MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 10 Mei 2018 18:57
Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan
KAYA IKAN: Ari, warga Desa Bekambit Kecamatan Pulau Laut Timur rata-rata sehari dapat ikan gabus 20 kilogram. Dia ketakutan tambang akan mengancam penghasilannya.

PROKAL.CO, Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram ikan. Sehari dia bisa mengantongi rata-rata ratusan ribu. Tapi kini dia gamang, rencana tambang batubara mengancam usahanya.

Sama dengan warga Bekambit Asri lainnya, Ari mengaku takut dengan rencana tambang. Dia khawatir tambang batubara yang rencananya akan dilakukan di Pulau Laut Timur membunuh pekerjaannya.

Bono petani di Bekambit Asri membenarkan. Ikan gabus melimpah di sana. "Mancing saja itu. Umpannya cuma ikan hidup. Banyak di sini kalau ikan," ujarnya.

Dia pun mengaku resah dengan rencana tambang batubara. "Kalau jadi ditambang bagaimana kami? Cuma ini lahan," keluhnya.

Bono mengaku tidak tahu harus berbuat apa. Meski jarak desanya ke pusat kota dekat saja, sekitar 39 kilometer, tapi akunya masyarakat di sana seolah sendiri menghadapi rencana tambang batubara.

Bekambit Asri adalah kawasan transmigrasi. Ada ratusan kepala keluarga di sana. Mereka hidup dari sawah dan kebun. Sawah mereka berada dekat dengan laut. Datarannya rendah. Rencana tambang tidak jauh dari sawah mereka.

Camat Pulau Laut Timur Ernawati membenarkan, timur Pulau Laut itu penghasil beras terbesar di Pulau Laut. Ikan sungainya juga melimpah, utamanya ikan gabus. Hampir tiap hari terlihat warga memancing di sana. Jika libur warga pusat kota biasa ke Pulau Laut Timur memancing.

Julak Antung dan suaminya Abdul Wahab salah satu warga Bekambit Asri yang menolak keras tambang batubara. "Ganti rugi puluhan juta cukup apa? Tanah hilang, kami terpaksa pindah," kata Julak Antung.

Iming-iming kalau tambang akan membuka ekonomi di sana dia tepis. "Mana ada. Kami sudah keliling. Catering makanan, emang semua penjual bisa dapat? Warung, yang ramai warung remang-remang. Jadi kami usaha apa?"

Dia mengaku ingin membuka usaha sarang burung walet di sana. "Tapi kalau ditambang bagaimana?" Dari pantauan wartawan memang banyak burung walet terbang di atas sawah sore hari di Desa Bekambit Asri.

Prayoto transmigran di sana juga mengaku gamang. "Kalau ini ditambang, banjir masuk ke sawah otomatis kami harus pindah. Dimana kami cari uang beli lahan, bangun rumah dan buka usaha lagi," katanya.

Muhammad dan Marawiah adalah suami istri yang tinggal di Pulau Laut Timur. Suami mencari ikan, istri jual ke pasar. Muhammad juga mengaku khawatir. Dia katanya sudah melihat apa yang terjadi pada nelayan di Pulau Sebuku.

Nelayan di Pulau Sebuku kata dia, sekarang mencari ikan jauh dari pulau. Masuk ke areal Pulau Laut. Dampaknya biasa terjadi cekcok nelayan Pulau Laut dan Pulau Sebuku karena mencari ikan di areal yang sama.

Pulau Laut Timur sendiri memiliki panorama alam yang menawan. Rangkaian pegunungan Sebatung seperti dinding hijau, hamparan sawah di bawahnya bak hamparan permadani. Suasana di sana tenang.

Tokoh yang getol menyuarakan penolakan tambang Sugian Noor mengatakan, rencana tambang di pesisir timur Pulau Laut mengancam kerusakan pesisir. "Ke dalaman batubara di sana ada yang sampai dua ratus meter infonya. Itu persis di tepi laut. Bisa dibayangkan," keluhnya.

Ketua Dewan Adat Dayak Kotabaru itu meminta semua pihak memandang jernih masalah tambang Pulau Laut. "Ini harga diri Banua kita. Kalau Pulau Laut juga dikeruk untuk energi luar negeri, bagaimana lagi kita?" (zal/ay/ran)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00

Ditunjuk Menjadi Pembawa Bendera Merah Putih, Sonia dan Annisa Terharu

SONIA Shaleha dan Annisa Fitria Azmi tak berani berharap. Bakal ditunjuk menjadi pembawa bendera merah…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:49

Mahathir Muhammad, Siswa asal Tanah Laut yang Berhasil Juara Rubik Pakai Kaki

Prestasi siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tanah Laut (MAN ICT) ini tergolong luar biasa.…

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Sabtu, 11 Agustus 2018 12:52

Kehidupan Veteran di Ujung Banua, Ketua LVRI Masih Harus Jualan Minyak Tanah

Irman Ahmad pernah merasakan desingan peluru penjajah. Di usia tua nya kini, dia berjualan minyak tanah,…

Jumat, 10 Agustus 2018 15:22

Ini Dia, Letkol Pnb Supriyanto, Pilot Pesawat Tempur asal Tanah Laut

Boleh juga yang dilakukan Letkol Pnb Supriyanto, pilot pesawat tempur asal Tanah Laut untuk memotivasi…

Jumat, 10 Agustus 2018 11:01

Jefri 'Jef' Albari Tribowo, Rilis Lagu Cover Sanja Kuning

Setelah sukses dengan album Lagu Banjar, Jefri 'Jef' Albari Tribowo sibuk bersiap untuk album keduanya.…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:07

Mengintip Persiapan Paskibraka Banjarmasin Jelang 17 Agustus

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Banjarmasin 2018 tampak sibuk. Kemarin (7/8), 28 pelajar pilihan…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Sabtu, 04 Agustus 2018 15:11

Berkenalan dengan BPK dan Tim Emergency Landu, Banjarbaru

Memadamkan api, menolong orang kecelakaan, mengevakuasi korban, itulah yang sering dilakukan BPK dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .