MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39
Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Anak Pulang ke Rumah, Ibu Diam-diam Pindah

MENUNGGU DIJEMPUT: Meski sudah sembuh dari gangguan jiwa, sebagian penghuni rumah singgah masih tertahan di sini karena ditolak oleh keluarga.

PROKAL.CO, Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan, dan anak jalanan di Banjarmasin. Mereka datang dengan beragam cara: diangkut Satpol PP, laporan masyarakat setempat, bahkan kiriman keluarga sendiri.

DONNY MUSLIM, Banjarmasin

RAHMADI, 38 tahun, terheran-heran. Pria asal Teluk Dalam ini tak mengira keluarganya bisa sampai hati membawanya ke fasilitas di Jalan Gubernur Subarjo tersebut. Pangkal masalahnya sepele, menyepak hingga hancur tembok rumah yang terbuat dari tripleks.

Peristiwa absurd itu terjadi dua tahun silam. Waktu itu, Rahmadi sedang berada di rumah bersama ibunya. Menjelang malam, dia berhalusinasi melihat sosok perempuan menakutkan. "Sangat mirip Suzanna. Saya takut. Langsung tendang-tendang dinding rumah sampai hancur," tukasnya.

Perasaan dihantui tak hanya terjadi sekali saja. Setelah pertemuan dengan Suzanna versi KW itu, dia terus mendapatkan gangguan. Utamanya bisikan-bisikan aneh. Siang dan malam. "Isinya tidak jelas. Mengganggu sekali," ceritanya.

Melihat keanehan putranya, sang ibu memutuskan membawa anaknya ke Rumah Singgah di Banjarmasin Selatan. Dititipkan keluarga agar Dinas Sosial Banjarmasin bisa membawanya ke Panti Sosial Budi Luhur di Banjarbaru. Untuk memperoleh pelayanan kesehatan jiwa dan pelatihan keterampilan selama enam bulan.

Setelah sembuh, dia tak bisa pulang menuju rumahnya di Simpang Jagung, Banjarmasin Barat. Ibunya sudah pindah rumah. Tak ada yang tahu ke mana. Rahmadi akhirnya kembali ke Rumah Singgah. Bergumul dengan pengidap gangguan jiwa lainnya.

Padahal, jika diamati penampilan Rahmadi sekarang sudah tak layak disebut orang dengan gangguan kejiwaan. Tatapan matanya tak kosong. Bicaranya nyambung. Penampilannya terawat.

"Saya pengin balik, tapi tidak ada yang menampung. Ibu saya sudah pergi entah ke mana. Kerabat yang lain memang ada di Pelaihari. Pasti ditolak karena tahu saya pernah di sini. Lebih baik tetap tinggal saja," tandasnya lirih.

Cerita penolakan lainnya datang dari Nurani. Nasib perempuan 38 tahun ini sama seperti Rahmadi. Dikirim keluarga ke Rumah Singgah. Namun, tak kunjung dijemput sanak famili.

"Saya dari Jalan Kelayan A. Sudah tiga tahun berada di sini karena sering ngamuk-ngamuk. Tapi sekarang sudah hampir sembuh," cerita Inur, sapaannya.

Inur adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya laki-laki. Adiknya perempuan. Dua-duanya sudah berkeluarga. Namun, tak ada yang bisa menerimanya untuk ditampung.

"Saya pernah balik ke tempat acil (bibi). Tapi, baru beberapa hari saya diantar lagi kemari. Saya tidak bisa apa-apa. Kerja tidak bisa, memasak juga susah. Makanya diantar ke sini saja," kata dia.

Meski demikian, Inur mengaku senang bisa tinggal di Rumah Singgah. Sebab, di rumah ia seringkali hanya diberi makan jatah sekali dalam sehari. Di Rumah Singgah, dia dilayani makan tiga kali sehari. "Bahkan boleh menambah nasi," selorohnya. (at/fud)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…

Senin, 03 Desember 2018 12:33

Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru

BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .