MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 07 April 2018 12:03
Total 14 Anak di Kotabaru Jadi Korban Pedofil, 7 Diantaranya Disodomi
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Tertangkapnya Aswan Edi, si predator di Kotabaru masih menyisakan luka. Tercatat sebanyak 14 anak yang menjadi korbannya. Tujuh di antaranya bahkan disodomi.

"Mayoritas anak di bawah usia 9 tahun. Bahkan ada yang masih TK," kata Kapolres Kotabaru, Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto, kemarin (6/4) pagi.

Jumlah tersebut baru catatan sementara. Bisa saja angkanya jauh lebih banyak. Mengingat Edi pernah tinggal dua tahun di Desa Teluk Kemuning yang banyak anak-anaknya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Edi memang punya kelainan orientasi seksual. Dia suka terhadap anak-anak.

"Pelaku ini sepertinya memang pedofil. Semua korbannya anak-anak. Bukan cuma laki-laki, ada juga anak perempuan," papar Suhasto.

Terkait soal korban, Suhasto menyebut, polisi bakal menggandeng lembaga perlindungan anak. Agar membantu memulihkan kondisi mental para korban. "Belasan korban itu mesti diterapi," katanya.

Sebelumnya, Radar Banjarmasin mendatangi lokasi kejadian. Di Desa Sembega, Kecamatan Pulau Laut Tengah. 60 kilometer dari pusat kota. Tidak sulit menemukan rumah para korban.

Berdasarkan cerita para orang tua, sebelum salah satu ibu korban melapor ke polisi, Kepala Sekolah SDN 2 Sungai Pasir (sekolahan berlokasi di Sembega), ternyata sudah mengumpulkan para korban. Bersama beberapa aparat dusun untuk mediasi kasus tersebut.

Para orang tua korban merasa kecewa. Lantaran pihak sekolah tak memberi tahu saat anak-anak mereka dikumpulkan.

Seperti diketahui, kasus terungkap setelah ada salah satu korban yang menunjukkan perilaku aneh. Mencium adik laki-lakinya dan ditemukan bercak darah pada fasesnya.

Dikonfirmasi, Kepsek SDN 2 Sungai Pasir, Tri Usworo, tak menyanggah. Dia memang mengumpulkan anak-anak dan Ketua RT. "Tapi kami larang anak-anak ngomong, bukan menutupi. Tapi rencananya, pihak dusun yang akan memberi tahu orang tua supaya tidak ada gejolak," ujarnya.

Kenapa anak-anak dikumpulkan? Tri mengaku, awalnya ada anak yang mengadu ke guru. Dikejar oleh Aswan Edi, kemudian dipeluk dan dicium. Bahkan ingin dinikahi.

Dari aduan tersebut, Tri dan para guru rapat. Hasilnya, mereka sepakat untuk menggelar pertemuan antara anak-anak aparat dusun. Termasuk Ketua RT yang belakangan diketahui adalah keluarga pelaku pedofil.

Tri menyebut kasus ini berdampak negatif kepada anak-anak tersebut. Untuk itu, sekolah bakal menjalin kerja sama dengan psikolog. demi mengobati mental para korban.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Pasir, Kaspul Anwar membenarkan ada semacam mediasi. Antara kepala sekolah, anak-anak dan aparat dusun di sana. "Tapi saya tidak tahu persis apa yang terjadi terkait hal itu. Saya cuma tahu ada laporan masuk dari ibu korban, langsung saya sarankan lapor polisi," ujarnya.

Dia menambahkan, lembaga perlindungan anak di desa sudah memberikan pendampingan kepada korban. "Semoga lembaga-lembaga lain juga mau ke sini membantu. Kasihan anak-anak itu," lirihnya.

Seperti telah diberitakan, Aswan Edi alias Budi, pemuda 29 tahun itu diburu dua hari dua malam oleh polisi. Dia lari dari Sembega setelah perbuatan bejatnya ketahuan. Kamis (5/4) sore, dia akhirnya tertangkap di dalam kapal yang bersandar di pelabuhan dekat pusat kota saat hendak kabur ke Sulawesi.

Aswan sempat melawan, menendang wajah petugas dan membahayakan penumpang lainnya. Sehingga polisi pun terpaksa menembak kakinya. (zal/ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*