MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 07 April 2018 12:03
Total 14 Anak di Kotabaru Jadi Korban Pedofil, 7 Diantaranya Disodomi
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Tertangkapnya Aswan Edi, si predator di Kotabaru masih menyisakan luka. Tercatat sebanyak 14 anak yang menjadi korbannya. Tujuh di antaranya bahkan disodomi.

"Mayoritas anak di bawah usia 9 tahun. Bahkan ada yang masih TK," kata Kapolres Kotabaru, Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto, kemarin (6/4) pagi.

Jumlah tersebut baru catatan sementara. Bisa saja angkanya jauh lebih banyak. Mengingat Edi pernah tinggal dua tahun di Desa Teluk Kemuning yang banyak anak-anaknya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Edi memang punya kelainan orientasi seksual. Dia suka terhadap anak-anak.

"Pelaku ini sepertinya memang pedofil. Semua korbannya anak-anak. Bukan cuma laki-laki, ada juga anak perempuan," papar Suhasto.

Terkait soal korban, Suhasto menyebut, polisi bakal menggandeng lembaga perlindungan anak. Agar membantu memulihkan kondisi mental para korban. "Belasan korban itu mesti diterapi," katanya.

Sebelumnya, Radar Banjarmasin mendatangi lokasi kejadian. Di Desa Sembega, Kecamatan Pulau Laut Tengah. 60 kilometer dari pusat kota. Tidak sulit menemukan rumah para korban.

Berdasarkan cerita para orang tua, sebelum salah satu ibu korban melapor ke polisi, Kepala Sekolah SDN 2 Sungai Pasir (sekolahan berlokasi di Sembega), ternyata sudah mengumpulkan para korban. Bersama beberapa aparat dusun untuk mediasi kasus tersebut.

Para orang tua korban merasa kecewa. Lantaran pihak sekolah tak memberi tahu saat anak-anak mereka dikumpulkan.

Seperti diketahui, kasus terungkap setelah ada salah satu korban yang menunjukkan perilaku aneh. Mencium adik laki-lakinya dan ditemukan bercak darah pada fasesnya.

Dikonfirmasi, Kepsek SDN 2 Sungai Pasir, Tri Usworo, tak menyanggah. Dia memang mengumpulkan anak-anak dan Ketua RT. "Tapi kami larang anak-anak ngomong, bukan menutupi. Tapi rencananya, pihak dusun yang akan memberi tahu orang tua supaya tidak ada gejolak," ujarnya.

Kenapa anak-anak dikumpulkan? Tri mengaku, awalnya ada anak yang mengadu ke guru. Dikejar oleh Aswan Edi, kemudian dipeluk dan dicium. Bahkan ingin dinikahi.

Dari aduan tersebut, Tri dan para guru rapat. Hasilnya, mereka sepakat untuk menggelar pertemuan antara anak-anak aparat dusun. Termasuk Ketua RT yang belakangan diketahui adalah keluarga pelaku pedofil.

Tri menyebut kasus ini berdampak negatif kepada anak-anak tersebut. Untuk itu, sekolah bakal menjalin kerja sama dengan psikolog. demi mengobati mental para korban.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Pasir, Kaspul Anwar membenarkan ada semacam mediasi. Antara kepala sekolah, anak-anak dan aparat dusun di sana. "Tapi saya tidak tahu persis apa yang terjadi terkait hal itu. Saya cuma tahu ada laporan masuk dari ibu korban, langsung saya sarankan lapor polisi," ujarnya.

Dia menambahkan, lembaga perlindungan anak di desa sudah memberikan pendampingan kepada korban. "Semoga lembaga-lembaga lain juga mau ke sini membantu. Kasihan anak-anak itu," lirihnya.

Seperti telah diberitakan, Aswan Edi alias Budi, pemuda 29 tahun itu diburu dua hari dua malam oleh polisi. Dia lari dari Sembega setelah perbuatan bejatnya ketahuan. Kamis (5/4) sore, dia akhirnya tertangkap di dalam kapal yang bersandar di pelabuhan dekat pusat kota saat hendak kabur ke Sulawesi.

Aswan sempat melawan, menendang wajah petugas dan membahayakan penumpang lainnya. Sehingga polisi pun terpaksa menembak kakinya. (zal/ma/nur)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 10:07

YA AMPUN..! Coba Selamatkan Anak, Polisi Tenggelam Setelah Kakinya Kram

MARTAPURA – Kabar duka menyelimuti Polres Banjar. Sekitar pukul 13.30 Wita, Minggu (19/8) siang…

Senin, 20 Agustus 2018 10:02

Hampir Saja, Sabu-Sabu Masuk ke Lapas

BANJARMASIN – Upaya penyelundupan sabu ke dalam penjara berhasil digagalkan petugas. Itu terjadi…

Senin, 20 Agustus 2018 09:56

Buru Sergab Ringkus Karyawan Toko Pengedar Sabu

BANJARMASIN - Tri Heriyadi alias Heri (22) tak berkutik  ketika ditangkap anggota Buru Sergab (Buser)…

Senin, 20 Agustus 2018 09:52

SADIS..!! Sakit Hati karena Dihina, Teman Kerja Dibunuh

PELAIHARI - Mulutmu adalah harimaumu,  menjadi peribahasa yang melatarbelakangi kejadian pembunuhan…

Minggu, 19 Agustus 2018 18:28

Jangan Sembarangan Menaruh Barang di Dalam Mobil Saat Sedang Dicuci, ini Resikonya

BANJARBARU - Ini menjadi perhatian bagi masyarakat, agar tidak menyimpan barang berharga di dalam mobil.…

Minggu, 19 Agustus 2018 07:13

Tengah Malam Warga Balangan Hilang, Saat Ditemukan Kondisinya Sudah Begini

PARINGIN -Satu orang warga dinyatakan hilang tenggelam ke dalam sungai di sekitar Desa Bungin RT 01…

Sabtu, 18 Agustus 2018 16:27
BREAKING NEWS

Kebakaran di Tunggul Irang, Empat Rumah Hangus

MARTAPURA - Peristiwa kebakaran menghebohkan permukiman padat penduduk di Jalan Melati, RT 10, Desa…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:38

Pelajar Disuluh Bahaya Narkoba

BANJARMASIN - Tim Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel, menggelar penyuluhan narkoba di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:40

Bisnis Sabu Barito Putra Akhirnya Tercium Polisi

BANJARMASIN - M Barito Putra alias Okta (22),  warga KS Tubun Gang Sekeluarga II RT 01 Kelurahan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:06

Polisi Turun ke Kampus Sosialisasi Tangkal Paham Radikalisme

BANJARMASIN – Paham radikalisme telah lama menjadi momok bagi kehidupan berbangsa. Perlu upaya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .