MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Selasa, 08 Mei 2018 13:36
Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko
PAMER KOLEKSI: Muhammad Fahriza menunjukkan album berisi perangkoyang dikumpulkannya sejak setahun belakangan. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk dengan push rank game Mobile Legends, Reza sibuk dengan koleksi perangkonya.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Usianya baru menginjak delapan tahun. Sekarang tengah duduk di kelas 2 SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin. Memang terbilang baru. Hobi filateli alias mengoleksi perangko baru digelutinya dalam setahun belakangan.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mampir ke rumahnya. Beralamat di Jalan Sutoyo S, Kompleks Damai, RT 15, nomor 15. Ketika itu, Reza mengenakan celana pensil dan kemeja kotak-kotak biru. Dengan tatanan rambut super cool, sedikit mowhawk disisi kanan dan kirinya. Sekilas mirip gayanya Zayn Malik.

Dengan gaya malu-malu kucing, Reza mempersilakan masuk. Ditemani sang bunda, perbincangan singkat pun mengalir.

Dengan percaya diri, Reza memamerkan koleksinya. Berjejer rapi di atas lembaran-lembaran album bersampul biru tua. Saat itu, ia pun mulai bercerita.

Hobi ini muncul ketika ia masuk TK. Kala itu, sekolahnya seringkali mengenalkan hal-hal berbau Kantor Pos. Mulai dari kartu pos (post card), perangko, hingga cara-cara mengirim surat.

Momen itu dibarengi dengan ketertarikan sang bunda, Wahdalena, dengan dunia filateli semasa kecil. Hingga perlahan Reza penasaran dan mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit koleksinya.

Setahun berjalan, ada 525 lembar perangko yang telah terkumpul. 281 perangko luar negeri dan 244 dalam negeri.

Ia juga mengumpulkan kartu pos. Total 200 lembar. Terdiri dari kartu yang dibuatnya sendiri, membeli, dan berasal dari surat-surat kiriman sahabat penanya.

"Hai juga Aliza. Kabar aku baik. Bagaimana dengan kamu? Sekarang kelas berapa?”. Begitu penggalan kalimat dalam surat balasan yang dikirimkan Reza. Ia menyebut Aliza adalah sahabat pena pertamanya. Berasal dari Balikpapan. Selain itu, ia juga mendapati bocah filateli lainnya. Sebut saja dari Yogyakarta, Depok, Makasar, Semarang dan sesama Banjarmasin.

Hobi ini menjadi sesuatu yang eksklusif baginya. Mengingat tak banyak anak menggemari dunia tersebut.

Menurut Reza, mengumpulkan perangko dan kartu pos jadi sesuatu yang mengasyikkan. Hobi antimainstream di tengah era digital seperti sekarang. "Teman-teman sekelas heran dengan hobiku," ucapnya.

Kepuasannya ada ketika ia bisa menemukan perangko langka. Sebut saja seperti seri Sudirman dan Oerip Sumoharjo. Untuk memperoleh itu, ia dan ibunya mesti mencari kesana-kemari. Menanyakan kepada kolektor-kolektor perangko lewat media sosial.

Selain membeli, Reza bertukar perangko dengan filatelis lainnya. Terutama produk asing. Sebut saja seperti Amerika, Jepang,London, Australia, Virginia, Canada dan Filipina.

“Aku juga punya perangko foto sendiri loh,” ucap Reza. Yep, beberapa waktu lalu ia memang membuat perangko spesial gambar dirinya. Dengan memesan di Kantor Pos Banjarbaru, edisi spesial itupun selesai dalam sepekan.

Sejak awal tahun lalu, Reza juga tergabung dalam Sahabat Pena Cilik (SPC). Yakni komunitas bocah filatelis di seruh Indonesia. Dari situlah dia semakin aktif kirim mengirim surat.

"Sahabat penaku makin banyak setelah ikutan SPC. Mereka suka tanya-tanya nama lengkap, usia dan kelas berapa aku," tuturnya seraya tersenyum.

Dalam hobinya Reza tentu saja membutuhkan dukungan penuh dari orang tua. Baik modal dan pendampingan. Itulah yang dikatakan Wahdalena. Ia juga menerapkan aturan ketat bagi sang anak. Yakni tidak bermain gadget, kecuali akhir pekan.

Sebagai gantinya, Wahdalena selalu mendampingi putra semata wayangnya berfilateli. “Sekali dalam sepekan, saya sama Reza ke Kantor Pos buat ngirim atau mengecek surat masuk. Sekaligus cari tau soal seri terbaru perangko juga,” ujarnya.

Lewat cara itulah, Wahdalena berharap daya nalar dan kemampuan bersosialiasi anaknya bisa terasah sejak dini. Kendalanya ada pada suasana hati sang anak. Mengirim dan menerima surat memerlukan waktu yang panjang ketimbang chatting. “Walaupun begitu, pihak Kantor Pos bilang kalau Reza ini bocah filateli yang paling antusias di Banjarmasin,” bebernya.

Kembali pada Reza. Lewat hobinya itu, dia punya misi spesial. Mengenalkan Kota Banjarmasin kepada sahabat penanya. Dirinya juga membuat beberapa kartu pos bergambar landmark Banjarmasin. Patung Bekantan dan Menara Pandang misalnya.

Dari sekian banyak koleksi, perangko dengan seri Presiden Indonesia menjadi favoritnya. Ada kekaguman tersendiri ketika dirinya melihat 7 sosok yang pernah memimpin negeri ini.

Ia juga punya seri tentang kedekatan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Korea Utara Kim Il Sung. Dengan begitu koleksinya semakin komplet. “Ini termasuk yang paling langka juga. Rencananya aku mau ngumpulin seri presiden sebanyak mungkin,” pungkasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…

Rabu, 02 Mei 2018 15:24

Permasalahan Lansia yang Mulai Hantui Kalsel

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan cuma…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .