MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 19 Maret 2018 14:09
Terancam Punah, Kesenian Gandut Mesti Dimodifikasi Biar Diterima
DISKUSI: NSA Project Movement menggelar forum diskusi di Taman Budaya Kalsel, Sabtu malam. Mereka membahas soal kesenian Gandut.

PROKAL.CO, Kesenian Gandut sebagai kearifan lokal Kalsel terancam punah. Lantaran dianggap tak bermoral dan melanggar nilai-nilai keyakinan tertentu. Gaung pementasan bahkan tak lagi terdengar.

Untuk mencari jalan keluar, dari problem hilangnya kesenian gandut, NSA Project Movement menggelar forum diskusi. Temanya Gandut di Ambang Kepunahan. Gelaran tersebut berlangsung, Sabtu (17/3) malam, di Taman Budaya Kalsel.

Forum dengan tagline #mariberwakaffikir ini menghadirkan empat pemantik diskusi. Dari kalangan praktisi seni tradisional dan budayawan lokal, ada Abdul Rasyid dan Mukhlis Maman. Ada pula peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat, Muhammad Natsir.

Lantas, apa sebenarnya Gandut? Jika ditilik dari jejak sejarah, kesenian ini merupakan bagian tari tradisi. Lahir dan tenar sejak awal munculnya pada akhir abad 19.

Tarian ini dimainkan oleh pria dan wanita di lapangan terbuka. Usai hajatan yang digelar masyarakat Banjar, dengan diiringi alunan musik.

Istilah Gandut disematkan untuk sang penari perempuan. Disebut sebagi penggandutan.

Apa yang membuat kesenian ini menarik? Mukhlis Maman alias Julak Larau menyebut tari Gandut memiliki nilai-nilai filosofis. Selain itu, untuk menjadi penggandutan bukan perkara enteng. Tak cuma wajib menguasai tarian, tapi juga mesti pandai bela diri dan menyanyi. "Karena kalau tidak, tangan-tangan usil bakal mengadang penarinya. Harus pandai bersilat," kata saat diskusi.

Dipaparkan Mukhlis, kesenian Gandut juga sering dipentaskan ketika masyarakat Banjar menyambut masa panen.

Selain itu, Tari Gandut juga tenar lantaran menjadi arena pertarungan gengsi lelaki. Yang memberikan sawer kepada para penggandutan.

Bahkan, dalam kesenian Gandut, terdapat istilah manunggul. Sang lelaki hanya duduk dan penggandutan akan menari di hadapannya menunggu untuk disawer.

Sayang, tren inilah yang membuat Gandut mendapatkan pandangan buruk dari masyarakat. Lantaran dianggap amoral dan tak sesuai ajaran agama. Ujung-ujungnya, sejak tahun 1960 kesenian ini mulai jarang dipentaskan.

Menanggapi itu, Peneliti BPNB Kalbar, M Natsir mengatakan kesenian Gandut bisa saja dimodifikasi. Asal tak menghilangkan pakem tertentu. "Kalau manunggul dianggap amoral, bisa saja diubah. Minta penggandutan untuk tak menari secara eksotis," ujarnya.

Natsir menegaskan, kesenian Gandut harus dipertahankan. Sebagai kearifan lokal masyarakat Banjar. "Saya sudah bertemu dengan generasi terakhir penggandutan di Desa Pandahan, Kabupaten Tapin. Beliau bersedia untuk mengajarkan kembali Tari Gandut kepada generasi muda," tukasnya.

Menurutnya, regenerasi pelaku kesenian Gandut merupakan harga mati untuk dilakukan. Betapa tidak, gempuran perkembangan zaman sudah mengadang kalau pementasan dan regenerasi tak dilakukan.

Sementara itu, Founder NSA Movement Project, Novyandi Saputra punya pendapat sendiri. Jarangnya pementasan Gandut, membuat kesenian ini seakan-akan perlahan divakumkan.

"Jadi forum diskusi ini diperlukan. Kita membahasnya dan mempertahankannya dalam konteks kultural atau kebudayaan saja," pungkas Novyandi. (dom/ma/nur)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 14:39
BREAKING NEWS

Rencana Kunker Keluar Negeri Anggota DPRD Didemo Warga

BANJARMASIN -- Rencana kunjungan kerja anggota DPRD Kalsel ke luar…

Senin, 18 Februari 2019 13:25

Boyong Kadis PUPR, Komisi III DPRD Tinjau Titik Rawan Banjir

BANJARBARU - Musim hujan membuat beberapa titik di Banjarbaru tergenang…

Senin, 18 Februari 2019 11:57

Banjir Membuat Aktivitas Warga Kompleks Tapin Mandiri 3 Terhenti

RANTAU - Aktivitas warga Kompleks Tapin Mandiri 3 Kelurahan Rangda…

Senin, 18 Februari 2019 11:52

Perkumpulan Relawan Tidak Diawasi Pemprov

BANJARMASIN - Menjelang Pilpres, perkumpulan relawan marak bermunculan. Mereka berlomba-lomba…

Senin, 18 Februari 2019 11:25

Akibat Cuaca Buruk, Dua Penerbangan Mengalami Gagal Landing

BANJARBARU - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Banjarbaru,…

Senin, 18 Februari 2019 10:39

Semoga Aman dan Tertib, Warga Tabanio Gelar Doa Bersama

PELAIHARI – Pemilu 2019 sudah kian dekat. Kondisi suasana perpolitikan…

Senin, 18 Februari 2019 10:12

Pipa Bocor PDAM Bandarmasih Selesai Diperbaiki

BANJARMASIN - Warga Banjarmasin layak bergembira. Suplai air bersih ke…

Senin, 18 Februari 2019 10:00

Akhir Februari Dieksekusi, Pemko dan Pemilik Bangunan Tak Kunjung Bertemu

BANJARMASIN – Pertemuan antara Pemko Banjarmasin dan delapan pemilik bangunan…

Senin, 18 Februari 2019 09:50

Ananda Ingatkan Pemko Untuk Lebih Teliti Serta Tidak Gegabah

BANJARMASIN – Ketua DPRD Banjarmasin, Ananda angkat bicara. Soal kondisi…

Senin, 18 Februari 2019 08:44

Wawali Menghadiri Sekaligus Membuka RAT GAKOPRIM Banjarbaru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan didampingi Ketua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*