MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 17 Maret 2018 05:00
Kehidupan Tenang Warga Pulau Kerasian di Kotabaru

Masih Pro Kontra Jadi Kawasan Wisata

PULAU KECIL: Pulau Kerasian di selatan Kotabaru berpotensi menjadi objek wisata.

PROKAL.CO, Tinggal di pulau kecil, luasnya tidak sampai enam kilometer persegi ada suka dan susahnya. Itu dirasakan di Pulau Kerasian, sebuah pulau kecil di gugusan Pulau Laut.

Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Kerasian

Pulau Kerasian berada di arah selatan Pulau Laut, Kotabaru. Kalau ditempuh dari pesisir Teluk Aru Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, perjalanan di laut bisa ditempuh sekitar setengah jam.

Dari Teluk Aru, rumah-rumah dan kapal nelayan di Pulau Kerasian jelas terlihat di seberang. Jika pakai speedboat, kata warga di Teluk Aru, ke pulau hanya sekitar 15 menit saja.

Sampai di Pulau Kerasian, penulis disuguhkan pemandangan menawan. Dari pinggir pulau, pesisir Pulau Laut terlihat hijau dengan perbukitannya. Di samping pulau, juga ada ada dua pulau kecil tampak berpenghuni.

Ditengok dari dermaga, terlihat banyak rumah berdiri di Pulau Kerasian. Bangunan rumah sebagian masih berbentuk panggung, dengan tiang tinggi. Ada dua jalan sejajar dari dermaga ke arah tengah pulau. Jalan-jalan itu dibuat dari semen.

Sejauh mata memandang, tidak ada pohon besar. Hanya ada pohon kelapa, pohon mangga, termasuk beberapa tanaman kayu keras yang diameter batangnya berukuran biasa.

Saat dikunjungi, musim sedang teduh. Angin berembus biasa. Laut tenang. "Beda kalau musim barat, anginnya kencang sekali di sini. Kadang ada yang atapnya terbang dibawa angin," kata Aswar, pemuda di Pulau Kerasian.

Meski rumah banyak di sana, suasananya tidak bising. Hanya terdengar suara pria di tepi pulau bekerja memperbaiki kapal. Suara tukang memperbaiki rumah. Juga suara anak-anak main kelereng. "Begini di sini tiap hari. Tenang," kata Aswar.

Beberapa warga bercerita saat dulu listrik belum masuk. Siang begini warga biasanya hanya kumpul-kumpul habiskan waktu. Main musik, main kartu, atau saling mengisahkan banyak hal. "Kami di sini semuanya saling mengenal, dari ujung ke ujung tahu namanya," ujar Suparmin, warga asal Sulawesi Barat.

Menurutnya, kehidupan di pulau dari dulu sampai sekarang tidak banyak berubah. Meski internet sudah lama masuk, anak-anak tetap bermain di luar. Hanya orang tua yang biasa menghabiskan waktu menonton TV, itu pun hari Jumat dan Minggu. Selain dua hari itu listrik hanya menyala malam hari.

Mereka suka tinggal di pulau karena suasananya tenang. Hampir tidak ada masalah. "Cuma dulu anak muda biasa mabuk. Sekarang tidak lagi, sudah banyak sekolah," timpal Aswar.

Biaya hidup juga murah. Ikan tinggal melaut atau memancing. Jika beras tidak ada, mereka makan ubi rebus atau jepa, makanan tradisional suku Mandar yang berbahan dasar ubi dengan kelapa.

Kondisi itu membuat warga terus bertahan di sana. "Sebenarnya dulu katanya pulau ini kosong. Nelayan dari Sulawesi Barat ke sini merantau, menetap akhirnya beranak cucu," kata Syaripuddin, warga lainnya.

Perasaan bosan tinggal di pulau justru dialami anak-anak muda di sana. "Setengah jam saja naik sepeda motor sudah selesai keliling pulau," kata Aswar. Itulah alasan beberapa anak muda lebih memilih merantau kerja ke luar pulau.

Ditanya soal rencana pemerintah menjadikan Pulau Kerasian dan sekitarnya sebagai objek wisata, tanggapan mereka beragam. Ada yang setuju karena membuat pulau ramai. Ada yang juga tidak, dengan alasan keamanan warga pulau. "Sebenarnya sudah banyak yang berkunjung ke sini. Kami juga sudah ada objek wisata, namanya Tangga Permai," ujar Kades Pulau Kerasian, Damri.

Wanita yang dulu berprofesi sebagai tenaga pengajar itu yakin jika pulau menjadi kawasan wisata maka ekonomi warga akan meningkat. "Kapal-kapal nelayan juga dapat tambahan pekerjaan, mengantar orang," bandingnya.

Damri mengungkapkan, pulau luasnya hanya 5,75 kilometer, dihuni 2.542 jiwa. "Ada enam ratusan kepala keluarga di sini. Mayoritas nelayan," paparnya.

Menurut Damri, selama ini warga mandiri menyelesaikan berbagai masalah di pulau. Seperti kesulitan air minum saat kemarau, diatasi dengan membuat sumur bor atau mengambil air minum dari pulau tetangga, Pulau Keramputan dan Pulau Kerayaan.(az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…

Senin, 02 April 2018 16:15

Kisah Perjuangan Kakek Nenek Mengasuh Cucu Yatim Piatu

Di usia senja, Jafar dan Nurbayah harus kehilangan anak satu-satunya dan menantu. Mereka kini mesti…

Sabtu, 31 Maret 2018 08:13

Mengikuti Sebagian Penggarapan Film Dokumenter Hidden Of Tapin

Tak banyak yang tahu tentang Kabupaten Tapin, kecuali soal batu bara. Nah, beberapa pemuda mencoba memperkenalkannya…

Sabtu, 31 Maret 2018 06:46

Bidang Humas Polda Kalsel, Berbaju Polisi, Tugas Bak Wartawan

Penampilan personil Polda Kalsel makin kekinian dan kasual. Tak melulu mengenakan seragam resmi. Terkadang,…

Jumat, 30 Maret 2018 15:40

Pengalaman Saparidi Jadi Sopir BPK Kuripan

Saparidi termasuk senior menjadi sukarelawan Barisan Pemadam Kebakaran di Banjarmasin. Inilah kisah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .