MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 02 Mei 2018 15:34
HEDEH..! Pembangunan Jembatan Pulau Laut Mangkrak, Ratusan Miliar Terancam Sia-Sia

Pusat Tak Kunjung Biayai Jembatan Pulau Laut

MANGKRAK: Pengerjaan jembatan Pulau Laut ke Pulau Kalimantan jalan di tempat karena minimnya anggaran.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Dana ratusan miliar milik pemerintah dua kabupaten dan provinsi terancam sia-sia. Megaproyek jembatan Pulau Laut mangkrak karena pemerintah pusat tak kunjung mencairkan dana dari pusat.

Padahal sesuai kesepakatan, proyek raksasa senilai Rp3,6 trilliun itu akan dibangun dengan sharing dana dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Pemprov akan menyiapkan anggaran Rp500 miliar, Tanah Bumbu dan Kotabaru menyiapkan Rp250 miliar. Sementara sisanya Rp2,6 triliun ditanggung pemerintah pusat.

“Pemprov sudah kucurkan tiga kali anggaran APBD, Rp50 miliar, Rp60 miliar dan terakhir Rp90 miliar. Totalnya Rp200 miliar,” kata anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel Surinto kepada Radar Banjarmasin.

Sayangnya, karena tidak masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN), jembatan yang rencananya akan menghubungkan Pulau Laut dan Kotabaru ini masih belum bisa diprediksi kapan akan kembali dibangun.

“Ketika berkunjung ke Kementerian PUPR dan Bappenas saya baru tahu proyek tersebut ternyata tidak masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN),” ucap politisi PKS itu.

Dia menyayangkan hal ini bisa terjadi. Menurutnya, dana yang dikeluarkan sebenarnya bisa dialokasikan untuk pembangunan yang lebih vital untuk kepentingan masyarakat.

Kalau sudah begini satu-satunya cara harus dilakukan oleh pemprov berupaya untuk mewujudkan hal tersebut. Sebab jika tetap dibiarkan begitu saja bangunan akan sia-sia. “Ya harus diperjuangkan, kalau tidak nanti hanya jadi tempat pemancingan saja,” sindirnya.

Dia menyarankan kepada Pemprov minta bantuan kepada para wakil rakyat asal Kalsel yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Mereka bisa berperan membantu advokasi memperjuangkan proyek tersebut agar pusat memperhatikan dan mau menggelontorkan dana ke Kalsel.

“Undang mereka, minta perjuangkan pembangunannya. Kalau tidak bisa memperjuangkan, untuk apa dipilih?” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kotabaru M Arif, mengatakan dia m,enjadi saksi bagaimana kecewanya pemerintah daerah saat kembali dikabarkan bahwa jembatan Pulau Laut belum masuk anggaran pusat.

"Wakil Bupati Kotabaru (Burhanudin) sampai mencak-mencak waktu ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR," ujarnya, Selasa (1/5) kemarin.

Arif bersama beberapa anggota DPRD dan ditemani Wakil Bupati Kotabaru Burhanudin memang belum lama tadi mengunjungi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Maksud mereka ingin menanyakan sejauh mana komitmen pemerintah pusat terkait nasib jembatan yang disebut akan menjadi terpanjang di Indonesia itu.

Namun salah satu pejabat di Dirjen saat itu mengatakan jembatan belum pernah dibahas oleh pemerintah pusat dan daerah. "Bagaimana logikanya? Tiga tahun kami sudah keluar anggaran, karena awalnya itu ada kesepakatan antara pemerintah daerah dan pusat," ujar Burhanudin saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Usut punya usut ternyata si pejabat kata Arif baru menduduki posisi baru di Dirjen.

Kamis pekan ini kata Burhanudin, dia dan anggota dewan akan berkunjung ke Balai Jembatan di Banjarmasin. Menindaklanjuti masalah anggaran jembatan Pulau Laut.

"Ini akan terus kami perjuangkan. Daerah dan provinsi sudah sama-sama komitmen untuk jembatan," tegas Wabup.

Arif menambahkan. Tiga tahun terakhir Kotabaru sudah anggarkan Rp150 miliar dalam APBD. "Tahun 2016 kita anggarkan Rp50 miliar. Begitu juga di tahun 2017 dan 2018."

Meski dia mengaku pekerjaan di lapangan tidak selalu mulus. Seperti di tahun 2017 tadi, waktu itu kontraktor tidak bisa selesaikan pemasangan tiang pancang. "Tapi pekerjaan terus berlanjut. Intinya anggaran yang sudah kita alokasikan harus terserap semua."

Sebelumnya, Burhanudin mengatakan. Jika jembatan selesai maka kawasan industri di Tanah Bumbu dan rencana pelabuhan internasional di Pulau Laut akan terkoneksi. "Ada jembatan dan pelabuhan internasional bisa dibayangkan. Ekonomi akan berkembang pesat," ujarnya.

Mengapa begitu? Kata Burhanudin, Pulau Laut berada di tengah kepulauan nusantara. Alur lautnya masuk jalur internasional ALKI II. Sehingga jika ada jembatan dan pelabuhan, kawasan ini akan menjadi pintu masuk perdagangan.

Hal senada pernah dikatakan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam sebuah sesi wawancara. Dia mengatakan, perpaduan Tanah Bumbu dan Kotabaru akan membuat kawasan pesisir itu berkembang menjadi kawasan industri dan perdagangan seperti Singapura. (gmp/zal/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42

Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara

BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi…

Minggu, 27 Mei 2018 17:40

Nadjmi Minta Warga Awasi Kos-kosan

BANJARBARU - Kos-kosan di Banjarbaru selama ini sering kali disalahgunakan oleh penghuninya untuk melakukan…

Minggu, 27 Mei 2018 17:37

Rp3 Miliar untuk Merehab Mes L

BANJARBARU – Usai terjalinnya kesepakatan pinjam pakai Mes L, antara Pemko Banjarbaru dan Mabes…

Minggu, 27 Mei 2018 09:11

Jabatan Walikota Banjarmasin Jadi Taruhan

BANJARMASIN - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid menyarankan Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 27 Mei 2018 09:03

THR Dahulu Baru Gajian, Kasihan Honorer Belum Dapat Kepastian

BANJARMASIN - Pemko sudah mengalokasikan Rp24,04 miliar dari APBD untuk THR (Tunjangan Hari Raya)…

Minggu, 27 Mei 2018 08:56

Proyek Rusunawa Teluk Kelayan Digenjot Usai Lebaran

BANJARMASIN - Sebelum Ramadan tadi, lahan di Jalan Teluk Kelayan sudah dibongkar Satpol PP. Bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .