MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 06 April 2018 14:10
Gubernur Bantu Modal Usaha Kakek-Nenek yang Asuh Dua Cucu di Kotabaru

Sempat Bingung Nafkahi Cucu, Menangis saat Dibantu Gubernur

OPTIMISTIS MENYONGSONG MASA DEPAN: (ki-ka) Jafar, Fadil, Mega dan Nurbayah di depan barang-barang jualan mereka.

PROKAL.CO, Jafar, 50, tidak dapat menyembunyikan isak tangisnya. Rabu (4/4) tadi, Radar Banjarmasin menyerahkan bantuan Gubernur Sahbirin Noor kepada Jafar di Kelurahan Baharu Utara, sekitar 4 kilometer dari pusat kota.

ZALYAN SHODQIN ABDI, Kotabaru

Bantuan uang Rp5 juta itu diberikan Sahbirin usai membaca berita di koran ini tentang nasib malang Mega dan Fadil. Dua kakak adik itu ditinggal wafat ke dua orang tuanya dalam waktu lima bulan.


Keduanya yang masih duduk di kelas 6 dan 2 sekolah dasar itu jadi yatim piatu setelah ibu mereka, Normawati meninggal pada 25 Maret tadi karena tumor ganas. Lima bulan sebelumnya, ayah mereka Ramli (45) meninggal kena serangan jantung.

Sepeninggalan orang tua mereka, Mega dan Fadil tinggal bersama Jafar dan Nurbayah. Kakek dan nenek itu adalah orang tua Ramli. Semasa hidup, Ramli yang menjadi tulang punggung keluarga, karena dia anak satu-satunya pasangan Jafar. Kisah Mega dan Fadil sempat ramai diperbincangkan di grup-grup sosial media populer warganet Kabupaten Kotabaru.

Usai menerima bantuan dari Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, Rabu (4/4) siang, Jafar dan Nurbayah ke pasar harian pusat kota bersama tukang ojek. Bantuan uang yang diberikan Paman Birin memang untuk modal usaha.

Di pasar, Nurbayah dan Jafar meminta pendapat dari pedagang dan tukang ojek, barang-barang apa yang mesti mereka beli. "Ini mau buka kios kecil di rumah," lirih Jafar.

Maka ramailah warga di pasar membantu mereka. "Tetangganya ada merokok Pak? Kalau ada, bagus jualan itu," ujar warga di pasar. Jafar yang tidak merokok itu membenarkan, tetangganya rata-rata merokok.

Sementara para pedagang mendengar kisah itu juga membantu Jafar dan Nurbayah. Mereka menjelaskan rinci, harga tiap item barang yang akan dijual kembali. "Jadi yang ini dijual satu untungnya ada seribu," ujar pedagang menjelaskan.

Rumah Jafar persis di ujung desa. Ke sana mesti menanjak. Di belakang rumah Jafar ada sekitar 10 rumah warga. Warung terdekat ada di tengah kampung, jaraknya lumayan jauh. Melihat posisi itu, ide awal Nurbayah ingin jualan memang masuk akal.

Maka belanja lah Jafar dan Nurbaya bahan makanan, minuman, sabun dan tetek bengeknya, kebutuhan bumbu dapur, obat-obatan, timbangan untuk jual beras dan tepung, alat menakar minyak goreng curah, parang dan lain-lain. Saat membeli obat, Nurbayah sempat kaget, belanjaannya setengah juta lebih. "Mahal ya, kurangin aja, Bu, obatnya, saya kira murah," ucapnya polos.

Hampir dua jam di pasar Nurbayah membelanjakan Rp3 juta lebih. Melihat belanjaan sudah cukup untuk kios rumahan, mereka memutuskan balik ke rumah.

Di rumah, Jafar dan keluarga dibantu tiga orang tukang ojek menyusun barang-barang belanjaan. Berikut spanduk warung yang dibuatkan, namanya Warung Mega.

Usai, tukang ojek diajak istirahat minum kopi. Tidak terasa cerita mengalir. Para tukang ojek terlihat simpati dan prihatin mendengar nasib Mega dan Fadil, masih kecil harus jadi yatim piatu.

Pada momen itulah, saat bercerita dan melihat barang belanjaan Jafar tidak kuasa menahan isak. Dia terbata meminta Radar Banjarmasin menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin. Saat ditanya apa lagi yang ingin disampaikan, pria itu tertunduk menahan tangis tak mampu berkata-kata. "Terima kasih, terima kasih, sudah itu saja," ucapnya bergetar.

Jafar mengaku bantuan usaha itu besar artinya bagi mereka. Di usia tua sulit mencari pekerjaan. Dulu katanya pernah kerja di perkebunan kelapa sawit, tapi diberhentikan karena dianggap sudah terlalu tua jadi buruh kebun.

Dia mengaku sempat bingung saat orang tua Mega dan Fadil meninggal. Bagaimana memakani dan memberi sangu cucu-cucunya. Dia sedih, saat harus menegur cucunya agar tidak rewel soal makanan di dapur yang apa adanya.

Malam Minggu nanti tanggal 7 April mereka akan membaca doa empat belas hari meninggalnya sang menantu. Ajang kumpul keluarga dan orang kampung itu akan mereka manfaatkan mengenalkan Warung Mega. Warung rencananya akan digelar di depan rumah, membuat rak dagangan dari uang sisa bantuan.

Sementara itu Paman Birin kepada Radar Banjarmasin mengatakan, bantuan itu memang untuk modal usaha. "Semoga warung mereka laris. Mudahan bisa menutupi kebutuhan keluarga itu sehari-hari," ujarnya.

Tukang ojek yang ikut mendampingi Jafar belanja sampai menyusun barang di rumah juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur. "Begini bagus, bantu untuk usaha. Kalau uang saja, habis dibelanjakan." (zal/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Kamis, 12 Juli 2018 15:40

Melihat Bisnis Kerajinan Tangan Ibel Toys di Banjarmasin

Usaha kerajinan tangan boneka bukanlah ide bisnis populer. Di Banjarmasin, pengusahanya masih bisa dihitung…

Rabu, 11 Juli 2018 15:05

Cerita Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar di Banjarmasin

Sebelum menjadi yayasan, Rumah Kreatif dan Pintar dulunya komunitas biasa. Dibentuk oleh pemuda asli…

Selasa, 10 Juli 2018 14:13

Kisah Buruh Kasur Kapuk Pasar Ujung Murung

Di sebuah gudang bekas toko tua, Guriyah (55) tampak sibuk. Duduk berselonjor, tangannya meraih tumpukan…

Senin, 09 Juli 2018 11:19

Cake Decorator Asal Banjarmasin, Beri Pelajaran Gratis untuk Konsumen

Menghias kue biasanya dilakukan oleh kaum hawa. Berani tampil beda, Ahmad (42) menekuni profesi cake…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .