MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14
Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Diajari Berkebun dan Menguasai Komputer

MENJAHIT : para santri saat mencontohkan pelatihan menjahit yang diberikan di Ponpes Dalam Pagar kandangan

PROKAL.CO, Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan Anda seperti itu, maka tak salah. Tapi tahu kah, jika mereka juga punya aktivitas di luar dari ilmu-ilmu keagamaan. Untuk mencontohkan seperti di Pondok Pesantren (Ponpes) Dalam Pagar Kandangan, Hulu Sungai Selatan.

SALAHUDIN, Kandangan

Ponpes Dalam Pagar terletak di Jalan Al Falah, Kecamatan Kandangan. Didirikan tahun 2010 lalu oleh KH Ahmad Syairazi. Di sini menampung 599 santri dan 524 santriwati. Mereka datang dari berbagai daerah untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Sebagai bonus, santri di Ponpes ini diajari bidang keterampilan. Seperti keahlian komputer, percetakan, menjahit, berkebun, beternak hingga membudidayakan ikan.

Wakil Bagian Umum Ponpes, Syamsuddin mengatakan, santri memang diajarkan untuk terampil. Mereka diharapkan tak sekadar pandai dalam hal agama, tapi juga kreatif.

Memang tak semua santri dibekali ilmu keterampilan. Ada jenjang pelajaran yang sebelumnya mesti dilewati. “Belajar agama dulu, saat santri memasuki jenjang Ulya baru diberikan berbagai ilmu keterampilan,” ujar Syamsuddin. Dia juga merupakan penasihat Ponpes Dalam Pagar.

Bagi yang tak familiar dengan Ulya, jenjang ini setara dengan Madrasah Aliyah. Atau SMA dan SMK untuk kategori umum.

Jika ada yang bertany; kenapa Ponpes Dalam Pagar mengajarkan keterampilan? Syamsuiddin menjawabnya sederhana. “Keterampilan dunia untuk menunjang akhirat,” jawabnya.

Ponpes ini punya harapan untuk para santrinya. Kelak, jika sudah lulus mereka bisa mandiri. Seraya mengembangkan ilmu agama yang sudah didapat.

Sudah ada hasil positif dari keterampilan yang diajarkan. Santri-santri ini sudah punya lahan produktif seluas satu hektare. Lokasinya sekitar 300 meter dari Ponpes.

Lahan tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan jamur tiram dan berbagai ikan. Hasilnya sudah bisa dipanen.

Selain berkebun dan budi daya ikan, Ponpes juga memiliki usaha penunjang. Yakni dua unit Galery Al-Zahra, percetakkan Al-Zen, Kantin dan penjualan tiket online Al-Harmain.

Pesantren ini punya 40 ustaz dan 5 ustazah. Merekalah yang membantu KH Ahmad memberi pelajaran agama dan keterampilan. Termasuk juga mengajarkan berbagai macam kemampuan lain melalui ekstrakurikuler. Seperti hadrah, mawarawis, bahasa Inggris, drama islami, bahasa Arab, kuntau sampai pencak silat.

Ponpes Dalam Pagar memang padat aktivitas. Pengurus pondok memahahi hal itu. Mereka punya cara sendiri agar santri nyaman dalam menuntut ilmu.

Untuk menyontohkan, seperti kedekatan sang kiyai kepada para santri. Di sana KH Ahmad Syairazi lebih akrab dipanggil Abah Guru. Dia tak segan berbaur dengan santrinya. Untuk sekadar makan bersama, mendengarkan curatan hati (curhat), bercanda hingga berolahraga badminton dan bersepeda.

Saking baiknya hubungan yang terjalin, sang kiyai kerap menanyakan jika ada santrinya yang tak masuk. Dia mencoba mencari tahu penyebabnya.

Agar semangat santri terjaga, Ponpes juga punya cara lain. Setiap tahun, para santri dan santriwati diajak ziarah dan refresing. “Ziarahnya ke makam ulama terkenal di Kal-Sel. Seperti Guru Sekumpul, Datu Kelampaian dan makam ulama lainnya. Termasuk ke Pulau Jawa. Untuk refresing bagi santri bisa ke pantai dan santriwati ke kolam renang,” tutur Syamsuddin.

Dan yang terpenting, biaya perjalanan ditanggung pengasuh Ponpes. “Meski kalau ziarah ke Pulau Jawa ada sedikit urunan untuk membeli tiket pesawat. Itupun uangnya dari hasil menabung para
santri,” ucapnya.

Sedikit gambaran kehidupan di Ponpes. Aktivitas belajar dimulai pukul 08.00 Wita hingga menjelang Zuhur. Setelah salat dan makan siang, kemudian istirahat.

Aktivitas belajar kembali dimulai setelah Ashar. Dan berakhir setelah Isya. Bagi santri yang tidak tinggal di asrama, boleh pulang.

"Kedepan seluruh santri yang tidak tinggal di prasarana (tidak mondok) sudah direncanakan tidak boleh pulang lagi. Dan harus berada satu hari penuh di Ponpes. Supaya para santri dan santriwati nantinya tidak terpengaruh dengan hal-hal yang negatif,” tutur Syamsuddin.

Dia menambahkan, Ponpes Dalam Pagar menerapkan aturan menggunakan poin. Mesti ditaati semua santri. “Supaya orang tua juga dapat mengawasi dan terlibat dalam mendidik
anaknya,” ucapnya.

Semua santri juga diwajibkan untuk mengikuti majelis taklim. Dilaksanakan tiga kali dalam sepekan. Malam Kamis di Masjid Ar Raudah, malam Jumat pembacaan burdah dan kitab Syifa dan
hari sabtu di Musala Ponpes dan kitab Manhajus Sawi. “Sedangkan bagi santriwati diadakan pembacaan zikir dan manakib Siti Khadijah sebulan sekali,” katanya.

Delapan tahun berjalan, lulusan Ponpes Dalam Pagar Kandangan sudah bisa membaca kitab gundul atau kuning. Plus disuruh memperaktikkan berbagai ilmu yang sudah diberikan pengasuh dan para ustaz dengan mengabdi mengajar di Ponpes. (ma/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…

Rabu, 02 Mei 2018 15:24

Permasalahan Lansia yang Mulai Hantui Kalsel

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan cuma…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .