MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 13 Maret 2018 14:15
Memopulerkan Kembali Permainan Tradisonal, Memulainya dari Lingkungan Rumah
PEDULI BUDAYA: Suriani memperlihatkan beberapa peralatan permainan tradisional. Kala itu sedang dijemur di depan rumahnya, di Jalan Sutoyo S, Gang Pendamain, Banjarmasin Barat. Ada egrang, logo serta alat permainan bakiak.

PROKAL.CO, Permainan tradisional makin jarang dimainkan. Lantaran anak-anak jauh lebih memilih gadget. Fakta itu membuat hati Muhammad Suriani terketuk, untuk memperkenalkannya kembali.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

Suriani tinggal di Jalan Sutoyo S (Teluk Dalam), Gang Pendamai, Banjarmasin Barat. Penulis menyambangi rumahnya.

Di depan rumah Suriani terlihat segerombolan warga. Beberapa sibuk mengecat topi purun. Sebagian lainnya membersihkan peralatan permainan tradisional. Seperti egrang dan logo.

Lingkungan rumah Suriani memang dikenal dengan sebutan Kampung Permainan Tradisional. Di sini sering digelar kegiatan kebudayaan.

“Masyarakat di sini membantu bersihkan peralatan permainan tradisional dan mengecat peralatan yang warnanya sudah mulai luntur,” kata Supiani.

Suriani lahir 18 Agustus 1956. Di zamannya tentu saja tak dikenal gadget. Bahkan belum ada mainan modern. Tak heran jika dia akrab dengan permainan logo, yasinan atau egrang.

Baginya permainan tradisonal itu asyik. “Kalau permainan tradisional itu selalu melibatkan banyak pemain. Jadi kalau main ramai dan mengasyikkan. Internet itu bagus untuk pengetahuan, permainan tradisional bagus untuk membangun karakter,” katanya.

Tapi itu cerita dulu. Saat ini permainan tradisional nyaris dilupakan. Digantikan oleh kecanggihan teknologi. Karena itu, Suriani ingin sekali melestarikannya kembali.

2016 lalu, dia mulai memopuler kembali permainan tradisional. Berawal kepada anak dan cucunya serta lingkungan sekitar rumahnya.

Usahanya cukup berhasil. Setiap peringatan 17 Agustus, kampung selalu menggelar lomba permainan tradisional. “Karena lomba 17-an di kampung kami ini beda banyak media yang datang meliput. Jadi tersebar luas. Banyak yang bertanya apa nama tempatnya, spontan saya jawab Kampung Permainan Tradisional, ternyata keterusan sampai sekarang,” ceritanya.

Suriani punya harapan. Permainan tradisonal bisa diperlombakan. Maksudnya diagendakan secara rutin oleh pemko maupun pemprov.

“Jangan hanya ada festival sasirangan saja. Tapi juga ada festival permainan tradisional. Karena saya lihat animo masyarakat sangat bagus,”  pungkas suami Siti Nursiah tersebut. (at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .