MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14
Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Diajari Berkebun dan Menguasai Komputer

MENJAHIT : para santri saat mencontohkan pelatihan menjahit yang diberikan di Ponpes Dalam Pagar kandangan

PROKAL.CO, Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan Anda seperti itu, maka tak salah. Tapi tahu kah, jika mereka juga punya aktivitas di luar dari ilmu-ilmu keagamaan. Untuk mencontohkan seperti di Pondok Pesantren (Ponpes) Dalam Pagar Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

SALAHUDIN, Kandangan

Ponpes Dalam Pagar terletak di Jalan Al Falah, Kecamatan Kandangan. Didirikan tahun 2010 lalu oleh KH Ahmad Syairazi. Di sini menampung 599 santri dan 524 santriwati. Mereka datang dari berbagai daerah untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Sebagai bonus, santri di Ponpes ini diajari bidang keterampilan. Seperti keahlian komputer, percetakan, menjahit, berkebun, beternak hingga membudidayakan ikan.

Wakil Bagian Umum Ponpes, Syamsuddin mengatakan, santri memang diajarkan untuk terampil. Mereka diharapkan tak sekadar pandai dalam hal agama, tapi juga kreatif.

Memang tak semua santri dibekali ilmu keterampilan. Ada jenjang pelajaran yang sebelumnya mesti dilewati. “Belajar agama dulu, saat santri memasuki jenjang Ulya baru diberikan berbagai ilmu keterampilan,” ujar Syamsuddin. Dia juga merupakan penasihat Ponpes Dalam Pagar.

Bagi yang tak familiar dengan Ulya, jenjang ini setara dengan Madrasah Aliyah. Atau SMA dan SMK untuk kategori umum.

Jika ada yang bertany; kenapa Ponpes Dalam Pagar mengajarkan keterampilan? Syamsuiddin menjawabnya sederhana. “Keterampilan dunia untuk menunjang akhirat,” jawabnya.

Ponpes ini punya harapan untuk para santrinya. Kelak, jika sudah lulus mereka bisa mandiri. Seraya mengembangkan ilmu agama yang sudah didapat.

Sudah ada hasil positif dari keterampilan yang diajarkan. Santri-santri ini sudah punya lahan produktif seluas satu hektare. Lokasinya sekitar 300 meter dari Ponpes.

Lahan tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan jamur tiram dan berbagai ikan. Hasilnya sudah bisa dipanen.

Selain berkebun dan budi daya ikan, Ponpes juga memiliki usaha penunjang. Yakni dua unit Galery Al-Zahra, percetakkan Al-Zen, Kantin dan penjualan tiket online Al-Harmain.

Pesantren ini punya 40 ustaz dan 5 ustazah. Merekalah yang membantu KH Ahmad memberi pelajaran agama dan keterampilan. Termasuk juga mengajarkan berbagai macam kemampuan lain melalui ekstrakurikuler. Seperti hadrah, mawarawis, bahasa Inggris, drama islami, bahasa Arab, kuntau sampai pencak silat.

Ponpes Dalam Pagar memang padat aktivitas. Pengurus pondok memahahi hal itu. Mereka punya cara sendiri agar santri nyaman dalam menuntut ilmu.

Untuk menyontohkan, seperti kedekatan sang kiyai kepada para santri. Di sana KH Ahmad Syairazi lebih akrab dipanggil Abah Guru. Dia tak segan berbaur dengan santrinya. Untuk sekadar makan bersama, mendengarkan curatan hati (curhat), bercanda hingga berolahraga badminton dan bersepeda.

Saking baiknya hubungan yang terjalin, sang kiyai kerap menanyakan jika ada santrinya yang tak masuk. Dia mencoba mencari tahu penyebabnya.

Agar semangat santri terjaga, Ponpes juga punya cara lain. Setiap tahun, para santri dan santriwati diajak ziarah dan refresing. “Ziarahnya ke makam ulama terkenal di Kal-Sel. Seperti Guru Sekumpul, Datu Kelampaian dan makam ulama lainnya. Termasuk ke Pulau Jawa. Untuk refresing bagi santri bisa ke pantai dan santriwati ke kolam renang,” tutur Syamsuddin.

Dan yang terpenting, biaya perjalanan ditanggung pengasuh Ponpes. “Meski kalau ziarah ke Pulau Jawa ada sedikit urunan untuk membeli tiket pesawat. Itupun uangnya dari hasil menabung para
santri,” ucapnya.

Sedikit gambaran kehidupan di Ponpes. Aktivitas belajar dimulai pukul 08.00 Wita hingga menjelang Zuhur. Setelah salat dan makan siang, kemudian istirahat.

Aktivitas belajar kembali dimulai setelah Ashar. Dan berakhir setelah Isya. Bagi santri yang tidak tinggal di asrama, boleh pulang.

"Kedepan seluruh santri yang tidak tinggal di prasarana (tidak mondok) sudah direncanakan tidak boleh pulang lagi. Dan harus berada satu hari penuh di Ponpes. Supaya para santri dan santriwati nantinya tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negatif,” tutur Syamsuddin.

Dia menambahkan, Ponpes Dalam Pagar menerapkan aturan menggunakan poin. Mesti ditaati semua santri. “Supaya orang tua juga dapat mengawasi dan terlibat dalam mendidik
anaknya,” ucapnya.

Semua santri juga diwajibkan untuk mengikuti majelis taklim. Dilaksanakan tiga kali dalam sepekan. Malam Kamis di Masjid Ar Raudah, malam Jumat pembacaan burdah dan kitab Syifa dan
hari sabtu di Musala Ponpes dan kitab Manhajus Sawi. “Sedangkan bagi santriwati diadakan pembacaan zikir dan manakib Siti Khadijah sebulan sekali,” katanya.

Delapan tahun berjalan, lulusan Ponpes Dalam Pagar Kandangan sudah bisa membaca kitab gundul atau kuning. Plus disuruh memperaktikkan berbagai ilmu yang sudah diberikan pengasuh dan para ustaz dengan mengabdi mengajar di Ponpes. (ma/nur)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 14:15

Berbincang dengan Komunitas Cosplay Kandangan, Pamerkan Cosplay sambil Silaturrahmi

Tidak semua hobi yang disalurkan berakhir negatif, ada juga yang berakhir dengan kegiatan positif. Seperti…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:52

Dari Salat Hajat Sambut HUT Kemerdekaan Bersama Guru Zuhdi

Pembacaan Surah Yasin dan Selawat Nabi Muhammad SAW, terdengar teduh di ruang utama Mahligai Pancasila,…

Senin, 06 Agustus 2018 13:14

Pameran Seni Rupa Metamorfosis: Hargai Proses, Jangan Minta Murah

Pameran Metamorfosis menyentil pelaku dan penikmat seni rupa. Membuktikan bahwa proses kerja karya seni…

Senin, 30 Juli 2018 18:30

Penderitaan Bayi Adilla Nafisah Akibat Terkena Virus Rubella

Sepekan lagi, Adilla Nafisah genap berusia delapan bulan. Namun, suara tawa belum pernah terdengar dari…

Senin, 30 Juli 2018 18:11

Buku Djadoel, Melawan Arus Lewat Jual-Beli Buku Murah

Kios "Buku Djadoel" mencoba melawan arus. Lewat usaha jual beli buku dan majalah bekas dengan harga…

Senin, 30 Juli 2018 18:00

Antusias Warga Menyambut Salat Gerhana Bulan di Masjid Istiqomah

Warga Kota Banjarbaru turut menyambut peristiwa astronomi langka, gerhana bulan terlama abad ini, dengan…

Minggu, 29 Juli 2018 16:25

Berkenalan dengan Pratiwi Juliani, Penulis asal Lokpaikat yang Terpilih dalam Festival Literasi Internasional di Bali

Namanya masuk sebagai salah satu dari lima penulis Emerging Ubud Writer & Reader Festival (UWRF)…

Sabtu, 28 Juli 2018 15:25

Belajar Mengaji Kilat dengan Metode Nursyifa Temuan Muslim Aridho

Bertekad ingin sebanyak-banyaknya mengentaskan umat Muslim dari buta huruf arab, Ustaz Muslim Aridho…

Jumat, 27 Juli 2018 17:01

Kisah Haru Nenek Mustika, Guru Ngaji yang Tinggal di Rumah Reot

Mengongkosi putranya yang mengalami keterbelakangan mental, Nenek Mustika hidup di sebuah rumah yang…

Jumat, 27 Juli 2018 15:28

Suka Duka Petugas Kebersihan Pasar Sungai Andai

Titin (49) membersihkan sendirian Pasar Tradisional Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Tumpukan kresek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .