MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 14 Maret 2018 15:46
Dihadirkan di Sidang Kasus Suap PDAM, Herman Mengaku Banyak Lupa
FAKTA MAKIN KUSUT: Suasana sidang Suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.

PROKAL.CO, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih. Karena sudah lama,  dia banyak lupa.

M OSCAR FRABY, Banjarmasin  

Sidang kasus dengan terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi itu digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.
 Hermansyah mengatakan  dirinya saat pembahasan raperda hanya menggantikan posisi walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Ibnu saat itu  sedang menunaikan ibadah haji.

“Perlu digaris bawahi,  persetujuan perda ketika paripurna, bukan saya  tapi tandatangan walikota,” tutur Herman.

Herman sendiri pada sidang kemarin banyak mengaku lupa karena terlalu banyak memberikan keterangan untuk kasus ini. “Saya sangat banyak ditanyakan,  sehingga sudah banyak lupa,” ujarnya.

Jaksa bahkan sempat membantu Hermansyah untuk mengingat kejadian saat diperiksa  oleh penyidik KPK.


Selain itu, Hermansyah juga dicecar tentang perannya  soal uang fee 3 persen  untuk memuluskan proyek dari kemendagri.  Sebelumnya, dia disebut dalam kesaksian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyan di persidangan kasus suap Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih,  27 Februari lalu, sebagai penginisiasi ide fee Rp400 juta untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Herman mengaku tak pernah memberi ide pemberian fee 3 persen untuk mendapatkan bantuan dana dari kemendagri. Menurutnya, fee 3 persen senilai Rp400 juta tersebut adalah atas permintaan langsung dari kementerian

Dihadapan majelis hakim, Herman mengungkapkan, dia tak pernah menginisiasi uang fee tersebut.  “Uang itu pun bukan fee, hanya uang operasional,” kata Herman yang mengatakan uang itu diberikan kepada orang Kementerian Dalam Negeri yang bernama Ucok.

Dijelaskan Herman, muasal dari uang fee yang saat ini mencuat, bermula saat Fahri, yang diakuinya sebagai mantan  tim suksesnya bersama walikota,   datang ke ruangannya. Fahri menyampaikan ada permohonan bantuan dana hibah dari luar negeri.

Ketika mendengar informasi tersebut, Herman pun meminta kepada mantan Dirut PDAM Bandarmasih, Muslih untuk membuat surat bantuan permohonan kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri.  

Seiring berjalan, ketika ekspose di Kemendagri, Herman diberitahu bahwa dana itu bisa dikucurkan asalkan ada dana operasional sebesar 3 persen. Ketika itu diakui Herman nama orang tersebut adalah Ucok.

“Ketika itu, orang kementerian mengatakan ada dana operasional untuk mengurus ini sebanyak 3 persen. Saya bilang saya tak bisa memutuskan dan pikir-pikir,” katanya.

Ketika kembali ke Banjarmasin, Herman pun menyampaikan hal ini kepada Muslih, Gusti Riduan Sofyan (Kepala Dinas  PUPR Kota Banjarmasin)  juga termasuk Fahri. “Jadi  saya hanya menyampaikan apa yang diminta kementerian,” tambahnya.

Yang Herman bingung, kenapa Fahri tanpa sepengetahuan dirinya mengambil 3 persen atau Rp400 juta itu dari Muslih. “Sampai saat ini uang permohonan bantuan tersebut tak pernah disetujui (dari Kemendagri),” terangnya.

Bahkan, Herman menyesalkan ulah Fahri dan mengaku akan menuntutnya karena dia tak pernah memerintahkan uang operasional 3 persen itu.

Salah seorang jaksa  KPK, M Takdir menyimpulkan bahwa, dari keterangan saksi sebelumnya dan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah terkesan menutupi sesuatu.
 “Apa yang disampaikannya menimbulkan tanda tanya. Keterangannya sangat berbeda dari keterangan saksi sebelumnya,” kata Takdir usai persidangan.


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 09:15

Dua Rumah Terbakar di Tapin

RANTAU - Di saat hari menjelang siang, warga pegunungan yang…

Jumat, 22 Maret 2019 14:10

Waspada..! Narapidana Rutan Kelas II B Kandangan Kabur

PROKAL,CO.KANDANGAN – Seorang narapidana bernama M Ali (37) warga Desa…

Jumat, 22 Maret 2019 13:23

Diduga ada Upaya Bunuh Diri, Anggota Polisi Bersimbah Darah di Trikora

BANJARBARU - Anggota Polri meregang nyawa di Jalan Trikora pada…

Jumat, 22 Maret 2019 13:21

Kakek Tua Bangka Cabuli Gadis Sembilan Tahun

RANTAU - Sungguh tega seorang kakek berumur 58 tahun warga…

Jumat, 22 Maret 2019 10:59

Kakek Paruh Baya Bermain Narkoba

BANJARMASIN - Asnuliyadi alias Yadi diusianya paruh baya kelakuannya semakin…

Jumat, 22 Maret 2019 10:34

Simulasi Bikin Geger: Warga Terkecoh Asap Tebal di UPPPB Trisakti

BANJARMASIN – Muncul asap tebal hitam pekat dari area kerja…

Kamis, 21 Maret 2019 15:27
BREAKING NEWS

Gedung UPDK Barito Terbakar

BANJARMASIN - Pengguna Jalan yang melintas di Jalan PHM Noor…

Kamis, 21 Maret 2019 15:25
BREAKING NEWS

Budak Narkoba Dibekuk di Jalan dan Kebun Karet

RANTAU - Polsek Lokpaikat berhasil mengamankan dua orang pelaku pengedaran…

Kamis, 21 Maret 2019 10:14

Kemarin Kapal Karam di Sungai Barito: Diduga Kelebihan Muatan

BANJARMASIN - Sebuah kapal barang tiba-tiba karam di Sungai Barito,…

Kamis, 21 Maret 2019 10:07

Tiga Rumah di HST, Dilalap Jago Merah.

BARABAI - Kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan Kabupaten Hulu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*