MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 21 Maret 2018 12:50
Anak Punk Asal Makassar ini Mengaku Tak Betah di Banua

Kumpul Orang Gila, Menangis Minta Dijemput Orang Tua

TUNGGU DIJEMPUT: Dua anak punk asal Makassar, AN dan HD, saat berada di Panti Sosial Budi Luhur menunggu dijemput keluarganya.

PROKAL.CO, AN, remaja berusia 16 tahun asal Makassar ini memilih menjadi anak punk. Dia pun rela meninggalkan keluarganya tanpa pamit, demi bisa berkumpul dengan komunitas anak punk di Kalsel. Namun baru satu bulan di Banua, dia sudah tak betah.

SUTRISNO, Banjarbaru

AN bersama temannya sesama anak punk berinisial HD, 17, Selasa (20/3) kemarin berada di Panti Sosial Budi Luhur, Jalan A Yani Km 29,6 Banjarbaru. Dia terlihat cemas menunggu kedatangan ibunya dari Makassar yang akan menjemput mereka pulang.

Mereka sudah berada di panti sejak Minggu (18/3) tadi, usai ditemukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Panti Sosial Budi Luhur di kawasan Jalan RK Ilir, Banjarmasin. "Kami dihubungi Dinas Sosial Makassar untuk mencari mereka, atas permintaan orang tua AN," kata Peksos Pelaksana Pemula Panti Sosial Budi Luhur Rudi Wijaya.

Dia mengungkapkan, AN dan HD mereka temukan saat berkumpul dengan para anak punk. Ketika itu, kedua remaja tersebut memang sedang menunggu untuk dijemput. "Mereka menghubungi orang tua AN, minta dijemput karena tak betah di sini," ungkapnya.

Sementara itu, AN mengaku ingin pulang lantaran tak kuat hidup sebagai anak punk di Banua. "Saya tak sanggup jadi anak punk di sini. Untung saya masih ingat nomor ponsel ibu," ujarnya.

Dia bersama HD ke Kalsel pada 16 Februari 2018, menggunakan kapal laut jurusan Makassar - Batulicin. "Kami ke sini untuk mengantar teman. Kasihan dia pulang ke Banjarmasin sendiri, setelah menghadiri acara di Sulawesi," ungkap AN.

Dia menuturkan, selama di Banua hidup mereka penuh kesusahan, sebab tak membawa banyak uang. Dua remaja laki-laki itu harus mengamen demi bisa membeli sesuap nasi. "Uang kami hanya cukup membeli tiket kapal, ke Banjarmasin saja kami ikut mobil pikap," ujarnya.

Belum lagi dengan gencarnya razia yang dilakukan Satpol PP Banjarmasin, membuat mereka harus berhati-hati saat mengamen. "Kami pernah satu kali diamankan, lalu ditampung di rumah singgah. Saat itu, kami dicampur dengan gepeng dan orang gila. Itu yang membuat kami tak betah di sini," ungkap remaja berambut cepak berwarna kuning ini.

Hal lain yang membuat mereka tidak betah menurutnya ialah kerasnya kehidupan malam di Banjarmasin. "Teman saya ada yang sampai kena tusuk, karena berkelahi," tuturnya.

Saking tak betahnya, HD mengungkapkan AN sempat menangis lantaran ingin cepat pulang ke Makassar. "Kami tak punya uang untuk pulang, jadi AN menelpon ibunya agar dijemput," katanya, yang juga mengaku sudah lama tak bertemu dengan ibu dan ayahnya.

Beruntung, kemarin mereka berhasil dipertemukan dengan orang tua AN atas kerja keras Panti Asuhan Budi Luhur. Kemudian dibawa pulang ke Makassar. (al/bin)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Jumat, 27 Juli 2018 17:01

Kisah Haru Nenek Mustika, Guru Ngaji yang Tinggal di Rumah Reot

Mengongkosi putranya yang mengalami keterbelakangan mental, Nenek Mustika hidup di sebuah rumah yang…

Jumat, 27 Juli 2018 15:28

Suka Duka Petugas Kebersihan Pasar Sungai Andai

Titin (49) membersihkan sendirian Pasar Tradisional Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Tumpukan kresek…

Rabu, 25 Juli 2018 09:49

Teater Rakyat untuk Kado Ultah Himasindo FKIP ULM

Kada Sakuning Banih Maurai adalah lakon yang sederhana, menghibur, dan Banjar banget. Jalan cerita dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .