MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 14 April 2018 11:48
Ikan Melimpah di Pesisir Pulau Laut, Tapi Nelayan tak Kunjung Kaya
HASIL: Nelayan di Desa Semaras melepaskan ikan selangat dari rengge.

PROKAL.CO, Pesisir Pulau Laut memang kaya ikan. Tiga jam saja merengge, nelayan di Desa Semaras bisa menangkap setengah kuintal ikan selangat. Ikannya banyak, tapi nelayannya tidak kunjung kaya raya.

Zalyan Shodiqin Abdi, Pulau Laut

Para pria di pertengahan malam itu sedang berbagi tugas membentangkan rengge di atas dermaga Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat. Rengge yang menggulung di atas kapal mereka tarik ke atas dermaga.

Ikan-ikan kecil yang tersangkut di jaring dilepaskan. Berjatuhan menggelepar, air genangan sisa gerimis di dermaga memercik ke atas. Sisiknya berkilauan terkena cahaya lampu.

Rengge terus mereka tarik. Mudah kelihatannya. Ikan rata-rata jatuh sendiri dari jeratan rengge. Sedikit yang mesti dilepaskan manual dengan cara menariknya dari jeratan. Selain melepas ikan, nelayan juga melepas sampah atau ranting yang sangkut di rengge. Angin laut hampir tidak terasa hembusannya. Tenang.

Jumlah ikan selangat yang berserak di lantai dermaga tak terhitung. Apalagi rengge yang dibentangkan bertahap itu panjangnya 30 meter. "Rata-rata kalau musim begini (musim teduh, Red) dapat saja setengah kuintal (50 kilogram, Red)," ujar Ari, salah satu nelayan.

Untuk ukuran kapal kecil dengan satu mesin, hasil 50 kilogram itu dianggap cukup besar. "Tiga jam saja di laut ini," tambah Saripudin.

Ikan-ikan itu dijual ke tengkulak. Harganya Rp3.500 per kilogram. Jadi dapat 50 kilogram hasil jual Rp175.000. Sementara ongkos minyak sekali menangkap selangat tiga liter Rp27 ribu.

Saat asyik berbincang dengan nelayan, datang tengkulak. Melarang nelayan bicara. Tapi, nelayan cuek. Perbincangan tetap dilanjutkan.

Si tengkulak lantas asyik sendiri merokok. Di depan mobil pikapnya yang sudah siap memborong selangat.

Kata Ari dkk, musim selangat tidak lama. Paling hanya sebulan. Kalau selangat habis, jenis ikan lain yang dicari. Kadang juga udang. Udang memang mahal. Tapi, sulit dicari dengan kapal kecil yang jarak tempuhnya terbatas.

Ahmad bercerita, beberapa nelayan suku Banjar melaut karena tidak ada pilihan. Sejak kejayaan zaman kayu puluhan tahun silam runtuh, banyak dari mereka beralih menjadi pelaut.

Ikan memang melimpah. Namun, kesulitan modal. Kapal kecil, mesin kecil. Ikan juga terpaksa dijual murah karena kebutuhan dapur mendesak. "Begini pang sudah kami, begini-gini saja," kata Ahmad yang saat berbincang kerap melontarkan lelucon.

Kondisi ini mendapat tanggapan tokoh di Kecamatan Pulau Laut Barat, Syaripuddin. "Potensi laut kita besar. Sayang kita tidak bersatu mengembangkannya," kata tokoh yang akrab disapa Pudding tersebut.

Pudding menilai andai semua bersatu, pemerintah juga, bisa dilakukan kegiatan industri. "Dulu sering saya dengar mau bikin pabrik pengalengan ikan. Hanya wacana saja. Padahal itu potensial," yakinnya.

Bangsa ini, sebutnya kadang menggelikan. Ikan diekspor, olahannya nanti kembali dibeli rakyat. "Seperti karet, batu bara semua diekspor. Kita beli ban dari luar negeri, padahal karetnya dari kita," keluhnya.(az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 12:50

Linda Wahyuni, Siswi SMAN 1 Pelaihari Berhasil Lolos ke LIDA 2019

Linda Wahyuni (16), gadis asal Kota Pelaihari ini, berhasil meraih…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:31

Lappenka, Grup Band yang Beranggotakan Penghuni Lapas Banjarbaru

Lappenka selalu tampil enerjik. Lagu-lagu all genre dibabat habis. Namun…

Rabu, 02 Januari 2019 14:01

Maskot Legenda Rakyat

Kotabaru memang sudah lama menjadikan ikan todak sebagai maskot. Todak…

Rabu, 02 Januari 2019 10:35

Menelusuri Jejak Monumen Perang Banjar

Jika Anda rajin mengulik arsip foto Banjarmasin tempo dulu di…

Senin, 31 Desember 2018 09:28

Sepi Pengunjung, Pengelola Danau Seran Tiadakan Acara Malam Tahun Baru

BANJARBARU - Masyarakat Kota Banjarbaru kali ini tidak bisa lagi…

Minggu, 30 Desember 2018 10:55

Ibnu Pre Order 300 Keping Album Kedua JEF (2)

PELUNCURAN album Gawi Manuntung dihadiri tamu spesial. Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 30 Desember 2018 10:50

Album Kedua JEF Lebih Dewasa dan Kritis (1)

JEF Band meluncurkan album baru, Gawi Manuntung. Seratus persen keuntungan…

Rabu, 26 Desember 2018 13:22

Sejarah Kerukunan Beragama Dibalik Berdirinya GKE di Banjarmasin

Sebagai gereja tua di Kalimantan, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menyimpan…

Senin, 24 Desember 2018 10:32

Pebiola Cilik Fellycia Sita Perhatian Pengunjung Siring Pierre Tendean

Ada yang tak biasa Siring Pierre Tendean, kemarin (23/12) sore.…

Sabtu, 22 Desember 2018 10:18

Kisah Optimis Pengerajin Terompet di Banjarmasin, Kusnandar

Ini kisah optimis dari seorang penjual terompet. Yang meyakini bahwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*