MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 12 Mei 2018 13:52
Kampung Penatu Terancam Digusur, Alasannya yang Punya Lahan Mau Ngambil

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pedagang Kampung Penatu tengah menghadapi masa genting. Wadah jual beli buku murah, barang loak, pusat percetakan dan pengetikan Banjarmasin tempo dulu ini terancam dibongkar. Alasannya, wajah pasar yang muram dan kumuh.

Kabar pembongkaran mencuat dari terbitnya surat somasi tanggal 19 Maret. Dari kuasa hukum pemilik tanah Pasar Sukaramai (nama resmi Kampung Penatu), Abdullah Saleh. Dialamatkan pada seluruh pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di Kampung Penatu. Isi somasi, bangunan yang selama ini disewa pedagang bakal dipugar oleh empunya lahan.

"Dibongkar. Kondisinya sudah terlalu kumuh. Kami yang punya lahan berhak memanfaatkannya," tukas Abdullah, kemarin (11/5). Ditanya mau dijadikan apa, dia enggan menjawab rinci.

Soal relokasi, advokat dari Kantor Hukum Abdullah M Saleh & Associates ini mengklaim akan membicarakannya dengan pemko. Khususnya dari bidang pengelolaan pasar. "Kami ingin menyelesaikan secara baik-baik. Manusiawi saja," timpalnya.

Memang benar, tanah pasar di Jalan Pangeran Samudera ini dimiliki oleh kliennya atas nama Abdullah Djaperi, Ahmad Umar, dan Hadji Idjam. Namun, seluruh pedagang rata-rata sudah membeli tokonya sendiri.

"Nah, kalau ganti rugi bangunan atau tali asih, kami siap saja. Tapi, pakai logika saja. Para pedagang jangan menawar pakai harga 'dolar'. Jangan semena-mena. Harus sesuai dengan kondisi bangunan," cetusnya.

Kalau pedagang masih ngotot, bakal diajak ke pengadilan. "Yang jelas, kami ingin menyelesaikan secara baik-baik," tukasnya.

Batas waktu untuk mengosongkan bangunan toko bahkan sudah ditetapkan. Per tanggal 19 April lalu, mereka diharuskan minggat. Tapi pedagang masih kompak bertahan.

Seperti pengusaha jasa percetakan dan desain grafis Pasar Sukaramai, Nuri Syuhud Haridi yang bertekad ingin bertahan. Sampai mendapat kejelasan mengenai ganti rugi yang sepadan. Ia mengaku sakit hati atas terbitnya somasi.

Pria yang punya julukan Ari Gondrong ini pemilik petak toko nomor 34 di Pasar Sukaramai. Dibelinya dari pedagang terdahulu seharga Rp12 juta. "Nah, saya ditawari Rp10 juta saja untuk tali asih. Tidak diberikan ganti rugi, alasannya karena belum balik nama," terangnya.

Ari Gondrong berharap pemilik tanah tak mengurusi lagi lahan yang sudah ditempati pedagang. Hemat kata, dia ingin pembongkaran dibatalkan. "Anggap saja tanah wakaf. Kami toh bayar sewa tanah setiap bulan," tukasnya.

Kalau tetap dibongkar, Ari yakin pedagang Kampung Penatu bakal tercerai-berai. Padahal, selama ini mereka saling mengisi rejeki satu sama lain. "Misal, kalau percetakan lagi perlu bahan kertas, di sebelah menjual. Jasa pemotongan kertas juga ada. Jadi tidak bisa dipisahkan," kata dia.

Akhirnya, nama beken Kampung Penatu ikut terberangus. Padahal, nama pasar ini sudah dikenal baik pengusaha percetakan dari Pulau Jawa. "Khususnya Surabaya. Sayang sekali kalau digusur," ujarnya.

Total toko Pasar Sukaramai berjumlah 45 petak. Dimiliki oleh 23 orang. Dalam konflik ini, pedagang diadvokasi Borneo Law Firm. Dipimpin oleh kuasa hukum Muhammad Pazri.

Dijelaskan Pazri, mereka sudah memasuki mediasi kedua, tapi masih buntu. "Kalau belum menemukan kesepakatan juga, silakan melalui proses hukum. Rencananya mau mediasi ketiga. Tapi, belum terjadwal," papar advokat jebolan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat ini. (dom)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 12:26
Parlementaria Balangan

Peningkatan PAD Menjadi Sorotan Fraksi

PARINGIN – Penyampaian Raperda ABPD tahun 2019 oleh Bupati Balangan, disambut secara baik oleh…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:19
Berita Banjarbaru

Gelar Pelatihan Pembuatan Roti dan Cake Bagi Calon IKM Se-Banjarbaru

BANJARBARU - Ketua Dekranasda Kota Banjarbaru, Ririen Nadjmi Adhani didampingi Kepala Dinas Perdagangan…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:17
Parlementaria Banjarbaru

Dewan: Lakukan Pembersihan Drainase Menjelang Musim Hujan

BANJARBARU - Beberapa waktu belakangan. Banjarbaru dan sekitarnya diguyur hujan. Artinya musim kemarau…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:16
Berita Tanah Bumbu

Tanbu Siap Sukseskan Pemilu 2019

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk meningkatkan…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:14
Berita Tanah Bumbu

DWP Tanbu Gelar Pertemuan Rutin

BATULICIN - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tanah Bumbu kembali menggelar pertemuan rutin yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:02

Bikin Malu, Anggota DPRD Banjarmasin Saling Sindir Saat Sidang

BANJARMASIN - Dalam hitungan detik, marwah Sidang Paripurna DPRD Banjarmasin melorot. Pimpinan dan anggota…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:54

Ibnu: Ini Ujian Allah yang Luar Biasa

Suarna Tanjung terisak di depan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Jika terkenang 12 anggota keluarganya…

Senin, 15 Oktober 2018 11:18

BPJS: "Kalau Jadi, maka Kami Tak Lagi Pusing..."

ADANYA skema pembayaran yang melalui pemerintah daerah (pemda) sebagai pihak ketiga disambut antusias…

Senin, 15 Oktober 2018 10:54

Apa Mau? Pemda Bakal Jadi Kaki Tangan BPJS

Upaya lanjutan untuk menyelesaikan persoalan defisit keuangan yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan…

Senin, 15 Oktober 2018 10:47

RBP Terima Donasi dari Armando Lovers

BANJARBARU - Radar Banjar Peduli (RBP) kembali menerima donasi untuk disalurkan ke para korban gempa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .