MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 19 Maret 2018 14:09
Terancam Punah, Kesenian Gandut Mesti Dimodifikasi Biar Diterima
DISKUSI: NSA Project Movement menggelar forum diskusi di Taman Budaya Kalsel, Sabtu malam. Mereka membahas soal kesenian Gandut.

PROKAL.CO, Kesenian Gandut sebagai kearifan lokal Kalsel terancam punah. Lantaran dianggap tak bermoral dan melanggar nilai-nilai keyakinan tertentu. Gaung pementasan bahkan tak lagi terdengar.

Untuk mencari jalan keluar, dari problem hilangnya kesenian gandut, NSA Project Movement menggelar forum diskusi. Temanya Gandut di Ambang Kepunahan. Gelaran tersebut berlangsung, Sabtu (17/3) malam, di Taman Budaya Kalsel.

Forum dengan tagline #mariberwakaffikir ini menghadirkan empat pemantik diskusi. Dari kalangan praktisi seni tradisional dan budayawan lokal, ada Abdul Rasyid dan Mukhlis Maman. Ada pula peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat, Muhammad Natsir.

Lantas, apa sebenarnya Gandut? Jika ditilik dari jejak sejarah, kesenian ini merupakan bagian tari tradisi. Lahir dan tenar sejak awal munculnya pada akhir abad 19.

Tarian ini dimainkan oleh pria dan wanita di lapangan terbuka. Usai hajatan yang digelar masyarakat Banjar, dengan diiringi alunan musik.

Istilah Gandut disematkan untuk sang penari perempuan. Disebut sebagi penggandutan.

Apa yang membuat kesenian ini menarik? Mukhlis Maman alias Julak Larau menyebut tari Gandut memiliki nilai-nilai filosofis. Selain itu, untuk menjadi penggandutan bukan perkara enteng. Tak cuma wajib menguasai tarian, tapi juga mesti pandai bela diri dan menyanyi. "Karena kalau tidak, tangan-tangan usil bakal mengadang penarinya. Harus pandai bersilat," kata saat diskusi.

Dipaparkan Mukhlis, kesenian Gandut juga sering dipentaskan ketika masyarakat Banjar menyambut masa panen.

Selain itu, Tari Gandut juga tenar lantaran menjadi arena pertarungan gengsi lelaki. Yang memberikan sawer kepada para penggandutan.

Bahkan, dalam kesenian Gandut, terdapat istilah manunggul. Sang lelaki hanya duduk dan penggandutan akan menari di hadapannya menunggu untuk disawer.

Sayang, tren inilah yang membuat Gandut mendapatkan pandangan buruk dari masyarakat. Lantaran dianggap amoral dan tak sesuai ajaran agama. Ujung-ujungnya, sejak tahun 1960 kesenian ini mulai jarang dipentaskan.

Menanggapi itu, Peneliti BPNB Kalbar, M Natsir mengatakan kesenian Gandut bisa saja dimodifikasi. Asal tak menghilangkan pakem tertentu. "Kalau manunggul dianggap amoral, bisa saja diubah. Minta penggandutan untuk tak menari secara eksotis," ujarnya.

Natsir menegaskan, kesenian Gandut harus dipertahankan. Sebagai kearifan lokal masyarakat Banjar. "Saya sudah bertemu dengan generasi terakhir penggandutan di Desa Pandahan, Kabupaten Tapin. Beliau bersedia untuk mengajarkan kembali Tari Gandut kepada generasi muda," tukasnya.

Menurutnya, regenerasi pelaku kesenian Gandut merupakan harga mati untuk dilakukan. Betapa tidak, gempuran perkembangan zaman sudah mengadang kalau pementasan dan regenerasi tak dilakukan.

Sementara itu, Founder NSA Movement Project, Novyandi Saputra punya pendapat sendiri. Jarangnya pementasan Gandut, membuat kesenian ini seakan-akan perlahan divakumkan.

"Jadi forum diskusi ini diperlukan. Kita membahasnya dan mempertahankannya dalam konteks kultural atau kebudayaan saja," pungkas Novyandi. (dom/ma/nur)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 14:20

GAWAT! Stok Darah di PMI Banjarmasin Menipis

BANJARMASIN – Ketersediaan darah sehat di Unit Donor Daerah (UDD) PMI Kota Banjarmasin hanya sebanyak…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Diduga Money Politik, Paslon Nomor Satu di Tanah Laut Dilaporkan ke Bawaslu

PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima aduan dari Badrul…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:26

Ibnu: Lelang Ketiga Proyek RS Sultan Suriansyah Bakal Berhasil

BANJARMASIN - Setelah dua kali proyek lanjutan Rumah Sakit Sultan Suriansyah gagal lelang, Wali Kota…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:09

Kinerja Anggaran Pemko Banjarmasin Tak Memuaskan DPRD, ini Pembelaan Ibnu

DPRD tak puas dengan kinerja pemko. Dibanding tahun 2016, kinerja APBD 2017 jauh menurun. Gara-gara…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Sabtu, 23 Juni 2018 08:34

Wabup dan Sekda Sedih Ditinggal Mardani

BATULICIN - Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar halalbihalal  bersama Bupati Tanah…

Sabtu, 23 Juni 2018 08:32

Bupati Tanbu Minta Maaf Sekaligus Pamitan

BATULICIN - Segenap jajaran Pemkab Tanbu memanfaatkan suasana hari raya idul fitri 1439 hijriah dengan…

Sabtu, 23 Juni 2018 08:30

Kemajuan Makin Terasa di Era Mardani

BATULICIN – Hampir dua  tahun kepemimpinan Bupati Mardani H Maming dan H Sudian Noor, sudah…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .