MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 25 April 2018 15:03
Menengok Ujian Nasional di SLB Pelambuan

Gusti Fahreza Said Hai to The Camera

ISTIMEWA: Tingkah laku Gusti Muhammad Fahreza selagi menghadapi ujian di SLB Pelambuan, kemarin. Dari memainkan pensil sampai menggunakan jemari untuk berhitung. | FOTO: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO, Darmawati boleh saja menolak. Tapi dia malah mengikutkan putranya yang autis, Gusti Muhammad  Fahreza dalam UN (Ujian Nasional). Dia ingin Fahreza memperoleh pengalaman yang sama seperti anak lainnya.

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

MENGENAKAN cadar dan jubah panjang berwarna biru malam, Darmawati duduk menunggu di koridor kelas. Dengan sabar dia menanti anaknya kelar mengikuti UN.

Kemarin (24/4), Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelambuan melaksanakan UN dan US (Ujian Sekolah) untuk jenjang SMP. Memasuki hari kedua, jadwal ujian mata pelajarannya adalah Matematika. "Maaf jika saya terlampau bersemangat. Beginilah saya kalau diajak bercerita tentang Fahreza," ujarnya. Matanya menyipit tampak jelas dari balik cadarnya, entah Darmawati sedang tersenyum.

Fahreza diketahui autis sejak usia dua tahun. Sejak itu, Darmawati rutin menemani anaknya pergi terapi. Kini, anak sulungnya itu sudah menginjak usia 17 tahun.

Pada jenjang SD, Fahreza bersekolah di SLB di Jalan Yos Sudarso. Lulus dari situ, melanjutkan pendidikan di SMP-LB Pelambuan di Jalan Barito Hulu. Kedua sekolah ini masih berada di kawasan yang sama, Banjarmasin Barat. Keluarga Darmawati juga kebetulan tinggal di Pasir Mas. Tak jauh dari sekolah. "Anak saya harus masuk SMA. Sebagai orang tua, kewajiban saya adalah berusaha. Saya bertekad, Fahreza harus memperoleh pendidikan seperti anak normal. Menempuh pendidikan 12 tahun," kata Darmawati.

Harapannya pada sang anak tak muluk-muluk. Yang penting setelah dewasa nanti, Fahreza bisa hidup mandiri untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi, berpakaian, makan, bisa membaca, dan menulis.

Sebenarnya, anak berkebutuhan khusus tak diwajibkan mengikuti UN. Mengingat beratnya standar soal UN. US pun sudah cukup sebagai syarat kelulusan. Tapi, Darmawati memilih untuk mengikutkan anaknya dalam UN.

Tentu tak hanya bermodal sikap ngotot. Atau sekadar unjuk kekuatan pada anak-anak lainnya. Jauh-jauh hari, Darmawati sudah berkonsultasi dengan guru Fahreza. Dari pembelajarannya selama ini di kelas, bisa dinilai apakah si anak sanggup atau tidak untuk mengikuti UN. "Benar, boleh saja tidak ikut UN. Tapi keluarga kami terbiasa untuk tak terburu-buru mengatakan jangan atau tidak. Apa salahnya mencoba," jelasnya.

Jelas tak mudah memiliki seorang buah hati yang hiperaktif. Dia juga mudah panik jika bertemu dengan orang baru yang tak dikenal. "Suka error. Harus dikasih assalamualaikum dan diajak tos dulu baru mau tenang," ungkapnya.

Anak autis punya kecenderungan mudah bosan. Mudah untuk kehilangan fokus. Jika sanggup duduk diam selama satu jam untuk mengerjakan soal ujian, sungguh luar biasa.

Maka jangan heran, selagi menjawab soal mereka bisa mendadak mengajak teman duduk di sebelahnya bercanda. Atau malah mencoba keluyuran di dalam kelas. "Anak autis mudah bete. Tak tahan dengan yang monoton. Mereka suka mencari hal-hal baru," jelas Darmawati.

Fahreza sulit berbicara dengan lancar. Terkadang mengamuk tanpa alasan, tapi sangat-sangat jarang. Mungkin karena itu pula, Darmawati terbiasa menunggui anaknya di sekolah. Entah sedang ada ujian atau tidak. "Bukan karena saya tak percaya dengan guru dan teman sekelasnya, bukan. Tapi karena Fahreza lebih nyaman dengan ibunya. Itu saja," tukasnya.

Dari sekian banyak mata pelajaran, lantas, apa favorit Fahreza? Jawabannya, sudah pasti bukan Matematika. "Dia paling senang kesenian. Dia hobi sekali menggambar," ujarnya.

Ketika penulis memotret dari luar, melalui pintu kelas yang terbuka, Fahreza sedang asyik memainkan pensil. Fokusnya teralihkan oleh bunyi jepretan kamera. Dari dalam kelas dia menyapa dengan ceria, "Hai!".(at/dye)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Rabu, 09 Mei 2018 16:15

Ini Nih Relawan Ojek Gratis di SBMPTN ULM

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) selalu merepotkan karena digelar di tempat berbeda.…

Selasa, 08 Mei 2018 14:35

Kisah Hidup Mahmud Ropi, Ayah Dua Anak Penyandang Disabilitas

Mahmud Ropi banyak bersyukur dalam hidupnya. Meski mengalami berbagai kesulitan hidup, dia bangkit dan…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .