MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 11 Mei 2018 16:00
Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Dulu untuk Pengairan, kini untuk Perikanan

TAK DAPAT AIR: Seorang petani di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk menanam padi di sawahnya. | Foto: Muhammad Amin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk. Lahan pertanian milik warga desa mengalami kekeringan cukup parah.

M AMIN, Martapura

Selama dua bulan terakhir, petani setempat tidak pernah lagi menikmati air irigasi. Kekeringan ini merupakan kejadian perdana di desa  yang berjarak sekitar 5 km dari Banjarmasin ini.

Air irigasi  ditengarai bocor atau digembosi di tengah jalan karena disedot oleh sektor perikanan dan untuk pasokan air bersih. Para petani gundah berat. Musim kemarau yang tiba lebih awal memperparah keadaan.  

Tanah-tanah untuk menanam hampir kering, sebagian lagi malah persawahan dibiarkan kosong. Petani yang berada di Kecamatan Sungai Tabuk memang berada paling hilir, mereka adalah korban akibat fungsi irigasi Riam Kanan berubah.

Dulunya untuk mengairi ribuan hektar sawah kini bertambah untuk sektor perikanan dan bahan baku air bersih PDAM.

“Tahun 2018 paling parah. Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya, lahan kami kering selama dua bulan terakhir. Aliran irigasi ditutup jadi kami tidak bisa mendapat air,” kata salah seorang warga Handil Buluan yang tinggal di RT 3 namun enggan menyebut namanya, kemarin (10/5) petang.

Ia berkesimpulan, air Irigasi Riam Kanan memang sudah terganggu dari hulunya. Dirinya yakin,  diberdayakannya sektor perikanan penyumbang paling besar penderitaan petani Handil Buluan dan sekitarnya. Sangat banyak tambak-tambak ikan di sisi kanan dan kiri irigasi yang mengambil lebih banyak curahan air irigasi. Itu pangkal  masalah terbesar distribusi air irigasi.

“Kalau tidak diatasi oleh para pejabat yang mengerti, bisa saja kami gagal panen karena bibit lokal khas lebak sangat membutuhkan air,” tuturnya.

Junai, petani yang memulai masa tanam di areal sawah seluas 30 borongan di Handil Buluan terlihat lebih sabar kendati bayangan kerugian akibat kekeringan ada di depan mata.

“Tanah kami bangkang (kering dan retak, red) sekitar 2 bulanan ini. Gimana mau mendapat air, saluran irigasi dekat sawah kami juga kering,” tuturnya.

Fenomen kekeringan di lahan pertanian lebak diakui Pambakal Gudang Hirang Syahrani. Potensi pertanian di desanya sangat besar dan seingatnya, areal persawahan kurang lebih seribu hektar lebih. Warga desanya adalah petani murni sehingga antusias menanam sangat tinggi.

Kendala saat ini justru di sistem pengairan akibat manajemen air yang tidak merata. Ia pun telah berkoordinasi dengan warga desa, seperti membuat surat permohonan agar aliran irigasi kembali dibuka.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura HM Fachry menegaskan, aspirasi untuk mendapat air irigasi sudah ada disampaikan. Ia mendapat laporan dari para penyuluh tentang kondisi lahan pertanian yang kering tersebut.

Ia pun sepakat jika suplai air irigasi yang sejak awal dibangun untuk pertanian tersebut bertambah fungsi untuk sektor lain sehingga petani mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Kami memang memohon agar aliran air dari saluran sekunder dan tersier kembali lancar. Mereka bercita-cita menanam dua kali setahun,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUPR Banjar M Hilman akan berkoordinasi dengan PU Provinsi untuk menangani kondisi kekeringan tersebut. Menurutnya, kewenangan irigasi ada di provinsi baik penataan atau pembersihan.

Keadaan tersebut harus dicarikan solusi agar tidak bertambah buruk yang memicu sektor pertanian mengalami kesulitan air.(mam)

 


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…

Jumat, 27 Juli 2018 17:01

Kisah Haru Nenek Mustika, Guru Ngaji yang Tinggal di Rumah Reot

Mengongkosi putranya yang mengalami keterbelakangan mental, Nenek Mustika hidup di sebuah rumah yang…

Jumat, 27 Juli 2018 15:28

Suka Duka Petugas Kebersihan Pasar Sungai Andai

Titin (49) membersihkan sendirian Pasar Tradisional Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Tumpukan kresek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .