MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 10 April 2018 20:30
Perjuangan Siswa Kotabaru Ikuti UNBK: 10 Jam Arungi Laut, Dihantam Gelombang 2 Meter
DEMI PENDIDIKAN: Sebanyak 51 siswa SMAN 1 Pulau Sembilan terpaksa arungi laut selama 10 jam menggunakan kapal perintis ke Pulau Laut, pusat kota Kabupaten Kotabaru untuk mengikuti UNBK. | Foto: Zalyan Shodiqin Abdi / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Mereka mesti berjibaku arungi ombak dua meter, arungi laut selama 10 jam hanya untuk ikut UNBK.

==========================

Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Laut

==========================

Senin (9/4) sore kemarin, anak-anak Mandar dan Bugis dari Pulau Sembilan salat Asar berjamaah di SMAN 2 Kotabaru Pulau Laut. Mereka baru saja selesai UNBK sesi terakhir.

Wajah mereka tenang. Salat berjamaah itu diimami Guru Sosiologi mereka, Supian. "Sudah biasa kami salat jamaah di Pulau Sembilan tiap zuhur," kata Supian usai salat, menepis dugaan Radar Banjarmasin bahwa salat jamaah hanya karena menghadapi UNBK.

Tidak terasa cerita pun mengalir dari mereka. Sebanyak 51 siswa SMAN 1 Pulau Sembilan terpaksa arungi laut selama 10 jam menggunakan kapal perintis ke Pulau Laut, pusat kota Kabupaten Kotabaru. Sekolah mereka selain kekurangan komputer juga kesulitan sinyal internet untuk menggelar UNBK.

Bersama 7 orang guru dan 5 orang tua siswa, mereka tiba di Pelabuhan Stagen Pulau Laut, Kamis (5/4) tadi. "Mestinya kami cuma empat hari saja di sini. Tapi kapal berangkat dua minggu sekali," ujar Nur Aliansyah guru Kimia.

Perjalanan laut itu menguras tenaga anak-anak. Meski rata-rata anak nelayan tapi tidak sedikit yang mabuk di laut saat dihantam gelombang dua meter. Reza mengaku sampai muntah-muntah.

Pulau Sembilan adalah gugusan pulau terluar di Kalsel, letaknya di ujung Kabupaten Kotabaru. Ada sembilan pulau kecil. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Selat Makassar.

Tiba di Stagen, mereka langsung menuju SMAN 2 Kotabaru, sekitar empat kilometer dari pelabuhan. Selain membawa buku pelajaran, mereka juga membawa peralatan masak. "Simulasi tadi kami bawa beras dan ikan sendiri. Tapi repot, sekarang bawa alat masak saja sama saling kumpul uang," kata Supiani.

Mereka kemudian menginap di beberapa rumah warga persis di depan SMAN 2. Tapi sebagian besar anak-anak tidur di salah satu ruangan kelas yang sudah dikosongkan kursinya.

Jadilah mereka tiap hari kumpul, makan sama-sama. Salat berjamaah, mandi antre, belajar sama-sama. Sama-sama dengan suasana baru. "Cewek kota cantik-cantik," kekeh Arifin yang kata teman-temannya sudah punya kekasih pelajar di kota.

Bagaimana dengan UNBK? Mereka sama mengaku tidak ada kendala. Sudah biasa mengoperasikan komputer. Mereka pun yakin bisa lulus semua tahun ini.

Apa cita-cita anak pulau itu? Ada yang mau jadi polisi ada yang mau jadi tentara, guru dan lainnya. Tapi tidak sedikit yang gamang. "Kayaknya menganggur dulu. Biaya kuliah tidak ada," kata Nurbaitillah, diamini Sasmi temannya.

Anak-anak yang gamang itu mengaku orang tua mereka tidak mampu. Hanya nelayan kecil di pulau kecil. Tidak kuliah tinggal di pulau, bagi gadis remaja lulusan SMA itu artinya isi hari bantu keluarga, atau honor di kantor kecamatan atau desa, dan menunggu dilamar.

Juhariah dan Matahari para ibu yang ikut ke kota jadi tukang masak, mengatakan dalam sekali masak menghabiskan rata-rata 15 kilogram beras. Semua biaya makan, sebutnya patungan dari para orang tua dan sekolah.

"Rami, bisa kumpul-kumpul. Lihat kampung orang," kata Juhariah.

Ujian hanya empat hari. Kapal lama lagi baru berangkat. Untungnya kata anak-anak, habis ujian mereka dijanjikan akan diantar jalan-jalan ke objek wisata Sarangtiung oleh seorang polisi setempat. "Bagus katanya, penasaran kami. Rupanya kasihan polisinya sama kami, makanya mau dibawa jalan-jalan," kata seorang pelajar.

Tiap sore, mereka biasa jalan kaki sejauh satu kilometer, melihat pesawat mendarat dan berangkat. SMAN 2 memang dekat dengan bandara di Pulau Laut. "Maklum, tidak pernah lihat pesawat," ujar pelajar disambut tawa temannya.

Mayoritas warga Pulau Sembilan adalah suku Mandar dan Bugis. Mereka rata-rata bekerja jadi nelayan. Supiani berharap tahun ini banyak anak yang bisa kuliah. "Supaya banyak orang pintar di pulau. Biar mereka nanti yang kembangkan di sana," harapnya.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, listrik sempat mati saat anak-anak UNBK. "Tapi cuma 10 menit saja. Tidak ada masalah, masih kuat penyimpan daya," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kotabaru Umar Dani. (by/ran)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…

Sabtu, 30 Juni 2018 11:00

Mereka yang Bergerak Memerangi Polusi Udara

Ancaman polusi udara bukan isu populer untuk diperangi di Banjarmasin. Serbuan asap dari pabrik dan…

Minggu, 24 Juni 2018 11:27

Setelah Toko Kaset-CD di Banjarmasin Berguguran: Membeli Karya Orisinal adalah Perlawanan

Diserang aplikasi pemutar musik dan barang bajakan, sebagian orang memilih bertahan. Mengkoleksi kaset…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .