MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 11 Mei 2018 16:00
Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Dulu untuk Pengairan, kini untuk Perikanan

TAK DAPAT AIR: Seorang petani di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk menanam padi di sawahnya. | Foto: Muhammad Amin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk. Lahan pertanian milik warga desa mengalami kekeringan cukup parah.

M AMIN, Martapura

Selama dua bulan terakhir, petani setempat tidak pernah lagi menikmati air irigasi. Kekeringan ini merupakan kejadian perdana di desa  yang berjarak sekitar 5 km dari Banjarmasin ini.

Air irigasi  ditengarai bocor atau digembosi di tengah jalan karena disedot oleh sektor perikanan dan untuk pasokan air bersih. Para petani gundah berat. Musim kemarau yang tiba lebih awal memperparah keadaan.  

Tanah-tanah untuk menanam hampir kering, sebagian lagi malah persawahan dibiarkan kosong. Petani yang berada di Kecamatan Sungai Tabuk memang berada paling hilir, mereka adalah korban akibat fungsi irigasi Riam Kanan berubah.

Dulunya untuk mengairi ribuan hektar sawah kini bertambah untuk sektor perikanan dan bahan baku air bersih PDAM.

“Tahun 2018 paling parah. Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya, lahan kami kering selama dua bulan terakhir. Aliran irigasi ditutup jadi kami tidak bisa mendapat air,” kata salah seorang warga Handil Buluan yang tinggal di RT 3 namun enggan menyebut namanya, kemarin (10/5) petang.

Ia berkesimpulan, air Irigasi Riam Kanan memang sudah terganggu dari hulunya. Dirinya yakin,  diberdayakannya sektor perikanan penyumbang paling besar penderitaan petani Handil Buluan dan sekitarnya. Sangat banyak tambak-tambak ikan di sisi kanan dan kiri irigasi yang mengambil lebih banyak curahan air irigasi. Itu pangkal  masalah terbesar distribusi air irigasi.

“Kalau tidak diatasi oleh para pejabat yang mengerti, bisa saja kami gagal panen karena bibit lokal khas lebak sangat membutuhkan air,” tuturnya.

Junai, petani yang memulai masa tanam di areal sawah seluas 30 borongan di Handil Buluan terlihat lebih sabar kendati bayangan kerugian akibat kekeringan ada di depan mata.

“Tanah kami bangkang (kering dan retak, red) sekitar 2 bulanan ini. Gimana mau mendapat air, saluran irigasi dekat sawah kami juga kering,” tuturnya.

Fenomen kekeringan di lahan pertanian lebak diakui Pambakal Gudang Hirang Syahrani. Potensi pertanian di desanya sangat besar dan seingatnya, areal persawahan kurang lebih seribu hektar lebih. Warga desanya adalah petani murni sehingga antusias menanam sangat tinggi.

Kendala saat ini justru di sistem pengairan akibat manajemen air yang tidak merata. Ia pun telah berkoordinasi dengan warga desa, seperti membuat surat permohonan agar aliran irigasi kembali dibuka.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura HM Fachry menegaskan, aspirasi untuk mendapat air irigasi sudah ada disampaikan. Ia mendapat laporan dari para penyuluh tentang kondisi lahan pertanian yang kering tersebut.

Ia pun sepakat jika suplai air irigasi yang sejak awal dibangun untuk pertanian tersebut bertambah fungsi untuk sektor lain sehingga petani mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Kami memang memohon agar aliran air dari saluran sekunder dan tersier kembali lancar. Mereka bercita-cita menanam dua kali setahun,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUPR Banjar M Hilman akan berkoordinasi dengan PU Provinsi untuk menangani kondisi kekeringan tersebut. Menurutnya, kewenangan irigasi ada di provinsi baik penataan atau pembersihan.

Keadaan tersebut harus dicarikan solusi agar tidak bertambah buruk yang memicu sektor pertanian mengalami kesulitan air.(mam)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Senin, 24 September 2018 09:29

Yurien, Satu-Satunya Anggota Patwal Wanita Dishub Banjarbaru

Pria dan wanita memang beda, tapi soal pekerjaan mungkin kaum Hawa bisa sebanding dengan kaum Adam.…

Sabtu, 22 September 2018 13:31

Menjenguk Rumah Berbasis Lingkungan Milik Perkumpulan Pusaka Tabalong

Mungkin ini bisa menjadi contoh bagi yang ingin membangun rumah atau kantor. Ternyata barang bekas bisa…

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .