MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 06 April 2018 14:21
TUH RASAIN..!! Predator Anak Didor, Penyergapan Diatas Kapal Berlangsung Dramatis
BABAK BELUR: Aswan Edi saat dirawat di rumah sakit. Pelaku pencabulan belasan anak ini melawan petugas polisi saat hendak ditangkap. FOTO ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, KOTABARU - Lari dengan beban dosa mencabuli belasan anak, Aswan Edi di-dor petugas di atas kapal yang akan membawanya ke Sulawesi. Petugas tidak bisa mengambil risiko, sebab pria berangasan ini melawan sebisa-bisanya saat akan ditangkap, Kamis (5/4) sore kemarin.

Aswan Edi datang ke desa transmigrasi Sembega, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, empat bulan silam. Namun, perbuatan asusila pemuda 29 tahun itu baru terungkap sepekan lewat. Desas-desus beredar, pemuda yang bekerja serabutan itu telah mencabuli banyak anak SD. Total ada belasan korban.

Kasus ini terkuak, saat salah satu orang tua korban melihat gelagat aneh pada anak lelakinya. Anak lelaki korban sodomi itu kedapatan menciumi adik lelakinya.

Marah, orang tua pun memukul anaknya dan akhirnya membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit akhirnya terkuak jika anak lelaki yang menciumi adiknya itu hanya menirunya perbuatan Aswan kepadanya.

Gegerlah kampung. Orang tua si anak kemudian segera melapor ke Polsek Pulau Laut Tengah, Selasa (2/4) tadi. Dari informasi yang dihimpun, cara Aswan mendekat anak-anak itu dengan iming-iming uang. Kasus ini terjadi sejak Februari 2018 tadi.

"Jadi menular ya penyakit begitu. Soalnya anak yang disodomi jadi suka sama sesama jenis begitu," ujar Duki, warga Kotabaru.

Mendapat laporan dan mendengar keresahan masyarakat, Kepala Kepolisian Resor Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto segera menugaskan anggota kepolisian memburu pelaku.

"Perintahnya harus dapat," ujar Kepala Kepolisian Sektor Pulau Laut Tengah, Inspektur Dua Pato.

Empat orang polisi segera diturunkan memburu. Nama dan dan foto pelaku didapat. Ikut dalam perburuan tersebut adalah Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pulau Laut Tengah Ajun Inspektur Polisi Dua Ade Purwanto.

Kepada Radar Banjarmasin, Ade bercerita perburuan dramatis itu. terlambat sedikit barangkali Aswan sudah meninggalkan pulau. Dia kabur ke arah Teluk Kemuning, sekitar 80 kilometer dari Sembega.

Dengan kecepatan maksimal, mereka mengejar Aswan ke Teluk Kemuning. Di sepanjang jalan, para polisi menanyai warga, sopir dan tukang ojek. " Jadi metode pengejaran sistem tanya-tanya warga saja," ujarnya.

Sampai Teluk Kemuning nihil. Aswan sudah tidak ada di sana. Sinyal susah, membuat polisi yang memburu kelimpungan karena sulitnya koordinasi. Anggota Buser yang ikut mengatakan, mereka hampir tidak tidur seharian karena melakukan pencarian.

Namun para saksi mata terus ditemukan. Ada yang melihat Aswan di Desa Lontar, polisi memburu ke sana. Aswan berpindah lagi. Kamis (5/4) dini hari tadi, informasi terbaru mereka dapatkan, Aswan menuju pelabuhan Stagen sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Dia mau kabur ke Sulawesi.

Balik kanan. Para polisi meng- gas mobil dalam-dalam. Sekitar pukul 15.00 Kamis sore polisi tiba di pelabuhan. Aswan kabarnya sudah di dalam kapal. Anggota Buru Sergap Polres Kotabaru juga sudah datang dan berjaga. Polisi Air juga memantau di kejauhan, menjaga kalau Aswan nekat melempar diri ke laut.

Benar saja, Aswan ada di dalam kapal Sabuk Nusantara yang melayani rute Pulau Laut Kotabaru - Sulawesi. Tanpa ba bi bu, Ade segera membekuk Aswan dari belakang. Namun pemuda itu tangguh. Dia melawan dan sempat melayangkan tendangan di bagian pelipis anggota polisi yang ada di depannya.

Para penumpang kapal yang melihat kejadian itu spontan merubungi Aswan. Ada yang penasaran, ada yang mau membantu. Aswan terus melakukan perlawanan membabi-buta. Gaduh.

Tak ada jalan lain. Aswan berusaha kabur dengan membahayakan penumpang lain. Petugas polisi akhirnya menembak kakinya. Aswan roboh setelah di-dor.

Polisi kemudian membawa Aswan ke RSUD Kotabaru. Dari informasi yang dihimpun, sudah ada pengakuan lima orang anak SD di Sembega yang disodomi Aswan. Juga ada banyak anak lainnya yang dicabuli.

Kepada Radar Banjarmasin, Suhasto berjanji mendalami dan mengembangkan kasus tersebut.

"Apakah masih ada korban lainnya masih kita dalami. Mengingat pelaku pernah juga tinggal di Teluk Kemuning, di sana banyak anak-anak kecilnya," ujarnya. (zal/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*