MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 13 April 2018 13:11
Perjuangan Heri Hadi Saputra Keliling Dagang Sule

Awalnya Motor Butut, Girang Sampai Lupa Tanya Alamat

KEDELAI PILIHAN: Heri Hadi Saputra menyortir kedelai untuk diolah susu.

PROKAL.CO, Heri Hadi Saputra dulu berprofesi sebagai ojek. Penghasilannya pas-pasan. Sekarang pria berusia 38 tahun ini lebih memilih membuka usaha Sule alias susu kedelai sendiri.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.

Wajahnya masih penuh dengan keringat. Heri Hadi Saputra baru saja mengangkat rak kayu berisi botol-botol kosong yang diikat menggunakan karet ban dalam di belakang motor. Dia baru saja pulang. “Baru saja sampai rumah. Tadi baru keliling antar Sule ke rumah langganan,” ucapnya sambil tersenyum.

Rumah Heri berada di dalam Gang Serumpun. Gangnya cukup sempit di kawasan Jalan Keramat RT 6 Nomor 3, Banjarmasin Timur. “Sebelum menekuni usaha minuman susu kedelai, saya ngojek dan ikut mengantarkan susu kedelai ke langganan milik paman,” sebutnya, Selasa (10/4) tadi.

Setahun setelah menikahi Susi Susilawati, tepatnya tahun 1999, dia baru terpikir. Kalau masih tetap ngojek, bagaimana menghidupi anak dan istri. Sedangkan penghasilan dari narik ojek dan upah mengantar susu kedelai milik pamannya juga tidak seberapa. Ide untuk buka usaha sendiri pun muncul. “Karena bisa membuat susu kedelai, saya bilang ke istri, dan dia setuju,” katanya.

Tapi, awalnya terkendala modal. Istrinya pun mengusahakan mencari pinjaman ke sebuah koperasi. Usaha dijalankan mengendarai motor butut Yamaha Force 1 tahun jadul yang dibelikan orang tua. Heri berkeliling menjajakan susu kedelai olahannya. Supaya mudah mengangkut dengan kendaraan, dia membuat bak dari kayu yang bersekat-sekat untuk menaruh botol-botol berisi susu kedelai. Bentuknya persis seperti rak botol minuman Coca-Cola.

Banyak kawasan di Banjarmasin dimasuki. Tapi, sudah sekitar 6 bulan, belum juga ada kemajuan. Dalam sehari paling laku 5 botol sehari.

Suatu ketika usai berkeliling, dia berhenti di sebuah ponsel milik temannya untuk istirahat. “Tanpa sengaja ada orang yang mampir, dan bertanya apakah mau mengantarkan susu kedelai ke rumah. Tanpa banyak berpikir, saya langsung mengiyakan,” katanya.

Saking senangnya mendapat pesanan, ayah dari Riswan ini sampai lupa tanya alamat lengkapnya. Orang itu hanya bilang nama kompleks perumahannya saja. Keesokan harinya, lokasi itu dituju. Putar-putar keliling masih tetap tidak ketemu. “Alamatnya di Sungai Andai, tapi tidak ketemu. Waktu tanya alamat itulah banyak warga yang bertanya, barang dagangannya apa? Saya jawab saja susu kedelai,” ujarnya.

Setiap menjual dia tidak segan memberikan penjelasan mengenai manfaat minum susu kedelai. Di dalam minuman itu mengandung lemak, kalori dan protein. Selain itu susu ini juga kaya vitamin B-6 dan mengandung magnesium, phosphorus, riboflavin, serta thiamin.

Kalau dibandingkan dengan biji-bijian lain, kacang kedelai memiliki lebih banyak protein. Protein dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh, termasuk organ dan otot. “Beda dengan susu sapi, susu kedelai tidak mengandung kolesterol. Kandungan lemak jenuhnya juga sangat rendah. Saya jadi tahu baca di internet juga,” katanya.

Dari situ, mulai banyak orang yang beli dan jadi langganan. Mereka ada yang minta antar ke rumah pagi-lagi. Sekarang masih mending jalan yang dilalui sudah bagus. Jalan di kawasan Sungai Andai sepuluh tahun lalu masih rusak. Apalagi kalau musim hujan. Jika mau melewatinya harus  ekstra hati-hati. “Jalannya ngeri. Dulu hanya tumpukan kayu galam,” tuturnya.

Sebelas tahun menekuni usaha minuman susu kedelai, Heri sudah punya langganan cukup banyak. Kalau ditotal dengan langganan istrinya mencapai 150 orang. Harga per botol untuk ukuran besar Rp3.000. Kalau ukuran kecil Rp2.500. Kalau dihitung keuntungan yang didapat sekitar Rp3,9 juta per bulan. “Alhamdulillah berkat ketekunan dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil,” katanya.

Sekarang Heri sudah memiliki rumah sendiri, dan dapat membeli kendaraan, serta membiayai sekolah anaknya yang sudah menginjak kelas 1 SMA. “Dulu pakai Force 1, sekarang Yamaha MX,” bandingnya.

Prinsip usaha Heri tidak terlalu neko-neko. Dia yakin kalau rezeki itu tidak akan tertukar karena Tuhan sudah menyiapkan bagi setiap umatnya. Paling utama tetap berusaha dan jangan lupa berdoa. “Yang pasti dalam jualan saya tetap mengutamakan menjaga rasa. Supaya orang tidak kecewa. Kalau harga bahan baku naik mending ungkapkan sebenarnya kepada pelanggan, mereka pasti mengerti,” tuturnya.

Namun, ketika ingin melihat bagaimana proses pembuatannya, Heri menolak secara halus. Pesan dari paman, resep dan cara mengolahnya dirahasiakan. Dia memastikan susu kedelai mempunyai rasa lemak dan manis kedelai yang tidak menimbulkan rasa eneg. Pembuatan menggunakan kedelai pilihan, sehingga hasilnya lebih kental. Tidak cair seperti susu kedelai lainnya. “Pokoknya pas deh di tenggorokan,” ucapnya berpromosi.(at/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 11:41

Indahnya Pesona Dayak Meratus di Desa Kapul

Akhir Maret tadi, Pesona Dayak Meratus digelar di Desa Kapul, Kecamatan Halong. Ini kali keempat saya…

Rabu, 04 April 2018 14:48

Masyarakat Bingung Menyelamatkan Peninggalan Sejarah di Desa Pipitak Jaya

Desa Pipitak Jaya akan tenggelam karena pembangunan bendungan. Masyarakat bingung ingin menyelamatkan…

Selasa, 03 April 2018 15:03

Sulitnya UNBK di Pelosok Pulau, Puluhan Kilometer Cari Sinyal

Edi Rohaedi mesti menempuh puluhan kilometer mencari sinyal internet. Ujian nasional di SMK pelosok…

Selasa, 03 April 2018 14:54

Mengenal Shintya Subhan, Penerjemah Bahasa Isyarat

Dengan gerakan tangan, bibir dan mata, seorang interpreter bisa membuka jendela wawasan kaum difabel.…

Senin, 02 April 2018 17:27

Menelusuri Kesaktian Orang Mandar di Pesisir Kalsel

Pernah dengar kesaktian orang Mandar? Ternyata kesaktian itu ada yang berasal dari ilmu hitam. Tapi…

Senin, 02 April 2018 16:15

Kisah Perjuangan Kakek Nenek Mengasuh Cucu Yatim Piatu

Di usia senja, Jafar dan Nurbayah harus kehilangan anak satu-satunya dan menantu. Mereka kini mesti…

Sabtu, 31 Maret 2018 08:13

Mengikuti Sebagian Penggarapan Film Dokumenter Hidden Of Tapin

Tak banyak yang tahu tentang Kabupaten Tapin, kecuali soal batu bara. Nah, beberapa pemuda mencoba memperkenalkannya…

Sabtu, 31 Maret 2018 06:46

Bidang Humas Polda Kalsel, Berbaju Polisi, Tugas Bak Wartawan

Penampilan personil Polda Kalsel makin kekinian dan kasual. Tak melulu mengenakan seragam resmi. Terkadang,…

Jumat, 30 Maret 2018 15:40

Pengalaman Saparidi Jadi Sopir BPK Kuripan

Saparidi termasuk senior menjadi sukarelawan Barisan Pemadam Kebakaran di Banjarmasin. Inilah kisah…

Rabu, 28 Maret 2018 10:37

Kisah Kecil Seorang Sopir Mobil Perpustakaan Keliling

Di Dinas Perpustakaan dan Arsip Banjarmasin ada dua Husaini. Yang pertama Ahmad Husaini, sang kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .