MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 29 April 2018 19:51
KEREN..! Tiga Mahasiswa ULM ini Sulap Camilan Jadi Juara Nasional
TIM JUARA: Muhammad Ridho, Muhammad Hendy Maulana Akbar, dan Mutmainnah. Ketiganya teman satu kelas. Sama-sama mahasiswa Semester VI Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

PROKAL.CO, Lomba perencanaan bisnis menjamur. Penyakitnya satu, kebanyakan konsep bisnis yang canggih itu hanya mengendap di kepala. Cicirengan yang ditawarkan Edo, Hendy dan Imut berhasil mematahkan stigma itu.

==========================

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

==========================

TIM juara ini dihuni Muhammad Ridho, Muhammad Hendy Maulana Akbar, dan Mutmainnah. Ketiganya teman satu kelas. Sama-sama mahasiswa Semester VI Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Penulis ngobrol santai dengan mereka bertiga di kursi panjang koridor fakultas, kemarin (27/4) pagi. Mereka tampak lelah dan puas. Sehabis melalui penerbangan dari Bangka Belitung menuju Banjarmasin.

Tim ini baru saja menyisihkan sembilan tim kampus besar lainnya. Sebut saja Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Trofi Juara I National Business Plan Competition (NBPC) 2018 ini merupakan raihan yang perdana bagi FEB ULM. Dimana Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung bertindak sebagai tuan rumah. Tahun sebelumnya, trofi itu digondol Universitas Gadjah Mada (UGM).

Untuk lolos 10 nominasi, sebelumnya 30 kampus se-Indonesia berlomba-lomba mengirimkan proposal bisnis via email. Yang paling menarik kemudian diundang ke provinsi di bagian timur pulau Sumatera tersebut. Untuk menyampaikan presentasi bisnis di depan dewan juri.

Penilaian juri meliputi 40 persen untuk inovasi bisnis; 25 persen untuk implementasi, masuk akal atau tidak untuk dijalankan; 25 persen untuk potensi pasar yang diincar, ditambah 10 persen untuk kesolidan komunikasi dan kerja tim. Dewan juri didatangkan dari HIPMI (Himpungan Pengusaha Muda Indonesia), Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian Perdagangan.

Jadi, apa sebenarnya yang mereka tawarkan? Jawabnya adalah cireng. Ya, makanan Sunda dengan bahan baku utama tepung kanji goreng. Sempat booming pada tahun 80-an. Cireng kemudian menyebar ke seantero Nusantara.

Di tangan ketiga anak muda ini, cireng disulap menjadi cemilan kekinian. Cireng yang biasanya berukuran jumbo, dipotong-potong menjadi lebih mungil. Diberi bumbu black pepper, roasted beep, hingga barbeque. Plus taburan toping seperti keju.

Kokinya adalah Mutmainnah, gadis 21 tahun yang akrab disapa Imut. "Dulu dipanggil Inah, tapi kesannya gimana gitu. Syukur sekarang dipanggil Imut," ujarnya tertawa. Cireng dibungkus Imut dengan sederhana. Dijual pada teman-temannya di kampus. Harganya Rp5 ribu per bungkus.

Adalah Ridho, 21 tahun, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen yang melihat peluang bisnis dari hobi Imut. "Imut memang gila memasak," puji Edo, sapaan akrabnya.

Sebulan yang lewat, merek Cicirengan meluncur ke pasaran. Dengan memajang booth di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara. Mendengar informasi lomba, mereka tertarik untuk ikut. Jadi, ini murni keisengan yang positif. Tanpa tawaran dari fakultas apalagi seleksi.

Kerjasama ini kian komplit setelah Hendy, 20 tahun, ikut bergabung. Pemuda berbadan subur itu kebagian urusan operasional dan pemasaran. "Benar-benar otodidak. Yang banyak membantu adalah senior. Mereka yang dulunya juga pernah ikut lomba serupa," jelas Hendy.

Diminta bercerita suasana lomba, tim sempat tertekan. Dari 10 tim nominasi, ULM kebagian jadwal presentasi tepat setelah makan siang. "Sangat tidak menguntungkan bagi tim. Itu kan jam-jamnya orang sudah kekenyangan dan mengantuk," kata Imut.

Enggan mengeluh, tim tak mau menyalahkan jadwal. Setiap detail presentasi disiapkan dengan sebaik-baiknya. Edo bertugas membuka dan menutup presentasi. Memberi kesan awal untuk memancing minat juri. Lalu memberi kalimat penutup yang membekas.

Sementara Hendy memaparkan rincian operasional bisnis. Termasuk pangsa pasar potensial Cicirengan. Yang mengincar konsumen utama dengan rentang usia antara 12 sampai 25 tahun. Sedangkan Imut memberikan proyeksi keuntungan Cicirengan. Sebuah peta yang terukur untuk masa depan bisnis.

"Dengan jumlah 11 booth dan operasional selama tiga tahun, kami memproyeksikan omzet sebesar Rp2,3 miliar," tambah Imut bersemangat. Menyimak presentasi ketiganya, dewan juri dibuat melongok.

"Juri sampai bilang, dari semua presentasi, baru kali ini mereka bisa berkata wow. Kami sukses membuat mata mereka melek dari yang semula mengantuk," tambah Edo tersenyum. Tak ayal, trofi untuk kategori The Best of Presentation pun berhasil mereka bawa pulang.

Untuk pesaing, selain kuliner, kampus lain juga memaparkan aneka bisnis suvenir. Namun, yang paling membuat Edo terkesan adalah bisnis pembuatan semir sepatu dari biji bunga matahari. Ide itu jelas lebih unik. "Tapi kami menang karena bisnis kami lebih realistis," jelasnya.

Memang benar. Lomba perencanaan bisnis kian menjamur. Dan mengidap satu masalah utama yang sama. Kebanyakan rancangan bisnis tinggal sekadar niat atau konsep di atas kertas. Tak pernah coba diwujudkan. Kalau pun dicoba tak tahan banting, belum apa-apa sudah bangkrut.

"Itu juga yang disinggung juri. Kesalahan utama dalam lomba semacam ini adalah terlampau sibuk merancang perencanaan. Setelah lomba berakhir, bisnisnya malah sama sekali tidak dijalankan," tukas Imut.

Lantas, apa ambisi mereka ke depan? Ketiganya sepakat, Cicirengan harus dikembangkan. "Kami sekarang sedang mencari lokasi baru untuk booth Cicirengan kedua. Kebetulan yang di Sultan Adam hendak kami tutup. Cicirengan harus berkembang," pungkas Edo. (fud)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*