MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 17 Mei 2018 12:08
WADUH! Rumah Kumuh di Banjarmasin Tembus Enam Ribu
PADAT: Kota ini tak bisa lagi disebut longgar. Di mana-mana ada titik permukiman, mulai dari kelas elit hingga yang kumuh. Semuanya terhampar tak beraturan. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Hidup menetap di kawasan perkotaan tak luput dari pemandangan lusuh. Mengacu statistik dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Banjarmasin, angka rumah tak layak huni tembus enam ribu unit. Ini belum termasuk hunian yang tak terdeteksi.

“Akan tetapi, jumlah rumah layak huni masih lebih besar daripada yang tidak layak. Kalau ditotal, secara keseluruhan hunian Kota Banjarmasin mencapai 63.330 unit dan terus-menerus mengalami pertambahan,” kata Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kota Banjarmasin, Freddy.

Kriteria rumah tak layak huni terbagi menjadi tiga syarat: Memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, menjamin kesehatan bagi penghuninya dan memenuhi kecukupan luas minimum. Minimal harus memiliki luas antara 9 meter persegi hingga 12 meter persegi untuk tiap orang.

Menyusutkan jumlah hunian tak layak, bukanlah perkara enteng. Tapi bisa dilakukan perlahan. Misalnya, dengan membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) tambahan. Agar warga miskin bisa pindah rumah dan tinggal secara layak. “Sampai sekarang, kita cuma punya satu kawasan rusunawa dengan tiga buah gedung. Di Jalan Tembus Mantuil dengan tipe rumah 21,” tuturnya.

Untuk itu, menurut Freddy dalam waktu dekat pemerintah pusat bakal mengucurkan bantuan. Ditujukan pada pemko melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Agar kota ini punya satu rusunawa lagi.

Rusunawa tambahan dibangun di Muara Kelayan, Banjarmasin Selatan. Bangunannya jelas lebih manusiawi: tipe 36.  Nantinya, punya sekat-sekat untuk memisahkan ruang depan, belakang dan kamar mandi. Mampu memberi privasi kepada penghuninya.

Jika Rusunawa Tembus Mantuil hanya bertingkat tiga, di Muara Kelayan punya empat lantai. Bisa menampung 232 orang, 54 Kepala Keluarga (KK). Bantuan bangunan fisik rusunawa bersumber dari program Sejuta Rumah. “Nilai mencapai Rp16 miliar,” kata dia.

Ditanya kapan mulai pengerjaan, Freddy mengatakan itu keputusan pusat. Pemko hanya memastikan pembebasan lahan saja. Untuk diketahui, bangunan-bangunan di lokasi pencanangan rusunawa belum benar-benar bebas. “Kami pastikan dulu. Lahan harus clean and clear. Terus, tanahnya juga memang milik Pemko Banjarmasin,” tuturnya.

Namun, dia menegaskan, rusunawa hanya sekadar sewa. Bukan untuk dimiliki. “Nah, semasa menyewa di rusunawa, warga mestinya menabung untuk membeli rumah. Harus gantian dengan warga-warga masyarakat berpenghasilan rendah lainnya. Begitu seterusnya,” tuntas Freddy.

Sementara itu, pemerhati tata kota dari Fakultas Teknik (FT) UNISKA Banjarmasin, Adhi Surya mengatakan rumah-rumah tak layak huni memang segera mesti ditata. “Rusunawa itu bisa menjadi solusi, akan tetapi, lihat juga lahan Kota Banjarmasin. Apabila masih luas, tidak perlu pembangunan secara vertikal,” kata dia.

Pemko juga mestin membuat konsep rusunawa tak sekadar cantik secara fisik. Namun memberikan kesejahteraan untuk penghuninya. Seringkali, masyarakat eks rumah kumuh mengeluh mencari nafkah seusai pindah ke rusunawa. Mereka terbiasa mencari penghidupan di tempat sebelumnya.

“Konsep berpikir pemerintah harus diubah. Jangan sekadar menata dan memberikan tempat tinggal. Untuk problem perekonomian juga harus diberikan secara linear,” pungkas Adhi.  (dom/at/nur)


BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42

Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara

BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi…

Minggu, 27 Mei 2018 17:40

Nadjmi Minta Warga Awasi Kos-kosan

BANJARBARU - Kos-kosan di Banjarbaru selama ini sering kali disalahgunakan oleh penghuninya untuk melakukan…

Minggu, 27 Mei 2018 17:37

Rp3 Miliar untuk Merehab Mes L

BANJARBARU – Usai terjalinnya kesepakatan pinjam pakai Mes L, antara Pemko Banjarbaru dan Mabes…

Minggu, 27 Mei 2018 09:11

Jabatan Walikota Banjarmasin Jadi Taruhan

BANJARMASIN - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid menyarankan Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 27 Mei 2018 09:03

THR Dahulu Baru Gajian, Kasihan Honorer Belum Dapat Kepastian

BANJARMASIN - Pemko sudah mengalokasikan Rp24,04 miliar dari APBD untuk THR (Tunjangan Hari Raya)…

Minggu, 27 Mei 2018 08:56

Proyek Rusunawa Teluk Kelayan Digenjot Usai Lebaran

BANJARMASIN - Sebelum Ramadan tadi, lahan di Jalan Teluk Kelayan sudah dibongkar Satpol PP. Bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .