MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 05 April 2018 11:49
Spesialis Pencuri Mobil Trans Kalimantan Dibekuk
DIAMANKAN: Mobil-mobil hasil curian yang berhasil disita aparat Polres Tanah Bumbu. Foto: KARYONO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BATULICIN - Polres Tanbu membekuk komplotan spesialis pencuri mobil bak terbuka Trans Kalimantan. Pelaku berjumlah dua orang, bernama Sarjono Jhoni Bachtiar (38) dan Heriyadi alias Heri.

Wakapolres Tanbu,  Kompol Didik Subiyakto menjelaskan terbongkarnya komplotan spesialis pencuri mobil tersebut berawal dari informasi yang diberikan Julianto. Warga Jalan Kodeco RT 06 Desa Sarigadung,  Kecamatan Simpang Empat ini melaporkan kehilangan mobil pikup yang parkir di depan rumah, dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.

“Berdasarkan laporan korban, polisi langsung bergerak. Pelaku bernama Sarjono Jhoni Bachtiar (38), berhasil dibekuk tim gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Polres Tala dan Polres Tanbu, Selasa (27/3) siang sekitar pukul 11.45 Wita di KM 134 Kecamatan Jorong,  Kabupaten Tanah Laut,” jelas Didik, kemarin.

Ketika diamankan, warga RT 1 Kelurahan Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara,  Kabupaten Kotabaru ini sedang berada di rumah istrinya. “Saat penangkapan itu, ada pengiriman surat STNK palsu dari Jawa Tengah,” terangnya.

Dari informasi Sarjono, pencurian dilakukan bersama rekannya bernama Heriyadi alias Herry. Sehari setelahnya, Herry ditangkap oleh anggota Polres Paser, Kaltim.  

“Dari pengakuan mereka, polisi berhasil mengamakan 6 unit mobil Suzuki dan 1 unit Luxio yang sudah dijual,” kata Didik.

Modus yang dipakai pelaku dengan cara merusak kunci pintu dan kunci kontak mobil, kemudian menggantinya dengan yang baru. Sedangkan untuk mengelabui pembeli, pelaku membuat STNK palsu. Pembuatan STNK palsu tersebut dilakukan di Jawa Tengah.

Sejak tahun 2017, pelaku sudah melakukan aksi kejahatan. Dan semua mobil yang dicuri sudah dijual dengan harga antara Rp23 juta sampai Rp28 juta.

Untuk penadah, pihaknya masih mendalami apakah ikut dalam jaringan tersebut atau hanya korban saja. Pasalnya, pembeli juga merasa tertipu karena saat proses jual beli, penjual juga menyertakan STNK. (kry)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*