MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 14 Maret 2018 15:46
Dihadirkan di Sidang Kasus Suap PDAM, Herman Mengaku Banyak Lupa
FAKTA MAKIN KUSUT: Suasana sidang Suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.

PROKAL.CO, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih. Karena sudah lama,  dia banyak lupa.

M OSCAR FRABY, Banjarmasin  

Sidang kasus dengan terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi itu digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.
 Hermansyah mengatakan  dirinya saat pembahasan raperda hanya menggantikan posisi walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Ibnu saat itu  sedang menunaikan ibadah haji.

“Perlu digaris bawahi,  persetujuan perda ketika paripurna, bukan saya  tapi tandatangan walikota,” tutur Herman.

Herman sendiri pada sidang kemarin banyak mengaku lupa karena terlalu banyak memberikan keterangan untuk kasus ini. “Saya sangat banyak ditanyakan,  sehingga sudah banyak lupa,” ujarnya.

Jaksa bahkan sempat membantu Hermansyah untuk mengingat kejadian saat diperiksa  oleh penyidik KPK.


Selain itu, Hermansyah juga dicecar tentang perannya  soal uang fee 3 persen  untuk memuluskan proyek dari kemendagri.  Sebelumnya, dia disebut dalam kesaksian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyan di persidangan kasus suap Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih,  27 Februari lalu, sebagai penginisiasi ide fee Rp400 juta untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Herman mengaku tak pernah memberi ide pemberian fee 3 persen untuk mendapatkan bantuan dana dari kemendagri. Menurutnya, fee 3 persen senilai Rp400 juta tersebut adalah atas permintaan langsung dari kementerian

Dihadapan majelis hakim, Herman mengungkapkan, dia tak pernah menginisiasi uang fee tersebut.  “Uang itu pun bukan fee, hanya uang operasional,” kata Herman yang mengatakan uang itu diberikan kepada orang Kementerian Dalam Negeri yang bernama Ucok.

Dijelaskan Herman, muasal dari uang fee yang saat ini mencuat, bermula saat Fahri, yang diakuinya sebagai mantan  tim suksesnya bersama walikota,   datang ke ruangannya. Fahri menyampaikan ada permohonan bantuan dana hibah dari luar negeri.

Ketika mendengar informasi tersebut, Herman pun meminta kepada mantan Dirut PDAM Bandarmasih, Muslih untuk membuat surat bantuan permohonan kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri.  

Seiring berjalan, ketika ekspose di Kemendagri, Herman diberitahu bahwa dana itu bisa dikucurkan asalkan ada dana operasional sebesar 3 persen. Ketika itu diakui Herman nama orang tersebut adalah Ucok.

“Ketika itu, orang kementerian mengatakan ada dana operasional untuk mengurus ini sebanyak 3 persen. Saya bilang saya tak bisa memutuskan dan pikir-pikir,” katanya.

Ketika kembali ke Banjarmasin, Herman pun menyampaikan hal ini kepada Muslih, Gusti Riduan Sofyan (Kepala Dinas  PUPR Kota Banjarmasin)  juga termasuk Fahri. “Jadi  saya hanya menyampaikan apa yang diminta kementerian,” tambahnya.

Yang Herman bingung, kenapa Fahri tanpa sepengetahuan dirinya mengambil 3 persen atau Rp400 juta itu dari Muslih. “Sampai saat ini uang permohonan bantuan tersebut tak pernah disetujui (dari Kemendagri),” terangnya.

Bahkan, Herman menyesalkan ulah Fahri dan mengaku akan menuntutnya karena dia tak pernah memerintahkan uang operasional 3 persen itu.

Salah seorang jaksa  KPK, M Takdir menyimpulkan bahwa, dari keterangan saksi sebelumnya dan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah terkesan menutupi sesuatu.
 “Apa yang disampaikannya menimbulkan tanda tanya. Keterangannya sangat berbeda dari keterangan saksi sebelumnya,” kata Takdir usai persidangan.


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 10:07

YA AMPUN..! Coba Selamatkan Anak, Polisi Tenggelam Setelah Kakinya Kram

MARTAPURA – Kabar duka menyelimuti Polres Banjar. Sekitar pukul 13.30 Wita, Minggu (19/8) siang…

Senin, 20 Agustus 2018 10:02

Hampir Saja, Sabu-Sabu Masuk ke Lapas

BANJARMASIN – Upaya penyelundupan sabu ke dalam penjara berhasil digagalkan petugas. Itu terjadi…

Senin, 20 Agustus 2018 09:56

Buru Sergab Ringkus Karyawan Toko Pengedar Sabu

BANJARMASIN - Tri Heriyadi alias Heri (22) tak berkutik  ketika ditangkap anggota Buru Sergab (Buser)…

Senin, 20 Agustus 2018 09:52

SADIS..!! Sakit Hati karena Dihina, Teman Kerja Dibunuh

PELAIHARI - Mulutmu adalah harimaumu,  menjadi peribahasa yang melatarbelakangi kejadian pembunuhan…

Minggu, 19 Agustus 2018 18:28

Jangan Sembarangan Menaruh Barang di Dalam Mobil Saat Sedang Dicuci, ini Resikonya

BANJARBARU - Ini menjadi perhatian bagi masyarakat, agar tidak menyimpan barang berharga di dalam mobil.…

Minggu, 19 Agustus 2018 07:13

Tengah Malam Warga Balangan Hilang, Saat Ditemukan Kondisinya Sudah Begini

PARINGIN -Satu orang warga dinyatakan hilang tenggelam ke dalam sungai di sekitar Desa Bungin RT 01…

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:27
BREAKING NEWS

Kebakaran di Tunggul Irang, Empat Rumah Hangus

MARTAPURA - Peristiwa kebakaran menghebohkan permukiman padat penduduk di Jalan Melati, RT 10, Desa…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:38

Pelajar Disuluh Bahaya Narkoba

BANJARMASIN - Tim Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel, menggelar penyuluhan narkoba di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:40

Bisnis Sabu Barito Putra Akhirnya Tercium Polisi

BANJARMASIN - M Barito Putra alias Okta (22),  warga KS Tubun Gang Sekeluarga II RT 01 Kelurahan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:06

Polisi Turun ke Kampus Sosialisasi Tangkal Paham Radikalisme

BANJARMASIN – Paham radikalisme telah lama menjadi momok bagi kehidupan berbangsa. Perlu upaya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .