MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 17 Mei 2018 12:58
1001 Kisah dari Pesantren
Sang Guru yang Muncul Seperti Angin
KETAHUAN KIAI: Salman (kiri) dan Zein, santri senior di Ponpes Nurul Abshor.

PROKAL.CO, Darah muda, masa yang penuh gairah terhadap lawan jenis. Tidak terkecuali di balik dinding-dinding pesantren Ponpes Nurul Abshor di Desa Sungai Taib Kabupaten Kotabaru. Ponpes hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat kota.

Nurul Abshor posisinya di atas bukit. Berhadap dengan panorama indah Selat Pulau Laut. Di belakangnya hijau pegunungan Sebatung. Jarak dari jalan raya ke Ponpes sekitar 300 meter, menanjak jalan semen.

Santri senior Ahmad Zein (22) dan M Salman (23) berbagi kisah pengalaman dengan lawan jenis yang sampai melibatkan pimpinan Ponpes. Zein dan Salman berkulit putih bersih, wajah mereka cerah. Zein berhidung mancung dengan janggut lebat, sepintas seperti ras timur tengah, tapi dia asli suku Banjar Melayu.

Santri kata mereka dapat jatah libur tiga hari dalam sebulan. Bagi santri yang rumahnya tidak terlalu jauh, menyempatkan libur secuil itu dengan maksimal. Tiga hari di kampung tanpa pengawasan ustadz, artinya bisa lebih bebas.

Apa yang santri-santri muda itu lakukan di kampung? Terungkap saat mereka balik ke Ponpes usai habiskan liburan. Di lantai dua asrama, para remaja pria itu berbagi kisah liburan mereka. Duduk melingkar.

Kisah bukan sembarang cerita. Ini cerita meski mereka suarakan dengan nada pelan. Berceritanya pun saat tengah malam. Saat mereka yakin santri kecil sudah lelap, dan para ustadz sudah sendiri beribadah di sepertiga malam.

Ternyata para remaja itu bercerita pengalaman masing-masing bertemu atau melihat bunga-bunga desa di kampung. "Macam-macam kami cerita. Ya soal gitar spanyol lah," kekeh Zein.

Gitar spanyol maksudnya menceritakan pengalaman mereka ketemu lawan jenis di kampung yang molek. "Macam-macam cerita sudah. Si anu begini, si ini begitu. Gak tahu bohong atau jujur," ucap Salman tertawa.

Tapi mereka berdua sepakat, dari banyak cerita hebat luar biasa pertemuan para santri dengan gadis di kampung, hampir semua hoax. "Mana sempat pacaran. Cuma tiga hari. Ketemu perempuan saja malu," kata Zein.

Kisah di sepertiga malam itu kata mereka terus berlanjut. Kisah-kisah sudah berubah menjadi ungkapan imajinasi bebas anak muda yang bergairah. Mereka sadar, kisah-kisah itu terlarang dan berbahaya.

"Makanya kami gantian intip lewat jendela. Apakah ada Guru di bawah. Kalau aman kami lanjut lagi cerita," kata Salman.

Semakin lama cerita semakin seru. Entah apakah ada yang lupa giliran jaga atau bagaimana. Tiba-tiba saja dari belakang mereka, senyap tanpa suara, seperti datang tiba-tiba. Pimpinan Ponpes Guru Yusi sudah berdiri sembari menjewer telinga santri yang asyik mendengar kisah seru. "Ayo cerita apa ini?" tanyanya pelan.

Kontan kata Salman para santri pucat pasi. Di tengah ruangan yang gelap, mereka bisa mendengar degup jantung memburu cepat. "Tidak tahu, padahal sudah kami cek terus lewat jendela. Beliau tiba-tiba saja datang," kenang Zein.

Bukan sekali itu katanya mereka kepergok basah berbuat salah. "Sering masalah lain. Beliau juga tiba-tiba saja ada. Tidak tahu dari mana," kata Salman. Para santri lain yang juga hadir saat Zein dan Salman bercerita sama membenarkan.

Guru Yusi salah satu tokoh ulama yang populer di pusat kota. Dia biasa terlihat ke kota ceramah atau kegiatan lainnya menggunakan sepeda motor. Para santrinya biasa diundang acara agam untuk menabuh rebana. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 17:42

Yusril Sempat Naik Pitam, Saksi Ahli Tak Ingin Masuk ke Substansi Perkara

BANJARMASIN – Kuasa hukun Sebuku Grup, Yusril Ihza Mahendra berdebat dengan saksi ahli hukum administrasi…

Minggu, 27 Mei 2018 17:40

Nadjmi Minta Warga Awasi Kos-kosan

BANJARBARU - Kos-kosan di Banjarbaru selama ini sering kali disalahgunakan oleh penghuninya untuk melakukan…

Minggu, 27 Mei 2018 17:37

Rp3 Miliar untuk Merehab Mes L

BANJARBARU – Usai terjalinnya kesepakatan pinjam pakai Mes L, antara Pemko Banjarbaru dan Mabes…

Minggu, 27 Mei 2018 09:11

Jabatan Walikota Banjarmasin Jadi Taruhan

BANJARMASIN - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid menyarankan Wali Kota Banjarmasin,…

Minggu, 27 Mei 2018 09:03

THR Dahulu Baru Gajian, Kasihan Honorer Belum Dapat Kepastian

BANJARMASIN - Pemko sudah mengalokasikan Rp24,04 miliar dari APBD untuk THR (Tunjangan Hari Raya)…

Minggu, 27 Mei 2018 08:56

Proyek Rusunawa Teluk Kelayan Digenjot Usai Lebaran

BANJARMASIN - Sebelum Ramadan tadi, lahan di Jalan Teluk Kelayan sudah dibongkar Satpol PP. Bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:54

Gara-Gara 37 Meter, Pembebasan Lahan di Muara Kelayan Belum Selesai

BANJARMASIN - Pembebasan lahan di Muara Kelayan menyisakan masalah. Dari 175 petak tanah dan bangunan…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:29

Jelang Lebaran, Tunjangan ASN Diharapkan Jangan Molor

BANJARMASIN - Mantan Wakil Walikota Banjarmasin, Irwan Anshari meminta kekisruhan pembebastugasan Hamli…

Sabtu, 26 Mei 2018 12:09

Komisi III DPRD Balangan Studi Banding ke Boyolali

PARINGIN - Komisi III DPRD Kabupaten Balangan belum lama tadi melakukan studi banding ke Dinas…

Sabtu, 26 Mei 2018 11:37

Tak Kalah dengan Bubur Sabilal, Bubur Masjid Al Jihad Juga Lezat

BANJARMASIN - Sebagian besar masjid di Banjarmasin menghadirkan menu bubur bagi masyarakat yang ingin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .