MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 17 Maret 2018 05:31
Kembali ke Titik Nol, Tawur Agung Sangat Penting Menjaga Keseimbangan
PERSEMBAHAN: Dalam Tawur Agung kemarin di Pura Jagat Natha, berbagai persembahan disajikan. Dalam ritual ini, persembahan dibawa berjalan kaki oleh para perempuan mengelilingi kompleks pura.Melaksanakan upacara Tawur Agung, sebagai persiapan menghadapi Hari Raya Nyepi.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sehari sebelum Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Banjarmasin melaksanakan upacara Tawur Agung. Terpusat di Pura Agung Jagat Natha, Jalan Gatot Subroto, kemarin (16/3) sore.

Wakil Ketua Suka Duka Pura Agung Jagat Natha, Made Supana mengatakan, Tawur Agung adalah upacara persembahan untuk menyeimbangkan alam semesta. Lazimnya digelar di perempatan jalan kota, tapi tak saklek, di pura pun boleh.

"Sama seperti Nyepi, Tawur Agung adalah upaya untuk kembali ke titik nol. Yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan," terangnya.

Dalam hidup yang semakin hiruk-pikuk, penuh kompetisi dan aral, penting untuk sejenak hening. Berdiam dan rehat. "Besok dalam Nyepi, diri menjadi kosong. Lusanya kembali ada. Dari tiada kembali tercipta. Tujuannya mencari keseimbangan," imbuhnya.

Sebelumnya, umat Hindu di Banjarmasin melaksanakan ritual Melasti. "Tiga hari yang lalu kami Melasti di Sungai Loban (Kabupaten Tanah Bumbu)," sambung Ketua Suka Duka Pura Agung Jagat Natha, Wayan Karyana.

Jika Tawur Agung mencari keseimbangan, maka Melasti mencari kesucian. Membersihkan jagat, lebih-lebih pribadi dari kekotoran. Penyucian penting sebelum memasuki fase introspeksi diri yang menjadi inti Nyepi.

Kemana kekotoran itu dibuang? Jawabnya ke laut. Karena laut dianggap sebagai muara segala sesuatu. Dari yang baik hingga yang buruk. "Dari Melasti menuju Nyepi, sehari setelahnya ada Ngembak Geni," imbuh Wayan.

Dalam Ngembak Geni atau biasa juga disebut Ngembak Api, keluarga dan tetangga berkumpul dan bertamu. Mengucapkan syukur dan saling memaafkan. Demi lembaran tahun baru yang bersih. "Karena itulah inti sebagai makhluk tuhan," tukasnya.

Hari Raya Nyepi 2018 jatuh pada Tahun Saka 1940. Dalam Nyepi, umat Hindu berdiam diri dalam senyap. Tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menyimak hiburan. (fud)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 14:05

Sudah Masuk DPT, Tapi Bagaimana Napi Kenali Para Caleg?

BANJARMASIN - Kampanye di dalam lapas dan rutan jelas dilarang.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:57

Balai Jalan Khawatirkan Kondisi Jalan Pulau Pinang

BANJARMASIN - Jalan Ahmad Yani menjadi rute vital yang bakal…

Minggu, 20 Januari 2019 13:11

50 Hari Jelang Haul Guru Sekumpul, Beberapa Jalan Perlu di Tambal dan Penerangan

MARTAPURA - Menghadapi Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, sangat banyak…

Minggu, 20 Januari 2019 12:52

Menengok Kawasan Rumah Disabilitas Milik Pemko

Diresmikan pada April 2018, kini tempat tinggal di kawasan Rumah…

Minggu, 20 Januari 2019 12:38

Paman Birin di Anugerahi Alumni Berprestasi

Keluarga Besar SMAN 5 (Smali) Banjarmasin menganugerahkan alumni berprestasi kepada…

Minggu, 20 Januari 2019 11:40

Sungai Kemuning Bakal Diservis Penuh

BANJARBARU - Pembangunan siring di sepanjang Sungai Kemuning terus berjalan.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:33

Pengelola Indekos Mulai Terapkan Jam Malam

BANJARBARU – Pernah mendapati pasangan belum menikah di indekos yang…

Minggu, 20 Januari 2019 11:17

Belum Genap Sebulan Bupati Banjar Kembali Rombak Kabinetnya

MARTAPURA - Tak sampai satu bulan, Bupati Banjar H Khalilurrahman…

Minggu, 20 Januari 2019 10:52

PJN Kalsel Siapkan Jalur Alternatif Untuk Warga Alalak

BANJARMASIN - Proses pembangunan Jembatan Alalak kian terlihat. Sebagian dinding…

Minggu, 20 Januari 2019 10:37

Pemko Dianggap Arogan

BANJARMASIN – Tahun ini, ruas jalan Banjarmasin akan bersih dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*