MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 14 Maret 2018 15:46
Dihadirkan di Sidang Kasus Suap PDAM, Herman Mengaku Banyak Lupa
FAKTA MAKIN KUSUT: Suasana sidang Suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.

PROKAL.CO, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap raperda pernyertaan modal PDAM Bandarmasih. Karena sudah lama,  dia banyak lupa.

M OSCAR FRABY, Banjarmasin  

Sidang kasus dengan terdakwa Iwan Rusmali dan Andi Effendi itu digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (13/3) kemarin.
 Hermansyah mengatakan  dirinya saat pembahasan raperda hanya menggantikan posisi walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Ibnu saat itu  sedang menunaikan ibadah haji.

“Perlu digaris bawahi,  persetujuan perda ketika paripurna, bukan saya  tapi tandatangan walikota,” tutur Herman.

Herman sendiri pada sidang kemarin banyak mengaku lupa karena terlalu banyak memberikan keterangan untuk kasus ini. “Saya sangat banyak ditanyakan,  sehingga sudah banyak lupa,” ujarnya.

Jaksa bahkan sempat membantu Hermansyah untuk mengingat kejadian saat diperiksa  oleh penyidik KPK.


Selain itu, Hermansyah juga dicecar tentang perannya  soal uang fee 3 persen  untuk memuluskan proyek dari kemendagri.  Sebelumnya, dia disebut dalam kesaksian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyan di persidangan kasus suap Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih,  27 Februari lalu, sebagai penginisiasi ide fee Rp400 juta untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Herman mengaku tak pernah memberi ide pemberian fee 3 persen untuk mendapatkan bantuan dana dari kemendagri. Menurutnya, fee 3 persen senilai Rp400 juta tersebut adalah atas permintaan langsung dari kementerian

Dihadapan majelis hakim, Herman mengungkapkan, dia tak pernah menginisiasi uang fee tersebut.  “Uang itu pun bukan fee, hanya uang operasional,” kata Herman yang mengatakan uang itu diberikan kepada orang Kementerian Dalam Negeri yang bernama Ucok.

Dijelaskan Herman, muasal dari uang fee yang saat ini mencuat, bermula saat Fahri, yang diakuinya sebagai mantan  tim suksesnya bersama walikota,   datang ke ruangannya. Fahri menyampaikan ada permohonan bantuan dana hibah dari luar negeri.

Ketika mendengar informasi tersebut, Herman pun meminta kepada mantan Dirut PDAM Bandarmasih, Muslih untuk membuat surat bantuan permohonan kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri.  

Seiring berjalan, ketika ekspose di Kemendagri, Herman diberitahu bahwa dana itu bisa dikucurkan asalkan ada dana operasional sebesar 3 persen. Ketika itu diakui Herman nama orang tersebut adalah Ucok.

“Ketika itu, orang kementerian mengatakan ada dana operasional untuk mengurus ini sebanyak 3 persen. Saya bilang saya tak bisa memutuskan dan pikir-pikir,” katanya.

Ketika kembali ke Banjarmasin, Herman pun menyampaikan hal ini kepada Muslih, Gusti Riduan Sofyan (Kepala Dinas  PUPR Kota Banjarmasin)  juga termasuk Fahri. “Jadi  saya hanya menyampaikan apa yang diminta kementerian,” tambahnya.

Yang Herman bingung, kenapa Fahri tanpa sepengetahuan dirinya mengambil 3 persen atau Rp400 juta itu dari Muslih. “Sampai saat ini uang permohonan bantuan tersebut tak pernah disetujui (dari Kemendagri),” terangnya.

Bahkan, Herman menyesalkan ulah Fahri dan mengaku akan menuntutnya karena dia tak pernah memerintahkan uang operasional 3 persen itu.

Salah seorang jaksa  KPK, M Takdir menyimpulkan bahwa, dari keterangan saksi sebelumnya dan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah terkesan menutupi sesuatu.
 “Apa yang disampaikannya menimbulkan tanda tanya. Keterangannya sangat berbeda dari keterangan saksi sebelumnya,” kata Takdir usai persidangan.


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 13:13

MABUK BANG? Korban Kecelakaan ini Ditolong Warga Malah Ngamuk

BANJARMASIN - Telah terjadi Laka lantas tunggal di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Brigjen…

Rabu, 13 Juni 2018 13:48

NAH LO..!! Polisi akan Investigasi Kematian Pewarta di Sel Tahanan

KOTABARU - Kepolisian Resor Kotabaru masih menyelidiki kematian M Yusuf. Pewarta yang meninggal di sel…

Rabu, 13 Juni 2018 12:51

Warga Kelayan Dihebohkan Temuan Mayat Mengapung Disungai

BANJARMASIN – Warga Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan tiba-tiba heboh. Penyebabnya, ditemukan…

Selasa, 12 Juni 2018 13:36

Diduga Karena ini Karyawan Ritel Indomaret Nekat Curi Uang dengan Sajam

BANJARBARU - Menjelang lebaran, aksi kriminal di Kota Banjarbaru patut diwaspadai. Kemarin (11/6) pagi,…

Senin, 11 Juni 2018 15:41

Buruh PLTU di Tabalong Terciduk Edarkan Sabu

Buruh PLTU di Tabalong Ketangkap Ngedar Sabu TANJUNG - Puasa-puasa begini masih saja ada orang yang…

Senin, 11 Juni 2018 12:22

Gak Malu-Malu Lagi, Ada Carnophen di Platform Jual Beli Online

Peredaran narkotika jenis Carnophen punya gaya baru. Jauh lebih gila, para pengedarnya mulai nekat terang-terangan…

Senin, 11 Juni 2018 11:56

Puluhan Pembalap Liar di Perkantoran Pemprov Kalsel Diamankan

BANJARBARU - Hingga menjelang Lebaran, aktivitas balapan liar ternyata masih belum habis. Sabtu (9/6)…

Senin, 11 Juni 2018 11:27

Kasihannya..! Sering Sakit-sakitan, Wartawan ini Akhirnya Meninggal di Lapas

KOTABARU - Masih ingat dengan pewarta Yusuf yang ditahan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik?…

Senin, 11 Juni 2018 11:09

Sering Memasak untuk Masjid, Pelaku Dikenal Baik Oleh Warga

BANJARMASIN - Zen, pemilik rumah tempat Riyad tinggal mengatakan dia meminjamkan rumah untuk ditinggali…

Senin, 11 Juni 2018 11:00

Riyad Tega Membunuh Istrinya Diduga Terpengaruh 'Obat Jin'

BANJARMASIN - Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya bisa meringkus pelaku pembunuhan Linda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .