MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 05 Mei 2018 13:33
Kisah Pilu Dibalik Razia Pekat Jelang Ramadan

Dijahati Lem, Alkohol dan Angin Malam

MASIH BOCAH: Satpol PP saat mengangkuti anak jalanan dan gelandangan pengemis di perempatan Jalan S Parman. Ada saja yang tertangkap selagi asyik ngelem. Razia pekat ini digelar untuk menyambut bulan Ramadan.

PROKAL.CO, Putus sekolah saat kelas II SD, dua tahun terakhir EG berkeluyuran di jalan. Jumat (4/5) dini hari, EG digaruk Satpol PP selagi asyik ngelem. Bocah 12 tahun ini menjalani kehidupan yang keras.

Melihat penampilannya, sulit dipercaya jika EG senang ngelem. Badannya subur, pipinya tembem, kulitnya putih bersih, dan rambut lurusnya dipangkas rapi. Penampilannya jauh dari kesan anak jalanan. Saat ditangkap petugas, dia menangis sekeras-kerasnya. Menyentak perempatan Jalan S Parman yang senyap selepas tengah malam.

EG dan teman-teman pengemis lainnya sedang duduk di troatoar dan median jalan. Menunggu pengendara yang dihentikan lampu merah. Melihat iring-iringan mobil Satpol PP, semuanya berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Ada nenek yang sudah berusia 45 tahun, balita yang baru empat tahun, dan bocah-bocah seusia EG. Mereka diangkut ke truk dalmas untuk diantar ke Rumah Singgah milik Dinas Sosial di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan.

Di Rumah Singgah, EG sudah agak tenang. Tapi mendengar suara bentakan, dia kembali menangis. "Abah sudah meninggal. Mama masih ada. Tadi sudah bilang sama mama mau ke jalan," ujarnya sambil menyapu ingus.

EG dan ibunya tinggal di Jalan Belitung Darat. Berkat bantuan dermawan, dia hendak disekolahkan lagi. Sayang, sembari menunggu tahun ajaran baru dimulai, dia masih senang nongkrong di jalan. "Sudah dua tahun di jalan untuk meminta-minta," ujarnya.

Dia kemudian menunjuk saku kiri celana pendeknya. Disitulah dia menyembunyikan kaleng lem yang dibungkus kantong plastik. "Saya digoda teman untuk ngelem. Enak. Bisa mengkhayal macam-macam," kisahnya.

Ditanya apakah dia tidak mengetahui lem bisa meracuni pikiran dan tubuhnya, EG dengan polos menggelengkan kepala. Diminta berjanji untuk tidak lagi ngelem, dia malah kembali menangis. Bahu dan dadanya berguncang, ingusnya kembali meleleh.

Kisah EG tidak kalah fatal dengan kisah FR. Bocah 12 tahun ini masih sekolah, duduk di kelas VII SMP. Dia ditangkap saat menenggak minuman keras oplosan bersama teman-teman sebayanya.

Dari Jalan Pangeran Antasari, Satpol PP berkejar-kejaran dengan gerombolan ini sampai ke Jalan Pekapuran Raya. Hanya FR yang bisa dicegat. Yang lain berhasil kabur. "Ulun (saya) nih, kalau tidak ikut minum bakal dipukuli," ujarnya.

Meski tampak sudah sepenuhnya sadar, mulut FR masih menguarkan bau menyengat alkohol. Dia bersikeras tak pernah menyukai minuman tersebut. "Ulun tadi sampai muntah-muntah. Tapi tidak berani menolak. Mereka anak-anak geng sekitar," imbuhnya.

Paling memilukan kisah AP, anak perempuan yang usianya baru empat tahun! Dia tidak diancam oleh lem atau alkohol, tapi oleh angin malam yang jahat. Dia dibawa orang tuanya untuk ikut mengemis di jalan.

Pasangan suami istri ini bernama Syaifullah dan Sri Lestari. AP celingukan di Rumah Singgah dengan muka penasaran. Tak mengerti bahwa orang tuanya sedang menjalani interogasi. "Kalau Anda tak percaya ini anak saya, silakan tes darah," kata Syaifullah sembari menunjukkan lengannya.

Lelaki 21 tahun ini bekerja sebagai penarik gerobak sampah keliling di kawasan Belitung. Untuk menambah penghasilan, dia mengemis. Agar pengendara merasa iba, dia membawa serta anak dan istrinya. Sri berusia 19 tahun. "Saya memangnya punya pilihan lain?" ujarnya dengan ekspresi masa bodoh.

Kisah EG, FR, dan AP adalah fakta. Di kota yang mengklaim dirinya relijius, ramah anak, dan peduli hak asasi manusia. (fud/at/fud)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 10:53

Peringatan!! Jangan Bawa Sajam Tanpa Surat Kepemilikan

KANDANGAN – Peringatan bagi warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Rabu, 16 Januari 2019 10:49

Ops Mantap Brata Kembali Jaring Pengedar Sabu

AMUNTAI - Tak henti-henti para pengendar sabu di Hulu Sungai…

Rabu, 16 Januari 2019 10:40

Tersangka Pengeroyokan Napi Mendapat Pengawalan Ketat

KOTABARU - Badan mereka tegap-tegap, ada yang bertato. Tiga belas…

Rabu, 16 Januari 2019 10:34

Polisi Ciduk Anak Buah Napi

BANJARMASIN - Personel Satresnarkoba Polresta Banjarmasin menangkap seorang pengedar narkoba…

Rabu, 16 Januari 2019 10:16

Dua Bulan Lakukan Penyelidikan, Pencuri Motor Mahasiswa Uniska Dibekuk

BANJARMASIN - Akhirnya terungkap kasus hilangnya motor milik M Ananda…

Selasa, 15 Januari 2019 21:30

Geger..! Pria Tabalong Ngamuk di Jalan Bawa Parang

TANJUNG -- Entah apa yang ada pada benak Ahmad Syarif…

Selasa, 15 Januari 2019 21:15
BREAKING NEWS

Simpan Sabu Disini, Dua Pemuda Diciduk

TANJUNG -- Dua pengedar sabu-sabu di Desa Santuun, Kecamatan Muara…

Selasa, 15 Januari 2019 13:25

Perampok Taksi Online Berhasil Dibekuk

BANJARMASIN - Ini pertemuan ketiga antara Dwi Kartiyugo dan Nanang…

Selasa, 15 Januari 2019 13:02

Tertangkap!! Tiga Tersangka Penyiraman Air Keras Terhadap Asep

BANJARMASIN - Tiga tersangka penyiraman air keras kepada pejabat Kementerian…

Selasa, 15 Januari 2019 10:57

Diduga Sebagai Pengedar, Satnarkoba Polres HSS Ringkus HM

KANDANGAN – Seorang pria berinisial HM (34) harus berurusan dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*