MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 13 April 2018 13:11
Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Awalnya Motor Butut, Girang Sampai Lupa Tanya Alamat

KEDELAI PILIHAN: Heri Hadi Saputra menyortir kedelai untuk diolah susu.

PROKAL.CO, Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun ini lebih memilih membuka usaha Sule alias susu kedelai sendiri.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.

Wajahnya masih penuh dengan keringat. Heri Hadi Saputra baru saja mengangkat rak kayu berisi botol-botol kosong yang diikat menggunakan karet ban dalam di belakang motor. Dia baru saja pulang. “Baru saja sampai rumah. Tadi baru keliling antar Sule ke rumah langganan,” ucapnya sambil tersenyum.

Rumah Heri berada di dalam Gang Serumpun. Gangnya cukup sempit di kawasan Jalan Keramat RT 6 Nomor 3, Banjarmasin Timur. “Sebelum menekuni usaha minuman susu kedelai, saya ngojek dan ikut mengantarkan susu kedelai ke langganan milik paman,” sebutnya, Selasa (10/4) tadi.

Setahun setelah menikahi Susi Susilawati, tepatnya tahun 1999, dia baru terpikir. Kalau masih tetap ngojek, bagaimana menghidupi anak dan istri. Sedangkan penghasilan dari narik ojek dan upah mengantar susu kedelai milik pamannya juga tidak seberapa. Ide untuk buka usaha sendiri pun muncul. “Karena bisa membuat susu kedelai, saya bilang ke istri, dan dia setuju,” katanya.

Tapi, awalnya terkendala modal. Istrinya pun mengusahakan mencari pinjaman ke sebuah koperasi. Usaha dijalankan mengendarai motor butut Yamaha Force 1 tahun jadul yang dibelikan orang tua. Heri berkeliling menjajakan susu kedelai olahannya. Supaya mudah mengangkut dengan kendaraan, dia membuat bak dari kayu yang bersekat-sekat untuk menaruh botol-botol berisi susu kedelai. Bentuknya persis seperti rak botol minuman Coca-Cola.

Banyak kawasan di Banjarmasin dimasuki. Tapi, sudah sekitar 6 bulan, belum juga ada kemajuan. Dalam sehari paling laku 5 botol sehari.

Suatu ketika usai berkeliling, dia berhenti di sebuah ponsel milik temannya untuk istirahat. “Tanpa sengaja ada orang yang mampir, dan bertanya apakah mau mengantarkan susu kedelai ke rumah. Tanpa banyak berpikir, saya langsung mengiyakan,” katanya.

Saking senangnya mendapat pesanan, ayah dari Riswan ini sampai lupa tanya alamat lengkapnya. Orang itu hanya bilang nama kompleks perumahannya saja. Keesokan harinya, lokasi itu dituju. Putar-putar keliling masih tetap tidak ketemu. “Alamatnya di Sungai Andai, tapi tidak ketemu. Waktu tanya alamat itulah banyak warga yang bertanya, barang dagangannya apa? Saya jawab saja susu kedelai,” ujarnya.

Setiap menjual dia tidak segan memberikan penjelasan mengenai manfaat minum susu kedelai. Di dalam minuman itu mengandung lemak, kalori dan protein. Selain itu susu ini juga kaya vitamin B-6 dan mengandung magnesium, phosphorus, riboflavin, serta thiamin.

Kalau dibandingkan dengan biji-bijian lain, kacang kedelai memiliki lebih banyak protein. Protein dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh, termasuk organ dan otot. “Beda dengan susu sapi, susu kedelai tidak mengandung kolesterol. Kandungan lemak jenuhnya juga sangat rendah. Saya jadi tahu baca di internet juga,” katanya.

Dari situ, mulai banyak orang yang beli dan jadi langganan. Mereka ada yang minta antar ke rumah pagi-lagi. Sekarang masih mending jalan yang dilalui sudah bagus. Jalan di kawasan Sungai Andai sepuluh tahun lalu masih rusak. Apalagi kalau musim hujan. Jika mau melewatinya harus  ekstra hati-hati. “Jalannya ngeri. Dulu hanya tumpukan kayu galam,” tuturnya.

Sebelas tahun menekuni usaha minuman susu kedelai, Heri sudah punya langganan cukup banyak. Kalau ditotal dengan langganan istrinya mencapai 150 orang. Harga per botol untuk ukuran besar Rp3.000. Kalau ukuran kecil Rp2.500. Kalau dihitung keuntungan yang didapat sekitar Rp3,9 juta per bulan. “Alhamdulillah berkat ketekunan dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

Sekarang Heri sudah memiliki rumah sendiri, dan dapat membeli kendaraan, serta membiayai sekolah anaknya yang sudah menginjak kelas 1 SMA. “Dulu pakai Force 1, sekarang Yamaha MX,” bandingnya.

Prinsip usaha Heri tidak terlalu neko-neko. Dia yakin kalau rezeki itu tidak akan tertukar karena Tuhan sudah menyiapkan bagi setiap umatnya. Paling utama tetap berusaha dan jangan lupa berdoa. “Yang pasti dalam jualan saya tetap mengutamakan menjaga rasa. Supaya orang tidak kecewa. Kalau harga bahan baku naik mending ungkapkan sebenarnya kepada pelanggan, mereka pasti mengerti,” tuturnya.

Namun, ketika ingin melihat bagaimana proses pembuatannya, Heri menolak secara halus. Pesan dari paman, resep dan cara mengolahnya dirahasiakan. Dia memastikan susu kedelai mempunyai rasa lemak dan manis kedelai yang tidak menimbulkan rasa eneg. Pembuatan menggunakan kedelai pilihan, sehingga hasilnya lebih kental. Tidak cair seperti susu kedelai lainnya. “Pokoknya pas deh di tenggorokan,” ucapnya berpromosi.(at/dye)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .