MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 10 April 2018 20:30
Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter
DEMI PENDIDIKAN: Sebanyak 51 siswa SMAN 1 Pulau Sembilan terpaksa arungi laut selama 10 jam menggunakan kapal perintis ke Pulau Laut, pusat kota Kabupaten Kotabaru untuk mengikuti UNBK. | Foto: Zalyan Shodiqin Abdi / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK.

==========================

Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Laut

==========================

Senin (9/4) sore kemarin, anak-anak Mandar dan Bugis dari Pulau Sembilan salat Asar berjamaah di SMAN 2 Kotabaru Pulau Laut. Mereka baru saja selesai UNBK sesi terakhir.

Wajah mereka tenang. Salat berjamaah itu diimami Guru Sosiologi mereka, Supian. "Sudah biasa kami salat jamaah di Pulau Sembilan tiap zuhur," kata Supian usai salat, menepis dugaan Radar Banjarmasin bahwa salat jamaah hanya karena menghadapi UNBK.

Tidak terasa cerita pun mengalir dari mereka. Sebanyak 51 siswa SMAN 1 Pulau Sembilan terpaksa arungi laut selama 10 jam menggunakan kapal perintis ke Pulau Laut, pusat kota Kabupaten Kotabaru. Sekolah mereka selain kekurangan komputer juga kesulitan sinyal internet untuk menggelar UNBK.

Bersama 7 orang guru dan 5 orang tua siswa, mereka tiba di Pelabuhan Stagen Pulau Laut, Kamis (5/4) tadi. "Mestinya kami cuma empat hari saja di sini. Tapi kapal berangkat dua minggu sekali," ujar Nur Aliansyah guru Kimia.

Perjalanan laut itu menguras tenaga anak-anak. Meski rata-rata anak nelayan tapi tidak sedikit yang mabuk di laut saat dihantam gelombang dua meter. Reza mengaku sampai muntah-muntah.

Pulau Sembilan adalah gugusan pulau terluar di Kalsel, letaknya di ujung Kabupaten Kotabaru. Ada sembilan pulau kecil. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Selat Makassar.

Tiba di Stagen, mereka langsung menuju SMAN 2 Kotabaru, sekitar empat kilometer dari pelabuhan. Selain membawa buku pelajaran, mereka juga membawa peralatan masak. "Simulasi tadi kami bawa beras dan ikan sendiri. Tapi repot, sekarang bawa alat masak saja sama saling kumpul uang," kata Supiani.

Mereka kemudian menginap di beberapa rumah warga persis di depan SMAN 2. Tapi sebagian besar anak-anak tidur di salah satu ruangan kelas yang sudah dikosongkan kursinya.

Jadilah mereka tiap hari kumpul, makan sama-sama. Salat berjamaah, mandi antre, belajar sama-sama. Sama-sama dengan suasana baru. "Cewek kota cantik-cantik," kekeh Arifin yang kata teman-temannya sudah punya kekasih pelajar di kota.

Bagaimana dengan UNBK? Mereka sama mengaku tidak ada kendala. Sudah biasa mengoperasikan komputer. Mereka pun yakin bisa lulus semua tahun ini.

Apa cita-cita anak pulau itu? Ada yang mau jadi polisi ada yang mau jadi tentara, guru dan lainnya. Tapi tidak sedikit yang gamang. "Kayaknya menganggur dulu. Biaya kuliah tidak ada," kata Nurbaitillah, diamini Sasmi temannya.

Anak-anak yang gamang itu mengaku orang tua mereka tidak mampu. Hanya nelayan kecil di pulau kecil. Tidak kuliah tinggal di pulau, bagi gadis remaja lulusan SMA itu artinya isi hari bantu keluarga, atau honor di kantor kecamatan atau desa, dan menunggu dilamar.

Juhariah dan Matahari para ibu yang ikut ke kota jadi tukang masak, mengatakan dalam sekali masak menghabiskan rata-rata 15 kilogram beras. Semua biaya makan, sebutnya patungan dari para orang tua dan sekolah.

"Rami, bisa kumpul-kumpul. Lihat kampung orang," kata Juhariah.

Ujian hanya empat hari. Kapal lama lagi baru berangkat. Untungnya kata anak-anak, habis ujian mereka dijanjikan akan diantar jalan-jalan ke objek wisata Sarangtiung oleh seorang polisi setempat. "Bagus katanya, penasaran kami. Rupanya kasihan polisinya sama kami, makanya mau dibawa jalan-jalan," kata seorang pelajar.

Tiap sore, mereka biasa jalan kaki sejauh satu kilometer, melihat pesawat mendarat dan berangkat. SMAN 2 memang dekat dengan bandara di Pulau Laut. "Maklum, tidak pernah lihat pesawat," ujar pelajar disambut tawa temannya.

Mayoritas warga Pulau Sembilan adalah suku Mandar dan Bugis. Mereka rata-rata bekerja jadi nelayan. Supiani berharap tahun ini banyak anak yang bisa kuliah. "Supaya banyak orang pintar di pulau. Biar mereka nanti yang kembangkan di sana," harapnya.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, listrik sempat mati saat anak-anak UNBK. "Tapi cuma 10 menit saja. Tidak ada masalah, masih kuat penyimpan daya," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kotabaru Umar Dani. (by/ran)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .