MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 14 Maret 2018 15:46
Dihadirkan di Sidang Kasus Suap PDAM, Herman Mengaku Banyak Lupa
FAKTA MAKIN KUSUT: Suasana sidang Suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.

PROKAL.CO, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih. Karena sudah lama,  dia banyak lupa.

M OSCAR FRABY, Banjarmasin  

Sidang kasus dengan terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi itu digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.
 Hermansyah mengatakan  dirinya saat pembahasan raperda hanya menggantikan posisi walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Ibnu saat itu  sedang menunaikan ibadah haji.

“Perlu digaris bawahi,  persetujuan perda ketika paripurna, bukan saya  tapi tandatangan walikota,” tutur Herman.

Herman sendiri pada sidang kemarin banyak mengaku lupa karena terlalu banyak memberikan keterangan untuk kasus ini. “Saya sangat banyak ditanyakan,  sehingga sudah banyak lupa,” ujarnya.

Jaksa bahkan sempat membantu Hermansyah untuk mengingat kejadian saat diperiksa  oleh penyidik KPK.


Selain itu, Hermansyah juga dicecar tentang perannya  soal uang fee 3 persen  untuk memuluskan proyek dari kemendagri.  Sebelumnya, dia disebut dalam kesaksian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyan di persidangan kasus suap Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih,  27 Februari lalu, sebagai penginisiasi ide fee Rp400 juta untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Herman mengaku tak pernah memberi ide pemberian fee 3 persen untuk mendapatkan bantuan dana dari kemendagri. Menurutnya, fee 3 persen senilai Rp400 juta tersebut adalah atas permintaan langsung dari kementerian

Dihadapan majelis hakim, Herman mengungkapkan, dia tak pernah menginisiasi uang fee tersebut.  “Uang itu pun bukan fee, hanya uang operasional,” kata Herman yang mengatakan uang itu diberikan kepada orang Kementerian Dalam Negeri yang bernama Ucok.

Dijelaskan Herman, muasal dari uang fee yang saat ini mencuat, bermula saat Fahri, yang diakuinya sebagai mantan  tim suksesnya bersama walikota,   datang ke ruangannya. Fahri menyampaikan ada permohonan bantuan dana hibah dari luar negeri.

Ketika mendengar informasi tersebut, Herman pun meminta kepada mantan Dirut PDAM Bandarmasih, Muslih untuk membuat surat bantuan permohonan kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri.  

Seiring berjalan, ketika ekspose di Kemendagri, Herman diberitahu bahwa dana itu bisa dikucurkan asalkan ada dana operasional sebesar 3 persen. Ketika itu diakui Herman nama orang tersebut adalah Ucok.

“Ketika itu, orang kementerian mengatakan ada dana operasional untuk mengurus ini sebanyak 3 persen. Saya bilang saya tak bisa memutuskan dan pikir-pikir,” katanya.

Ketika kembali ke Banjarmasin, Herman pun menyampaikan hal ini kepada Muslih, Gusti Riduan Sofyan (Kepala Dinas  PUPR Kota Banjarmasin)  juga termasuk Fahri. “Jadi  saya hanya menyampaikan apa yang diminta kementerian,” tambahnya.

Yang Herman bingung, kenapa Fahri tanpa sepengetahuan dirinya mengambil 3 persen atau Rp400 juta itu dari Muslih. “Sampai saat ini uang permohonan bantuan tersebut tak pernah disetujui (dari Kemendagri),” terangnya.

Bahkan, Herman menyesalkan ulah Fahri dan mengaku akan menuntutnya karena dia tak pernah memerintahkan uang operasional 3 persen itu.

Salah seorang jaksa  KPK, M Takdir menyimpulkan bahwa, dari keterangan saksi sebelumnya dan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah terkesan menutupi sesuatu.
 “Apa yang disampaikannya menimbulkan tanda tanya. Keterangannya sangat berbeda dari keterangan saksi sebelumnya,” kata Takdir usai persidangan.


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 05:17

Geger..! Kakek Sebatang Kara Ditemukan Membusuk

PELAIHARI - Warga RT 15 Gang Kenanga Jalan KH Mansyur Kota Pelaihari digegerkan tubuh Saleh (62) ditemukan…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:53

Mantan Dirut PDAM Bandarmasih Bebas, ini yang Akan Dilakukan Setelah Keluar Tahanan

BANJARMASIN - Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih keluar dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan)…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:44

Benarkah Kebakaran di Banjarmasin Aksi Teror?

BANJARMASIN - Rentetan kebakaran yang menimpa Kompleks Herlina Perkasa ternyata masih menyisakan rasa…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:41

Kenaikan Gaji PNS Baru Wacana

BANJARMASIN - Pemerintah merencanakan kenaikan gaji PNS sebesar lima persen pada tahun depan. Kabar…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:32

Muskel Harus Lebih Jujur

BANJARMASIN - Ada 39.536 keluarga miskin di Banjarmasin. Data itu sangat dinamis. Untuk penggantian…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:18

Kena Virus, Pelamar CPNS Terpaksa Unggah Ulang Datanya

BANJARMASIN - Pelamar CPNS diminta lebih cermat. Sejumlah email lamaran untuk pendaftaran via online…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:10

TERLALU, Lahan Transmigran Kembali Dicaplok Perusahaan

BANJARMASIN - Dua kali kalah dalam peradilan, warga transmigrasi Desa Ambawang, Kabupaten Tanah Laut…

Sabtu, 13 Oktober 2018 08:36

Ini Baru Keren, Utuh Langkar Kada Menzinit

AMUNTAI - Ramai-ramai pelajar termasuk mahasiswa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berkumpul di Loka…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:35

Suami yang Korupsi, Istri yang Bayar ke Negara Rp2 Miliar

KOTABARU - Ini peringatan bagi para pemain proyek besar. Lim Budi Santoso akhirnya membuat repot keluarganya.…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:14

Nasib Warga Sekitar Sungai Rimba, Kemarau Bau, Hujan Banjir

BANJARBARU - Sudah lama warga RT 2, 3 dan 4 RW 01 Jalan Tonhar Landasan Ulin Utara Banjarbaru mengeluh.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .