MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 06 April 2018 14:10
Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Sempat Bingung Nafkahi Cucu, Menangis saat Dibantu Gubernur

OPTIMISTIS MENYONGSONG MASA DEPAN: (ki-ka) Jafar, Fadil, Mega dan Nurbayah di depan barang-barang jualan mereka.

PROKAL.CO, Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan bantuan Gubernur Sahbirin Noor kepada Jafar di Kelurahan Baharu Utara, sekitar 4 kilometer dari pusat kota.

ZALYAN SHODQIN ABDI, Kotabaru

Bantuan uang Rp5 juta itu diberikan Sahbirin usai membaca berita di koran ini tentang nasib malang Mega dan Fadil. Dua kakak adik itu ditinggal wafat ke dua orang tuanya dalam waktu lima bulan.


Keduanya yang masih duduk di kelas 6 dan 2 sekolah dasar itu jadi yatim piatu setelah ibu mereka, Normawati meninggal pada 25 Maret tadi karena tumor ganas. Lima bulan sebelumnya, ayah mereka Ramli (45) meninggal kena serangan jantung.

Sepeninggalan orang tua mereka, Mega dan Fadil tinggal bersama Jafar dan Nurbayah. Kakek dan nenek itu adalah orang tua Ramli. Semasa hidup, Ramli yang menjadi tulang punggung keluarga, karena dia anak satu-satunya pasangan Jafar. Kisah Mega dan Fadil sempat ramai diperbincangkan di grup-grup sosial media populer warganet Kabupaten Kotabaru.

Usai menerima bantuan dari Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, Rabu (4/4) siang, Jafar dan Nurbayah ke pasar harian pusat kota bersama tukang ojek. Bantuan uang yang diberikan Paman Birin memang untuk modal usaha.

Di pasar, Nurbayah dan Jafar meminta pendapat dari pedagang dan tukang ojek, barang-barang apa yang mesti mereka beli. "Ini mau buka kios kecil di rumah," lirih Jafar.

Maka ramailah warga di pasar membantu mereka. "Tetangganya ada merokok Pak? Kalau ada, bagus jualan itu," ujar warga di pasar. Jafar yang tidak merokok itu membenarkan, tetangganya rata-rata merokok.

Sementara para pedagang mendengar kisah itu juga membantu Jafar dan Nurbayah. Mereka menjelaskan rinci, harga tiap item barang yang akan dijual kembali. "Jadi yang ini dijual satu untungnya ada seribu," ujar pedagang menjelaskan.

Rumah Jafar persis di ujung desa. Ke sana mesti menanjak. Di belakang rumah Jafar ada sekitar 10 rumah warga. Warung terdekat ada di tengah kampung, jaraknya lumayan jauh. Melihat posisi itu, ide awal Nurbayah ingin jualan memang masuk akal.

Maka belanja lah Jafar dan Nurbaya bahan makanan, minuman, sabun dan tetek bengeknya, kebutuhan bumbu dapur, obat-obatan, timbangan untuk jual beras dan tepung, alat menakar minyak goreng curah, parang dan lain-lain. Saat membeli obat, Nurbayah sempat kaget, belanjaannya setengah juta lebih. "Mahal ya, kurangin aja, Bu, obatnya, saya kira murah," ucapnya polos.

Hampir dua jam di pasar Nurbayah membelanjakan Rp3 juta lebih. Melihat belanjaan sudah cukup untuk kios rumahan, mereka memutuskan balik ke rumah.

Di rumah, Jafar dan keluarga dibantu tiga orang tukang ojek menyusun barang-barang belanjaan. Berikut spanduk warung yang dibuatkan, namanya Warung Mega.

Usai, tukang ojek diajak istirahat minum kopi. Tidak terasa cerita mengalir. Para tukang ojek terlihat simpati dan prihatin mendengar nasib Mega dan Fadil, masih kecil harus jadi yatim piatu.

Pada momen itulah, saat bercerita dan melihat barang belanjaan Jafar tidak kuasa menahan isak. Dia terbata meminta Radar Banjarmasin menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin. Saat ditanya apa lagi yang ingin disampaikan, pria itu tertunduk menahan tangis tak mampu berkata-kata. "Terima kasih, terima kasih, sudah itu saja," ucapnya bergetar.

Jafar mengaku bantuan usaha itu besar artinya bagi mereka. Di usia tua sulit mencari pekerjaan. Dulu katanya pernah kerja di perkebunan kelapa sawit, tapi diberhentikan karena dianggap sudah terlalu tua jadi buruh kebun.

Dia mengaku sempat bingung saat orang tua Mega dan Fadil meninggal. Bagaimana memakani dan memberi sangu cucu-cucunya. Dia sedih, saat harus menegur cucunya agar tidak rewel soal makanan di dapur yang apa adanya.

Malam Minggu nanti tanggal 7 April mereka akan membaca doa empat belas hari meninggalnya sang menantu. Ajang kumpul keluarga dan orang kampung itu akan mereka manfaatkan mengenalkan Warung Mega. Warung rencananya akan digelar di depan rumah, membuat rak dagangan dari uang sisa bantuan.

Sementara itu Paman Birin kepada Radar Banjarmasin mengatakan, bantuan itu memang untuk modal usaha. "Semoga warung mereka laris. Mudahan bisa menutupi kebutuhan keluarga itu sehari-hari," ujarnya.

Tukang ojek yang ikut mendampingi Jafar belanja sampai menyusun barang di rumah juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur. "Begini bagus, bantu untuk usaha. Kalau uang saja, habis dibelanjakan." (zal/by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Jumat, 05 Oktober 2018 10:38

Slamet Ingatkan Hak Kaum Difabel Lewat Puisi

Ini pengalaman pertama Slamet Riyadi dalam menulis puisi. Nilai sastranya memang tidak wow. Tapi, puisi…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…

Minggu, 30 September 2018 11:08

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 1)

KISAH Hanafi terungkap berkat Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf. Mahasiswa program doktoral (S3) Universitas…

Jumat, 28 September 2018 10:17

Kisah Arbainah Perajin Tanggui di Sungai Pandai

Tahun 2011, katarak menyerang bola mata sebelah kanan milik Arbainah. Hingga yang sebelah kiri pun terenggut,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .