MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 30 Maret 2018 16:02
TERCYDUK !!! Kades dan Kontraktor jadi Tersangka

Dugaan Korupsi Dana Desa Bungur di Batumandi

PROKAL.CO, PARINGIN - Kepala Desa Bungur, Kecamatan Batumandi Rahmansyah dan seorang kontraktor bernama Bambang Hermanto Kamis (29/3) kemarin resmi ditetapkan Kejaksaan Negeri Balangan sebagai tersangka. Mereka terjerat kasus penyelewengan Anggaran Dana Desa dengan nilai proyek mencapai Rp283 juta.

Penetapan tersangka atas kedua orang ini, setelah dilakukan pelimpahan berkas oleh Polres Balangan yang menangani kasus dengan total kerugian negara sebesar Rp40 juta lebih tersebut.

Kedua saat ini sudah dititipkan di Lapas Tipikor Banjarmasin usai dinyatakan sehat dan berkasnya lengkap, sambil menunggu proses penyerahan berkas ke pengadilan.

Ditemui di ruang dinasnya, Kasi Pidsus Kejari Balangan Herry Wahyudhi mengungkapkan, kasus ini terjadi pada tahun 2016 lalu pada proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Puul Permai dengan anggaran sebesar Rp200 juta, dan pembangunan pagar kantor desa sebesar Rp83 juta.

Pada pengerjaan proyek ini Rahmansyah selaku Kepala Desa saat itu menunjuk CV Batumandi Permai milik Bambang Hermanto.

Dari hasil audit oleh Inspektorat Balangan melalui audit khusus pengelolaan keuangan yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Khusus, Nomor : 705/08/TIM/LHP-KS/Inspektorat-BLG/2017 tanggal 5 Oktober 2016, dalam pembangunan JUT Puul Permai dan pembangunan Pagar Kantor Desa Bungur 2016, diduga telah menimbulkan kerugian uang negara.

Beberapa kejanggalan di antaranya yakni hasil survei penetapan harga bahan/alat tidak didokumentasikan, tidak dibuatnya berita acara penelitian hasil pekerjaan dan penerimaan, baik kegiatan yang dilaksanakan dengan cara swakelola atau pihak ketiga.

Penunjukan CV Batumandi Permai sebagai pelaksana kegiatan pembuatan Jalan Usaha Tani diakui sudah melalui rapat desa, namun tidak dapat dibuktikan dengan adanya berita acara rapat, notulen daftar hadir ataupun foto pelaksanaan.

Surat penawaran harga CV kepada pPK untuk kedua pekerjaan tersebut tidak ada. Kemudian adanya kelebihan pembayaran dari PPK ke CV Batumandi Permai pada kegiatan bantuan Jalan Usaha Tani sebesar Rp32.743.850, dan kelebihan pembayaran dari PPK ke CV Batumandi Permai pada kegiatan pagar kantor desa sebesar Rp15.406.250.

“Bambang mengakui dia telah mengembalikan sebagian dari kelebihan pembayaran tersebut,” ungkap Herry.

Kedua tersangka ini akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Jo 55 Pasal 3 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman 20 tahun penjara.

Lebih lanjut Herry berharap, adanya kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi para Kepala Desa dan kontraktor, dan menggunakan dana desa sesuai aturan. (why/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*