MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Maret 2018 07:56
Parlementaria Balangan
Wakil Ketua DPRD Balangan: Desa Marajai Harus Dilindungi
SURVEI : Waket II DPRD Balangan M Nor Iswan (kanan) saat ikut survei ke hutan Desa Marajai Kecamatan Halong.

PROKAL.CO, INGIN - Hutan Meratus di Kabupaten Balangan, tepatnya yang masuk dalam wilayah Desa Marajai Kecamatan Halong, ternyata memiliki koleksi ratusan tanaman langka khas Kalimantan, dari pohon, buah-buahan hingga bunga. Sisi lain kekayaan hutan Meratus ini terkuak saat seorang pemerhati tanaman khas Kalimantan, Hanif Wicaksono melakukan observasi di sana. Berdasarkan catatan Hanif, setidaknya ada 150 tanaman langka dalam hutan Meratus di Desa Marajai yang berjarak sekitar 45 kilometer dari ibu kota Kabupaten Balangan tersebut. Potensi Desa Marajai ini mendapat perhatian khusus dari DPRD setempat. Bahkan Wakil Ketua DPRD Balangan M Nor Iswan secara langsung beberapa waktu lalu turut serta dalam melakukan survei ke hutan Desa Marajai, bersama Tim Kebun Raya Balangan. Saat ditemui wartawan Iswan mengakui bahwa, Desa Marajai memang termasuk desa yang unik di Balangan, khususnya dalam keanekaragaman hayatinya. Untuk itu ia menegaskan Desa Marajai harus dilindungi dalam pengelolaan tanamannya, karena di sana banyak sekali ditemui tanaman langka dan tanaman buah langka. Upaya yang harus diambil pemerintah, kata dia, yaitu sesegera mungkin melakukan pendataan terhadap tanaman dan buah apa saja yang ada di Marajai. Kemudian, lanjutnya, mengedukasi masyarakat Desa Marajai tentang pentingnya menjaga tanaman yang ada di desanya, dan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang mau menjaga tanaman dan tanaman buah langka tersebut. Dan yang terpenting, Iswan menyarankan kepada pemerintah daerah agar secepatnya mengusulkan ke pemerintah pusat, supaya Desa Marajai dijadikan desa plasma tanaman buah langka pertama di Indonesia. “Yang kita khawatirkan, ada ekspansi karet dan sawit yang mengancam tanaman lokal di sana,” ungkapnya. (why/ema)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 16:12

Dafam Awali Tahun Dengan Silaturahmi

BANJARBARU – Manajemen Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Rabu (16/1)…

Rabu, 16 Januari 2019 16:04

Masih Dipusingkan Soal DPT

JANGAN DULU memikirkan ide kampanye di Lapas, Pemerintah dan penyelenggara…

Rabu, 16 Januari 2019 14:00

Barito Rekrut Pemain Liga 3

BANJARMASIN – Barito Putera juga mengikat tiga pemain baru. Mantan…

Rabu, 16 Januari 2019 13:36

Proyek Masa Depan, Manajemen Barito Beri Kontrak Jangka Panjang

JAKARTA - Barito Putera mengonfirmasi pemberian kontrak jangka panjang untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 12:55

Empat Kabupaten Dalam Siaga Bencana

BANJARMASIN - Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir,…

Rabu, 16 Januari 2019 12:49

Berebut Suara Penghuni Penjara

Narapidana di Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tetap diberikan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:41

Persaingan Mulai Berjalan Tidak Sehat

BANJARMASIN - Telepon seluler Akhmad Zainuddin Djahri terus berdering. Semua…

Rabu, 16 Januari 2019 12:32

Banjir Membuat Dua Kecamatan di Tapin Lumpuh

Banjir selalu menjadi momok di musim hujan. Yang paling menyedihkan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:28

Uji Petik Pendapatan THM, Tujuannya Ini...

BANJARMASIN – Uji petik terhadap pendapatan tempat hiburan malam di…

Rabu, 16 Januari 2019 10:21

Revitalisasi 154 Hektare Kawasan Kumuh

BANJARMASIN – Kawasan kumuh di Banjarmasin di klaim tersisa 154…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*