MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 13 Maret 2018 14:42
Hairul Ramadhan dan Cerita Aeromodelling di Hulu Sungai Tengah

Baru Diterbangkan Sudah Hilang

TIADA BATAS: Hairul Ramadhan Ketua Murakata aeromodellling dan Pembina Fasida HST menunjukkan Pesawat RC dan Heli miliknya. Baginya jika sudah hobi, mahal itu relatif.

PROKAL.CO, Menjalani hobi bermodal cukup besar tidak menjadi soal. Yang utama adalah kepuasan. Setidaknya itu visi dari Komunitas Murakata aeromodellling Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

ZEPI AL AYUBI, Barabai

Bermain aeromodellling bisa dibilang cukup mahal. Kegiatan yang mempergunakan miniatur pesawat terbang dengan remote control (RC) ini tidak banyak dilakoni orang.

Salah satu penggiat aeromodellling di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Hairul Ramadhan mengaku aeromodelling bertujuan rekreasi, edukasi dan olahraga, selain juga sebagai sarana hobi.  Di Barabai, perkumpulan yang menyenangi menerbangkan pesawat kecil di udara ini bernama komunitas  Murakata aeromodellling.

Komunitas yang diketuainya ini  sudah berdiri sejak  tahun 2000. Meski sudah 18 tahun,  anggotanya baru mencapai 22 orang.  Mereka rutin latihan minimal dua pekal sekali di lapangan Dwi Warna Barabai.

"Murakata aeromodellling ini komunitas pertama aeromodellling di Kabupaten HST," ucapnya.

Hairul mengisahkan terbentuknya komunitas ini berawal dari ketertarikannya mengotak-atik peralatan elektronik. Dia kemudian membeli helikopter dengan remote control.

"Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 2 SMAN Barabai tahun 2000. Tak lama kemudian saya bertemu dengan teman-teman sehobi lalu membentuk Murakata aeromodellling ini," ungkap pria 35 tahun ini.

Ayah dua anak ini mengaku, ada pengalaman menggelitik saat pertama kali memiliki heli aeromodellling di tahun 2000. Saking semangatnya melakukan penerbangan pertama, dia mengaku kehilangan orientasi dan helinya terbang terlalu tinggi dan sulit dikendalikan. Akhirnya hilang dari pandangan.

"Waktu itu harganya sudah Rp 2 Juta, uang hasil tabungan saya," kekehnya.  

Meski demikian, dia tak jera. Semangatnya di dunia aeromodellling malah semakin menjadi.  Apalagi di hobi ini dia juga berhasil ikut  dalam  Porprov Tabalong 2017 di cabang itu. Sayangnya dia menjadi perwakilan kabupaten tetangga di  Hulu Sungai Selatan.

Usut punya usut ternyata  hal itu karena  di Kabupaten HST sendiri belum ada wadah untuk para atlet dan penggiat aeromodellling. Federasi aeromodellling Seluruh Indonesia Daerah (Fasida) HST, baru terbentuk di tahun 2017 lalu usai Porprov.

"Waktu itu KONI HST mengetahui bahwa di HST ada Komunitas Murakata aeromodellling, bahkan anggotanya jadi atlet di Kabupaten tetangga. Nah setelah itu KONI memfasilitasi dan membentuk Fasida HST," ucapnya seraya mengatakan  kepengurusannya diisi oleh anggota komunitas Murakata aeromodellling.

Sudah memiliki organisasi resmi,  dirinya bersama dengan anggota lainnya, mulai mengembangkan dunia aeromodellling di HST.   Bermain aeromodellling menurut Hairul bukan semata-mata membeli dan memainkannya. Tapi juga mengedukasi si pemiliknya, untuk mengetahui prosedur dan teknik terbang. Serta komponen apa saja didalamnya. Sehingga nantinya bisa memperbaiki dan merakit sendiri unit yang diinginkan.

Saat ini dirinya memiliki dua unit Heli RC. Satu  menggunakan engine dan satu lagi Heli RC electrical. Serta empat unit pesawat RC yang disimpannya di rumah.
Harganya memang relatif mahal bagi pehobi biasa.  Heli RC engine dia beli dengan harga Rp 10 juta dan Heli RC Electrical Rp 8 juta. Sedangkan untuk Pesawat RC per unitnya dia membeli dengan harga Rp 3 juta.

"Kesulitan dalam mengembangkan aeromodellling ini mungkin karena harganya yang cukup mahal. Selain itu untuk pembelian sparepart juga hanya ada di online saja, belum ada di Kalimantan Selatan.," ucapnya yang mengatakan  bertekad  mengembangkan dan mencari bibit-bibit baru untuk atlet  pertandingan yang akan mewakili HST nantinya.
 (zay/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…

Senin, 03 Desember 2018 12:33

Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru

BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .