MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 12 Mei 2018 13:52
Kampung Penatu Terancam Digusur, Alasannya yang Punya Lahan Mau Ngambil

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pedagang Kampung Penatu tengah menghadapi masa genting. Wadah jual beli buku murah, barang loak, pusat percetakan dan pengetikan Banjarmasin tempo dulu ini terancam dibongkar. Alasannya, wajah pasar yang muram dan kumuh.

Kabar pembongkaran mencuat dari terbitnya surat somasi tanggal 19 Maret. Dari kuasa hukum pemilik tanah Pasar Sukaramai (nama resmi Kampung Penatu), Abdullah Saleh. Dialamatkan pada seluruh pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di Kampung Penatu. Isi somasi, bangunan yang selama ini disewa pedagang bakal dipugar oleh empunya lahan.

"Dibongkar. Kondisinya sudah terlalu kumuh. Kami yang punya lahan berhak memanfaatkannya," tukas Abdullah, kemarin (11/5). Ditanya mau dijadikan apa, dia enggan menjawab rinci.

Soal relokasi, advokat dari Kantor Hukum Abdullah M Saleh & Associates ini mengklaim akan membicarakannya dengan pemko. Khususnya dari bidang pengelolaan pasar. "Kami ingin menyelesaikan secara baik-baik. Manusiawi saja," timpalnya.

Memang benar, tanah pasar di Jalan Pangeran Samudera ini dimiliki oleh kliennya atas nama Abdullah Djaperi, Ahmad Umar, dan Hadji Idjam. Namun, seluruh pedagang rata-rata sudah membeli tokonya sendiri.

"Nah, kalau ganti rugi bangunan atau tali asih, kami siap saja. Tapi, pakai logika saja. Para pedagang jangan menawar pakai harga 'dolar'. Jangan semena-mena. Harus sesuai dengan kondisi bangunan," cetusnya.

Kalau pedagang masih ngotot, bakal diajak ke pengadilan. "Yang jelas, kami ingin menyelesaikan secara baik-baik," tukasnya.

Batas waktu untuk mengosongkan bangunan toko bahkan sudah ditetapkan. Per tanggal 19 April lalu, mereka diharuskan minggat. Tapi pedagang masih kompak bertahan.

Seperti pengusaha jasa percetakan dan desain grafis Pasar Sukaramai, Nuri Syuhud Haridi yang bertekad ingin bertahan. Sampai mendapat kejelasan mengenai ganti rugi yang sepadan. Ia mengaku sakit hati atas terbitnya somasi.

Pria yang punya julukan Ari Gondrong ini pemilik petak toko nomor 34 di Pasar Sukaramai. Dibelinya dari pedagang terdahulu seharga Rp12 juta. "Nah, saya ditawari Rp10 juta saja untuk tali asih. Tidak diberikan ganti rugi, alasannya karena belum balik nama," terangnya.

Ari Gondrong berharap pemilik tanah tak mengurusi lagi lahan yang sudah ditempati pedagang. Hemat kata, dia ingin pembongkaran dibatalkan. "Anggap saja tanah wakaf. Kami toh bayar sewa tanah setiap bulan," tukasnya.

Kalau tetap dibongkar, Ari yakin pedagang Kampung Penatu bakal tercerai-berai. Padahal, selama ini mereka saling mengisi rejeki satu sama lain. "Misal, kalau percetakan lagi perlu bahan kertas, di sebelah menjual. Jasa pemotongan kertas juga ada. Jadi tidak bisa dipisahkan," kata dia.

Akhirnya, nama beken Kampung Penatu ikut terberangus. Padahal, nama pasar ini sudah dikenal baik pengusaha percetakan dari Pulau Jawa. "Khususnya Surabaya. Sayang sekali kalau digusur," ujarnya.

Total toko Pasar Sukaramai berjumlah 45 petak. Dimiliki oleh 23 orang. Dalam konflik ini, pedagang diadvokasi Borneo Law Firm. Dipimpin oleh kuasa hukum Muhammad Pazri.

Dijelaskan Pazri, mereka sudah memasuki mediasi kedua, tapi masih buntu. "Kalau belum menemukan kesepakatan juga, silakan melalui proses hukum. Rencananya mau mediasi ketiga. Tapi, belum terjadwal," papar advokat jebolan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat ini. (dom)


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 10:23

Waspada..! Cacar Monyet Bikin Resah

BANJARBARU - Fenomena munculnya penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox kembali…

Minggu, 19 Mei 2019 10:20

Suara Rusak DPD Capai 447 Ribu

BANJARMASIN - Ada berkah dibalik panasnya pergolakan politik Pemilu 2019.…

Minggu, 19 Mei 2019 09:39

Wow..! Masyarakat Banjar Bisa Mendunia

BANJARBARU - Bandara baru Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru ditarget…

Minggu, 19 Mei 2019 09:36

Inilah Penampakan Panggung "Keong" di Mes L Banjarbaru

BANJARBARU - Semenjak selesai pembangunan tahap pertama akhir tahun 2018…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:37

Pendonor Darah Menurun, Stok Aman

BANJARMASIN – Setiap bulan Ramadan, jumlah pendonor darah selalu mengalami…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:30

Kekurangan Guru, Disdik Berencana Jalin Kerja Sama dengan ULM

BANJARMASIN - Penerimaan Guru ASN tahun ini baru 127 orang.…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:21
Pemkab Tanah Bumbu

Marbut Masjid Diberi Santunan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dan Sekretaris…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:20

Sekda Serahkan Hibah Dana Untuk Masjid

BATULICIN - Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melakukan salat tarawih…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:18
Pemkab Tanah Bumbu

Safari Ramadan Ajang Silaturahmi

BATULICIN - Safari Ramadan adalah kesempatan bagi jajaran Pemkab Tanbu…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:14

Sampah Rumah Tangga Naik Selama Puasa

BANJARBARU - Tidak ada yang berbeda dengan ritme kerja pasukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*