MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39
Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Anak Pulang ke Rumah, Ibu Diam-diam Pindah

MENUNGGU DIJEMPUT: Meski sudah sembuh dari gangguan jiwa, sebagian penghuni rumah singgah masih tertahan di sini karena ditolak oleh keluarga.

PROKAL.CO, Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan, dan anak jalanan di Banjarmasin. Mereka datang dengan beragam cara: diangkut Satpol PP, laporan masyarakat setempat, bahkan kiriman keluarga sendiri.

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

RAHMADI, 38 tahun, terheran-heran. Pria asal Teluk Dalam ini tak mengira keluarganya bisa sampai hati membawanya ke fasilitas di Jalan Gubernur Subarjo tersebut. Pangkal masalahnya sepele, menyepak hingga hancur tembok rumah yang terbuat dari tripleks.

Peristiwa absurd itu terjadi dua tahun silam. Waktu itu, Rahmadi sedang berada di rumah bersama ibunya. Menjelang malam, dia berhalusinasi melihat sosok perempuan menakutkan. "Sangat mirip Suzanna. Saya takut. Langsung tendang-tendang dinding rumah sampai hancur," tukasnya.

Perasaan dihantui tak hanya terjadi sekali saja. Setelah pertemuan dengan Suzanna versi KW itu, dia terus mendapatkan gangguan. Utamanya bisikan-bisikan aneh. Siang dan malam. "Isinya tidak jelas. Mengganggu sekali," ceritanya.

Melihat keanehan putranya, sang ibu memutuskan membawa anaknya ke Rumah Singgah di Banjarmasin Selatan. Dititipkan keluarga agar Dinas Sosial Banjarmasin bisa membawanya ke Panti Sosial Budi Luhur di Banjarbaru. Untuk memperoleh pelayanan kesehatan jiwa dan pelatihan keterampilan selama enam bulan.

Setelah sembuh, dia tak bisa pulang menuju rumahnya di Simpang Jagung, Banjarmasin Barat. Ibunya sudah pindah rumah. Tak ada yang tahu ke mana. Rahmadi akhirnya kembali ke Rumah Singgah. Bergumul dengan pengidap gangguan jiwa lainnya.

Padahal, jika diamati penampilan Rahmadi sekarang sudah tak layak disebut orang dengan gangguan kejiwaan. Tatapan matanya tak kosong. Bicaranya nyambung. Penampilannya terawat.

"Saya pengin balik, tapi tidak ada yang menampung. Ibu saya sudah pergi entah ke mana. Kerabat yang lain memang ada di Pelaihari. Pasti ditolak karena tahu saya pernah di sini. Lebih baik tetap tinggal saja," tandasnya lirih.

Cerita penolakan lainnya datang dari Nurani. Nasib perempuan 38 tahun ini sama seperti Rahmadi. Dikirim keluarga ke Rumah Singgah. Namun, tak kunjung dijemput sanak famili.

"Saya dari Jalan Kelayan A. Sudah tiga tahun berada di sini karena sering ngamuk-ngamuk. Tapi sekarang sudah hampir sembuh," cerita Inur, sapaannya.

Inur adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya laki-laki. Adiknya perempuan. Dua-duanya sudah berkeluarga. Namun, tak ada yang bisa menerimanya untuk ditampung.

"Saya pernah balik ke tempat acil (bibi). Tapi, baru beberapa hari saya diantar lagi kemari. Saya tidak bisa apa-apa. Kerja tidak bisa, memasak juga susah. Makanya diantar ke sini saja," kata dia.

Meski demikian, Inur mengaku senang bisa tinggal di Rumah Singgah. Sebab, di rumah ia seringkali hanya diberi makan jatah sekali dalam sehari. Di Rumah Singgah, dia dilayani makan tiga kali sehari. "Bahkan boleh menambah nasi," selorohnya. (at/fud)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 10:29

Berbincang dengan Rachmi Nafissa Ramadhan, Duta Baca Kalsel 2019

Kegemaran membaca majalah anak-anak sejak kecil membuat Rachmi Nafissa Ramadhan…

Selasa, 16 Juli 2019 15:17

Eko Subiyantoro, Bersepeda 1.300 KM untuk Rumah Singgah Kanker Anak

EKO Subiyantoro, Founder/Direktur Eksekutif Tangan Tangan Relawan mulai hari ini…

Selasa, 16 Juli 2019 11:50

Istri Sempat Keberatan, Penyelamat Buah Langka ini Akhirnya Dapat Kalpataru

Dedikasi Mohamad Hanif Wicaksono dalam menyelamatkan buah lokal dan langka…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Mohamad Hanif Wicaksono, Pahlawan Buah-Buahan Lokal dari Balangan

Namanya Mohamad Hanif Wicaksono. Usianya masih relatif muda, 36 tahun.…

Senin, 15 Juli 2019 10:31

Laporan dari Panggung Terbuka Bachtiar Sanderta

Sembilan grup tari asal Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan,…

Minggu, 14 Juli 2019 10:29

Normanto, Kades Karya Maju dan Mimpi Agrowisata Anggurnya

Hidup sebagai warga transmigrasi di desa, membuat Kades Normanto harus…

Sabtu, 13 Juli 2019 12:24

Bawa Kuyang, SMKN 2 Barabai Tembus ke Pentas Nasional

Kuyang, adalah folklor. Tapi cerita tentangnya mampu mengantarkan Miftahul Jannah,…

Jumat, 12 Juli 2019 11:12

Orang Tua Tak Punya Biaya, Tubuh Sudah Ditumbuhi Jamur

Jika anak remaja lainnya bermain dengan teman sebayanya, Siti Sarah…

Kamis, 11 Juli 2019 13:58

Kisah Pasangan Tunanetra di Banjarbaru Perjuangkan Anak Bersekolah Negeri

Ini kisah pilu pasangan tunanetra di Banjarbaru, Fahmi, 41, dan…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Cerita Pilu dari Kuin Kecil: Penantian Panjang Penderita Atresia Ani

Di Kuin Kecil ada cerita pilu. Seorang bocah empat tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*