MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 21 Maret 2018 12:50
Anak Punk Asal Makassar ini Mengaku Tak Betah di Banua

Kumpul Orang Gila, Menangis Minta Dijemput Orang Tua

TUNGGU DIJEMPUT: Dua anak punk asal Makassar, AN dan HD, saat berada di Panti Sosial Budi Luhur menunggu dijemput keluarganya.

PROKAL.CO, AN, remaja berusia 16 tahun asal Makassar ini memilih menjadi anak punk. Dia pun rela meninggalkan keluarganya tanpa pamit, demi bisa berkumpul dengan komunitas anak punk di Kalsel. Namun baru satu bulan di Banua, dia sudah tak betah.

SUTRISNO, Banjarbaru

AN bersama temannya sesama anak punk berinisial HD, 17, Selasa (20/3) kemarin berada di Panti Sosial Budi Luhur, Jalan A Yani Km 29,6 Banjarbaru. Dia terlihat cemas menunggu kedatangan ibunya dari Makassar yang akan menjemput mereka pulang.

Mereka sudah berada di panti sejak Minggu (18/3) tadi, usai ditemukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Panti Sosial Budi Luhur di kawasan Jalan RK Ilir, Banjarmasin. "Kami dihubungi Dinas Sosial Makassar untuk mencari mereka, atas permintaan orang tua AN," kata Peksos Pelaksana Pemula Panti Sosial Budi Luhur Rudi Wijaya.

Dia mengungkapkan, AN dan HD mereka temukan saat berkumpul dengan para anak punk. Ketika itu, kedua remaja tersebut memang sedang menunggu untuk dijemput. "Mereka menghubungi orang tua AN, minta dijemput karena tak betah di sini," ungkapnya.

Sementara itu, AN mengaku ingin pulang lantaran tak kuat hidup sebagai anak punk di Banua. "Saya tak sanggup jadi anak punk di sini. Untung saya masih ingat nomor ponsel ibu," ujarnya.

Dia bersama HD ke Kalsel pada 16 Februari 2018, menggunakan kapal laut jurusan Makassar - Batulicin. "Kami ke sini untuk mengantar teman. Kasihan dia pulang ke Banjarmasin sendiri, setelah menghadiri acara di Sulawesi," ungkap AN.

Dia menuturkan, selama di Banua hidup mereka penuh kesusahan, sebab tak membawa banyak uang. Dua remaja laki-laki itu harus mengamen demi bisa membeli sesuap nasi. "Uang kami hanya cukup membeli tiket kapal, ke Banjarmasin saja kami ikut mobil pikap," ujarnya.

Belum lagi dengan gencarnya razia yang dilakukan Satpol PP Banjarmasin, membuat mereka harus berhati-hati saat mengamen. "Kami pernah satu kali diamankan, lalu ditampung di rumah singgah. Saat itu, kami dicampur dengan gepeng dan orang gila. Itu yang membuat kami tak betah di sini," ungkap remaja berambut cepak berwarna kuning ini.

Hal lain yang membuat mereka tidak betah menurutnya ialah kerasnya kehidupan malam di Banjarmasin. "Teman saya ada yang sampai kena tusuk, karena berkelahi," tuturnya.

Saking tak betahnya, HD mengungkapkan AN sempat menangis lantaran ingin cepat pulang ke Makassar. "Kami tak punya uang untuk pulang, jadi AN menelpon ibunya agar dijemput," katanya, yang juga mengaku sudah lama tak bertemu dengan ibu dan ayahnya.

Beruntung, kemarin mereka berhasil dipertemukan dengan orang tua AN atas kerja keras Panti Asuhan Budi Luhur. Kemudian dibawa pulang ke Makassar. (al/bin)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Kamis, 05 April 2018 12:11

Noor Ainah, Wakil Pantomim dari Banjarmasin

Motivasi Noor Ainah untuk bermain pantomim begitu polos. Dia ingin mejeng di halaman koran. Dilihat…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…

Senin, 02 April 2018 16:15

Kisah Perjuangan Kakek Nenek Mengasuh Cucu Yatim Piatu

Di usia senja, Jafar dan Nurbayah harus kehilangan anak satu-satunya dan menantu. Mereka kini mesti…

Sabtu, 31 Maret 2018 08:13

Mengikuti Sebagian Penggarapan Film Dokumenter Hidden Of Tapin

Tak banyak yang tahu tentang Kabupaten Tapin, kecuali soal batu bara. Nah, beberapa pemuda mencoba memperkenalkannya…

Sabtu, 31 Maret 2018 06:46

Bidang Humas Polda Kalsel, Berbaju Polisi, Tugas Bak Wartawan

Penampilan personil Polda Kalsel makin kekinian dan kasual. Tak melulu mengenakan seragam resmi. Terkadang,…

Jumat, 30 Maret 2018 15:40

Pengalaman Saparidi Jadi Sopir BPK Kuripan

Saparidi termasuk senior menjadi sukarelawan Barisan Pemadam Kebakaran di Banjarmasin. Inilah kisah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .