MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 03 April 2018 15:13
Pedagang Pulsa Desak Pemerintah Cabut Pembatasan 1 Orang 3 simcard
MENGAKU RUGI: Ratusan pedagang pulsa berunjukrasa di halaman kantor gedung DPRD Kalsel, Senin (2/4) kemarin. Mereka mengaku dirugikan kebijakan menkominfo yang membatasi satu orang hanya boleh mendaftarkan NIK di 3 simcard.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Ratusan pedagang pulsa mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (2/4) pagi. Mereka mendesak pemerintah mencabut aturan pembatasan satu orang hanya bisa menggunakan 3 simcard.

Para pedagang pulsa melakukan konvoi dari bundaran simpang 4 Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah. Mereka membawa spanduk, leaflet dan poster yang berisi berbagai tulisan.
Di antaranya ‘Hapuskan Aturan 1 NIK 3 Simcard, 1 NIK 3 Simcard Membunuh Pedagang Pulsa dan Tolak Pembatasan 1 NIK Untuk 3 simcard.' Mereka dikawal puluhan anggota kepolisian baik Polresta Banjarmasin maupun Polda Kalsel.

Tiba di depan gedung wakil rakyat para pengunjuk rasa ditemui Suripno Sumas anggota DPRD dari Komisi I. Di hadapan anggota dewan, perwakilan salah satu pengunjuk rasa, Syarifudin, dalam orasinya menuntut agar pemerintah mencabut Peraturan Menteri Kominfo No 21 Tahun 2017. Karena mereka menilai, aturan tersebut sangat merugikan para pedagang.

Pasalnya, peraturan tersebut membatasi pengguna hanya dapat meregistrasi atau mendaftarkan ulang maksimal tiga nomor HP dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

“Ini berdampak terhadap para pedagang ponsel seperti kami-kami ini. Sekarang saja sudah terasa apalagi nanti, penurunannya sekitar 30 persen sampai 40 persen,” ucapnya kesal.

Dia mengatakan pembatasan itu membuat pedagang kesulitan menjual kartu perdana. Tidak menutup kemungkinan pedagang terancam gulung tikar. Padahal usaha konter pulsa ini adalah juga merupakan basis perkonomian masyarakat. “Kami juga perlu untuk membiayai keluarga,” katanya.

Meski belum mendapat kepastian dicabut atau tidak aturan tersebut, namun aspirasi para pedagang diakomodir oleh anggota dewan dan akan disampaikan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta.

“Paling lambat hari Rabu (4/4) akan membuat surat ke pusat, ini surat tuntutan dari para pedagang agar aturan tersebut dicabut sudah selesai,” ujar Suripno.

Rencananya, anggota dari Fraksi PKB ini juga akan mengajak perwakilan pedagang pulsa ke Jakarta untuk menemui Kemenkominfo di Jakarta. “Waktu yang kosong di agenda kita tanggal 19, 20 dan 21 April, kalau penuh nanti kita jadwal ulang,” ujarnya.

Penjualan kartu perdana diprediksi memang bisa merosot drastis pasca diterapkannya aturan 1 orang hanya dapat meregistrasi atau mendaftarkan ulang maksimal tiga nomor HP .

Wahyu, pedagang pulsa di kawasan Jalan Martapura Lama, Kabupaten Banjar mengatakan aturan ini dapat menimbulkan dampak terhadap penurunan penjualan kartu perdana. Biasanya dalam sehari pemilik konter Wahyu Ponsel ini mengaku mampu menjual kartu perdana 30 pieces sampai 40 pieces, sekarang paling 15-20 pieces

“Khusus paket saja sehari sekitar Rp3 juta tapi sekarang paling menjual antara Rp1,5 Juta sampai Rp2 juta saja,” jelasnya.

Sekarang saja, tutur Wahyu, paket kartu perdana yang ada di konter miliknya masih sangat banyak. Sekitar seribu pieces. Padahal batas waktu masa berakhirnya kartu terus berjalan.

Sebelum muncul peraturan tersebut, kalau ada kartu perdana yang hampir habis masa berlakunya, dia masih bisa menjual dengan harga yang murah. Tapi sekarang, kartu itu tidak bisa dijual karena tak bisa dipakai.

“Memang tidak ada target, tapi kartu perdana itu ada batas waktu aktifnya, kalau lewat bisa kebakar, enggak bisa digunakan lagi.” ujarnya.

Wahyu pun bingung harus berbuat apa. Dia berharap pemerintah bisa mencabut Peraturan Menteri Kominfo No 21 Tahun 2017 yang mengatur soal satu NIK dan KK maksimal untuk 3 nomor seluler.

Menurutnya, jika alasan dibuatnya aturan tersebut, hanya untuk mengantisipasi penyebaran berita atau informasi hoax, itu sama sekali tidak berdasar. “Saya pikir tidak begitu juga permasalahannya,” tambahnya.

Sugianoor, penjual pulsa di Martapura yang ikut unjuk rasa, kemarin mengatakan sengaja tidak jualan sebagai bentuk solidaritas sesama pedagang pulsa.

“Dulu anak-anak punya uang Rp15 ribu sudah bisa beli paket, nanti tidak bisa lagi. Jangan-jangan mereka nanti bisa mencuri supaya dapat membeli paket data,” (gmp/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 16:42

MPLS SMK Pertanian Banjarbaru Ditutup Malam Inagurasi

BANJARBARU -Malam inagurasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:21

Pembangunan Tanbu Dikritik Mantan Wakil Bupatinya Sendiri

BATULICIN - Selain Zairullah Azhar, Sulaiman Umar dan Sudian Noor,…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:14

Ketika Kartu Sakti Kacaukan Sistem Zonasi

BANJARMASIN - Tudingan Sekolah Menengah Swasta (SMA) swasta tidak kebagian…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:10

Cegah Karhutla Pakai Cara Baru

BANJARMASIN - Titik -titik hotspot sudah mulai bermunculan di sejumlah…

Sabtu, 20 Juli 2019 10:01

Meski Banjarmasin dan HST Ditunda, Akhirnya Caleg Terpilih Daerah Lain Bisa Disahkan

BANJARMASIN - Caleg terpilih di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Hulu…

Sabtu, 20 Juli 2019 09:32

6 Jembatan Ulin di Banjarmasin Tengah akan Diganti Beton

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Banjarmasin bakal…

Sabtu, 20 Juli 2019 09:25

Jika Ingin Larang Miras, Pengamat: Pemko Harus Datangi MA

BANJARMASIN - Menghadapi masalah minuman keras, pemko dibuat serba salah.…

Sabtu, 20 Juli 2019 09:15
Pemkab Balangan

Tanamkan Minat Baca Pada Anak, TK Harapan Bangsa Kunjungi Perpustakaan

PARINGIN - Bunda PAUD Balangan Nursidah Ansharuddin bersama guru, orang…

Sabtu, 20 Juli 2019 08:52
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Tanbu: Pengelolaan Keuangan Harus Akuntabel

BATULICIN - Sekda Tanbu H Rooswandi Salem meminta kepada jajarannya…

Sabtu, 20 Juli 2019 08:50
Pemkab Tanah Bumbu

Pelayanan Adminduk Kembali Dilaksanakan

BATULICIN - Pelayanan keliling administrasi kependudukan (Adminduk) kembali digelar oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*