MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 14 Maret 2018 15:46
Dihadirkan di Sidang Kasus Suap PDAM, Herman Mengaku Banyak Lupa
FAKTA MAKIN KUSUT: Suasana sidang Suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.

PROKAL.CO, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih. Karena sudah lama,  dia banyak lupa.

M OSCAR FRABY, Banjarmasin  

Sidang kasus dengan terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi itu digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.
 Hermansyah mengatakan  dirinya saat pembahasan raperda hanya menggantikan posisi walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Ibnu saat itu  sedang menunaikan ibadah haji.

“Perlu digaris bawahi,  persetujuan perda ketika paripurna, bukan saya  tapi tandatangan walikota,” tutur Herman.

Herman sendiri pada sidang kemarin banyak mengaku lupa karena terlalu banyak memberikan keterangan untuk kasus ini. “Saya sangat banyak ditanyakan,  sehingga sudah banyak lupa,” ujarnya.

Jaksa bahkan sempat membantu Hermansyah untuk mengingat kejadian saat diperiksa  oleh penyidik KPK.


Selain itu, Hermansyah juga dicecar tentang perannya  soal uang fee 3 persen  untuk memuluskan proyek dari kemendagri.  Sebelumnya, dia disebut dalam kesaksian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyan di persidangan kasus suap Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih,  27 Februari lalu, sebagai penginisiasi ide fee Rp400 juta untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Herman mengaku tak pernah memberi ide pemberian fee 3 persen untuk mendapatkan bantuan dana dari kemendagri. Menurutnya, fee 3 persen senilai Rp400 juta tersebut adalah atas permintaan langsung dari kementerian

Dihadapan majelis hakim, Herman mengungkapkan, dia tak pernah menginisiasi uang fee tersebut.  “Uang itu pun bukan fee, hanya uang operasional,” kata Herman yang mengatakan uang itu diberikan kepada orang Kementerian Dalam Negeri yang bernama Ucok.

Dijelaskan Herman, muasal dari uang fee yang saat ini mencuat, bermula saat Fahri, yang diakuinya sebagai mantan  tim suksesnya bersama walikota,   datang ke ruangannya. Fahri menyampaikan ada permohonan bantuan dana hibah dari luar negeri.

Ketika mendengar informasi tersebut, Herman pun meminta kepada mantan Dirut PDAM Bandarmasih, Muslih untuk membuat surat bantuan permohonan kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri.  

Seiring berjalan, ketika ekspose di Kemendagri, Herman diberitahu bahwa dana itu bisa dikucurkan asalkan ada dana operasional sebesar 3 persen. Ketika itu diakui Herman nama orang tersebut adalah Ucok.

“Ketika itu, orang kementerian mengatakan ada dana operasional untuk mengurus ini sebanyak 3 persen. Saya bilang saya tak bisa memutuskan dan pikir-pikir,” katanya.

Ketika kembali ke Banjarmasin, Herman pun menyampaikan hal ini kepada Muslih, Gusti Riduan Sofyan (Kepala Dinas  PUPR Kota Banjarmasin)  juga termasuk Fahri. “Jadi  saya hanya menyampaikan apa yang diminta kementerian,” tambahnya.

Yang Herman bingung, kenapa Fahri tanpa sepengetahuan dirinya mengambil 3 persen atau Rp400 juta itu dari Muslih. “Sampai saat ini uang permohonan bantuan tersebut tak pernah disetujui (dari Kemendagri),” terangnya.

Bahkan, Herman menyesalkan ulah Fahri dan mengaku akan menuntutnya karena dia tak pernah memerintahkan uang operasional 3 persen itu.

Salah seorang jaksa  KPK, M Takdir menyimpulkan bahwa, dari keterangan saksi sebelumnya dan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah terkesan menutupi sesuatu.
 “Apa yang disampaikannya menimbulkan tanda tanya. Keterangannya sangat berbeda dari keterangan saksi sebelumnya,” kata Takdir usai persidangan.


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:29

Saksi Mangkir, Polemik Sengketa Tanah di Tegal Arum Belum Temui Titik Terang

BANJARBARU - Sidang Perdata lanjutan polemik sengketa tanah tumpang tindih…

Minggu, 16 Desember 2018 10:41

Darurat!! Hermansyah Nyatakan Banjarmasin Darurat Ngelem

BANJARMASIN - Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menyatakan kotanya sedang…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:47

Apes Salah Target!! Aksi Jambret Gagal Setelah Korbannya Menerjang Pelaku

BANJARMASIN - Noor Rahman alias Rahman  (46), tertangkap setelah mengambil…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:38

Korsleting Listrik Hanguskan Salah Satu Rumah Warga Sarang Halang

KANDANGAN – Warga Desa Sarang Halang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:28

Disidang, Bos Miras Ungkap Alasannya Menjual Minuman Keras

BANJARBARU - Teka teki pemilik dari 485 botol minuman keras…

Jumat, 14 Desember 2018 10:33

Warga Tala Dibuat Geger, Penjaga Warung Akhiri Hidup Dengan Gantung DiriĀ 

PELAIHARI - Warga Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut…

Jumat, 14 Desember 2018 10:27

Hidup Lagi, Satpol PP Amankan Dua PSK di Eks Lokalisasi Pal 18

BANJARBARU - Usai ditutup Pemko Banjarbaru sekitar dua tahun yang…

Jumat, 14 Desember 2018 09:42

Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

BANJARMASIN - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai…

Jumat, 14 Desember 2018 09:21

Begini Kronologi Penemuan Mayat Elsa Siswi AKPER Kesdam

BANJARMASIN – Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1 AKPER…

Jumat, 14 Desember 2018 09:12

Karyawan Curi ATM Bos, Tarik Uang Hingga Rp 76 Juta

BANJARMASIN – Kartu ATM hilang. Tapi, isinya terus berkurang hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .