MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 21 April 2018 10:53
Warga Desa Kintapura Tuntut PT PKIS Hentikan Panen Sawit
BERJAGA: Panen sawit yang dilakukan PT PKIS di kebun plasma Kintapuradihentikan oleh warga.

PROKAL.CO, PELAIHARI - Puluhan orang dari warga Desa Kintapura, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala) meminta penghentian panen buah kelapa sawit yang dilakukan PT Pola Kahuripan Inti Sawit (PKIS), Kamis (19/4). Aksi mendadak ini dilakukan setelah mereka mendengar kabar pihak PT PKIS ingkar janji.

Warga yang melakukan aksi tersebut adalah peserta plasma sawit PT PKIS melalui wadah Koperasi Bina Bersama. Kerja sama pengelolaan kebun plasma sawit ini berlangsung sejak sekitar 2001 silam. Sejak pergantian ketua koperasi pada akhir 2017 lalu, mereka mengajukan tuntutan kepada manajemen PT PKIS untuk mengubah pola kerja sama. Mereka menghendaki pengelolaan kebun plasma tidak lagi di bawah komando PT PKIS, tapi oleh koperasi. Seiring itu juga tuntutan tersebut dilandasi kondisi keuangan koperasi yang stagnan. Akibatnya beban utang kepada PT PKIS tak kunjung tertuntaskan, bahkan terkesan kian menumpuk. “Bayangkan, saat ini utang koperasi kepada perusahaan sebesar Rp10 miliar," ungkap Wakil Ketua Koperasi Bina Bersama, Abdul Halik (Dawan) didampingi Sekretaris Arman.

Selama kebun plasma dikelola oleh perusahaan, pihaknya meyakini tidak akan terbayar lunas. Kebun tak diurus, sehingga produksi tak maksimal.

Jumlah anggota plasma sebanyak 603 orang dengan luasan kebun sawit masing-masing seluas 1,1 hektare. Bagi hasil setiap kali panen yang diterima peserta plasma cuma sekitar Rp300 ribu. "Panen kadang per tiga atau empat bulan sekali," ungkapnya.

Tentu pendapatan itu mereka nilai sangat tak rasional. Itu sebabnya mereka ingin mengelola sendiri kebun plasma sawit. Mereka yakin bisa lebih baik dan mampu melunasi utang kepada perusahaan.

Sebelum melakukan aksi ini, Selasa (17/4) lalu pengurus koperasi melakukan pertemuan dengan General Manager PT PKIS Rius Harino. Mereka menyampaikan tuntutan tersebut dan meminta pihak perusahaan menghentikan kegiatan panen di kebun plasma hingga adanya solusi terbaik. Hal ini disepakati bersama. Mereka kemudian menutup akses jalan menuju kebun plasma.

Namun, mendadak pihaknya mendapat kabar yang menyebut pihak perusahaan melakukan panen. "Akhirnya kami secara mendadak turun ke kebun plasma untuk menghentikan kegiatan itu," tuturnya.

Aksi mereka ini juga terdengar oleh Polsek Kintap. Personel diturunkan ke lokasi untuk menjaga perselisihan ini tidak lebih meluas. Setelah mendatangi kantor PT PKIS, akhirnya diterima oleh GM Rius Hariono beserta staf.

Pertemuan itu diwakili oleh Dawan, Arman, dan tiga orang peserta plasma lain. Selebihnya menunggu di luar ruangan. Dawan kembali menyampaikan tuntutan dan minta pihak perusahaan tidak melakukan kegiatan apapun di kebun plasma hingga adanya solusi.

GM Rius Hariono mengamini permintaan tersebut. Sebaliknya, Rius juga meminta warga tak melakukan aktivitas di lahan plasma. “Sementara mengenai tuntutan bapak-bapak, hal itu akan kami sampaikan kepada manajemen pusat,” ucapnya.(ard/az/dye)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:24
Berita Tabalong

PKK Tabalong Dapat 13 Piala di Jambore PKK Kalsel

TANJUNG - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabalong sukses besar…

Kamis, 20 September 2018 09:07

HARUS TEGAS..! Aturan Kawasan Tanpa Rokok Masih Longgar

BANJARMASIN - Penerapan perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) banyak pengecualian. Diketuk sejak tahun…

Kamis, 20 September 2018 09:00

Ibnu Terperangah, di Pusat Kota Masih Ada Pemukiman Seperti ini

WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina terperangah ketika mengunjungi rumah milik Slamet di Gang Kembang Jalan…

Kamis, 20 September 2018 08:58

Kelamaan Menunggu Diangkat PNS, Honorer: Keburu Kami Jadi Almarhum

Formasi honorer K2 untuk Banjarmasin cuma dijatah tiga orang. Forum guru honorer bereaksi. Mengadu ke…

Kamis, 20 September 2018 08:55

Festival Pasar Rakyat Angkat Derajat Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pasar tradisional merupakan jantung perekonomian masyarakat. Sayang sekali, keberadaannya…

Kamis, 20 September 2018 08:50

Tak Cuma Jadi Bandar, Asbullah Juga Sediakan Tempat Hisab Sabu

BANJARMASIN - Bisnis terlarang Asbullah (45) terendus polisi. Pria ini selain menjadi pengedar, juga…

Kamis, 20 September 2018 08:46

WADUH..!! Sambil Gituan, PSK ini Sempat Curi Uang Pelanggannya

BANJARMASIN - Putri Ayu Rahimah alias Putri (18),  warga Jalan Kelayan A Gang 12 Banjarmasin Selatan,…

Kamis, 20 September 2018 08:41

Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai Disita

BANJARMASIN - Puluhan kardus berisikan rokok tanpa dilekati pita cukai disita personel Polsek Kawasan…

Kamis, 20 September 2018 08:29
Pemko Banjarbaru

30 Balita di Posyandu Bunga Tanjung Divaksin MR

BANJARBARU - Ketua TP PKK Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Camat Liang Anggang M Subli dan…

Kamis, 20 September 2018 08:22
Parlementaria

Deklarasi Damai Jangan Hanya Jadi Seremonial

BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru dengan berbagai instansi terkait lainnya baru saja melaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .