MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 16 Maret 2018 11:44
Melihat Reaktor Sampah Hasil Penelitian 18 Tahun Dosen ULM

Ubah Sampah Plastik jadi Bahan Bakar

REAKTOR SAMPAH: Mahasiswa Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia memindahkan tabung reaktor pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Tabung ini mampu mengolah 20 kilogram sampah menjadi BBM jenis bensin dan solar.

PROKAL.CO, Sampah plastik selama ini dianggap sebagai masalah. Karena, keberadaannya berdampak buruk bagi lingkungan hidup. Namun siapa sangka dari tangan-tangan kreatif mahasiswa Fakultas MIPA ULM, limbah sulit dibaur itu bisa diolah menjadi bahan bakar.

Sutrisno, Banjarbaru

Para mahasiswa Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia, Rabu (14/3) tadi mempraktikkan temuan tersebut. Didampingi dosen pembimbing mereka Tanto Budi Susilo, berbagai macam sampah plastik terlihat dimasukkan ke dalam tabung reaktor setinggi dua meter dan berdiameter sekitar satu meter.

Setelah itu, sampah yang sudah dimasukkan ke dalam tabung dicampur dengan oli bekas. "Tabung ini yang dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar," kata Qamariah, salah seorang mahasiswi Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia.

Dia mengungkapkan, pembuatan tabung reaktor merupakan ide dari Dosen Pembimbing mereka Tanto Budi Susilo. Ide itu muncul berawal dari rasa keprihatinan mereka melihat sampah yang bertebaran di kawasan Banjarbaru, tanpa ada yang memanfaatkannya. "Apalagi di Kampung Pelangi yang saat ini menjadi destinasi wisata. Sangat sayang jika banyak sampah di sana. Jadi, lebih baik sampahnya kita manfaatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia Tanto Budi Susilo menuturkan, untuk membuat tabung reaktor, mereka telah melakukan penelitian selama 18 tahun. Setelah itu, baru diaplikasikan dalam beberapa bulan terakhir. "Saat ini tabung yang kami miliki baru berkapasitas 20 kilogram. Kami masih mengembangkan mesin yang berukuran 1 ton," ujarnya.

Cara kerja tabung berbahan baja tebal itu, ialah memanaskan sampah yang sudah bercampur dengan oli bekas. Setelah itu leburan sampah disalurkan ke tabung penghantar untuk membaginya menjadi dua bahan bakar yaitu bensin dan solar. "Bensin dan solar akan mengalir di selangnya masing-masing, sementara yang tidak mengalir atau sisanya adalah aspal," jelas Tanto Budi Susilo.

Proses pemanasan hingga mengubah sampah menjadi energi membutuhkan waktu hingga dua jam lebih. Bahan bakar yang keluar sendiri masih belum murni, lantaran bercampur dengan air. "Untuk memisahkan airnya, harus melalui proses pengendapan," tambahnya.

Ditanya dalam 20 kilogram sampah dapat menghasilkan berapa liter bahan bakar, dia tidak bisa memastikan. Sebab, tergantung dengan jenis sampah yang diolah. "Tapi yang jelas dalam pengolahan, tiga perempatnya menjadi bahan bakar. Lalu sisanya berupa aspal," ujarnya.

Lalu apakah hasil bahan bakarnya sudah diuji? Dia mengungkapkan, bahan bakar yang dihasilkan sudah mereka coba untuk sepeda motor dan mesin genset. Dan hasilnya, bekerja dengan baik. "Hanya saja yang jenis solar jika dimasukkan ke mesin genset asapnya ngebul seperti asap sate, tapi kalau jenis bensinnya aman," ungkapnya.

Dia berharap, inovasi baru itu nantinya dapat manfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan menjadi salah satu alternatif bahan bakar murah. "Mesin ini akan terus kami kembangkan, rencananya ada yang portabel supaya bisa dibawa ke mana-mana," pungkasnya. (by/bin)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .