MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 09 Mei 2018 15:52
Ragukan Pemenang Lelang Siring Laut
SIRING LAUT: Proyek Siring Laut akan dilaksanakan di sini.

PROKAL.CO, KOTABARU - Protes salah satu kontraktor kepada proses lelang proyek Siring Laut senilai Rp14,3 miliar mendapat perhatian serius dari Kejaksaan Negeri Kotabaru. Jaksa meminta Pojka untuk memeriksa ke Madura terkait keberadaan alat pemenang lelang.

Kepada Radar Banjarmasin, Selasa (8/5) kemarin di ruangannya, Kasi Intel Kejari Agung Nugroho, mengaku kabar menangnya kontraktor asal Jawa menjadi perhatian. Salah satu sebabnya, pengalaman tahun sebelumnya di Kotabaru banyak pemenang proyek yang kesulitan mendatangkan alat sehingga pekerjaan di lapangan terbengkalai.

"Kami meminta penjelasan mereka, karena yang menang posisinya di Pulau Jawa, mereka mesti ke lapangan memeriksa," ujarnya.

Sebelumnya, dia memeriksa mengapa pemenang di jawa yang dipilih. Ternyata kata Agung, kontraktor lainnya meski alat lengkap namun tidak melampirkan ISO mutu versi 2015. "Tapi setelah kami periksa ternyata, yang kalah itu ada ISO 2015 nya, cuma tidak dilampirkan entah kenapa," ungkapnya.

Masih penuturan Agung, Pokja kemudian berangkat ke Jawa. "Saya diajak, cuma tidak bisa ikut, sibuk. Mereka kemudian ke Madura, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik memeriksa."

Hasil lapangan itu diterima Agung dalam bentuk dokumen foto dan video. "Dari foto dan video memang ada kapal dan alatnya. Cuma kita tanya lagi, apakah bisa mereka mobilisasi ke Pulau Laut, karena itu biaya mahal. Kata Pokja, perusahaan sudah buat pernyataan sanggup di atas materai."

Jaksa ini mengaku, siapapun yang menang tidak menjadi masalah. "Tapi harus dipastikan pemenang memang bisa mengerjakan proyek. Karena kalau tidak, masyarakat lagi yang rugi, pemerintah juga."

Sementara itu anggota Pokja Fitria, mengatakan meski tidak diminta jaksa mereka tetap ke lapangan. "Kalau dulu pemeriksaan alat dilakukan setelah ada pemenang. Kalau ini tidak. Saat proses lelang kita sudah periksa," akunya.

Dia membenarkan memeriksa alat pemenang di Madura, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. "Kapalnya ada di tengah laut. Tapi alat batching plant itu yang periksa Dian, dia kan laki-laki, saya agak sakit waktu itu," tambahnya.

Dian bernama lengkap Ardiansyah, anggota Pokja lainnya mengatakan sudah memeriksa alat batching plant perusahaan. Jelasnya alat itu milik PT Armada Mix yang mendukung pemenang. "Armada Mix ini perusahaan nasional. Alatnya juga ada di Batola sama Pelaihari," ujarnya.

Sebelumnya Kabid Pariwisata Disbudpar Kotabaru, Ari Mardani mengatakan, alat pemenang Siring Laut sudah berada di Pelaihari. "Kata Pokja alatnya sudah ada di Pelaihari," ujarnya Jumat (4/5) tadi di Siring Laut.

Menanggapi itu, Ardiansyah menekankan, bahwa yang dimaksud di Pelaihari bukan alat pemenang lelang. Tapi alat perusahaan yang mendukung pemenang, juga berada di Pelaihari. Untuk proyek Siring Laut kata dia, pemenang tetap harus mendatangkan dari Jawa sesuai dokumen awal. "Seminggu katanya bisa membawa alat dari Jawa ke sini," kata Ardiansyah.

Apakah alat sudah dibawa? Kata Ardiansyah belum. "Kan belum teken kontrak. Gunning (surat perintah kerja) saja belum keluar," kata Ardiansyah. Ditanya kapan memeriksa alat ke Jawa, Ardiansyah mengaku lupa persisnya. "Di bulan April kami ke Jawa," ujarnya.

Dari situs LPSE jadwal pembuktian kualifikasi hanya dua hari. Dari tanggal 5 April sampai 6 April pukul 14.00. Tidak ada keterangan apa-apa di sana, hanya ada tautan kalau jadwal itu mengalami satu kali perubahan, bahwa jadwal sebelumnya adalah tanggal 29 Maret yang dalam kolom keterangan dijelaskan tidak cukup waktu untuk pembuktian kualifikasi.

Fitria mengatakan, di situs LPSE memang tidak ada keterangan kepada publik secara terbuka mengenai proses dan hasil kualifikasi Pokja. "Itu kan terkait metode kerja kami. Ya memang tidak ada kalau di situs LPSE," ujarnya.

Sementara itu perwakilan PT Lidy's Artha Borneo (LAB), Madi, mengaku sangsi. "Mengangkut alat dari Jawa itu tidak mudah. Biaya besar, dan waktu yang lama. Juga nanti perlu waktu lagi desain alat di lapangan, itu sebulanan kalau normal. Sementara waktu kerja itu cuma 180 hari," ujarnya.

LAB gugur karena tidak melampirkan sertifikat mutu ISO 9001 2015 dan ISO 14001 2015. LAB hanya melampirkan ISO versi sebelumnya. Untuk alat, LAB memang berada di lokal. "Kami keselip. Tidak ter-upload ISO nya, cuma kesalahan teknis, tapi sayangnya kami langsung digugurkan, tidak diverifikasi dulu," keluhnya.

Juga Madi mengeluh, Pokja saat disanggah perusahaannya dan diminta membeberkan bukti alat pemenang tidak dibalas. "Mereka cuma jawab di situs LPSE kalau perusahaan saudara gugur karena tidak melampirkan ISO. Padahal kami meminta bukti bahwa pemenang ada alatnya."

Anggota Pokja Fitria, membenarkan tidak melakukan verifikasi. "Tapi kan itu sudah jadi syarat. Mestinya mereka upload. Masa' kami harus tanya apakah kamu ada ISO atau tidak. Kan kerja kita di LPSE itu sistem," ujarnya.

Mengenai sanggahan LAB yang minta bukti tidak dijawab dia membenarkan. "Kalau kami unggah foto dan video kan tidak etis. Itu kan rahasia perusahaan. Kalau mau ya tatap muka. Datanya kan sudah juga kami serahkan ke tim TP4D (Tim Pengawalan, Pengawalan Pemerintah dan Pembangunan Daerah)."

Seperti telah diberitakan proyek tersebut dimenangkan Duta Ekonomi dengan nilai Rp13,6 miliar. Perusahaan ini beralamat di Sampang Jawa Timur. Sementara LAB menawar pada harga Rp12,6 miliar. Sayangnya sampai saat ini belum ada keterangan bisa didapatkan dari PT Duta Ekonomi yang beralamat di Sampang Jawa Timur itu. Nomor telepon kantornya tidak bisa tersambung. (zal)


BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42

Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara

BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi…

Minggu, 27 Mei 2018 17:40

Nadjmi Minta Warga Awasi Kos-kosan

BANJARBARU - Kos-kosan di Banjarbaru selama ini sering kali disalahgunakan oleh penghuninya untuk melakukan…

Minggu, 27 Mei 2018 17:37

Rp3 Miliar untuk Merehab Mes L

BANJARBARU – Usai terjalinnya kesepakatan pinjam pakai Mes L, antara Pemko Banjarbaru dan Mabes…

Minggu, 27 Mei 2018 09:11

Jabatan Walikota Banjarmasin Jadi Taruhan

BANJARMASIN - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid menyarankan Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 27 Mei 2018 09:03

THR Dahulu Baru Gajian, Kasihan Honorer Belum Dapat Kepastian

BANJARMASIN - Pemko sudah mengalokasikan Rp24,04 miliar dari APBD untuk THR (Tunjangan Hari Raya)…

Minggu, 27 Mei 2018 08:56

Proyek Rusunawa Teluk Kelayan Digenjot Usai Lebaran

BANJARMASIN - Sebelum Ramadan tadi, lahan di Jalan Teluk Kelayan sudah dibongkar Satpol PP. Bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .