MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 02 Mei 2018 15:34
HEDEH..! Pembangunan Jembatan Pulau Laut Mangkrak, Ratusan Miliar Terancam Sia-Sia

Pusat Tak Kunjung Biayai Jembatan Pulau Laut

MANGKRAK: Pengerjaan jembatan Pulau Laut ke Pulau Kalimantan jalan di tempat karena minimnya anggaran.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Dana ratusan miliar milik pemerintah dua kabupaten dan provinsi terancam sia-sia. Megaproyek jembatan Pulau Laut mangkrak karena pemerintah pusat tak kunjung mencairkan dana dari pusat.

Padahal sesuai kesepakatan, proyek raksasa senilai Rp3,6 trilliun itu akan dibangun dengan sharing dana dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Pemprov akan menyiapkan anggaran Rp500 miliar, Tanah Bumbu dan Kotabaru menyiapkan Rp250 miliar. Sementara sisanya Rp2,6 triliun ditanggung pemerintah pusat.

“Pemprov sudah kucurkan tiga kali anggaran APBD, Rp50 miliar, Rp60 miliar dan terakhir Rp90 miliar. Totalnya Rp200 miliar,” kata anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel Surinto kepada Radar Banjarmasin.

Sayangnya, karena tidak masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN), jembatan yang rencananya akan menghubungkan Pulau Laut dan Kotabaru ini masih belum bisa diprediksi kapan akan kembali dibangun.

“Ketika berkunjung ke Kementerian PUPR dan Bappenas saya baru tahu proyek tersebut ternyata tidak masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN),” ucap politisi PKS itu.

Dia menyayangkan hal ini bisa terjadi. Menurutnya, dana yang dikeluarkan sebenarnya bisa dialokasikan untuk pembangunan yang lebih vital untuk kepentingan masyarakat.

Kalau sudah begini satu-satunya cara harus dilakukan oleh pemprov berupaya untuk mewujudkan hal tersebut. Sebab jika tetap dibiarkan begitu saja bangunan akan sia-sia. “Ya harus diperjuangkan, kalau tidak nanti hanya jadi tempat pemancingan saja,” sindirnya.

Dia menyarankan kepada Pemprov minta bantuan kepada para wakil rakyat asal Kalsel yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Mereka bisa berperan membantu advokasi memperjuangkan proyek tersebut agar pusat memperhatikan dan mau menggelontorkan dana ke Kalsel.

“Undang mereka, minta perjuangkan pembangunannya. Kalau tidak bisa memperjuangkan, untuk apa dipilih?” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kotabaru M Arif, mengatakan dia m,enjadi saksi bagaimana kecewanya pemerintah daerah saat kembali dikabarkan bahwa jembatan Pulau Laut belum masuk anggaran pusat.

"Wakil Bupati Kotabaru (Burhanudin) sampai mencak-mencak waktu ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR," ujarnya, Selasa (1/5) kemarin.

Arif bersama beberapa anggota DPRD dan ditemani Wakil Bupati Kotabaru Burhanudin memang belum lama tadi mengunjungi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Maksud mereka ingin menanyakan sejauh mana komitmen pemerintah pusat terkait nasib jembatan yang disebut akan menjadi terpanjang di Indonesia itu.

Namun salah satu pejabat di Dirjen saat itu mengatakan jembatan belum pernah dibahas oleh pemerintah pusat dan daerah. "Bagaimana logikanya? Tiga tahun kami sudah keluar anggaran, karena awalnya itu ada kesepakatan antara pemerintah daerah dan pusat," ujar Burhanudin saat dihubungi Radar Banjarmasin.

Usut punya usut ternyata si pejabat kata Arif baru menduduki posisi baru di Dirjen.

Kamis pekan ini kata Burhanudin, dia dan anggota dewan akan berkunjung ke Balai Jembatan di Banjarmasin. Menindaklanjuti masalah anggaran jembatan Pulau Laut.

"Ini akan terus kami perjuangkan. Daerah dan provinsi sudah sama-sama komitmen untuk jembatan," tegas Wabup.

Arif menambahkan. Tiga tahun terakhir Kotabaru sudah anggarkan Rp150 miliar dalam APBD. "Tahun 2016 kita anggarkan Rp50 miliar. Begitu juga di tahun 2017 dan 2018."

Meski dia mengaku pekerjaan di lapangan tidak selalu mulus. Seperti di tahun 2017 tadi, waktu itu kontraktor tidak bisa selesaikan pemasangan tiang pancang. "Tapi pekerjaan terus berlanjut. Intinya anggaran yang sudah kita alokasikan harus terserap semua."

Sebelumnya, Burhanudin mengatakan. Jika jembatan selesai maka kawasan industri di Tanah Bumbu dan rencana pelabuhan internasional di Pulau Laut akan terkoneksi. "Ada jembatan dan pelabuhan internasional bisa dibayangkan. Ekonomi akan berkembang pesat," ujarnya.

Mengapa begitu? Kata Burhanudin, Pulau Laut berada di tengah kepulauan nusantara. Alur lautnya masuk jalur internasional ALKI II. Sehingga jika ada jembatan dan pelabuhan, kawasan ini akan menjadi pintu masuk perdagangan.

Hal senada pernah dikatakan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam sebuah sesi wawancara. Dia mengatakan, perpaduan Tanah Bumbu dan Kotabaru akan membuat kawasan pesisir itu berkembang menjadi kawasan industri dan perdagangan seperti Singapura. (gmp/zal/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 19:14

NYAMANNYA..! Aktif Bayar Listrik, Dapat Hadiah

RANTAU --  Santoso kaget atas kedatangan petugas dari PLN ULP…

Senin, 21 Januari 2019 17:36
BREAKING NEWS

Sampai Kapan..? Gaji Guru Honorer Kalah dengan Upah Buruh Harian

BANJARMASIN - Peralihan kewenangan guru honorer tingkat Sekolah Menengah Atas…

Senin, 21 Januari 2019 15:22

Ketua DPRD Balangan Hadiri Haulan Datu Kandang Haji

PARINGIN - Haulan Datu Kandang Haji tahun 2019 yang berlangsung…

Senin, 21 Januari 2019 15:15

Balangan Raih Sertifikat Adipura Kategori Kota Kecil

PARINGIN - Sertifikat Adipura tahun 2018 untuk kategori kota kecil…

Senin, 21 Januari 2019 14:47
BREAKING NEWS

ADA APA..? Warga Alalak Resah, Takut Terisolir

BANJARMASIN - Tinggal sebulan lagi Jembatan Kayutangi Ujung bakal ditutup…

Senin, 21 Januari 2019 14:31
BREAKING NEWS

22.000 Pelanggannya Nunggak, PLN Kotabaru Curhat ke Kejaksaan, Sama Kejari Dibeginiin

KOTABARU - Memakai kemeja putih, Kepala PLN Kotabaru Sudarto curhat…

Senin, 21 Januari 2019 13:47

Kuda Menari Meriahkan Taman Van Der Pijl

BANJARBARU - Suasana Taman Van Der Pijl, Banjarbaru, Minggu (20/1)…

Senin, 21 Januari 2019 13:34
BREAKING NEWS

WAW...! Jembatan ini Bikin Walikota Banjarmasin Berang

BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina berang. Jembatan Penyeberangan Orang…

Senin, 21 Januari 2019 13:32

Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait Gaji PNS Gol IIA

BANJARMASIN - Kebijakan pemerintah pusat mengenai penyesuaian gaji perangkat desa…

Senin, 21 Januari 2019 13:18

Kisah Musyakin, Perempuan Peraih Award dari PLN UP3 Barabai

Ini bukan kisah seorang warga yang takut aliran listrik di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*