MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 16 Maret 2018 11:44
Melihat Reaktor Sampah Hasil Penelitian 18 Tahun Dosen ULM

Ubah Sampah Plastik jadi Bahan Bakar

REAKTOR SAMPAH: Mahasiswa Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia memindahkan tabung reaktor pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Tabung ini mampu mengolah 20 kilogram sampah menjadi BBM jenis bensin dan solar.

PROKAL.CO, Sampah plastik selama ini dianggap sebagai masalah. Karena, keberadaannya berdampak buruk bagi lingkungan hidup. Namun siapa sangka dari tangan-tangan kreatif mahasiswa Fakultas MIPA ULM, limbah sulit dibaur itu bisa diolah menjadi bahan bakar.

Sutrisno, Banjarbaru

Para mahasiswa Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia, Rabu (14/3) tadi mempraktikkan temuan tersebut. Didampingi dosen pembimbing mereka Tanto Budi Susilo, berbagai macam sampah plastik terlihat dimasukkan ke dalam tabung reaktor setinggi dua meter dan berdiameter sekitar satu meter.

Setelah itu, sampah yang sudah dimasukkan ke dalam tabung dicampur dengan oli bekas. "Tabung ini yang dapat mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar," kata Qamariah, salah seorang mahasiswi Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia.

Dia mengungkapkan, pembuatan tabung reaktor merupakan ide dari Dosen Pembimbing mereka Tanto Budi Susilo. Ide itu muncul berawal dari rasa keprihatinan mereka melihat sampah yang bertebaran di kawasan Banjarbaru, tanpa ada yang memanfaatkannya. "Apalagi di Kampung Pelangi yang saat ini menjadi destinasi wisata. Sangat sayang jika banyak sampah di sana. Jadi, lebih baik sampahnya kita manfaatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas MIPA ULM Jurusan Kimia Tanto Budi Susilo menuturkan, untuk membuat tabung reaktor, mereka telah melakukan penelitian selama 18 tahun. Setelah itu, baru diaplikasikan dalam beberapa bulan terakhir. "Saat ini tabung yang kami miliki baru berkapasitas 20 kilogram. Kami masih mengembangkan mesin yang berukuran 1 ton," ujarnya.

Cara kerja tabung berbahan baja tebal itu, ialah memanaskan sampah yang sudah bercampur dengan oli bekas. Setelah itu leburan sampah disalurkan ke tabung penghantar untuk membaginya menjadi dua bahan bakar yaitu bensin dan solar. "Bensin dan solar akan mengalir di selangnya masing-masing, sementara yang tidak mengalir atau sisanya adalah aspal," jelas Tanto Budi Susilo.

Proses pemanasan hingga mengubah sampah menjadi energi membutuhkan waktu hingga dua jam lebih. Bahan bakar yang keluar sendiri masih belum murni, lantaran bercampur dengan air. "Untuk memisahkan airnya, harus melalui proses pengendapan," tambahnya.

Ditanya dalam 20 kilogram sampah dapat menghasilkan berapa liter bahan bakar, dia tidak bisa memastikan. Sebab, tergantung dengan jenis sampah yang diolah. "Tapi yang jelas dalam pengolahan, tiga perempatnya menjadi bahan bakar. Lalu sisanya berupa aspal," ujarnya.

Lalu apakah hasil bahan bakarnya sudah diuji? Dia mengungkapkan, bahan bakar yang dihasilkan sudah mereka coba untuk sepeda motor dan mesin genset. Dan hasilnya, bekerja dengan baik. "Hanya saja yang jenis solar jika dimasukkan ke mesin genset asapnya ngebul seperti asap sate, tapi kalau jenis bensinnya aman," ungkapnya.

Dia berharap, inovasi baru itu nantinya dapat manfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan menjadi salah satu alternatif bahan bakar murah. "Mesin ini akan terus kami kembangkan, rencananya ada yang portabel supaya bisa dibawa ke mana-mana," pungkasnya. (by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 12:33

Buana Mistik, Komunitas Penguak Mitos dan Hal Gaib di Banjarbaru

Kalau kebanyakan orang takut ditemui makhluk gaib. Orang-orang di komunitas…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*