MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 07 April 2018 11:52
Oknum Wartawan Kotabaru Ditahan, Lantaran Melakukan ini
Foto ilustrasi penangkapan

PROKAL.CO, KOTABARU - Oknum wartawan cetak sekaligus online berinisial MY ditahan di Polres Kotabaru. Dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Kamis (5/4) tadi.

Dalam jumpa pers yang digelar kemarin (6/4), Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto menjelaskan perihal penangkapan MY. Dia dianggap melanggar undang-undang ITE.

Kasus bermula dari dilaporkan Humas PT Multi Sarana Agro Mandiri, Prasetyo. MY dianggap menyebarkan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik awal Maret lalu. Lantaran berita yang disampaikan tak berimbang.

Menurut Suhasto, tersangka berkali-kali membuat berita yang menyudutkan. Pihak Prasetyo sudah meminta hak jawab dan klarifikasi. Hanya saja tak direspons dengan baik oleh MY.

Keputusan menangkap MY tak diambil sesederhana itu. Pihak Polres Kotabaru mendatangi Dewan Pers di Jakarta awal April tadi. Untuk meminta keterangan ahli. Dengan membawa belasan bukti produk berita yang dibuat MY.

Hasilnya, Dewan Pers menilai produk berita MY memang beritikad buruk. Melanggar kaidah jurnalistik. Tidak bertujuan untuk kepentingan umum. Dan tidak sesuai fungsi pers.

Ahli di Dewan Pers juga menilai kasus MY dapat dikenakan pidana umum.

Dikatakan Suhasto, MY segera diamankan setelah bukti yang mereka kumpulkan sudah cukup kuat. "Tersangka ditangkap karena takut kalau melarikan diri. Atau menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya lagi," katanya.

Dikonfirmasi, Kasubag Pengaduan Dewan Pers, Syariful membenarkan Polres Kotabaru telah meminta keterangan ahli Dewan Pers. "Karena memang kita ada MoU dengan polisi, jika ada kasus wartawan baiknya meminta keterangan ahli di Dewan Pers dulu," ujarnya.

Kata Syariful, Ketua Dewan Pers kemudian menunjuk ahli melalui surat nomor 21/DP/KSA/3/2018. Untuk mengkaji kasus tersebut.

Pelaporan pelanggaran kode etik yang berpotensi pidana jarang terjadi di Kalsel. Syariful mengakui itu. Dia lantas membandingkan dengan kota-kota besar. "Cobalah main-main ke Medan atau Surabaya. Di sana Dewan Pers sibuk mengurusi kasus serupa" pungkasnya. (zal/ma/nur)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 13:32

Miris!! Pasutri ini Bawa Anak Kecil Dalam Melancarkan Aksinya

BANJARBARU - Video pencurian sepeda motor yang terekam kamera CCTV…

Senin, 18 Februari 2019 11:39

Dua Tahun Berlalu, Kasus Kunker Fiktif DPRD Banjar Belum Terselesaikan

MARTAPURA - Masih ingat dengan kasus kunjungan kerja (kunker) fiktif…

Senin, 18 Februari 2019 10:47

Hati-Hati...!!!! Kesehatan PSK Tidak Lagi Diperiksa

BANJARBARU - Meski resmi ditutup sejak Desember 2016 silam. Namun,…

Senin, 18 Februari 2019 10:33

Tak Terima Ditegur Bermain Domino, Pemuda JN Menikam HN Dengan Sajam

KANDANGAN – Diduga hanya karena tersinggung ditegur berhenti bermain kartu…

Senin, 18 Februari 2019 10:17

Kasus Pencurian Pikup Masih Belum Terpecahkan

BANJARMASIN - Kasus pencurian mobil pikup di halaman Parkir Hotel…

Senin, 18 Februari 2019 10:13
BREAKING NEWS

Petugas Kebersihan Tanah Laut Tewas di Jalan

PELAIHARI - Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman Rakyat dan Lingkungan Hidup…

Senin, 18 Februari 2019 09:40

Pengurus Yayasan Amal Gadungan Diciduk Sama yang Asli

BANJARMASIN - Percobaan pencurian kotak amal kembali terjadi, kemarin (17/2)…

Minggu, 17 Februari 2019 16:33

Astaga..! Terbakarnya Ponpes Ummul Qura HSU Karena Ulah Iseng Santri

AMUNTAl - Penyebab terbakarnya Pondok Pesantren Ummul Qura di Desa…

Minggu, 17 Februari 2019 12:41

Ponpes Ummul Qura HSU Terbakar

AMUNTAI -- - Warga Desa Bayur Khusus di RT 04…

Minggu, 17 Februari 2019 09:34
BREAKING NEWS

Penghuni Kos Ditemukan Jadi Mayat

BANJARBARU - Warga Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*