biografi KH Idham Chalid

Menulis karena Terinspirasi Quote Sang Ulama

BERBAGI BUKU: Nur Hidayatullah (kiri) memberikan bukunya kepada Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakhiri dalam sebuah kesempatan.

PROKAL.CO, Menganggumi KH Idham Chalid, Nur Hidayatullah  seorang ustaz  di Ponpes Rakha Khalidia Amuntai menulis buku tentang tokoh nasional dari Amuntai itu.  

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

Nur Hidayatullah menyambut penulis dengan  ramah saat disambangi di tempat kerjanya, baru-baru tadi.  Ustaz yang sekaligus pengurus   di Ponpes Rakha Khalidia Amuntai ini tampak semringah.
 "Saya senang kita bisa bertemu," ucapnya.

Alumnus MTs Darul Hijrah Putera Martapura tahun 2015 ini kemudian bercerita mengenai  awal mulanya menulis sosok KH Idham Chalid.
"Saya Fakultas Syari'ah Jurusan Konsentrasi Ilmu Falak. Namun  entah mengapa akhirnya ingin menulis perjalanan karier dari sang kiyai," kata Nur yang pernah menjadi Tim Hisab Rukyah Masjid Agung Semarang Provinsi Jawa Tengah itu.

Dia tertarik karena pernah membaca quote dari KH Idham Chalid saat  hadir di Ponpes Rakha dalam rangka mengenang Tuan Guru Syekh Abdurrasid Bin Ramli Al-Azhari Al - Banjari, 1989 silam.

"Mengenang seorang alim besar, pendidik Islam utama, dengan mengenang ajaran ajaran beliau (KH Abdurrasyid bin Ramli, red).  Perjuangan beliau serta uswah Hasana yang beliau tinggalkan pada kita untuk meneruskan apa yang telah dirintis. Memelihara dan meningjatkan nya sesuai tuntutan masyarakat. Mengingat ajaran orang besar yang telah berbuat banyak adalah satu di antara Akhlaqul Karimah."

"Dengan modal itu, saya ingin berbuat dengan menulis sosok panutan dalam sebuah karya tulisan," sebut pria kelahiran Banjarmasin tersebut.

Menyusun buku tokoh tiga zaman ini dilakukan selama setahun sejak tahun 2015 sampai 2016.

Dalam menyusun buku itu, dia juga mewawancarai  anak dari sang kyai, HM Aunul Hadi,  langsung di  Kota Batu Malang Provinsi Jawa Timur, tempat kediamannya.  "Bapak Aunul banyak berkisah seputar perjalanan karier ayahnya baik masa orde lama dan orde baru. Dari situ banyak kisah yang bisa saya masukkan dalam tulisan," terangnya.

Saat akhirnya diterbitkan pada tahun Mei 2017 lalu,  sejumlah tokoh ulama termasuk KH Husin Naparin dan H Aunul Hadi turut hadir. "Mereka merupakan sejumlah tokoh hidup, yang membantu menyukseskan terbitnya buku ini," ungkapnya.

Buku ini, telah dibahas dalam dialog publik bersama dengan sejumlah tokoh di HSU.  Politisi DPR RI H Syaifullah Thamliha juga hadir dalam dialog terbuka sekaligus bedah buku perjalanan Idham Chalid dalam Dimensi Spiritual dan Negarawan Agamis dengan jumlah halaman 414 lembar.

"Harapannya mudahan buku ini, menginspirasi anak Banua. Bahwa pernah ada orang Banua yang begitu tersohor secara Nasional. Ayo ulangi lagi masa-masa tersebut," sampainya yang kerap  diundang dalam seminar ataupun acara on air di stasiun televisi di Banua ini. (ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .