MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 12 Mei 2018 13:52
Kampung Penatu Terancam Digusur, Alasannya yang Punya Lahan Mau Ngambil

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pedagang Kampung Penatu tengah menghadapi masa genting. Wadah jual beli buku murah, barang loak, pusat percetakan dan pengetikan Banjarmasin tempo dulu ini terancam dibongkar. Alasannya, wajah pasar yang muram dan kumuh.

Kabar pembongkaran mencuat dari terbitnya surat somasi tanggal 19 Maret. Dari kuasa hukum pemilik tanah Pasar Sukaramai (nama resmi Kampung Penatu), Abdullah Saleh. Dialamatkan pada seluruh pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di Kampung Penatu. Isi somasi, bangunan yang selama ini disewa pedagang bakal dipugar oleh empunya lahan.

"Dibongkar. Kondisinya sudah terlalu kumuh. Kami yang punya lahan berhak memanfaatkannya," tukas Abdullah, kemarin (11/5). Ditanya mau dijadikan apa, dia enggan menjawab rinci.

Soal relokasi, advokat dari Kantor Hukum Abdullah M Saleh & Associates ini mengklaim akan membicarakannya dengan pemko. Khususnya dari bidang pengelolaan pasar. "Kami ingin menyelesaikan secara baik-baik. Manusiawi saja," timpalnya.

Memang benar, tanah pasar di Jalan Pangeran Samudera ini dimiliki oleh kliennya atas nama Abdullah Djaperi, Ahmad Umar, dan Hadji Idjam. Namun, seluruh pedagang rata-rata sudah membeli tokonya sendiri.

"Nah, kalau ganti rugi bangunan atau tali asih, kami siap saja. Tapi, pakai logika saja. Para pedagang jangan menawar pakai harga 'dolar'. Jangan semena-mena. Harus sesuai dengan kondisi bangunan," cetusnya.

Kalau pedagang masih ngotot, bakal diajak ke pengadilan. "Yang jelas, kami ingin menyelesaikan secara baik-baik," tukasnya.

Batas waktu untuk mengosongkan bangunan toko bahkan sudah ditetapkan. Per tanggal 19 April lalu, mereka diharuskan minggat. Tapi pedagang masih kompak bertahan.

Seperti pengusaha jasa percetakan dan desain grafis Pasar Sukaramai, Nuri Syuhud Haridi yang bertekad ingin bertahan. Sampai mendapat kejelasan mengenai ganti rugi yang sepadan. Ia mengaku sakit hati atas terbitnya somasi.

Pria yang punya julukan Ari Gondrong ini pemilik petak toko nomor 34 di Pasar Sukaramai. Dibelinya dari pedagang terdahulu seharga Rp12 juta. "Nah, saya ditawari Rp10 juta saja untuk tali asih. Tidak diberikan ganti rugi, alasannya karena belum balik nama," terangnya.

Ari Gondrong berharap pemilik tanah tak mengurusi lagi lahan yang sudah ditempati pedagang. Hemat kata, dia ingin pembongkaran dibatalkan. "Anggap saja tanah wakaf. Kami toh bayar sewa tanah setiap bulan," tukasnya.

Kalau tetap dibongkar, Ari yakin pedagang Kampung Penatu bakal tercerai-berai. Padahal, selama ini mereka saling mengisi rejeki satu sama lain. "Misal, kalau percetakan lagi perlu bahan kertas, di sebelah menjual. Jasa pemotongan kertas juga ada. Jadi tidak bisa dipisahkan," kata dia.

Akhirnya, nama beken Kampung Penatu ikut terberangus. Padahal, nama pasar ini sudah dikenal baik pengusaha percetakan dari Pulau Jawa. "Khususnya Surabaya. Sayang sekali kalau digusur," ujarnya.

Total toko Pasar Sukaramai berjumlah 45 petak. Dimiliki oleh 23 orang. Dalam konflik ini, pedagang diadvokasi Borneo Law Firm. Dipimpin oleh kuasa hukum Muhammad Pazri.

Dijelaskan Pazri, mereka sudah memasuki mediasi kedua, tapi masih buntu. "Kalau belum menemukan kesepakatan juga, silakan melalui proses hukum. Rencananya mau mediasi ketiga. Tapi, belum terjadwal," papar advokat jebolan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat ini. (dom)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 14:20

GAWAT! Stok Darah di PMI Banjarmasin Menipis

BANJARMASIN – Ketersediaan darah sehat di Unit Donor Daerah (UDD) PMI Kota Banjarmasin hanya sebanyak…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Diduga Money Politik, Paslon Nomor Satu di Tanah Laut Dilaporkan ke Bawaslu

PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima aduan dari Badrul…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:26

Ibnu: Lelang Ketiga Proyek RS Sultan Suriansyah Bakal Berhasil

BANJARMASIN - Setelah dua kali proyek lanjutan Rumah Sakit Sultan Suriansyah gagal lelang, Wali Kota…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:09

Kinerja Anggaran Pemko Banjarmasin Tak Memuaskan DPRD, ini Pembelaan Ibnu

DPRD tak puas dengan kinerja pemko. Dibanding tahun 2016, kinerja APBD 2017 jauh menurun. Gara-gara…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Sabtu, 23 Juni 2018 08:34

Wabup dan Sekda Sedih Ditinggal Mardani

BATULICIN - Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar halalbihalal  bersama Bupati Tanah…

Sabtu, 23 Juni 2018 08:32

Bupati Tanbu Minta Maaf Sekaligus Pamitan

BATULICIN - Segenap jajaran Pemkab Tanbu memanfaatkan suasana hari raya idul fitri 1439 hijriah dengan…

Sabtu, 23 Juni 2018 08:30

Kemajuan Makin Terasa di Era Mardani

BATULICIN – Hampir dua  tahun kepemimpinan Bupati Mardani H Maming dan H Sudian Noor, sudah…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .