MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 12 Mei 2018 13:52
Kampung Penatu Terancam Digusur, Alasannya yang Punya Lahan Mau Ngambil

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pedagang Kampung Penatu tengah menghadapi masa genting. Wadah jual beli buku murah, barang loak, pusat percetakan dan pengetikan Banjarmasin tempo dulu ini terancam dibongkar. Alasannya, wajah pasar yang muram dan kumuh.

Kabar pembongkaran mencuat dari terbitnya surat somasi tanggal 19 Maret. Dari kuasa hukum pemilik tanah Pasar Sukaramai (nama resmi Kampung Penatu), Abdullah Saleh. Dialamatkan pada seluruh pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di Kampung Penatu. Isi somasi, bangunan yang selama ini disewa pedagang bakal dipugar oleh empunya lahan.

"Dibongkar. Kondisinya sudah terlalu kumuh. Kami yang punya lahan berhak memanfaatkannya," tukas Abdullah, kemarin (11/5). Ditanya mau dijadikan apa, dia enggan menjawab rinci.

Soal relokasi, advokat dari Kantor Hukum Abdullah M Saleh & Associates ini mengklaim akan membicarakannya dengan pemko. Khususnya dari bidang pengelolaan pasar. "Kami ingin menyelesaikan secara baik-baik. Manusiawi saja," timpalnya.

Memang benar, tanah pasar di Jalan Pangeran Samudera ini dimiliki oleh kliennya atas nama Abdullah Djaperi, Ahmad Umar, dan Hadji Idjam. Namun, seluruh pedagang rata-rata sudah membeli tokonya sendiri.

"Nah, kalau ganti rugi bangunan atau tali asih, kami siap saja. Tapi, pakai logika saja. Para pedagang jangan menawar pakai harga 'dolar'. Jangan semena-mena. Harus sesuai dengan kondisi bangunan," cetusnya.

Kalau pedagang masih ngotot, bakal diajak ke pengadilan. "Yang jelas, kami ingin menyelesaikan secara baik-baik," tukasnya.

Batas waktu untuk mengosongkan bangunan toko bahkan sudah ditetapkan. Per tanggal 19 April lalu, mereka diharuskan minggat. Tapi pedagang masih kompak bertahan.

Seperti pengusaha jasa percetakan dan desain grafis Pasar Sukaramai, Nuri Syuhud Haridi yang bertekad ingin bertahan. Sampai mendapat kejelasan mengenai ganti rugi yang sepadan. Ia mengaku sakit hati atas terbitnya somasi.

Pria yang punya julukan Ari Gondrong ini pemilik petak toko nomor 34 di Pasar Sukaramai. Dibelinya dari pedagang terdahulu seharga Rp12 juta. "Nah, saya ditawari Rp10 juta saja untuk tali asih. Tidak diberikan ganti rugi, alasannya karena belum balik nama," terangnya.

Ari Gondrong berharap pemilik tanah tak mengurusi lagi lahan yang sudah ditempati pedagang. Hemat kata, dia ingin pembongkaran dibatalkan. "Anggap saja tanah wakaf. Kami toh bayar sewa tanah setiap bulan," tukasnya.

Kalau tetap dibongkar, Ari yakin pedagang Kampung Penatu bakal tercerai-berai. Padahal, selama ini mereka saling mengisi rejeki satu sama lain. "Misal, kalau percetakan lagi perlu bahan kertas, di sebelah menjual. Jasa pemotongan kertas juga ada. Jadi tidak bisa dipisahkan," kata dia.

Akhirnya, nama beken Kampung Penatu ikut terberangus. Padahal, nama pasar ini sudah dikenal baik pengusaha percetakan dari Pulau Jawa. "Khususnya Surabaya. Sayang sekali kalau digusur," ujarnya.

Total toko Pasar Sukaramai berjumlah 45 petak. Dimiliki oleh 23 orang. Dalam konflik ini, pedagang diadvokasi Borneo Law Firm. Dipimpin oleh kuasa hukum Muhammad Pazri.

Dijelaskan Pazri, mereka sudah memasuki mediasi kedua, tapi masih buntu. "Kalau belum menemukan kesepakatan juga, silakan melalui proses hukum. Rencananya mau mediasi ketiga. Tapi, belum terjadwal," papar advokat jebolan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat ini. (dom)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 17:10
Pemkab Balangan

Momen HUT RI, Pemkab Balangan Terima dan Beri Bantuan

  PARINGIN – Upacara pengibaran bendera Merah Putih pada puncak Hari Kemerdekaan Republik…

Jumat, 17 Agustus 2018 16:05

Minim Museum, Peninggalan-Peninggalan Sejarah Berdebu di Banua

Memiliki sejarah yang kaya, Kalimantan Selatan tak punya museum untuk menyimpannya. Bahkan jika punya,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:58

Semarak, Tablig Akbar Ustaz Abdul Shomad di Barabai

BARABAI - Ustaz Abdul Shomad menyempurnakan perjalanan tablig akbarnya di banua ke Bumi Murakata Barabai,…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:51
Pemko Banjarbaru

POSBINDU PTM Sumber Sehat Dinilai

BANJARBARU — Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:40

Sampah Medis Rawan Menumpuk, Dewan Dorong Pemko Miliki Incinerator Sendiri

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin menggelar inspeksi mendadak ke Puskesmas Teluk Tiram, kemarin…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:33

Tumben, Sidang Paripurna DPRD Banjarmasin Diwarnai Interupsi dan Walk Out

BANJARMASIN - Sidang Paripurna di Gedung DPRD Banjarmasin biasanya berlangsung adem-ayem. Namun, sidang…

Jumat, 17 Agustus 2018 13:59

Dinas Pertanian Tanbu Bagikan Bibit Unggul Gratis untuk Petani

BATULICIN — Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Tanah Bumbu, Dinas Pertanian…

Jumat, 17 Agustus 2018 13:51

Paskibra Tanbu Dikukuhkan

BATULICIN - Sebanyak 37 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) angkatan XV Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 17 Agustus 2018 13:48

Anggaran Perubahan 2018 Sudah Terukur

BATULICIN - Penyusunan Nota Keuangan dan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2018 terus melakukan teori pendekatan…

Kamis, 16 Agustus 2018 16:14

Hadir di Banua, UAS: Saya Mencari Ijazah ke Banjar

BANJARBARU - Baru berdiri memulai ceramah,  Ustaz Abdul Shomad (UAS) sudah disambut histeris jemaah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .