MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 26 April 2018 13:45
Berawal dari Hobi, Kini Kerajinan Tangannya Bernilai Ekonomi
KREATIF: Nur Kolipah terampil dalam membuat kerajinan tangan. Berupa buket bunga, kip rambut, bros dan gantungan kunci. Kreativitas tersebut, kemudian dia jadikan sebagai bisnis. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Kreatif. Begitulah Nur Kolipah. Dia menjadikan kerajinan tangan sederhana bernilai ekonomi.

ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin

Olif, begitulah dia dipanggil. Putri pasangan Mudakir dan Jamilah ini memang gemar sekali membuat kerajinan tangan. Seperti buket bunga, kip rambut, bros hingga gantungan kunci.

Kegemaran itu sudah ada sejak SMP. Tiap mata pelajaran keterampilan, Olif selalu mengikutinya dengan baik.

“Dari SMP saya sudah senang dengan kerajinan tangan. Akhirnya keterusan sampai sekarang,” tutur remaja kelahiran Banjarmasin, 29 April 1999 itu.

Olif tinggal di Jalan Tepian Kali Barito Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat. Saat ditemui di rumahnya, dia sedang sibuk membuat buket bunga berbahan kain planel. Kreasi itu mulai dijualnya dalam beberapa bulan terakhir.

Semenjak SMP hingga lulus SMA, hasil kerajinan tangan olahan Olif dijual di sekitar lingkungan sekolah. Barang-barang itu dia titipkan di warung-warung. Pangsa pasarnya kebanyakan anak-anak. “Menyalurkan hobi sekalian untuk tambah uang saku kuliah,” ucapnya seraya tersenyum.

Sepekan sekali, kerajinan yang dia titipkan di warung diganti. Dengan model baru dan hiasan menarik. Seperti boneka lucu atau bunga.

Cewek berkerudung ini biasanya menyisihkan uang Rp200 ribu sebagai modal. Untuk membeli bahan dasar untuk membuat kerajinan.

Berapa keuntungan yang didapat? "Antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu," ungkap Olif. Dengan catatan, semua kerajinan yang dibuatnya terjual ludes.

Sekarang Olif sudah mulai serius mengembangkan usahanya. Dia membuka outlet yang diberi nama Olif Craft. Hasil kreativitasnya dipasarkan secara offline dan online, melalui media sosial.

Sejauh ini, tak ada kendala berarti yang dia hadapi. Kecuali benturan dengan jadwal kuliah. "Terpaksa tidak menerima order," ucapnya. Olif terdaftar sebagai mahasiswi semester 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Geografi di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Meski begitu, Olif mengaku kuliahnya sama sekali tak terganggu. Dia sudah biasa membagi waktu. Apalagi kalau banyak pesanan, orang tuanya juga ikut membantu. “Selama kegiatannya positif, orang tua selalu mendukung penuh,” pungkasnya. (at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Selasa, 08 Mei 2018 13:36

Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko

Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .