MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 05 Mei 2018 12:23
Jalan Bahalang di Manarap di Portal Aparat Desa, Pengembang Jadi Resah
BENTANGKAN BESI: Pintu gerbang Jalan Bahalang Permai diportal oleh warga, dan membuat pengembang tidak bisa mengangkut material untuk melanjutkan pembangunan perumahan.

PROKAL.CO, MARTAPURA – Pintu gerbang Jalan Bahalang Permai RT 7, Desa Manarap Tengah, Kecamatan Kertak Hanyar dipalang setinggi orang dewasa oleh aparat desa. Portal berbentuk sebatang besi memanjang itu menutup pintu masuk ke arah Kompleks Green Kemilau Pelanggi. Akibatnya, aktivitas angkutan material pengembang menuju lokasi pembangunan rumah bersubsidi itu terhalang.

Pengembang Green Kemilau Pelanggi, Haji Busran Suhaimi kaget dan resah karena jalan masuk diportal sepihak oleh aparat desa. Menurutnya, ini jalan umum yang juga digunakan warga setempat. ”Kami akan menempuh jalur hukum. Masalah ini sudah saya laporkan ke polisi,” kata Busran, kemarin (4/5) petang.

Busran telah menunjuk pengacara. Menurutnya, masalah ini masuk dalam ranah pidana sesuai pasal 192 KUH Pidana Jo Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan Pasal 63 ayat 1. Laporan resmi tersebut telah masuk ke Polsek Kertak Hanyar, Kamis (3/5) tadi. “Ini soal kepentingan umum. Jangan sembarangan tutup portal. Kami para pengembang ingin membantu pemerintah, dan juga masyarakat untuk mengembangkan rumah murah bersubsidi. Jika kondisi seperti sekarang, sama saja menghambat pembangunan daerah,” tegasnya.

Busran menceritakan persoalan ini bermula sekitar Kamis malam pekan sebelumnya. Ada musyawarah aparat desa yang dihadiri pambakal, RT, dan tokoh masyarakat bersama pengembang lainnya. Kebetulan dirinya tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota. Jadi diwakili karyawannya. ”Awalnya saya tidak tahu rapat apa itu, karena belum mendapat informasi,” ungkap Busran.

Setelah itu barulah diberitahu hasil musyawarah ada permintaan bantuan berdasarkan sirtu 50 rit, dan pembangunan siring sepanjang 50 meter di sekitar Manarap Tengah. Info baru diketahuinya dari karyawan lain karena karyawan yang diutus hadir belum menyampaikannya. Biasanya permintaan bantuan sebesar itu disampaikan kepadanya secara langsung, bukan melalui telepon.

`“Kami sebenarnya sudah setuju dengan aspirasi tersebut. Apalagi ujar kepala desa, kami diberikan waktu seminggu memikirkan sambil menunggu surat permintaan resmi hasil musyawarah tersebut. Tak tahunya, hari Minggu lokasi perumahan tersebut diportal. Itu yang membuat saya keberatan, kan selisih harinya hanya tiga hari setelah rapat,” tegasnya.

Dia juga baru diberitahu saat musyawarah berlangsung ada celetukan dari oknum warga yang ingin menutup lokasi tersebut dengan portal. Ancaman macam ini membuatnya sangat terganggu. Padahal hasil tertulis keputusan rapat saja belum ada. Busran sebenarnya menunggu sekaligus memohon aparat desa membuat notulensi rapat dan proposal agar permohonan tersebut terarah ketika ditindaklanjuti. “Sudah ratusan rumah bersubsidi yang kami bangun di sana. Masalah ini ada sejak berganti aparat desa. Padahal bila ada permintaan perbaikan jalan selalu kami berikan. Saya punya data-datanya, kalau begini seperti gaya preman,” tukas Busran.

Kepala Desa Manarap Tengah, Imul Yati membenarkan bahwa warga telah memasang portal di pintu gerbang tersebut. Dia menilai pengembang kurang kooperatif dengan aspirasi warga desa, sehingga warga mendesak agar ditutup saja sementara jalan tersebut. Itu pun berdasarkan hasil musyawarah mufakat dengan warga sekitar sampai terbit keputusan portal pintu masuk.

Imul menyebut warga kecewa karena Busran yang paling banyak pekerjaan di wilayah desanya justru tidak hadir ketika diundang. Sedangkan pengembang lain mau datang dalam rapat musyawarah di desa untuk menyampaikan aspirasi. “Warga menilai, beliau paling banyak membuat perumahan, diperkirakan lebih 500 unit. Tapi, dia yang ditunggu justru tidak datang,” ungkapnya.

Imul Yati membenarkan hasil musyawarah memohon pengembang agar membuat siring sepanjang 50 meter dan keperluan sirtu sebanyak 50 rit. Permohonan itu untuk melanjutkan kegiatan penyiringan sepanjang 300 meter yang menggunakan dana desa dan telah selesai. Memang tersisa 50 meter yang belum dianggarkan. Jadi warga berinisiatif memohon dibuatkan siring. Lagi pula di sekitar sana mau dibangun pintu gerbang menggunakan dana desa.

Imul Yati juga minta segera dibuatkan notulensi rapat musyawarah tersebut dan diserahkan kepada pengembang. Namun, warga keburu kecewa karena Busran tidak hadir dan akhirnya mengemuka usulan portal tersebut. ”Akhirnya kami mengalah, dan membuat proposal atas permintaan pengembang. Jadi, ini hanya miskomunikasi saja. Portal itu tidak permanen, dan sewaktu-waktu bisa dibuka. Tidak ada niat kami menghalangi pembangunan, ini murni aspirasi warga,” tuturnya melalui sambungan telepon.

Camat Kertak Hanyar, Harun Al Rasyid yakin ada solusi agar beda pendapat itu tidak meruncing. Warga akhirnya mau membuat proposal sesuai permintaan pengembang. Setelah permohonan itu dibuat, Harun yakin aksi portal tersebut selesai dan pengembang bisa kembali melanjutkan pekerjaannya.

Sekda Banjar, Nasrun Syah minta masalah tersebut tidak membesar karena ini menyangkut kepentingan masyarakat dan investasi di daerah. Dia berjanji akan memfasilitasi agar perkara tidak melebar dan turun langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya. Dia juga ingin tahu lokasi yang dibuat siring itu kewenangan siapa, apakah desa atau kabupaten, sekaligus memberikan pengertian bahwa masalah tersebut bisa diselesaikan dengan dialog.(mam/jy/dye)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42

Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara

BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi…

Minggu, 27 Mei 2018 17:40

Nadjmi Minta Warga Awasi Kos-kosan

BANJARBARU - Kos-kosan di Banjarbaru selama ini sering kali disalahgunakan oleh penghuninya untuk melakukan…

Minggu, 27 Mei 2018 17:37

Rp3 Miliar untuk Merehab Mes L

BANJARBARU – Usai terjalinnya kesepakatan pinjam pakai Mes L, antara Pemko Banjarbaru dan Mabes…

Minggu, 27 Mei 2018 09:11

Jabatan Walikota Banjarmasin Jadi Taruhan

BANJARMASIN - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid menyarankan Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 27 Mei 2018 09:03

THR Dahulu Baru Gajian, Kasihan Honorer Belum Dapat Kepastian

BANJARMASIN - Pemko sudah mengalokasikan Rp24,04 miliar dari APBD untuk THR (Tunjangan Hari Raya)…

Minggu, 27 Mei 2018 08:56

Proyek Rusunawa Teluk Kelayan Digenjot Usai Lebaran

BANJARMASIN - Sebelum Ramadan tadi, lahan di Jalan Teluk Kelayan sudah dibongkar Satpol PP. Bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .