MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

LIFESTYLE

Senin, 02 April 2018 16:50
Tamara Mayaretta, si Gadis Yellow

Kuning Bikin Bahagia

Tamara Mayaretta

PROKAL.CO, “Berbeda itu bukan masalah”. Kalimat itu diucapkan Tamara Mayaretta. Sadar akan kegemarannya yang tak biasa, perempuan 20 tahun ini menyebut dirinya; maniak kuning.

Tia Lalita Novitri, Banjarmasin

Minggu (25/3), saya mampir ke rumah Tamara. Di Jalan Sultan Adam, Kompleks Mandiri Lestari, Blok A1. Tempat tinggalnya itu berada di sisi kanan jalan, berpagar hitam.

Dari luar, rumahnya tampak biasa saja. Tak ada tanda-tanda jika penghuninya penyuka warna kuning.

Beberapa saat kemudian, perempuan berperawakan sedang membukakan pintu. Mengenakan busana syar’i berwarna kuning, dengan sedikit variasi hitam di pergelangan tangan. Itulah Tamara. Ia pun mempersilakan masuk.

Sama halnya di teras rumah, belum tampak adanya ornamen kuning di ruang tamu. Yang menandakan ia betul-betul pencinta kuning.

Di rumah, Tamara memang tinggal bersama kedua orang tua dan adik laki-lakinya.

“Heran ya? Kalau mencari yang ada kuning-kuning bukan di sini. Ayo ikut aku,” ucapnya sambil tersenyum. Kami pun berjalan menuju sebuah pintu di sisi kanan rumah. Ternyata itu kamar Tamara.

Begitu membuka pintu kamar, mata langsung disambut dengan warna cerah. Satu kalimat saja; kuning di mana-mana. 180 derajat berbeda dengan ruang utama. Yang cenderung memakai warna-warna gelap seperti hitam dan krim redup.

Kamar itu tak seberapa besar. Luasnya hanya sekitar 3x2,5 meter persegi. Lemari pakaian dua pintu berada di sisi kanan. Sementara di kiri terdapat beberapa hiasan dinding yang berjejer rapi. Warnanya? Sudah pasti kuning. Begitu juga dengan kasur, komplet dengan sarungnya.

Di atas kasur juga ada bantal hias yang tersusun rapi. Bentuknya beragam. Ada kupu-kupu, telapak tangan, boneka, dan wajah karakter beruang fiksi, Winnie the Pooh. Semua warna dasarnya, kuning.

Aksen kuning tak cuma diterapkan pada tempat tidur ataupun aksesori kamar. Dinding dan plafon juga dicat dengan warna keramat itu. Termasuk di kamar mandi.

Tamara juga penggemar Winnie the Pooh. Tujuh stiker karakter kartun itu menempel cantik di dinding kamarnya. Ada pula yang berbentuk lampu tidur, case smartphone, figura dan termos kecil. Semuanya tersusun rapi di rak dinding minimalis. Warnanya? Lagi-lagi kuning.

“Warnanyalah yang bikin aku suka Winnie the Pooh,” sebut putri sulung pasangan Yayat dan Damayanti itu.

Kecintaannya pada warna kuning dimulai sejak 2010 silam. Ketika baru masuk SMA.

Awalnya tak sengaja. Kala itu Tamara senang mengumpulkan barang-barang berwarna cerah. Merah, pink, oranye, putih dan kuning. Mulai dari peralatan belajar hingga aksesori.

“Pas dikumpulkan, eh kok banyakan kuning ya?,” imbuhnya tertawa. Sejak saat itu, ia perlahan menambah koleksi. Sampai akhirnya, disebutnya lebih dari seratus benda berwarna kuning terkumpul. Kotak pensil jadi barang kuning pertama yang ia punya.

Bagi Tamara, warna kuning memberinya kebahagiaan. Tidak ada istilah mata sakit ataupun risih ketika ia melihat cerahnya warna tersebut.

Saking cintanya dengan kuning, barang sekecil jarum pentul pun mesti berwarna kuning. Begitu juga dengan peralatan ibadah. Sajadah, tasbih, mukena hingga Alquran plus mejanya.

Demi mendapatkan barang berwarna kuning, Tamara rela mesti menunggu berminggu-minggu untuk memperolehnya. Alquran misalnya.

Ceritanya, saat itu ia menonton acara televisi yang mengulas tentang barang-barang unik. Kebetulan topiknya Alquran berwarna-warni. Seketika Tamara berniat menghubungi pengada Alquran tersebut.

Lewat Instagram, ia pun berhasil memesan yang diinginkan. Dua pekan kemudian, kiriman paket dari Pulau Jawa itu tiba di rumahnya.

“Beberapa hari yang lalu jaket jins kuning pesananku sampai. Perjuangan loh, mesti menunggu lima kali open order baru kebagian,” kata staf bisnis di salah satu tv lokal di Banjarmasin tersebut.

Peralatan kecantikan juga harus kuning. Dia bahkan pernah membuat sebuah toko online kerepotan. Mencarikan paket kuas make up warna kuning.

