MANAGED BY:
RABU
15 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 17 Mei 2018 12:58
1001 Kisah dari Pesantren
Sang Guru yang Muncul Seperti Angin
KETAHUAN KIAI: Salman (kiri) dan Zein, santri senior di Ponpes Nurul Abshor.

PROKAL.CO, Darah muda, masa yang penuh gairah terhadap lawan jenis. Tidak terkecuali di balik dinding-dinding pesantren Ponpes Nurul Abshor di Desa Sungai Taib Kabupaten Kotabaru. Ponpes hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat kota.

Nurul Abshor posisinya di atas bukit. Berhadap dengan panorama indah Selat Pulau Laut. Di belakangnya hijau pegunungan Sebatung. Jarak dari jalan raya ke Ponpes sekitar 300 meter, menanjak jalan semen.

Santri senior Ahmad Zein (22) dan M Salman (23) berbagi kisah pengalaman dengan lawan jenis yang sampai melibatkan pimpinan Ponpes. Zein dan Salman berkulit putih bersih, wajah mereka cerah. Zein berhidung mancung dengan janggut lebat, sepintas seperti ras timur tengah, tapi dia asli suku Banjar Melayu.

Santri kata mereka dapat jatah libur tiga hari dalam sebulan. Bagi santri yang rumahnya tidak terlalu jauh, menyempatkan libur secuil itu dengan maksimal. Tiga hari di kampung tanpa pengawasan ustadz, artinya bisa lebih bebas.

Apa yang santri-santri muda itu lakukan di kampung? Terungkap saat mereka balik ke Ponpes usai habiskan liburan. Di lantai dua asrama, para remaja pria itu berbagi kisah liburan mereka. Duduk melingkar.

Kisah bukan sembarang cerita. Ini cerita meski mereka suarakan dengan nada pelan. Berceritanya pun saat tengah malam. Saat mereka yakin santri kecil sudah lelap, dan para ustadz sudah sendiri beribadah di sepertiga malam.

Ternyata para remaja itu bercerita pengalaman masing-masing bertemu atau melihat bunga-bunga desa di kampung. "Macam-macam kami cerita. Ya soal gitar spanyol lah," kekeh Zein.

Gitar spanyol maksudnya menceritakan pengalaman mereka ketemu lawan jenis di kampung yang molek. "Macam-macam cerita sudah. Si anu begini, si ini begitu. Gak tahu bohong atau jujur," ucap Salman tertawa.

Tapi mereka berdua sepakat, dari banyak cerita hebat luar biasa pertemuan para santri dengan gadis di kampung, hampir semua hoax. "Mana sempat pacaran. Cuma tiga hari. Ketemu perempuan saja malu," kata Zein.

Kisah di sepertiga malam itu kata mereka terus berlanjut. Kisah-kisah sudah berubah menjadi ungkapan imajinasi bebas anak muda yang bergairah. Mereka sadar, kisah-kisah itu terlarang dan berbahaya.

"Makanya kami gantian intip lewat jendela. Apakah ada Guru di bawah. Kalau aman kami lanjut lagi cerita," kata Salman.

Semakin lama cerita semakin seru. Entah apakah ada yang lupa giliran jaga atau bagaimana. Tiba-tiba saja dari belakang mereka, senyap tanpa suara, seperti datang tiba-tiba. Pimpinan Ponpes Guru Yusi sudah berdiri sembari menjewer telinga santri yang asyik mendengar kisah seru. "Ayo cerita apa ini?" tanyanya pelan.

Kontan kata Salman para santri pucat pasi. Di tengah ruangan yang gelap, mereka bisa mendengar degup jantung memburu cepat. "Tidak tahu, padahal sudah kami cek terus lewat jendela. Beliau tiba-tiba saja datang," kenang Zein.

Bukan sekali itu katanya mereka kepergok basah berbuat salah. "Sering masalah lain. Beliau juga tiba-tiba saja ada. Tidak tahu dari mana," kata Salman. Para santri lain yang juga hadir saat Zein dan Salman bercerita sama membenarkan.

Guru Yusi salah satu tokoh ulama yang populer di pusat kota. Dia biasa terlihat ke kota ceramah atau kegiatan lainnya menggunakan sepeda motor. Para santrinya biasa diundang acara agam untuk menabuh rebana. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 14:47

Ratusan ASN Pemkab Tabalong Puluhan Tahun Tak Pernah Disanksi Disiplin

TANJUNG – Sebanyak 202 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tabalong…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:15

Ustaz Abdul Somad Datang, Pegawai Pemko Banjarbaru Pulang Cepat

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengeluarkan surat edaran meminta agar pegawai lingkup…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:46

Kok Bisa..? Jelang Idul Adha, Penjualan Sapi RPH Merosot 50 Persen

Sepekan jelang Idul Adha, bukannya bergembira, pedagang sapi di RPH (Rumah Potong Hewan) Mantuil malah…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:41

Jangan Tergiur Murah, Ini Panduan Memilih Hewan Kurban

STOK sapi di Banjarmasin menjelang Idul Adha akan mencapai 2.800 ekor. Di mana 860 ekornya dipasok oleh…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:33

Sambut Kemerdekaan, Warga Hias Jalan di Kampung Bunga

BANJARMASIN – Peringatan hari kemerdekaan selalu menjadi momen spesial bagi warga kota. Berbagai…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:16
Parlementaria

DPRD Banjarbaru Terima Keluhan Jalan dan Drainase

BANJARBARU - Bulan ini anggota DPRD Banjarbaru kembali menggelar reses, untuk menyerap aspirasi masyarakat…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:12
Pemko Banjarbaru

UP2K PKK Kelurahan Cempaka Mendapatkan Pembinaan

BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Cempaka…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:02
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Ziarah ke Makam Pahlawan Pagatan

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik melaksanakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 09:00
Pemkab Tanah Bumbu

Supervisi Bank Dunia Kunjungi Tanbu

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menerima kunjungan Tim Misi Supervisi Bank Dunia di Kantor…

Rabu, 15 Agustus 2018 08:56
Pemkab Tanah Bumbu

Dua Jemaah Akhirnya Diberangkatkan

BATULICIN – Sebanyak dua Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 6 asal Kabupaten Tanah Bumbu yang tertunda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .