MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 16 April 2018 13:35
Pemko Banjarbaru
Dampingi Tim Verifikasi PAAR ke Kampung Pelangi

PROKAL.CO, BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Wakil Ketua I TP PKK Kota banjarbaru Eny Apriyati Darmawan Jaya dan Ketua Gatriwara Kota Banjarbaru Nahdatun Nusrah Iwansyah, Kamis (11/4) tadi mendampingi tim verifikasi pola asuh anak dan remaja (PAAR) di Kampung Pelangi.

Dalam kesempatan itu tampak hadir pula, Kepala Dinas Dalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Plt Camat Banjarbaru Selatan, Ketua TP PKK Kecamatan Banjarbaru Selatan, Lurah Guntung Paikat, Lurah Kemuning, Ketua TP PKK Kelurahan Guntung Paikat dan Kemuning, Pokja I TP PKK Kota Banjarbaru dan tamu lainnya.

Tim verifikasi terlihat meninjau beberapa kegiatan PAAR di Kampung Pelangi dan melihat aktivitas di Posyandu. Serta, memantau produk UP2K Pelangi dan menyaksikan kegiatan simulasi PAAR dan kegiatan Pokdarwis Pelangi yang ada di Kelurahan Guntung Paikat.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani mengatakan, PAAR sangatlah penting. Sebab, anak adalah harapan orangtua dan masa depan keluarga serta bangsa. "Oleh sebab itu, anak perlu dipersiapkan sejak dini agar mereka mendapatkan pola asuh yang benar saat mengalami proses pertumbuhan dan  perkembangan," katanya.

Menurutnya, pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan bertanggungjawab menghadapi hidup yang penuh dengan warna-warni. "Orangtua selalu menginginkan kehidupan anaknya menjadi anak yang sempurna, tanpa mau memahami bahwa sebagai orangtua harus mengubah diri sendiri terlebih dahulu sebelum anak itu lahir," ujarnya.

Sekarang terdapat berbagai dampak di masyarakat, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak positif globalisasi adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga mempermudah seseorang untuk memperoleh berbagai informasi yang tidak terbatas. Sedangkan dampak negatif yang ditakuti ialah gaya hidup yang bebas. "Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya masalah sosial pada remaja. Seperti penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang," pungkasnya. (ris/al/bin)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 11:04

600 Calon Siswa Sekolah Inspektur Polisi Jalani Cek Kesehatan

BANJARMASIN - Ratusan calon peserta seleksi pendidikan pengembangan Polri menjalani…

Kamis, 13 Desember 2018 10:54

Hasan Basri Membantah Bila Pemko Mengabaikan Penghuni Kolong Jembatan (2)

KELUHAN penghuni kolong Jembatan Pangeran Antasari bahwa mereka diabaikan pemko…

Kamis, 13 Desember 2018 10:43

Mereka Hanya Bisa Pasrah Ketika Tempat Tinggalnya Dipagari Petugas (1)

Pemagaran kolong Jembatan Pangeran Antasari menyedot perhatian masyarakat. Ada delapan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:28

Pemko Banjarmasin Terima 465 Aduan Online Sepanjang Tahun 2018

SEPANJANG tahun 2018, pemko telah menerima 465 aduan online. Keluhan…

Kamis, 13 Desember 2018 10:20

Penggodokan Perda Lingkungan Hidup Tuntas, Begini Isinya

BANJARMASIN - Penggodokan Raperda tentang Pedoman Pengelolaan Lingkungan Hidup akhirnya…

Kamis, 13 Desember 2018 09:56

Tekad Kuat Pramuka Kalsel Agar Unggul di Tingkat Nasional

SURABAYA– Keseriusan dalam membina para anggotanya agar unggul dalam berinovasi…


Kamis, 13 Desember 2018 08:59

Dewan Soroti Alih Fungsi Bangunan Tanpa Izin di Wilayah Banjarbaru

BANJARBARU - Anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, M Ikhsan menyoroti…

Kamis, 13 Desember 2018 08:48

Tanggulangi Lahan Kritis dengan Penanaman Pohon

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Rabu (12/120 kemarin menghadiri…

Kamis, 13 Desember 2018 08:36

Pemkab Tanbu Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM 2017

BATULICIN - Pemkab Tanbu menerima penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .