MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 21 Mei 2018 12:56
Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Punya Resep Rahasia Warisan Mertua

SIAP DISANTAP: Bubur Sabilal sudah menjadi menu berbuka yang sangat melegenda di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi siapa saja yang ingin berbuka puasa. Rasanya? Sudah pasti lezat. Tapi, tahukan Anda siapa pembuatnya? Inilah orangnya.

ENDANG SYARIFUIDN, Banjarmasin

Bernama Sabah. Akrab dipanggil Hajah Sabah. Perempuan 50 tahun inilah si pembuat bubur ayam yang melegenda itu; Bubur Sabilal.

Selama Ramadan, dia disibukkan membuat bubur untuk berbuka. Bagi siapapun yang datang ke masjid. Aktivitas itu sudah dilakukannya selama dua dekade.

“Kalau saya sendiri yang mengerjakan sekitar 23 tahun. Sebelumnya sama mertua saya,” katanya.

Setiap hari, dari pukul 07.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita, Sabah memasak bubur untuk 1.200 porsi. Bahkan lebih. Karena ada juga sejumlah orang yang membeli untuk menu berbuka di sejumlah masjid, langgar atau mushala.

Kemarin (20/5) pagi, saat ditemui Sabah sedang sibuk. Ia memantau beberapa pekerja yang membantunya membuat bubur. Ada enam orang. Mereka sudah punya tugas masing-masing.

Memotong sayuran dan daging namanya Isnawati dan Halifah. Keduanya bertugas di dalam rumah. Bagian mengaduk bubur ada Fahri, Siti serta Sumatun, posisinya di depan rumah. Dan terakhir Syamsudin. Dia spesialis mengganti dan memasang gas untuk keperluan memasak.

Dari enam nama tersebut, yang paling lama ikut membantu adalah Isnawati. Sekitar 15 tahun. Sementara yang lainnya sering gonta-ganti.

Meski sudah sering ganti karyawan, Sabah tetap menjaga cita rasa. Karena urusan bumbu, dia tangani sendiri. “Yang membuat dan memasukkan bumbu tetap saya. Karena saya tahu takaran,” tuturnya.

Kenapa Sabah membuat bumbunya sendiri? Karena ini resep rahasia yang diturunkan oleh mertuanya. Sehingga tak bisa sembarangan membuat.

“Di rumah ini yang bisa menakar bumbu ada anak saya, namanya Ani Ariani. Mudahan dia nanti bisa melanjutkan amanah ini kelak, karena saya coba rasanya sama persis,” ucapnya.

Yang belum tahu Bubur Sabilal, makanan ini merupakan bubur sop berbahan dasar beras. Campurannya ada kentang, wortel, daging, telur, irisan ayam, rempah-rempah dan minyak samin.

Setelah dimasak, dari rumah Sabah sekitar pukul 16.30 Wita bubur ini dibawa ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin. “Habis Magrib baru selesai. Tapi saya biasanya menyambung sampai salat Isya dan tarawih,” katanya.

Puluhan tahun mengemban amanah membuat bubur untuk berbuka warga dan musafir, tak ada kendala yang berlebihan. Kecuali soal waktu istirahat.

“Baru mau istirahat ayam datang, beras datang, sayur datang, akhirnya tanggung mau tidur. Ya sekalian sambung kerja,” ucapnya.

Meski begitu Sabah ikhlas. Para pekerja yang membantu membuat bubur sudah seperti keluarga. Mereka bekerja sambil dihiasi dengan canda tawa. Sehingga suasana menjadi santai. “Kalau tidak diselingi dengan bercanda bekerja jadi mengantuk,” tutupnya. (ma/nur)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:03

Jalan Untuk Kaum Difabel di DPRD Jatim

Hak penyandang disabilitas sekarang ini masih kurang, baik sarana maupun prasarana publik maupun pekerjaan.…

Selasa, 13 November 2018 15:04

Event Gowes Untukmu Pahlawanku Meriah dan Banyak Hadiah

WALAU Sempat diguyur hujan, Fun Gowes Untukmu Pahlawanku "Semangat Pahlawan di Dadaku" gelaran Dewan…

Selasa, 13 November 2018 14:47

Unik, Samsat Bergerak Sapu Jagad

BANJARMASIN - Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pajak, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel…

Senin, 12 November 2018 12:52
Berita Tenaga Kerja Indonesia

Hongkong Paling Banyak, Baru Arab Saudi

September tadi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bersama BP3TKI Banjarbaru mencegat keberangkatan…

Sabtu, 10 November 2018 11:34

Mengenang Gugurnya Sembilan Syuhada 9 November 1945 di Banua

Abdul Majid, lahir sepuluh tahun setelah penyerangan 9 November 1945. Tiga pamannya gugur dalam penyerangan…

Selasa, 06 November 2018 14:50

Sungai Baru Larut dalam Nostalgia Layar Tancap

Layar tancap adalah hiburan rakyat. Orang juga menyebutnya dengan misbar alias gerimis bubar. Di Banjarmasin,…

Jumat, 02 November 2018 10:50

Ada yang Jadi Mata Pilot, Ada yang Penjaga Cuaca

BANJARBARU - Bandara adalah sebuah dunia sendiri. Dengan ribuan orang yang bergegas, jadwal yang…

Jumat, 26 Oktober 2018 15:28

Menanti Hujan Turun di Pulau Laut, PDAM Andalkan Empang...Eh Waduk

Doa PDAM minta hujan rupanya masih tertahan di langit. Pulau Laut panas, walau siang kemarin sempat…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:32

Lagu "Insya Allah" Fadly Padi Sejukkan Ribuan Napi

Lapangan besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru memutih. Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .