MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 25 April 2018 15:26
Mantan Ketua DPRD Banjarmasin Divonis Empat Tahun Penjara Kasus Tipikor
PASRAH: Iwan Rusmali meninggalkan ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Selasa (23/4). | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Iwan Rusmali tampak santai meninggalkan ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Selasa (23/4) kemarin. Terdakwa kasus suap Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih itu terlihat tak begitu kaget dengan vonis 4 tahun penjara yang dijatuhkan hakim.

Iwan seperti sudah mengetahui ganjaran yang akan didapatnya dari majelis hakim yang diketuai Sihar Hamonangan Purba dengan dua hakim anggota, Afandi Widarijanto dan Dana Hanura.

Mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin itu, bahkan mengaku pikir-pikir apakah akan melakukan upaya banding dengan putusan hakim tersebut. Ditemui usai sidang, Iwan hanya menjawab singkat pertanyaan awak media yang sudah menunggunya.

Setelah diputuskan kemarin, masih ada tenggat waktu 7 hari atau satu minggu untuk terdakwa melakukan banding atau menerima putusan majelis hakim. “Ini keputusan terbaik. Untuk saat ini, saya masih pikir-pikir apakah akan banding atau tidak,” tutur Iwan sambil menjauh menuju sel sementara Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Jika Iwan terlihat pasrah dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim kepada dirinya. Berbeda dengan terdakwa Andi Effendi. Dengan jumlah vonis yang sama, yakni empat tahun penjara dan denda Rp 250 juta atau subside tiga bulan kurungan juga, Andi terlihat tegang.

Hukuman bagi Andi sendiri sedikit lebih berat. Selain menjalani masa tahanan serta denda, dia juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp25 juta. Jika tidak, harta benda Andi Andi dapat disita dan dilelang untuk menutupi UP tersebut. Jika harta bendanya tak mencukupi, maka dia dijatuhi penjara selama 6 bulan. “Untuk banding masih saya pikirkan,” ucap Andi yang kemarin lebih banyak menunduk.

Di persidangan sebelumnya pada, Selasa 10 April lalu, yang beragendakan pembelaan, Andi sempat meneteskan air matanya. Dia sedih ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengkualifikasikan dirinya sebagai pelaku utama. Padahal sebutnya, di berkas dakwaan di halaman 114 dan surat tuntutan di halaman 290, KPK menyebut orang yang turut serta melakukan perbuatan.

“Beban moril sebagai pelaku utama sungguh berat. Predikat ini secara langsng maupun tak langsung bisa berdampak tak baik bagi saya maupun keluarga kecil saya karena stigma tersebut,” tutur Andi ketika itu.

Sementara, majelis hakim sendiri secara bergantian membacakan pertimbangan hukum bahwa kedua terdakwa terbukti aktif sebagai penggerak kasus suap pemulusan perda PDAM. Mereka menerima uang sebesar Rp25 juta, plus Rp3,5 juta ditambah Rp5 juta diterima Iwan Rusmali serta Andi Effendi, turut membagi-bagikan uang Rp 100 juta kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin yang lain.

Sehingga majelis hakim bersepakat, dua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berlanjut dan bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif 1 jaksa KPK, yakni Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Banjarmasin lebih dulu menjatuhkan hukuman pidana kepada Muslih dan Trensis, 30 Januari lalu. Muslih dihukum pidana penjara selama 1 tahun 5 bulan dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Sementara Trensis, dipenjara 1 tahun dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan penjara. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 10:45
BREAKING NEWS

Menunggu Sahur, Delapan Rumah Di Jelapat Baru Terbakar

MARABAHAN - Di kesenyapan malam menunggu waktu sahur, Rabu (22/5)…

Kamis, 23 Mei 2019 09:59

Empat PSK Diamankan Satpol PP: Satu Terlibat Prostitusi Online

BANJARBARU - Bukannya stop menggelar kegiatan maksiat. Ternyata di bulan…

Kamis, 23 Mei 2019 09:36

Kasus Politik Uang: Bawaslu Periksa Habib Via Video Call

BANJARMASIN - Bawaslu Kalsel terpaksa memeriksa Habib Abdurrahman Bahasyim melalui…

Kamis, 23 Mei 2019 09:25

Apes..! Sudah Kalah Pemilu, Caleg ini Diancam Penjara

BANJARMASIN - Hampir semua kasus politik uang di Banjarmasin gugur…

Rabu, 22 Mei 2019 11:31

Pemandu Karaoke Pesisir Sungai Margasari Diamankan

RANTAU - Terbukti langgar Perda Ramadan 28 orang terdiri dari…

Rabu, 22 Mei 2019 11:24
BREAKING NEWS

Tidur di Pelataran Musalla, Pria ini Ditikam Seseorang Hingga Tewas

RANTAU - Peristiwa berdarah hingga menewaskan korbannya terjadi di dekat…

Rabu, 22 Mei 2019 09:15

Jambret Sungai Malang HSU Menyerahkan Diri

AMUNTAI – Akhirnya, para pengendara khususnya wanita yang melintas di…

Rabu, 22 Mei 2019 08:57

Kakek ini Sembunyikan 2,2 Kg Sabu di Tupperware

BANJARMSIN - Athma alias Kai Wili bakal menghabiskan masa tuanya…

Selasa, 21 Mei 2019 14:30

Pengedar Seledryl Diringkus

KANDANGAN – Bukannya memperbanyak amal ibadah di saat bulan Ramadan,…

Selasa, 21 Mei 2019 14:25

Dikejar Preman, Pria Ini Nyebur ke sungai

BANJARMASIN - Riduansyah berhasil diselamatkan oleh rekanan emergency dan rescue…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*