MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 28 Maret 2018 11:55
Dituntut 5 Tahun Penjara, Iwan: Mudah-mudahan ini Hidayah
SIAPKAN PEMBELAAN : Iwan Rusmali saat dijenguk dalam tahanan.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Begitu mendengar tuntutan yang dibacakan jaksa, Iwan Rusmali dan Andi Effendi langsung tertunduk. Dua terdakwa kasus suap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih itu dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Selasa (27/3), kemarin.

Mereka mereka dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a UndangUndang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif pertama.

Mantan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali masih berusaha terlihat tegar. "Pembelaan akan saya sampaikan nanti,” ujar Iwan yang tanpa banyak bicara usai keluar ruang persidangan kemarin.

Tuntutan lima tahun penjara, juga dirasa Mantan Ketua Pansus Andi Effendi, berat. Meski demikian, dia berharap, tuntutan lima tahun penjara dan denda sebesar Rp250 juta, subsider enam bulan kurungan sebagai hidayah bagi dirinya. “Mudah-mudahan ini sebagai hidayah,” tutur Andi sambil berlalu.

Selain menjalani masa tahanan serta denda. Andi harus membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp25 juta. Apabila dia tak membayar UP tersebut dalam waktu 1 bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, harta benda Andi dapat disita oleh jaksa, atau dijatuhi penjara selama 6 bulan.

Membacakan 300 halaman surat tuntutan. Dua orang JPU KPK yang terdiri dari M Asri dan Zainal Abidin menyatakan, yang memberatkan tuntutan kepada kedua terdakwa adalah mereka tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sementara, yang meringankan bagi kedua terdakwa adalah, Iwan dan Andi mengakui kesalahan dan perbuatannya. “Selain itu kedua terdakwa tidak pernah dihukum,” kata M Asri.

Kuasa hukum terdakwa meminta kepada majelis hakim dapat memberi waktu 14 hari untuk menyusun pembelaan. Ketua Majelis Hakim, Sihar Hamonangan Purba menetapkan sidang selanjutnya pada 10 April mendatang dengan agenda penyampaian pembelaan dari terdakwa.

Seperti diketahui, selain menyeret Iwan dan Andi. Kasus ini juga menyeret mantan Dirut PDAM Bandarmasih dan Manajer Keuangannya, Trensis. Keduanya sudah mendekam dalam sel tahanan Lapas Banjarbaru, Muslih divonis penjara 1 tahun 5 bulan dan denda Rp50 juta, subsider satu bulan kurungan. Sementara, Trensis di vonis lebih ringan, yakni hanya 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*