Lantaran tak mendapati warna yang dicari, Tamara lantas mengirim pesan melalui direct message. Lewat percakapan teks yang cukup alot, Tamara akhirnya mendapatkan kuas kuning. Sesuai dengan keinginannya. “Owner-nya repot-repot mencari paket brush kuning buat aku,” ujarnya.

Begitulah perempuan kelahiran Banjarmasin, 14 Desember 1995 itu menceritakan kegemarannya. Sambil sesekali ia menunjukkan koleksi yang terdapat di tabung kuning. Setelah dibongkar, lagi-lagi kuning. Isinya; pulpen, pensil, kipas mini, kaus kaki, belasan dompet kecil, sikat gigi, tongsis dan masih banyak lagi.

Selain pemberian dan membeli, Tamara memperoleh koleksinya dari membujuk orang lain. Rekan kerja salah satunya. Sebut saja ketika dia mendapatkan flashdisk berwarna kuning.

Kala itu dia diminta oleh temannya menyalin data kantor. Kebetulan flashdisk yang diserahkan padanya berwarna kuning.
Lalu, apa yang terjadi? Dengan sedikit merengek, Tamara akhirnya menukar flashdisk 16GB miliknya dengan flashdisk temannya itu. Kapasitasnya cuma 8GB. “Tidak masalah lebih kecil, yang penting warnanya,” imbuhnya.

Lima bulan bekerja di kantor tersebut, hampir seluruh karyawan tahu dengan kegemaran Tamara. Niluh salah satunya. Bukannya memanggil nama asli, Niluh menyapa Tamara dengan sebutan “Yellow”. Begitu pula yang lain.

Tak jarang Tamara mendapat kiriman foto yang menyangkut warna kuning. “Pernah suatu ketika mereka mengirimkan foto interior mobil racing yang isinya kuning semua,” kenangnya.

Sifat fanatiknya mendapat dukungan keluarga. Tak jarang ayah dan ibunya datang membawa sesuatu yang berwarna kuning. Misalnya handuk dan kaus kaki.

Bahkan ayahnya rela mengecat sendiri tiang penggantung tas milik Tamara. Agar warnanya sesuai dengan kesukaan sang anak.

Kuning paling ideal bagi Tamara adalah kuning kulit lemon segar. Tone warnanya berada di tengah-tengah. Tidak pucat dan tak juga tua. Meski begitu, ia takkan menolak apapun barang kuning yang disodorkan padanya. Bahkan kemasan tisu sekalipun.

Tak sekadar hobi mengoleksi, kegemaran itu mengajarkannya beberapa hal. Yakni kerja keras, konsistensi dan percaya diri.

“Dosenku pernah berkata, kita harus bisa mem-branding-kan diri di antara orang lain. Dan inilah branding-ku; Tamara pencinta kuning,” pungkasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Selasa, 10 April 2018 20:34
Female

Sssttt..! Iniloh Mimpi Masa Kecil Bripda Wiwin

Menjadi seorang polisi adalah cita-cita Wiwin sejak kecil. Tak heran, ketika berhasil menggapai cita-citanya,…

Selasa, 03 April 2018 15:05

Harus Pintar Atur Waktu

TIDAK ada waktu tanpa aktivitas. Mungkin itulah prinsip hidup Yulianti. Mahasiswi semester enam di Sekolah…

Senin, 02 April 2018 17:32

Lebih Feminin dengan Hijab

Penampilan Derwana Farmei Golles JN agak berbeda. Perempuan kelahiran Pasir, 23 Mei 1989 tersebut kini…

Sabtu, 31 Maret 2018 08:24

Kuasai Bahasa Inggris dan Korea

Menguasai berbagai bahasa tak sekadar suka atau hobi. Tapi pengalaman baru dalam hidupnya. Itulah yang…

Kamis, 29 Maret 2018 14:57

Sulit Lepaskan Profesi

Memiliki dua anak, tak membuat Rini Dwi Masmuda tinggal di rumah. Reporter radio milik Dinas Kominfo…

Rabu, 28 Maret 2018 10:23

Red Beauty Borneo Tampilkan Kharisma

BANJARMASIN - Mengenakan gaun berwarna merah bisa menjadi pilihan yang tepat saat ingin ke pesta dan…

Selasa, 27 Maret 2018 15:13

Dua Metode Agar Selalu Terlihat Cantik

Tiap perempuan ingin terlihat mempesona. Zena Hairiyah salah satunya. Dara kelahiran Buntok, 24 Juni…

Selasa, 27 Maret 2018 15:09

Lebih Asyik Pakai kebaya

BANJARMASIN - Bagi model profesional asal banua, Adella Vanessa, ada makna mendalam kala ia mengenakan…

Sabtu, 24 Maret 2018 08:56

Menyanyi dan Memasak Sama Nikmatnya

SELAIN manggung bersama JEF Band, Winda Aldina Kesuma juga sibuk menulis skripsi. Gadis 21 tahun ini…

Jumat, 23 Maret 2018 16:02

Sibuk Kerja, Keluarga Tetap Utama

Menjadi wanita yang berkarier di pemerintahan, tak membuat Rahma Savitri melupakan perannya dalam keluarga.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .