MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 10 April 2018 20:30
Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter
DEMI PENDIDIKAN: Sebanyak 51 siswa SMAN 1 Pulau Sembilan terpaksa arungi laut selama 10 jam menggunakan kapal perintis ke Pulau Laut, pusat kota Kabupaten Kotabaru untuk mengikuti UNBK. | Foto: Zalyan Shodiqin Abdi / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK.

==========================

Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Laut

==========================

Senin (9/4) sore kemarin, anak-anak Mandar dan Bugis dari Pulau Sembilan salat Asar berjamaah di SMAN 2 Kotabaru Pulau Laut. Mereka baru saja selesai UNBK sesi terakhir.

Wajah mereka tenang. Salat berjamaah itu diimami Guru Sosiologi mereka, Supian. "Sudah biasa kami salat jamaah di Pulau Sembilan tiap zuhur," kata Supian usai salat, menepis dugaan Radar Banjarmasin bahwa salat jamaah hanya karena menghadapi UNBK.

Tidak terasa cerita pun mengalir dari mereka. Sebanyak 51 siswa SMAN 1 Pulau Sembilan terpaksa arungi laut selama 10 jam menggunakan kapal perintis ke Pulau Laut, pusat kota Kabupaten Kotabaru. Sekolah mereka selain kekurangan komputer juga kesulitan sinyal internet untuk menggelar UNBK.

Bersama 7 orang guru dan 5 orang tua siswa, mereka tiba di Pelabuhan Stagen Pulau Laut, Kamis (5/4) tadi. "Mestinya kami cuma empat hari saja di sini. Tapi kapal berangkat dua minggu sekali," ujar Nur Aliansyah guru Kimia.

Perjalanan laut itu menguras tenaga anak-anak. Meski rata-rata anak nelayan tapi tidak sedikit yang mabuk di laut saat dihantam gelombang dua meter. Reza mengaku sampai muntah-muntah.

Pulau Sembilan adalah gugusan pulau terluar di Kalsel, letaknya di ujung Kabupaten Kotabaru. Ada sembilan pulau kecil. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Selat Makassar.

Tiba di Stagen, mereka langsung menuju SMAN 2 Kotabaru, sekitar empat kilometer dari pelabuhan. Selain membawa buku pelajaran, mereka juga membawa peralatan masak. "Simulasi tadi kami bawa beras dan ikan sendiri. Tapi repot, sekarang bawa alat masak saja sama saling kumpul uang," kata Supiani.

Mereka kemudian menginap di beberapa rumah warga persis di depan SMAN 2. Tapi sebagian besar anak-anak tidur di salah satu ruangan kelas yang sudah dikosongkan kursinya.

Jadilah mereka tiap hari kumpul, makan sama-sama. Salat berjamaah, mandi antre, belajar sama-sama. Sama-sama dengan suasana baru. "Cewek kota cantik-cantik," kekeh Arifin yang kata teman-temannya sudah punya kekasih pelajar di kota.

Bagaimana dengan UNBK? Mereka sama mengaku tidak ada kendala. Sudah biasa mengoperasikan komputer. Mereka pun yakin bisa lulus semua tahun ini.

Apa cita-cita anak pulau itu? Ada yang mau jadi polisi ada yang mau jadi tentara, guru dan lainnya. Tapi tidak sedikit yang gamang. "Kayaknya menganggur dulu. Biaya kuliah tidak ada," kata Nurbaitillah, diamini Sasmi temannya.

Anak-anak yang gamang itu mengaku orang tua mereka tidak mampu. Hanya nelayan kecil di pulau kecil. Tidak kuliah tinggal di pulau, bagi gadis remaja lulusan SMA itu artinya isi hari bantu keluarga, atau honor di kantor kecamatan atau desa, dan menunggu dilamar.

Juhariah dan Matahari para ibu yang ikut ke kota jadi tukang masak, mengatakan dalam sekali masak menghabiskan rata-rata 15 kilogram beras. Semua biaya makan, sebutnya patungan dari para orang tua dan sekolah.

"Rami, bisa kumpul-kumpul. Lihat kampung orang," kata Juhariah.

Ujian hanya empat hari. Kapal lama lagi baru berangkat. Untungnya kata anak-anak, habis ujian mereka dijanjikan akan diantar jalan-jalan ke objek wisata Sarangtiung oleh seorang polisi setempat. "Bagus katanya, penasaran kami. Rupanya kasihan polisinya sama kami, makanya mau dibawa jalan-jalan," kata seorang pelajar.

Tiap sore, mereka biasa jalan kaki sejauh satu kilometer, melihat pesawat mendarat dan berangkat. SMAN 2 memang dekat dengan bandara di Pulau Laut. "Maklum, tidak pernah lihat pesawat," ujar pelajar disambut tawa temannya.

Mayoritas warga Pulau Sembilan adalah suku Mandar dan Bugis. Mereka rata-rata bekerja jadi nelayan. Supiani berharap tahun ini banyak anak yang bisa kuliah. "Supaya banyak orang pintar di pulau. Biar mereka nanti yang kembangkan di sana," harapnya.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, listrik sempat mati saat anak-anak UNBK. "Tapi cuma 10 menit saja. Tidak ada masalah, masih kuat penyimpan daya," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kotabaru Umar Dani. (by/ran)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 12:33

Buana Mistik, Komunitas Penguak Mitos dan Hal Gaib di Banjarbaru

Kalau kebanyakan orang takut ditemui makhluk gaib. Orang-orang di komunitas…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*