MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 13 Maret 2018 14:15
Memopulerkan Kembali Permainan Tradisonal, Memulainya dari Lingkungan Rumah
PEDULI BUDAYA: Suriani memperlihatkan beberapa peralatan permainan tradisional. Kala itu sedang dijemur di depan rumahnya, di Jalan Sutoyo S, Gang Pendamain, Banjarmasin Barat. Ada egrang, logo serta alat permainan bakiak.

PROKAL.CO, Permainan tradisional makin jarang dimainkan. Lantaran anak-anak jauh lebih memilih gadget. Fakta itu membuat hati Muhammad Suriani terketuk, untuk memperkenalkannya kembali.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

Suriani tinggal di Jalan Sutoyo S (Teluk Dalam), Gang Pendamai, Banjarmasin Barat. Penulis menyambangi rumahnya.

Di depan rumah Suriani terlihat segerombolan warga. Beberapa sibuk mengecat topi purun. Sebagian lainnya membersihkan peralatan permainan tradisional. Seperti egrang dan logo.

Lingkungan rumah Suriani memang dikenal dengan sebutan Kampung Permainan Tradisional. Di sini sering digelar kegiatan kebudayaan.

“Masyarakat di sini membantu bersihkan peralatan permainan tradisional dan mengecat peralatan yang warnanya sudah mulai luntur,” kata Supiani.

Suriani lahir 18 Agustus 1956. Di zamannya tentu saja tak dikenal gadget. Bahkan belum ada mainan modern. Tak heran jika dia akrab dengan permainan logo, yasinan atau egrang.

Baginya permainan tradisonal itu asyik. “Kalau permainan tradisional itu selalu melibatkan banyak pemain. Jadi kalau main ramai dan mengasyikkan. Internet itu bagus untuk pengetahuan, permainan tradisional bagus untuk membangun karakter,” katanya.

Tapi itu cerita dulu. Saat ini permainan tradisional nyaris dilupakan. Digantikan oleh kecanggihan teknologi. Karena itu, Suriani ingin sekali melestarikannya kembali.

2016 lalu, dia mulai memopuler kembali permainan tradisional. Berawal kepada anak dan cucunya serta lingkungan sekitar rumahnya.

Usahanya cukup berhasil. Setiap peringatan 17 Agustus, kampung selalu menggelar lomba permainan tradisional. “Karena lomba 17-an di kampung kami ini beda banyak media yang datang meliput. Jadi tersebar luas. Banyak yang bertanya apa nama tempatnya, spontan saya jawab Kampung Permainan Tradisional, ternyata keterusan sampai sekarang,” ceritanya.

Suriani punya harapan. Permainan tradisonal bisa diperlombakan. Maksudnya diagendakan secara rutin oleh pemko maupun pemprov.

“Jangan hanya ada festival sasirangan saja. Tapi juga ada festival permainan tradisional. Karena saya lihat animo masyarakat sangat bagus,”  pungkas suami Siti Nursiah tersebut. (at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .