MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 05 Mei 2018 12:23
Jalan Bahalang di Manarap di Portal Aparat Desa, Pengembang Jadi Resah
BENTANGKAN BESI: Pintu gerbang Jalan Bahalang Permai diportal oleh warga, dan membuat pengembang tidak bisa mengangkut material untuk melanjutkan pembangunan perumahan.

PROKAL.CO, MARTAPURA – Pintu gerbang Jalan Bahalang Permai RT 7, Desa Manarap Tengah, Kecamatan Kertak Hanyar dipalang setinggi orang dewasa oleh aparat desa. Portal berbentuk sebatang besi memanjang itu menutup pintu masuk ke arah Kompleks Green Kemilau Pelanggi. Akibatnya, aktivitas angkutan material pengembang menuju lokasi pembangunan rumah bersubsidi itu terhalang.

Pengembang Green Kemilau Pelanggi, Haji Busran Suhaimi kaget dan resah karena jalan masuk diportal sepihak oleh aparat desa. Menurutnya, ini jalan umum yang juga digunakan warga setempat. ”Kami akan menempuh jalur hukum. Masalah ini sudah saya laporkan ke polisi,” kata Busran, kemarin (4/5) petang.

Busran telah menunjuk pengacara. Menurutnya, masalah ini masuk dalam ranah pidana sesuai pasal 192 KUH Pidana Jo Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan Pasal 63 ayat 1. Laporan resmi tersebut telah masuk ke Polsek Kertak Hanyar, Kamis (3/5) tadi. “Ini soal kepentingan umum. Jangan sembarangan tutup portal. Kami para pengembang ingin membantu pemerintah, dan juga masyarakat untuk mengembangkan rumah murah bersubsidi. Jika kondisi seperti sekarang, sama saja menghambat pembangunan daerah,” tegasnya.

Busran menceritakan persoalan ini bermula sekitar Kamis malam pekan sebelumnya. Ada musyawarah aparat desa yang dihadiri pambakal, RT, dan tokoh masyarakat bersama pengembang lainnya. Kebetulan dirinya tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota. Jadi diwakili karyawannya. ”Awalnya saya tidak tahu rapat apa itu, karena belum mendapat informasi,” ungkap Busran.

Setelah itu barulah diberitahu hasil musyawarah ada permintaan bantuan berdasarkan sirtu 50 rit, dan pembangunan siring sepanjang 50 meter di sekitar Manarap Tengah. Info baru diketahuinya dari karyawan lain karena karyawan yang diutus hadir belum menyampaikannya. Biasanya permintaan bantuan sebesar itu disampaikan kepadanya secara langsung, bukan melalui telepon.

`“Kami sebenarnya sudah setuju dengan aspirasi tersebut. Apalagi ujar kepala desa, kami diberikan waktu seminggu memikirkan sambil menunggu surat permintaan resmi hasil musyawarah tersebut. Tak tahunya, hari Minggu lokasi perumahan tersebut diportal. Itu yang membuat saya keberatan, kan selisih harinya hanya tiga hari setelah rapat,” tegasnya.

Dia juga baru diberitahu saat musyawarah berlangsung ada celetukan dari oknum warga yang ingin menutup lokasi tersebut dengan portal. Ancaman macam ini membuatnya sangat terganggu. Padahal hasil tertulis keputusan rapat saja belum ada. Busran sebenarnya menunggu sekaligus memohon aparat desa membuat notulensi rapat dan proposal agar permohonan tersebut terarah ketika ditindaklanjuti. “Sudah ratusan rumah bersubsidi yang kami bangun di sana. Masalah ini ada sejak berganti aparat desa. Padahal bila ada permintaan perbaikan jalan selalu kami berikan. Saya punya data-datanya, kalau begini seperti gaya preman,” tukas Busran.

Kepala Desa Manarap Tengah, Imul Yati membenarkan bahwa warga telah memasang portal di pintu gerbang tersebut. Dia menilai pengembang kurang kooperatif dengan aspirasi warga desa, sehingga warga mendesak agar ditutup saja sementara jalan tersebut. Itu pun berdasarkan hasil musyawarah mufakat dengan warga sekitar sampai terbit keputusan portal pintu masuk.

Imul menyebut warga kecewa karena Busran yang paling banyak pekerjaan di wilayah desanya justru tidak hadir ketika diundang. Sedangkan pengembang lain mau datang dalam rapat musyawarah di desa untuk menyampaikan aspirasi. “Warga menilai, beliau paling banyak membuat perumahan, diperkirakan lebih 500 unit. Tapi, dia yang ditunggu justru tidak datang,” ungkapnya.

Imul Yati membenarkan hasil musyawarah memohon pengembang agar membuat siring sepanjang 50 meter dan keperluan sirtu sebanyak 50 rit. Permohonan itu untuk melanjutkan kegiatan penyiringan sepanjang 300 meter yang menggunakan dana desa dan telah selesai. Memang tersisa 50 meter yang belum dianggarkan. Jadi warga berinisiatif memohon dibuatkan siring. Lagi pula di sekitar sana mau dibangun pintu gerbang menggunakan dana desa.

Imul Yati juga minta segera dibuatkan notulensi rapat musyawarah tersebut dan diserahkan kepada pengembang. Namun, warga keburu kecewa karena Busran tidak hadir dan akhirnya mengemuka usulan portal tersebut. ”Akhirnya kami mengalah, dan membuat proposal atas permintaan pengembang. Jadi, ini hanya miskomunikasi saja. Portal itu tidak permanen, dan sewaktu-waktu bisa dibuka. Tidak ada niat kami menghalangi pembangunan, ini murni aspirasi warga,” tuturnya melalui sambungan telepon.

Camat Kertak Hanyar, Harun Al Rasyid yakin ada solusi agar beda pendapat itu tidak meruncing. Warga akhirnya mau membuat proposal sesuai permintaan pengembang. Setelah permohonan itu dibuat, Harun yakin aksi portal tersebut selesai dan pengembang bisa kembali melanjutkan pekerjaannya.

Sekda Banjar, Nasrun Syah minta masalah tersebut tidak membesar karena ini menyangkut kepentingan masyarakat dan investasi di daerah. Dia berjanji akan memfasilitasi agar perkara tidak melebar dan turun langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya. Dia juga ingin tahu lokasi yang dibuat siring itu kewenangan siapa, apakah desa atau kabupaten, sekaligus memberikan pengertian bahwa masalah tersebut bisa diselesaikan dengan dialog.(mam/jy/dye)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:49

Ramah Tamah, Paman Biri Sambut Hangat Kedatangan Unsur Forkopimda

BANJAR - Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto terkesan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:35

Karyawan 15 Bulan Belum Terima Gaji, PT BIM Juga Diincar Kejaksaan Banjar

MARTAPURA – Perseroan Terbatas Banjar Intan Mandiri atau PT BIM…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Dulunya Fan, Sekarang Dia Menjadi Bagian Penting Dalam Tim Barito

Berkat ilmunya, Dayan tak lagi menyaksikan laga Barito Putera dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .