MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 25 April 2018 15:03
Menengok Ujian Nasional di SLB Pelambuan

Gusti Fahreza Said Hai to The Camera

ISTIMEWA: Tingkah laku Gusti Muhammad Fahreza selagi menghadapi ujian di SLB Pelambuan, kemarin. Dari memainkan pensil sampai menggunakan jemari untuk berhitung. | FOTO: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO, Darmawati boleh saja menolak. Tapi dia malah mengikutkan putranya yang autis, Gusti Muhammad  Fahreza dalam UN (Ujian Nasional). Dia ingin Fahreza memperoleh pengalaman yang sama seperti anak lainnya.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

MENGENAKAN cadar dan jubah panjang berwarna biru malam, Darmawati duduk menunggu di koridor kelas. Dengan sabar dia menanti anaknya kelar mengikuti UN.

Kemarin (24/4), Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelambuan melaksanakan UN dan US (Ujian Sekolah) untuk jenjang SMP. Memasuki hari kedua, jadwal ujian mata pelajarannya adalah Matematika. "Maaf jika saya terlampau bersemangat. Beginilah saya kalau diajak bercerita tentang Fahreza," ujarnya. Matanya menyipit tampak jelas dari balik cadarnya, entah Darmawati sedang tersenyum.

Fahreza diketahui autis sejak usia dua tahun. Sejak itu, Darmawati rutin menemani anaknya pergi terapi. Kini, anak sulungnya itu sudah menginjak usia 17 tahun.

Pada jenjang SD, Fahreza bersekolah di SLB di Jalan Yos Sudarso. Lulus dari situ, melanjutkan pendidikan di SMP-LB Pelambuan di Jalan Barito Hulu. Kedua sekolah ini masih berada di kawasan yang sama, Banjarmasin Barat. Keluarga Darmawati juga kebetulan tinggal di Pasir Mas. Tak jauh dari sekolah. "Anak saya harus masuk SMA. Sebagai orang tua, kewajiban saya adalah berusaha. Saya bertekad, Fahreza harus memperoleh pendidikan seperti anak normal. Menempuh pendidikan 12 tahun," kata Darmawati.

Harapannya pada sang anak tak muluk-muluk. Yang penting setelah dewasa nanti, Fahreza bisa hidup mandiri untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi, berpakaian, makan, bisa membaca, dan menulis.

Sebenarnya, anak berkebutuhan khusus tak diwajibkan mengikuti UN. Mengingat beratnya standar soal UN. US pun sudah cukup sebagai syarat kelulusan. Tapi, Darmawati memilih untuk mengikutkan anaknya dalam UN.

Tentu tak hanya bermodal sikap ngotot. Atau sekadar unjuk kekuatan pada anak-anak lainnya. Jauh-jauh hari, Darmawati sudah berkonsultasi dengan guru Fahreza. Dari pembelajarannya selama ini di kelas, bisa dinilai apakah si anak sanggup atau tidak untuk mengikuti UN. "Benar, boleh saja tidak ikut UN. Tapi keluarga kami terbiasa untuk tak terburu-buru mengatakan jangan atau tidak. Apa salahnya mencoba," jelasnya.

Jelas tak mudah memiliki seorang buah hati yang hiperaktif. Dia juga mudah panik jika bertemu dengan orang baru yang tak dikenal. "Suka error. Harus dikasih assalamualaikum dan diajak tos dulu baru mau tenang," ungkapnya.

Anak autis punya kecenderungan mudah bosan. Mudah untuk kehilangan fokus. Jika sanggup duduk diam selama satu jam untuk mengerjakan soal ujian, sungguh luar biasa.

Maka jangan heran, selagi menjawab soal mereka bisa mendadak mengajak teman duduk di sebelahnya bercanda. Atau malah mencoba keluyuran di dalam kelas. "Anak autis mudah bete. Tak tahan dengan yang monoton. Mereka suka mencari hal-hal baru," jelas Darmawati.

Fahreza sulit berbicara dengan lancar. Terkadang mengamuk tanpa alasan, tapi sangat-sangat jarang. Mungkin karena itu pula, Darmawati terbiasa menunggui anaknya di sekolah. Entah sedang ada ujian atau tidak. "Bukan karena saya tak percaya dengan guru dan teman sekelasnya, bukan. Tapi karena Fahreza lebih nyaman dengan ibunya. Itu saja," tukasnya.

Dari sekian banyak mata pelajaran, lantas, apa favorit Fahreza? Jawabannya, sudah pasti bukan Matematika. "Dia paling senang kesenian. Dia hobi sekali menggambar," ujarnya.

Ketika penulis memotret dari luar, melalui pintu kelas yang terbuka, Fahreza sedang asyik memainkan pensil. Fokusnya teralihkan oleh bunyi jepretan kamera. Dari dalam kelas dia menyapa dengan ceria, "Hai!".(at/dye)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…

Minggu, 30 September 2018 11:08

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 1)

KISAH Hanafi terungkap berkat Ustadz Wahyudi Ibnu Yusuf. Mahasiswa program doktoral (S3) Universitas…

Jumat, 28 September 2018 10:17

Kisah Arbainah Perajin Tanggui di Sungai Pandai

Tahun 2011, katarak menyerang bola mata sebelah kanan milik Arbainah. Hingga yang sebelah kiri pun terenggut,…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .