MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 08 Mei 2018 13:36
Bukan Sibuk Main Mobile Legends, Bocah ini Malah Asik Koleksi Perangko
PAMER KOLEKSI: Muhammad Fahriza menunjukkan album berisi perangkoyang dikumpulkannya sejak setahun belakangan. | Foto: Tia Lalita Novitri/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Kecil-kecil, berani tampil beda. Itulah Muhammad Fahriza. Hobinya tak biasa. Jika anak seusianya sibuk dengan push rank game Mobile Legends, Reza sibuk dengan koleksi perangkonya.

TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin

Usianya baru menginjak delapan tahun. Sekarang tengah duduk di kelas 2 SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin. Memang terbilang baru. Hobi filateli alias mengoleksi perangko baru digelutinya dalam setahun belakangan.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mampir ke rumahnya. Beralamat di Jalan Sutoyo S, Kompleks Damai, RT 15, nomor 15. Ketika itu, Reza mengenakan celana pensil dan kemeja kotak-kotak biru. Dengan tatanan rambut super cool, sedikit mowhawk disisi kanan dan kirinya. Sekilas mirip gayanya Zayn Malik.

Dengan gaya malu-malu kucing, Reza mempersilakan masuk. Ditemani sang bunda, perbincangan singkat pun mengalir.

Dengan percaya diri, Reza memamerkan koleksinya. Berjejer rapi di atas lembaran-lembaran album bersampul biru tua. Saat itu, ia pun mulai bercerita.

Hobi ini muncul ketika ia masuk TK. Kala itu, sekolahnya seringkali mengenalkan hal-hal berbau Kantor Pos. Mulai dari kartu pos (post card), perangko, hingga cara-cara mengirim surat.

Momen itu dibarengi dengan ketertarikan sang bunda, Wahdalena, dengan dunia filateli semasa kecil. Hingga perlahan Reza penasaran dan mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit koleksinya.

Setahun berjalan, ada 525 lembar perangko yang telah terkumpul. 281 perangko luar negeri dan 244 dalam negeri.

Ia juga mengumpulkan kartu pos. Total 200 lembar. Terdiri dari kartu yang dibuatnya sendiri, membeli, dan berasal dari surat-surat kiriman sahabat penanya.

"Hai juga Aliza. Kabar aku baik. Bagaimana dengan kamu? Sekarang kelas berapa?”. Begitu penggalan kalimat dalam surat balasan yang dikirimkan Reza. Ia menyebut Aliza adalah sahabat pena pertamanya. Berasal dari Balikpapan. Selain itu, ia juga mendapati bocah filateli lainnya. Sebut saja dari Yogyakarta, Depok, Makasar, Semarang dan sesama Banjarmasin.

Hobi ini menjadi sesuatu yang eksklusif baginya. Mengingat tak banyak anak menggemari dunia tersebut.

Menurut Reza, mengumpulkan perangko dan kartu pos jadi sesuatu yang mengasyikkan. Hobi antimainstream di tengah era digital seperti sekarang. "Teman-teman sekelas heran dengan hobiku," ucapnya.

Kepuasannya ada ketika ia bisa menemukan perangko langka. Sebut saja seperti seri Sudirman dan Oerip Sumoharjo. Untuk memperoleh itu, ia dan ibunya mesti mencari kesana-kemari. Menanyakan kepada kolektor-kolektor perangko lewat media sosial.

Selain membeli, Reza bertukar perangko dengan filatelis lainnya. Terutama produk asing. Sebut saja seperti Amerika, Jepang,London, Australia, Virginia, Canada dan Filipina.

“Aku juga punya perangko foto sendiri loh,” ucap Reza. Yep, beberapa waktu lalu ia memang membuat perangko spesial gambar dirinya. Dengan memesan di Kantor Pos Banjarbaru, edisi spesial itupun selesai dalam sepekan.

Sejak awal tahun lalu, Reza juga tergabung dalam Sahabat Pena Cilik (SPC). Yakni komunitas bocah filatelis di seruh Indonesia. Dari situlah dia semakin aktif kirim mengirim surat.

"Sahabat penaku makin banyak setelah ikutan SPC. Mereka suka tanya-tanya nama lengkap, usia dan kelas berapa aku," tuturnya seraya tersenyum.

Dalam hobinya Reza tentu saja membutuhkan dukungan penuh dari orang tua. Baik modal dan pendampingan. Itulah yang dikatakan Wahdalena. Ia juga menerapkan aturan ketat bagi sang anak. Yakni tidak bermain gadget, kecuali akhir pekan.

Sebagai gantinya, Wahdalena selalu mendampingi putra semata wayangnya berfilateli. “Sekali dalam sepekan, saya sama Reza ke Kantor Pos buat ngirim atau mengecek surat masuk. Sekaligus cari tau soal seri terbaru perangko juga,” ujarnya.

Lewat cara itulah, Wahdalena berharap daya nalar dan kemampuan bersosialiasi anaknya bisa terasah sejak dini. Kendalanya ada pada suasana hati sang anak. Mengirim dan menerima surat memerlukan waktu yang panjang ketimbang chatting. “Walaupun begitu, pihak Kantor Pos bilang kalau Reza ini bocah filateli yang paling antusias di Banjarmasin,” bebernya.

Kembali pada Reza. Lewat hobinya itu, dia punya misi spesial. Mengenalkan Kota Banjarmasin kepada sahabat penanya. Dirinya juga membuat beberapa kartu pos bergambar landmark Banjarmasin. Patung Bekantan dan Menara Pandang misalnya.

Dari sekian banyak koleksi, perangko dengan seri Presiden Indonesia menjadi favoritnya. Ada kekaguman tersendiri ketika dirinya melihat 7 sosok yang pernah memimpin negeri ini.

Ia juga punya seri tentang kedekatan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Korea Utara Kim Il Sung. Dengan begitu koleksinya semakin komplet. “Ini termasuk yang paling langka juga. Rencananya aku mau ngumpulin seri presiden sebanyak mungkin,” pungkasnya. (mr-150/at/nur)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 12:10

Serunya Lomba Bakisah Bahasa Banjar di Siring Pierre Tendean

Lomba Bakisah Bahasa Banjar dari Ombudsman Kalsel mengundang gelak tawa sekaligus ironi. Memperlihatkan…

Minggu, 19 Agustus 2018 18:24

Di Belakang Layar Seorang Dalang: Hidupnya Tak Sekocak Wayangnya

Orang Kalimantan hanya mengenal satu Wayang Kulit. Namanya Wayang Kulit Banjar. Di pedesaan Hulu Sungai,…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .