MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 19 Maret 2018 14:09
Terancam Punah, Kesenian Gandut Mesti Dimodifikasi Biar Diterima
DISKUSI: NSA Project Movement menggelar forum diskusi di Taman Budaya Kalsel, Sabtu malam. Mereka membahas soal kesenian Gandut.

PROKAL.CO, Kesenian Gandut sebagai kearifan lokal Kalsel terancam punah. Lantaran dianggap tak bermoral dan melanggar nilai-nilai keyakinan tertentu. Gaung pementasan bahkan tak lagi terdengar.

Untuk mencari jalan keluar, dari problem hilangnya kesenian gandut, NSA Project Movement menggelar forum diskusi. Temanya Gandut di Ambang Kepunahan. Gelaran tersebut berlangsung, Sabtu (17/3) malam, di Taman Budaya Kalsel.

Forum dengan tagline #mariberwakaffikir ini menghadirkan empat pemantik diskusi. Dari kalangan praktisi seni tradisional dan budayawan lokal, ada Abdul Rasyid dan Mukhlis Maman. Ada pula peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat, Muhammad Natsir.

Lantas, apa sebenarnya Gandut? Jika ditilik dari jejak sejarah, kesenian ini merupakan bagian tari tradisi. Lahir dan tenar sejak awal munculnya pada akhir abad 19.

Tarian ini dimainkan oleh pria dan wanita di lapangan terbuka. Usai hajatan yang digelar masyarakat Banjar, dengan diiringi alunan musik.

Istilah Gandut disematkan untuk sang penari perempuan. Disebut sebagi penggandutan.

Apa yang membuat kesenian ini menarik? Mukhlis Maman alias Julak Larau menyebut tari Gandut memiliki nilai-nilai filosofis. Selain itu, untuk menjadi penggandutan bukan perkara enteng. Tak cuma wajib menguasai tarian, tapi juga mesti pandai bela diri dan menyanyi. "Karena kalau tidak, tangan-tangan usil bakal mengadang penarinya. Harus pandai bersilat," kata saat diskusi.

Dipaparkan Mukhlis, kesenian Gandut juga sering dipentaskan ketika masyarakat Banjar menyambut masa panen.

Selain itu, Tari Gandut juga tenar lantaran menjadi arena pertarungan gengsi lelaki. Yang memberikan sawer kepada para penggandutan.

Bahkan, dalam kesenian Gandut, terdapat istilah manunggul. Sang lelaki hanya duduk dan penggandutan akan menari di hadapannya menunggu untuk disawer.

Sayang, tren inilah yang membuat Gandut mendapatkan pandangan buruk dari masyarakat. Lantaran dianggap amoral dan tak sesuai ajaran agama. Ujung-ujungnya, sejak tahun 1960 kesenian ini mulai jarang dipentaskan.

Menanggapi itu, Peneliti BPNB Kalbar, M Natsir mengatakan kesenian Gandut bisa saja dimodifikasi. Asal tak menghilangkan pakem tertentu. "Kalau manunggul dianggap amoral, bisa saja diubah. Minta penggandutan untuk tak menari secara eksotis," ujarnya.

Natsir menegaskan, kesenian Gandut harus dipertahankan. Sebagai kearifan lokal masyarakat Banjar. "Saya sudah bertemu dengan generasi terakhir penggandutan di Desa Pandahan, Kabupaten Tapin. Beliau bersedia untuk mengajarkan kembali Tari Gandut kepada generasi muda," tukasnya.

Menurutnya, regenerasi pelaku kesenian Gandut merupakan harga mati untuk dilakukan. Betapa tidak, gempuran perkembangan zaman sudah mengadang kalau pementasan dan regenerasi tak dilakukan.

Sementara itu, Founder NSA Movement Project, Novyandi Saputra punya pendapat sendiri. Jarangnya pementasan Gandut, membuat kesenian ini seakan-akan perlahan divakumkan.

"Jadi forum diskusi ini diperlukan. Kita membahasnya dan mempertahankannya dalam konteks kultural atau kebudayaan saja," pungkas Novyandi. (dom/ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 14:24

Wabup Hadiri Rakornas Kemendesa PDTT

PARINGIN --- Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa), melalui…

Kamis, 15 November 2018 14:22

Batumandi Menuju Kecamatan Sayang Ibu

PARINGIN --- - Tim pembinaan dan monitoring Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Provinsi Kalsel tahun 2018, Selasa,…

Kamis, 15 November 2018 14:16

Desa Baramban Wakili Balangan di P2WKSS

PARINGIN --- //KUNJUNGAN : Ketua TP PKK Balangan Nursidah Ansharuddin (empat dari kanan) memperkenalkan…

Kamis, 15 November 2018 11:50

Mimpikan Sudimampir Seperti Tanah Abang

WAKIL Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah memimpin rapat tertutup di ruang Sekdako Banjarmasin, Balai…

Kamis, 15 November 2018 11:43

Gagal Uji Emisi Tak Ada Sanksi, Ini Kata Wahyu Hadi Cahyono

BANJARMASIN – Puluhan kendaraan roda empat gagal melewati uji emisi. Artinya, para pemilik mobil…

Kamis, 15 November 2018 11:30

AWAS Jangan Merokok Ditempat Umum, Ini Alasannya

LIMA tahun silam, Pemko Banjarmasin menerbitkan Perda No 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).…

Kamis, 15 November 2018 11:20

AKUR...! Beda Pilihan, Tetap Bersaudara

BANJARMASIN - 2019 akan menjadi tahun politik di Indonesia. Ada perhelatan pemilu legislatif dan pemilihan…

Kamis, 15 November 2018 10:26

Ini Alasan Bupati Tanbu Minta Wanita untuk Berinovasi

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menerima kunjungan tim evaluasi Penilai Lomba Program Terpadu…

Kamis, 15 November 2018 10:19

APKASI Perjuangkan Tuntutan Tenaga Honorer

BATULICIN - Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Indonesia (APKASI) Mardani H Maming, memberikan arahan…

Kamis, 15 November 2018 10:13

Wariskan Nilai Perjuangan Dan Patriotisme

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan upacara gabungan dalam rangka memperingati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .