MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 16 Maret 2018 11:44
Melihat Reaktor Sampah Hasil Penelitian 18 Tahun Dosen ULM

Ubah Sampah Plastik jadi Bahan Bakar

REAKTOR SAMPAH: Mahasiswa Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia memindahkan tabung reaktor pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Tabung ini mampu mengolah 20 kilogram sampah menjadi BBM jenis bensin dan solar.

PROKAL.CO, Sampah plastik selama ini dianggap sebagai masalah. Karena, keberadaannya berdampak buruk bagi lingkungan hidup. Namun siapa sangka dari tangan-tangan kreatif mahasiswa Fakultas MIPA ULM, limbah sulit dibaur itu bisa diolah menjadi bahan bakar.

Sutrisno, Banjarbaru

Para mahasiswa Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia, Rabu (14/3) tadi mempraktikkan temuan tersebut. Didampingi dosen pembimbing mereka Tanto Budi Susilo, berbagai macam sampah plastik terlihat dimasukkan ke dalam tabung reaktor setinggi dua meter dan berdiameter sekitar satu meter.

Setelah itu, sampah yang sudah dimasukkan ke dalam tabung dicampur dengan oli bekas. "Tabung ini yang dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar," kata Qamariah, salah seorang mahasiswi Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia.

Dia mengungkapkan, pembuatan tabung reaktor merupakan ide dari Dosen Pembimbing mereka Tanto Budi Susilo. Ide itu muncul berawal dari rasa keprihatinan mereka melihat sampah yang bertebaran di kawasan Banjarbaru, tanpa ada yang memanfaatkannya. "Apalagi di Kampung Pelangi yang saat ini menjadi destinasi wisata. Sangat sayang jika banyak sampah di sana. Jadi, lebih baik sampahnya kita manfaatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia Tanto Budi Susilo menuturkan, untuk membuat tabung reaktor, mereka telah melakukan penelitian selama 18 tahun. Setelah itu, baru diaplikasikan dalam beberapa bulan terakhir. "Saat ini tabung yang kami miliki baru berkapasitas 20 kilogram. Kami masih mengembangkan mesin yang berukuran 1 ton," ujarnya.

Cara kerja tabung berbahan baja tebal itu, ialah memanaskan sampah yang sudah bercampur dengan oli bekas. Setelah itu leburan sampah disalurkan ke tabung penghantar untuk membaginya menjadi dua bahan bakar yaitu bensin dan solar. "Bensin dan solar akan mengalir di selangnya masing-masing, sementara yang tidak mengalir atau sisanya adalah aspal," jelas Tanto Budi Susilo.

Proses pemanasan hingga mengubah sampah menjadi energi membutuhkan waktu hingga dua jam lebih. Bahan bakar yang keluar sendiri masih belum murni, lantaran bercampur dengan air. "Untuk memisahkan airnya, harus melalui proses pengendapan," tambahnya.

Ditanya dalam 20 kilogram sampah dapat menghasilkan berapa liter bahan bakar, dia tidak bisa memastikan. Sebab, tergantung dengan jenis sampah yang diolah. "Tapi yang jelas dalam pengolahan, tiga perempatnya menjadi bahan bakar. Lalu sisanya berupa aspal," ujarnya.

Lalu apakah hasil bahan bakarnya sudah diuji? Dia mengungkapkan, bahan bakar yang dihasilkan sudah mereka coba untuk sepeda motor dan mesin genset. Dan hasilnya, bekerja dengan baik. "Hanya saja yang jenis solar jika dimasukkan ke mesin genset asapnya ngebul seperti asap sate, tapi kalau jenis bensinnya aman," ungkapnya.

Dia berharap, inovasi baru itu nantinya dapat manfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan menjadi salah satu alternatif bahan bakar murah. "Mesin ini akan terus kami kembangkan, rencananya ada yang portabel supaya bisa dibawa ke mana-mana," pungkasnya. (by/bin)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…

Senin, 02 April 2018 16:15

Kisah Perjuangan Kakek Nenek Mengasuh Cucu Yatim Piatu

Di usia senja, Jafar dan Nurbayah harus kehilangan anak satu-satunya dan menantu. Mereka kini mesti…

Sabtu, 31 Maret 2018 08:13

Mengikuti Sebagian Penggarapan Film Dokumenter Hidden Of Tapin

Tak banyak yang tahu tentang Kabupaten Tapin, kecuali soal batu bara. Nah, beberapa pemuda mencoba memperkenalkannya…

Sabtu, 31 Maret 2018 06:46

Bidang Humas Polda Kalsel, Berbaju Polisi, Tugas Bak Wartawan

Penampilan personil Polda Kalsel makin kekinian dan kasual. Tak melulu mengenakan seragam resmi. Terkadang,…

Jumat, 30 Maret 2018 15:40

Pengalaman Saparidi Jadi Sopir BPK Kuripan

Saparidi termasuk senior menjadi sukarelawan Barisan Pemadam Kebakaran di Banjarmasin. Inilah kisah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .