MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 05 Mei 2018 13:33
Kisah Pilu Dibalik Razia Pekat Jelang Ramadan

Dijahati Lem, Alkohol dan Angin Malam

MASIH BOCAH: Satpol PP saat mengangkuti anak jalanan dan gelandangan pengemis di perempatan Jalan S Parman. Ada saja yang tertangkap selagi asyik ngelem. Razia pekat ini digelar untuk menyambut bulan Ramadan.

PROKAL.CO, Putus sekolah saat kelas II SD, dua tahun terakhir EG berkeluyuran di jalan. Jumat (4/5) dini hari, EG digaruk Satpol PP selagi asyik ngelem. Bocah 12 tahun ini menjalani kehidupan yang keras.

Melihat penampilannya, sulit dipercaya jika EG senang ngelem. Badannya subur, pipinya tembem, kulitnya putih bersih, dan rambut lurusnya dipangkas rapi. Penampilannya jauh dari kesan anak jalanan. Saat ditangkap petugas, dia menangis sekeras-kerasnya. Menyentak perempatan Jalan S Parman yang senyap selepas tengah malam.

EG dan teman-teman pengemis lainnya sedang duduk di troatoar dan median jalan. Menunggu pengendara yang dihentikan lampu merah. Melihat iring-iringan mobil Satpol PP, semuanya berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Ada nenek yang sudah berusia 45 tahun, balita yang baru empat tahun, dan bocah-bocah seusia EG. Mereka diangkut ke truk dalmas untuk diantar ke Rumah Singgah milik Dinas Sosial di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan.

Di Rumah Singgah, EG sudah agak tenang. Tapi mendengar suara bentakan, dia kembali menangis. "Abah sudah meninggal. Mama masih ada. Tadi sudah bilang sama mama mau ke jalan," ujarnya sambil menyapu ingus.

EG dan ibunya tinggal di Jalan Belitung Darat. Berkat bantuan dermawan, dia hendak disekolahkan lagi. Sayang, sembari menunggu tahun ajaran baru dimulai, dia masih senang nongkrong di jalan. "Sudah dua tahun di jalan untuk meminta-minta," ujarnya.

Dia kemudian menunjuk saku kiri celana pendeknya. Disitulah dia menyembunyikan kaleng lem yang dibungkus kantong plastik. "Saya digoda teman untuk ngelem. Enak. Bisa mengkhayal macam-macam," kisahnya.

Ditanya apakah dia tidak mengetahui lem bisa meracuni pikiran dan tubuhnya, EG dengan polos menggelengkan kepala. Diminta berjanji untuk tidak lagi ngelem, dia malah kembali menangis. Bahu dan dadanya berguncang, ingusnya kembali meleleh.

Kisah EG tidak kalah fatal dengan kisah FR. Bocah 12 tahun ini masih sekolah, duduk di kelas VII SMP. Dia ditangkap saat menenggak minuman keras oplosan bersama teman-teman sebayanya.

Dari Jalan Pangeran Antasari, Satpol PP berkejar-kejaran dengan gerombolan ini sampai ke Jalan Pekapuran Raya. Hanya FR yang bisa dicegat. Yang lain berhasil kabur. "Ulun (saya) nih, kalau tidak ikut minum bakal dipukuli," ujarnya.

Meski tampak sudah sepenuhnya sadar, mulut FR masih menguarkan bau menyengat alkohol. Dia bersikeras tak pernah menyukai minuman tersebut. "Ulun tadi sampai muntah-muntah. Tapi tidak berani menolak. Mereka anak-anak geng sekitar," imbuhnya.

Paling memilukan kisah AP, anak perempuan yang usianya baru empat tahun! Dia tidak diancam oleh lem atau alkohol, tapi oleh angin malam yang jahat. Dia dibawa orang tuanya untuk ikut mengemis di jalan.

Pasangan suami istri ini bernama Syaifullah dan Sri Lestari. AP celingukan di Rumah Singgah dengan muka penasaran. Tak mengerti bahwa orang tuanya sedang menjalani interogasi. "Kalau Anda tak percaya ini anak saya, silakan tes darah," kata Syaifullah sembari menunjukkan lengannya.

Lelaki 21 tahun ini bekerja sebagai penarik gerobak sampah keliling di kawasan Belitung. Untuk menambah penghasilan, dia mengemis. Agar pengendara merasa iba, dia membawa serta anak dan istrinya. Sri berusia 19 tahun. "Saya memangnya punya pilihan lain?" ujarnya dengan ekspresi masa bodoh.

Kisah EG, FR, dan AP adalah fakta. Di kota yang mengklaim dirinya relijius, ramah anak, dan peduli hak asasi manusia. (fud/at/fud)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 12:17

TERUNGKAP...!! Hasil Visum Wanita 65 Tahun Yang Tewas di Bunuh

TANJUNG - Seorang ibu rumah tangga berusia 65 tahun dinyatakan…

Selasa, 20 November 2018 11:13

Incar Pasangan Sex After Lunch

SATPOL PP Banjarmasin kembali menggelar razia losmen dan hotel melati,…

Selasa, 20 November 2018 11:06

MAU LAGI..!! Ehh Malah Kena Ciduk

BANJARMASIN - Lagi-lagi pencurian celengan. Kali ini terjadi di Masjid…

Selasa, 20 November 2018 09:59

Kerugian Korupsi Pasar Ulin Raya Sekitar Rp1,06 Miliar

BANJARBARU - Kasus dugaan korupsi retribusi parkir Pasar Ulin Raya…

Selasa, 20 November 2018 09:21

Ini Penyebab Bripka Sandy Diberhentikan Secara Tidak Hormat

BATULICIN - Bripka Sandy Norhadi adalah contoh anggota polisi yang…

Senin, 19 November 2018 14:05

Residivis Obat Kembali Diringkus

KANDANGAN – RI, warga Jalan Makmur, Desa Samuda, Kecamatan Daha…

Senin, 19 November 2018 13:57

Tak Berkutik, Kawanan Curanmor Dibekuk

GAMBUT - Personel Polsek Gambut berhasil mencokok komplotan pencuri sepeda…

Senin, 19 November 2018 13:39

Satu Keluarga Disekap Perampok, Begini Kronologinya

GAMBUT - Satu keluarga yang tinggal di Jalan A Yani…

Senin, 19 November 2018 12:03
BREAKING NEWS

NGERI..! Perempuan 65 Tahun Tabalong Tewas Dibunuh

TANJUNG -- Seorang ibu rumah tangga berusia 65 tahun dinyatakan…

Senin, 19 November 2018 11:34

Tertangkap Basah, Dua Pria Ini Tak Bisa Mengelak

BANJARMASIN - Sial bagi dua pria ini: Rahmad Al Qahar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .