MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 15 Maret 2018 14:20
Narapidana Lapas Klas III Tanjung Produksi Miniatur Ikon Tabalong

Dipesan untuk Cindera Mata, Paling Banyak dari Pegawai Negeri

ISI WAKTU: Narapidana Lapas Tanjung mengerjakan pesanan miniatur di bengkel Lapas. Mereka bisa mengantongi uang Rp300 ribu per miniatur yang laku.

PROKAL.CO,  

Hidup di alam penjara harus pintar-pintar mengisi waktu yang lowong dengan kreativitas. Itulah yang dilakukan para narapidana (Lapas) Klas III Tanjung.

IBNU DWI WAHYUDI, Tabalong

Saat wartawan datang ke lapas, tiga narapidana terlihat serius berkreasi. Mereka memegang  pisau kecil, gergaji dan potongan triplek di salah satu ruang Lapas Tanjung yang disebut bengkel kerja, Rabu (14/3) kemarin.
Apa yang dibuat? Tak lain miniatur unik, salah satunya adalah landmark kota Tajung,  Monumen Tugu Obor Mabuun.


Keuletan tangan mereka terlihat dari caranya menyusun potongan tripleks menjadi kerajinan. Meski dari kayu, namun hasilnya tidak jauh beda dengan aslinya, kecuali corak dan ukurannya.


Sebenarnya tidak hanya miniatur ikon kebanggan warga Bumi Saraba Kawa yang dibuat. Para napi ini juga bisa membuat  miniatur kapal pesiar yang tidak kalah menariknya.

  Zainal, salah seorang narapidana mengatakan membuat miniatur obor membutuhkan waktu tiga hari. Lama juga? Tidak. Dalam sehari mereka hanya punya waktu dua jam untuk membuatnya. Selain itu,   mereka juga punya jadwal lain yang telah diatur lapas.Setidaknya pengerjaan berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga 11.00 Wita.
 
Meski demikian, dia sendiri merasa sangat bersyukur bisa mengerjakannya. Pasalnya, selain bisa mengasah keterampilan, juga menghasilkan uang.   "Uang itu nanti buat saya belanja ke koperasi," sebutnya.

Satu miniatur dijual Rp300 ribu sampai Rp350 ribu. Dia berpromosi pemesanan bisa mendatangi Lapas Tanjung yang beralamat di Maburai Kecamatan Murung Pudak.

Zainal dan dua kawannya mendapatkan pelatihan itu dari hasil binaan kemandirian Lapas Klas III Tanjung. Program tersebut sengaja diadakan untuk menambah keterampilan narapidana selama menjalani masa hukuman.

Sebenarnya, ada enam orang yang sempat mengikuti program kemandirian. Tiga orang diantaranya telah bebas, sehingga tersisa tiga orang pengrajin. Walau begitu, petugas Lapas akan mencari warga binaan lain untuk mengikuti jejak mereka.

Kepala Lapas Klas III Tanjung, Herliadi mengatakan, pembinaan keterampilan itu sejak lama dilaksanakan. "Ini adalah program unggulan Lapas," katanya.

Berhasilnya program itu sudah terbukti karena ada pemesanan dari masyarakat luar, meski jumlahnya tidak menentu. Pernah paling banyak enam buah. "Biasanya untuk cendera mata. Yang beli dari kalangan pegawai negeri," ujarnya.

Dia mengatakan dengan pembekalan itu setidaknya para napi bisa mempunyai bekal ketika bebas nanti. "Setidaknya ketika tidak punya pekerjaan tetap, mereka bisa mengembangkannya sendiri untuk mendapatkan penghasilan," pungkasnya.    (ibn)

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Juli 2018 15:20

Menabung Rp10-20 Ribu Sehari, Penjual Nasi Kuning Pergi Haji

Calon jemaah haji (CJH) kloter 02, Jumat (20/7) kemarin telah memasuki Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.…

Sabtu, 21 Juli 2018 15:06

Mengenal Lebih Dekat Syekh Asal bin Yanto, Imam Masjid Birrul Walidain Mekkah

Sudah sepekan ini, Syekh Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al-Banjari, imam  Masjid Birrul Walidain…

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .