MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 13 April 2018 13:11
Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Awalnya Motor Butut, Girang Sampai Lupa Tanya Alamat

KEDELAI PILIHAN: Heri Hadi Saputra menyortir kedelai untuk diolah susu.

PROKAL.CO, Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun ini lebih memilih membuka usaha Sule alias susu kedelai sendiri.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.

Wajahnya masih penuh dengan keringat. Heri Hadi Saputra baru saja mengangkat rak kayu berisi botol-botol kosong yang diikat menggunakan karet ban dalam di belakang motor. Dia baru saja pulang. “Baru saja sampai rumah. Tadi baru keliling antar Sule ke rumah langganan,” ucapnya sambil tersenyum.

Rumah Heri berada di dalam Gang Serumpun. Gangnya cukup sempit di kawasan Jalan Keramat RT 6 Nomor 3, Banjarmasin Timur. “Sebelum menekuni usaha minuman susu kedelai, saya ngojek dan ikut mengantarkan susu kedelai ke langganan milik paman,” sebutnya, Selasa (10/4) tadi.

Setahun setelah menikahi Susi Susilawati, tepatnya tahun 1999, dia baru terpikir. Kalau masih tetap ngojek, bagaimana menghidupi anak dan istri. Sedangkan penghasilan dari narik ojek dan upah mengantar susu kedelai milik pamannya juga tidak seberapa. Ide untuk buka usaha sendiri pun muncul. “Karena bisa membuat susu kedelai, saya bilang ke istri, dan dia setuju,” katanya.

Tapi, awalnya terkendala modal. Istrinya pun mengusahakan mencari pinjaman ke sebuah koperasi. Usaha dijalankan mengendarai motor butut Yamaha Force 1 tahun jadul yang dibelikan orang tua. Heri berkeliling menjajakan susu kedelai olahannya. Supaya mudah mengangkut dengan kendaraan, dia membuat bak dari kayu yang bersekat-sekat untuk menaruh botol-botol berisi susu kedelai. Bentuknya persis seperti rak botol minuman Coca-Cola.

Banyak kawasan di Banjarmasin dimasuki. Tapi, sudah sekitar 6 bulan, belum juga ada kemajuan. Dalam sehari paling laku 5 botol sehari.

Suatu ketika usai berkeliling, dia berhenti di sebuah ponsel milik temannya untuk istirahat. “Tanpa sengaja ada orang yang mampir, dan bertanya apakah mau mengantarkan susu kedelai ke rumah. Tanpa banyak berpikir, saya langsung mengiyakan,” katanya.

Saking senangnya mendapat pesanan, ayah dari Riswan ini sampai lupa tanya alamat lengkapnya. Orang itu hanya bilang nama kompleks perumahannya saja. Keesokan harinya, lokasi itu dituju. Putar-putar keliling masih tetap tidak ketemu. “Alamatnya di Sungai Andai, tapi tidak ketemu. Waktu tanya alamat itulah banyak warga yang bertanya, barang dagangannya apa? Saya jawab saja susu kedelai,” ujarnya.

Setiap menjual dia tidak segan memberikan penjelasan mengenai manfaat minum susu kedelai. Di dalam minuman itu mengandung lemak, kalori dan protein. Selain itu susu ini juga kaya vitamin B-6 dan mengandung magnesium, phosphorus, riboflavin, serta thiamin.

Kalau dibandingkan dengan biji-bijian lain, kacang kedelai memiliki lebih banyak protein. Protein dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh, termasuk organ dan otot. “Beda dengan susu sapi, susu kedelai tidak mengandung kolesterol. Kandungan lemak jenuhnya juga sangat rendah. Saya jadi tahu baca di internet juga,” katanya.

Dari situ, mulai banyak orang yang beli dan jadi langganan. Mereka ada yang minta antar ke rumah pagi-lagi. Sekarang masih mending jalan yang dilalui sudah bagus. Jalan di kawasan Sungai Andai sepuluh tahun lalu masih rusak. Apalagi kalau musim hujan. Jika mau melewatinya harus  ekstra hati-hati. “Jalannya ngeri. Dulu hanya tumpukan kayu galam,” tuturnya.

Sebelas tahun menekuni usaha minuman susu kedelai, Heri sudah punya langganan cukup banyak. Kalau ditotal dengan langganan istrinya mencapai 150 orang. Harga per botol untuk ukuran besar Rp3.000. Kalau ukuran kecil Rp2.500. Kalau dihitung keuntungan yang didapat sekitar Rp3,9 juta per bulan. “Alhamdulillah berkat ketekunan dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

Sekarang Heri sudah memiliki rumah sendiri, dan dapat membeli kendaraan, serta membiayai sekolah anaknya yang sudah menginjak kelas 1 SMA. “Dulu pakai Force 1, sekarang Yamaha MX,” bandingnya.

Prinsip usaha Heri tidak terlalu neko-neko. Dia yakin kalau rezeki itu tidak akan tertukar karena Tuhan sudah menyiapkan bagi setiap umatnya. Paling utama tetap berusaha dan jangan lupa berdoa. “Yang pasti dalam jualan saya tetap mengutamakan menjaga rasa. Supaya orang tidak kecewa. Kalau harga bahan baku naik mending ungkapkan sebenarnya kepada pelanggan, mereka pasti mengerti,” tuturnya.

Namun, ketika ingin melihat bagaimana proses pembuatannya, Heri menolak secara halus. Pesan dari paman, resep dan cara mengolahnya dirahasiakan. Dia memastikan susu kedelai mempunyai rasa lemak dan manis kedelai yang tidak menimbulkan rasa eneg. Pembuatan menggunakan kedelai pilihan, sehingga hasilnya lebih kental. Tidak cair seperti susu kedelai lainnya. “Pokoknya pas deh di tenggorokan,” ucapnya berpromosi.(at/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Juli 2018 15:20

Menabung Rp10-20 Ribu Sehari, Penjual Nasi Kuning Pergi Haji

Calon jemaah haji (CJH) kloter 02, Jumat (20/7) kemarin telah memasuki Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.…

Sabtu, 21 Juli 2018 15:06

Mengenal Lebih Dekat Syekh Asal bin Yanto, Imam Masjid Birrul Walidain Mekkah

Sudah sepekan ini, Syekh Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al-Banjari, imam  Masjid Birrul Walidain…

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .